Wartain.com – Suasana haru dan bangga menyelimuti Auditorium Hotel Augusta, Cikukulu, Sabtu 29 Agustus 2026. Hari itu STAI Kharisma Sukabumi menggelar Wisuda ke-25 dan meluluskan 113 sarjana baru dari Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, wisuda kali ini menghadirkan gebrakan baru. Para lulusan tidak perlu menunggu berminggu-minggu untuk mendapatkan dokumen kelulusan.
STAI Kharisma memperkenalkan kebijakan penyerahan ijazah dan transkrip nilai asli beserta legalisasi langsung di atas panggung. Dokumen diserahkan saat prosesi wisuda berlangsung.
Ketua STAI Kharisma Sukabumi, Dr. Ade Nurpriatna, S.Ag., M.Ud, menyebut kebijakan ini sebagai bentuk nyata pelayanan kampus kepada mahasiswa dan masyarakat.
“Terobosan ini kami hadirkan sebagai bentuk layanan prima dan efisien dari kampus kepada seluruh lulusan. Dokumen ini dapat langsung dimanfaatkan wisudawan untuk melanjutkan jenjang pendidikan maupun menempuh karir, sekaligus menghindari penumpukan arsip ijazah dan transkrip di lingkungan kampus,” ungkap Ade.
Menurutnya, langkah ini juga merupakan bagian dari strategi penguatan kelembagaan. STAI Kharisma tengah bersiap menuju transformasi menjadi Institut Kharisma Nusantara.
“Ini pun sebagai strategi meningkatkan kepercayaan Masyarakat menuju transformasi kampus dari STAI Kharisma Sukabumi menjadi Institut Kharisma Nusantara,” tambahnya.
Agar kebijakan ini berjalan, kampus telah menyiapkan sistem jauh-jauh hari. Seluruh calon wisudawan diwajibkan melunasi kewajiban administrasi sebelum mengikuti sidang skripsi.
Dengan begitu, tidak ada lagi kendala penundaan dokumen yang selama ini sering dikeluhkan lulusan di berbagai perguruan tinggi.
Terobosan tersebut langsung mendapat sambutan positif dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat. Wakil Koordinator Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed hadir sebagai tamu utama dan memberikan apresiasi.
“Ini adalah bukti nyata bahwa STAI Kharisma Sukabumi memberikan pelayanan terbaik dan prima kepada masyarakat luas. Sangat pantas hal ini diapresiasi,” ujar Prof. Aan.
Ia membandingkan dengan kondisi umum di kampus lain. Banyak lulusan harus menunggu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menerima ijazah.
“Di tengah kondisi sejumlah perguruan tinggi yang lulusannya harus menunggu berbulan-bulan bahkan hingga ber-tahun demi mendapatkan ijazah, STAI Kharisma justru hadir dengan kecepatan dan kepastian layanan yang patut dicontoh,” tegasnya.
Kebahagiaan juga dirasakan para wisudawan. Salah satunya Ikromaeni Ramdhon dari Prodi PGMI yang mengaku sangat terbantu dengan kebijakan ini.
“Kebijakan ini sangat membantu kami. Ijazah dan transkrip yang kami terima hari ini langsung lengkap dan sah, sehingga saya bisa segera mengunggahnya melalui aplikasi EMIS yang dikelola operator di tempat saya bekerja. Tidak perlu menunggu lama dan proses administrasi pun menjadi jauh lebih ringkas,” kata Ikromaeni dengan wajah sumringah.
Hal senada disampaikan para orang tua. Mereka merasa lega karena anaknya bisa langsung melangkah ke dunia kerja atau melanjutkan studi tanpa terhambat urusan administrasi.
Dengan 113 lulusan yang diwisuda, STAI Kharisma membuktikan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga solutif.
Wisuda ke-25 ini menjadi penanda bahwa kampus siap berbenah dan beradaptasi. Layanan cepat, tepat, dan bermanfaat menjadi standar baru yang ingin dijaga STAI Kharisma Sukabumi ke depan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
