Wartain.com, Sukabumi || Berwirausaha untuk menambah penghasilan keluarga ternyata tidak susah, terutama bagi mereka yang memiliki jiwa entrepreneurship.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Wiwin (47) tahun. Berawal dari sebuah keisengan untuk melakukan sebuah terobosan usaha, sambil mengurus keluarga, ia mencoba untuk membudidayakan jamur tiram.
Beralamat di Kp. Cibodas RT 35 RW 07, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Wiwin memulai usahanya pada tahun 2018 dan diberi nama “UMKM M2N Jamur Tiram”.
Dengan modal awal 100 jutaan, ia memiliki satu bangunan kumbung dengan kapasitas 15 rebu baklok, sebagai bahan dan media jamur tiram. Dari ribuan baklok tersebut bisa menghasilkan jamur tiram rata-rata perhari sebanyak 30 kg jamur yang siap jual, dengan harga rata-rata 12 ribu per kg.
Kepada wartawan.com, owner M2N, Wiwin mengatakan, faktor keberhasilan dalam menjalankan usahanya adalah kesabaran dan telaten. Ia juga sempat mengalami kerugian diawal-awal usahanya .
“Awal memulai usaha adalah kurang pengalaman terutama dalam menginkubasi bahan. Tapi dengan kesabaran dan ketelatenan, akhirnya sekarang sudah paham bagaimana membudidayakan jamur tiram yang menghasilkan uang,” kata Wiwin, Minggu 18/02/2024 di kediamannya.
Setelah berjalan kurang lebih enam tahun kini usahanya sudah mulai terlihat berkembang. Buktinya kumbung yang ia miliki yang awalnya hanya satu kini sudah bertambah satu kumbung lagi, total ia memiliki dua kumbung.
“Karena banyaknya permintaan pasar saya tambah lagi satu kumbung dengan kapasitas yang sama, 15 ribu baklok, jadi sekarang saya Alhamdulillah sudah punya dua kumbung dengan kapasitas 30 ribu baklok,” tambahnya.

Untuk membantu menjalankan usahanya, ia di bantu oleh empat orang karyawan tetap dan dua orang pekerja harian. Yang setiap hari ikut mengelola dan mengurus budidaya jamur tiramnya.
Dengan bertambahnya kapasitas baklok, tentunya omsetnya pun semakin bertambah,. Kini rata-rata panen bisa mencapai antara 50-100 kg jamur tiram siap jual, atau kalau dirupiahkan bisa mencapai antara 18 juta sampai 25 juta perbulan.
“Ya besyukur lah, hari ini kapasitas panen saya bisa mencapai 50-100 kg. Kalau di rupiahkan antara 600 ribu sampai 1.2 juta per hari, kira-kira kalau perbulan bjs amencapai 18-25 juta,” ucapnya.
Diketahui, untuk area pemasaran jamur tiramnya sendiri ia jual masih sekitaran Pasar Cibadak, dan kalau lagi bagus panennya banyak, ia jual ke pasar tanah tinggi Tangerang.
“Kalau masalah penjualan sih permintaan pasarnya banyak, kalua panen sedikit dijual ke pasar Cibadak, kalau lagi banyak dijual ke Tangerang, ladang juga dijual ke tetangga yang mau hajatan,” lanjut Wiwin.
Ia berharap, usaha yang sedang digelutinya tersebut terus berkembang dan maju. Karena selain menambah penghasilan keluarga, ia juga bisa membantu tetangganya dalam mengurangi angka pengangguran.
“Saya berharap usaha yang ia jalankan bisa terus maju. Dan sedikit-sedikit saya juga bisa bantu tetangga untuk bekerja, kan mereka juga bisa nambah penghasilan,” pungkasnya.***
Foto : wartain.com/Aab
Reporter/Editor : Aab Abdul Malik
