26.7 C
Jakarta
Kamis, Agustus 27, 2026

Latest Posts

Banjir Bandang Nepal Tewaskan 353 Orang, Ratusan Warga dan Wisatawan Masih Hilang

Wartain.com – Tim penyelamat masih berpacu dengan waktu mencari korban banjir bandang yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China. Hingga Kamis (27/8/2026), sedikitnya 353 orang dilaporkan meninggal dunia di Nepal, sementara 826 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Data tersebut disampaikan kepolisian Nepal dan dikutip Associated Press (AP). Dari jumlah orang yang belum ditemukan, sedikitnya 517 merupakan warga negara asing berdasarkan data Dewan Pariwisata Nepal. Proses pencarian terus dilakukan di tengah kerusakan jalan, jembatan, permukiman, dan sejumlah fasilitas umum akibat derasnya aliran lumpur dan material longsoran.

Bencana terjadi pada Rabu (26/8/2026) setelah material es, batu, dan lumpur dalam jumlah besar runtuh ke aliran sungai di kawasan Himalaya. Material tersebut kemudian memicu gelombang banjir bandang yang menerjang wilayah Rasuwa dan Nuwakot serta sejumlah kawasan di sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi dan Trishuli.

Laporan Reuters menyebut polisi Nepal mencatat 359 korban meninggal dunia. Perbedaan angka dengan laporan AP terjadi karena proses pendataan dan verifikasi korban masih berlangsung. Di sisi lain, 558 orang juga dilaporkan hilang di wilayah Gyirong, Tibet, dengan 260 di antaranya merupakan warga negara asing.

Kondisi di lokasi bencana membuat upaya pencarian menjadi sulit. Sejumlah akses darat terputus, sementara tim penyelamat menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah yang terisolasi serta mendistribusikan bantuan.

Salah satu korban selamat, Keshav Prasad Baral, menggambarkan dahsyatnya banjir yang datang secara tiba-tiba. Pria berusia 68 tahun itu mengatakan dirinya sempat berusaha menyelamatkan istrinya ketika lumpur mulai masuk ke rumah mereka.

“Itu adalah gelombang lumpur besar yang langsung mengarah kepada kami. Ketika semakin dekat, air terus naik. Saat saya melihat lumpur masuk ke rumah, saya mencoba meraih tangan istri dan membawanya ke teras. Namun, dia tersapu lumpur,” kata Baral kepada Reuters.

Baral kemudian dievakuasi menggunakan helikopter beberapa jam setelah kejadian. Hingga kini, istrinya masih belum ditemukan.

Selain korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan ratusan orang dari berbagai negara kehilangan kontak. Mereka berada di kawasan yang menjadi jalur menuju Tibet dan populer bagi wisatawan, pendaki, serta peziarah menuju Kailash Mansarovar.

Data sementara menunjukkan warga India menjadi salah satu kelompok terbesar yang belum ditemukan. Nepal mencatat 288 warga India masih belum diketahui keberadaannya, disusul 63 warga Amerika Serikat, 51 warga Malaysia, 34 warga Australia, 33 warga Inggris, dan 25 warga Kanada.

Sementara itu, pemerintah Nepal telah meminta bantuan India dan China untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan. Sejumlah tim penyelamat dikerahkan ke wilayah terdampak, sementara pemerintah juga memperingatkan adanya potensi banjir susulan.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah ditemukan indikasi aliran Sungai Bhotekoshi terbendung dan membentuk danau. Jika bendungan alami tersebut jebol, gelombang air baru dapat mengancam kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai.

Penyebab awal bencana sempat diduga berkaitan dengan gempa bumi. Namun, analisis lanjutan menunjukkan bencana dipicu runtuhan gletser dan material batuan yang kemudian menghasilkan aliran debris dalam jumlah besar. Fenomena tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan di kawasan Himalaya yang mengalami peningkatan suhu dan pencairan es.

Hingga Kamis malam, proses pencarian korban masih berlangsung. Pemerintah Nepal dan tim penyelamat juga masih berupaya mendata korban secara lebih akurat karena luasnya wilayah terdampak dan terputusnya sejumlah jalur komunikasi.

Di tengah operasi tersebut, perhatian utama diarahkan kepada ratusan orang yang masih hilang, termasuk warga lokal, petugas keamanan, wisatawan, dan peziarah dari berbagai negara.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.