Wartain.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, mendorong adanya pengawasan dan dukungan fasilitas untuk memastikan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Menurut Yudha, keberlanjutan program tersebut perlu didukung perlindungan terhadap risiko kehilangan dan kerusakan, serta ketersediaan tempat pengisian daya di lokasi strategis. Ia mengapresiasi rencana Bupati Sukabumi, Asep Japar, yang akan mengasuransikan becak listrik bagi para penerima manfaat.
“Saya juga berbincang dengan Pak Bupati. Pak Bupati sangat antusias sekali, saya apresiasi dan juga saya hormat sekali kepada Bapak Bupati di mana Bupati akan mengasuransikan becak-becak ini. Pemberian dari Pak Prabowo ini agar bisa tergaransi, kalau misalnya ada kehilangan atau kerusakan,” ujar Yudha saat penyerahan bantuan becak listrik di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (19/10/2026).
Selain asuransi, Yudha menilai perlu adanya petunjuk teknis dan pelaksanaan yang jelas, termasuk dalam pemeliharaan serta pengisian daya. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Sukabumi berencana berkoordinasi dengan PT PLN untuk menyiapkan titik pengisian listrik di kawasan strategis.
“Pak Bupati juga tadi menyampaikan akan mencoba koordinasi dengan PLN untuk mempersiapkan pos-pos tempat pengisian listrik, tentunya di daerah-daerah yang dirasa strategis untuk becak tersebut mangkal,” katanya.
Yudha berharap becak listrik dapat dimanfaatkan di kawasan wisata dan pusat keramaian, seperti area pasar. Menurutnya, kendaraan tersebut berpotensi membantu meningkatkan pendapatan pengayuh becak karena biaya operasionalnya relatif terjangkau.
Yudha berharap bantuan tersebut dapat menjadi pengungkit ekonomi masyarakat sekaligus meringankan beban pengayuh becak yang selama ini mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.
“Jadi, saya rasa ini kolaborasi yang sangat indah dan harapannya becak ini bisa bermanfaat dan juga menjadi daya ungkit ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa program becak listrik telah dimulai sejak Oktober 2023, sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden. Program tersebut, menurutnya, dilatarbelakangi kepedulian terhadap para pengayuh becak yang sebagian besar telah berusia lanjut.
“Jadi ini sebetulnya program becak listrik ini sejak tahun 2023, jadi sebelum Pak Prabowo menjadi presiden. Ini bentuk kepedulian beliau, rasa beliau, keprihatinan beliau melihat banyak sekali pembecak di Indonesia ini rata-rata usianya di atas 70 tahun dan mereka menggunakan tenaga,” ujar Nanik.
Khusus Kabupaten Sukabumi, YGSN menyalurkan 100 unit becak listrik berdasarkan data kebutuhan sementara. Nanik menyebut jumlah tersebut berpeluang ditambah menjadi 200 unit setelah kebutuhan penerima manfaat kembali didata.
“Untuk di Sukabumi sementara 100. Karena data sementara 100. Tapi nanti, katanya Pak Bupati, ada masih ada. Jadi kita akan tambah insya Allah 200,” katanya.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan becak listrik bagi masyarakat. Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan para pengayuh becak dan keluarganya.
Asep Japar juga menilai becak listrik berpotensi mendukung mobilitas warga di kawasan wisata dengan kondisi jalan relatif datar, serta menunjang perjalanan menuju pasar dan fasilitas kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap distribusi bantuan ke depan dapat menjangkau berbagai wilayah, termasuk kawasan selatan seperti Jampang serta wilayah utara, barat, dan timur.
Melalui dukungan pemerintah daerah, YGSN, dan pihak terkait, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan pekerjaan pengayuh becak, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
