26.7 C
Jakarta
Sabtu, September 12, 2026

Latest Posts

FDSI Gelar Diskusi Kebangsaan Terkait Politik Identitas Pada Pemilu 2024

Wartain.com, Sukabumi || Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSI) menggelar diskusi Kebangsaan terkait politik identitas, dalam mengahadapi pemilu 2024. Kegiatan berlangsung di Rumah Makan Asakan Harita , Jalan Perintis Kemerdekaan No 50, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis 19/10/2023.

Acara yang digagas oleh FDSI bekerja sama dengan media online wartain.com, mengambil tema, “Stop Politik Identitas Dalam Pemilu 2024 Memecah Belah Anak Bangsa.”

Sekjen FDSI Aab Abdul Malik mengatakan, kegiatan ini dihelat  untuk memutus mata rantai sejarah pemilu 2019 yang kelam. Dimana, pada Pemilu tersebut, masyarakat dihadirkan dengan dua kubu yang terstigma negatif, satu kubu dikatakan “kecebong” (Jokowi-Amin) dan “kadrun” (Prabowo-Sandi).

“Masyarakat Indonesia masih sakit, tercabik-cabik dengan dua stigma itu. Pemilu 2024 sekarang harus bersih dari stigma negatif tersebut,” kata Aab yang didapuk sekaligus jadi moderator.

FDSI Gelar Diskusi Kebangsaan Terkait Politik Identitas Pada Pemilu 2024 )foto : wartain.ckm/SRM)

Selanjutnya ia mengungkapkan, pemangkasan stigma penyebutan kubu masing-masing calon presiden harus segera dituntaskan, demi wujudkan persatuan dan keutuhan bangsa.

“Siapapun yang kita dukung, mari bersama-sama untuk menjaga marwah persatuan dan keutuhan bangsa. Kita sadari kebhinekaan lebih penting dijaga dibandingkan dengan siapa yang akan jadi pemenang. Jangan karena ingin menang segala macam cara dihalalkan,” pungkasnya.

Sementara itu, kepada wartain.com, salah satu pembicara dalam FGD, E. Muslih mengungkapkan, politik identitas adalah serapan dari negara Amerika Serikat. Masuk ke Indonesia pada tahun 2000 an.

“Kita hanya latah saja ikut-ikutan. Walaupun politik identas muncul akibat ada yang merasa diperlakukan tidak adil, terutama untuk kelompok minoritas, semestinya hal itu harus dijauhkan demi kepentingan bangsa dan negara,” ungkap calon anggota KPU Kabupaten Sukabumi.

Bebegai organisasi dan komunitas, mengikuti FGD tentang politik identitas yang digelar FDSI (Foto : wartain.com/SRM)

Ia menambahkan, untuk menjaga keutuhan negara yang majemuk, merasa diri yang paling benar harus dijauhkan, bahkan dihilangkan. Negara ini milik semua golongan, bukan hanya milik segelintir orang.

“Hindari isu Sara dalam berkontestasi. Jangan merasa diri paling segalanya. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama dimata hukum,” tambahnya.

Diakhir sesi Muslih berpesan, agar selalu berhati-hati dalam menentukan pilihan. Kenali, teliti dulu siapa yang akan kita pilih. Nasib bangsa akan ditentukan oleh pilihan kita untuk lima tahun kedepan.

“Cermati, teliti dengan seksama. Jangan mudah dipengaruhi oleh segelintir orang yang sengaja akan memecah belah keutuhan bangsa dan negara,” tutupnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Barikade 98, FDSI, Barisan Islam Moderat (Bima), forum Indonesia bersih demokrasi, forum RW, perwakilan BPD, forum pemuda peduli pemilu, OKP dan komunitas lainnya.***

Foto : wartain.com/SRM

Editor : Raka A. Firmansyah

Reporter : SRM

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.