Wartain.com — Ketua PD Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya, Andri Nurkamal, menegaskan Musyawarah Daerah (Musda) bukan sekadar ajang pergantian ketua. Musda adalah tradisi pewarisan perjuangan antar generasi.
“Musda ini adalah tradisi saling mewariskan, bukan tradisi saling meninggalkan. Apa yang sudah diperjuangkan periode sebelumnya harus jadi bekal bagi yang melanjutkan,” ujar Andri saat Musda X di SMA Plus Muallimin 182 Rajapolah, Ahad (23/8/2026).
Ia memaparkan capaian tiga tahun terakhir: terbentuknya 3 PC baru, penerbitan buku, dan berdirinya lembaga pengkajian Al-Munawir Institute.
“Perjuangan tasykil tidak sederhana. Ada yang meninggalkan anak istri, meninggalkan pekerjaan, mengorbankan waktu dan tenaga. Karena itu, capaian ini harus dirawat dan dilanjutkan,” katanya.
Andri juga menyampaikan pesan: “Pungut yang tercecer, sapa yang terluka, bawa yang setia, ambil yang tertinggal.”
Senada, Wakil Ketua PW Pemuda Persis Jabar Ustaz Guntur mengingatkan esensi Musda. “Tugas peserta bukan hanya setuju-setuju. Harus evaluasi masa lalu, rumuskan program jihad ke depan, dan pilih ketua yang sesuai kebutuhan Tasikmalaya,” tegasnya.
Sementara Ketua PD Persis Kabupaten Tasikmalaya Ustaz Dede Reviana Ibrahim mengingatkan kader agar menjaga keikhlasan. “Jangan sampai perjuangan kita besar, tapi tidak diterima Allah karena persoalan niat,” pesannya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
