26.7 C
Jakarta
Senin, Oktober 5, 2026

Latest Posts

Perhutani KPH Sukabumi Gandeng Yayasan KIARA Perkaya Pakan Alami Owa di RPH Hanjuang Selatan

Wartain.com – Upaya pelestarian satwa endemik yang terancam punah terus diperkuat dengan aksi nyata di lapangan. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi resmi menggandeng Yayasan KIARA (Konservasi Ekosistem Alam Nusantara) dalam program kolaboratif untuk memperkaya pakan alami satwa owa jawa di kawasan hutan RPH Hanjuang Selatan, BKPH Lengkong.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menerapkan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) guna menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, tanpa mengesampingkan fungsi produksi dan sosial hutan.

Laporan hasil pelaksanaan program di atas lahan seluas 3,69 hektare tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan KIARA, Rahayu Oktaviani, kepada Wakil Administratur KPH Sukabumi, Aldy Juliansah, dalam pertemuan resmi di Control Room Perhutani KPH Sukabumi, Jumat (2/10/2026).

Melalui kemitraan ini, Perhutani memfasilitasi ruang bagi pemangku kepentingan untuk ikut serta menjaga keseimbangan ekologis hutan tanpa mengesampingkan fungsi kelestariannya.

Wakil Administratur KPH Sukabumi, Aldy Juliansah, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Yayasan KIARA adalah bentuk nyata komitmen Perhutani dalam menjaga habitat satwa dilindungi. Owa jawa merupakan satwa endemik yang keberadaannya sangat tergantung pada keutuhan hutan alam.

“Kerja sama ini sejalan dengan prinsip PHL. Hutan tidak hanya kita jaga kayunya, tapi juga ekosistemnya. Dengan penanaman jenis-jenis pakan alami owa, kita berharap daya dukung habitat di Hanjuang Selatan semakin meningkat,” ujar Aldy.

Ia menambahkan, Perhutani membuka ruang seluas-luasnya bagi kolaborasi konservasi dengan berbagai pihak, mulai dari LSM, akademisi, hingga komunitas lingkungan, selama tetap dalam koridor pelestarian hutan.

Sementara itu, Ketua Yayasan KIARA, Rahayu Oktaviani, menjelaskan bahwa program pengayaan pakan alami ini dilakukan dengan menanam berbagai jenis pohon buah-buahan hutan yang menjadi sumber pakan utama owa, seperti jenis-jenis ficus dan pohon buah lokal lainnya.

“Seluas 3,69 hektare di RPH Hanjuang Selatan telah kami tanami dengan jenis pakan alami owa. Tujuannya agar populasi owa tidak perlu turun ke permukiman warga untuk mencari makan, sehingga konflik satwa-manusia bisa diminimalisir dan populasinya bisa lestari,” jelas Rahayu.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Perhutani KPH Sukabumi yang telah memberikan akses dan pendampingan selama proses pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, model kolaborasi seperti ini harus menjadi contoh bagi pengelolaan hutan di wilayah lain.

“Konservasi tidak bisa berjalan sendiri. Butuh sinergi antara pengelola kawasan seperti Perhutani dengan lembaga konservasi seperti KIARA. Ini bukti bahwa produksi dan konservasi bisa berjalan beriringan,” tandasnya.

Program ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama jangka panjang untuk pemulihan ekosistem hutan di wilayah KPH Sukabumi, khususnya sebagai koridor penting bagi satwa primata endemik Jawa Barat yang kini berstatus terancam punah.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.