Wartain.com || Dua inovasi yang diluncurkan Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi diberikan penganugerahan oleh Komisi Informasi Keterbukaan Publik Provinsi Jawa Barat, Kamis (14/11/2024).
Adapun dua inovasi yang diberi penganugerahan yakni program Kopi Online (Konseling dan Pemberian Informasi Obat Secara Online) dan Lasmini (Layanan Informasi Pasien ICU Terkini).
“Ya, UOBK RSUD R Syamsudin SH mendapat penganugerahan, salah satunya melalui inovasi program Lasmini yang dirancang berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan menyatakan tentang hak pasien di pelayanan kesehatan,” kata Plt Direktur UOBK RSUD R Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, Jumat (15/11/2024).
Yanyan menjelaskan bahwa program Lasmini merupakan layanan yang memberi informasi kepada keluarga pasien yang dirawat di ruangan ICU. Lebih lanjut ia menuturkan program Lasmini diluncurkan untuk menekan angka kekhawatiran bagi keluarga pasien.
“Pada ruangan ICU, perubahan kondisi pasien dapat terjadi setiap saat. Namun pasien ICU tidak diperkenankan untuk ditunggu dan memiliki keterbatasan jam berkunjung, sehingga keluarga yang menunggu memiliki tingkat kecemasan tinggi terhadap perkembangan kondisi pasien diruang ICU,” ucap Yanyan.
“Instalasi Reanimasi dan Terapi Intensif membuat terobosan dengan membuat inovasi Lasmini melalui whatsapp centre resmi rumah sakit. Pada saat sebelum adanya inovasi Lasmini, pemberian informasi kondisi pasien hanya disampaikan oleh dokter,perawat, atau tenaga kesehatan lain pada saat jam kunjungan pasien (Pkl. 17.00 – 18.00 WIB),” lanjut Yanyan.
Yanyan mengatakan, Inovasi Lasmini memberikan waktu tambahan pemberian informasi perkembangan kondisi pasien ICU secara regular setiap pukul 10.00 WIB. Selain itu kondisi insidensial atau perkembangan pasien yang tidak stabil juga akan diinformasikan kepada keluarga pasien melalui layanan whatsapp.
“Standar informasi yang disampaikan adalah identitas pasien, keadaan umum, tanda-tanda vital, kondisi khusus sesuai dengan kondisi pasien, tindakan yang telah dilakukan dan rencana tindakan atau pelayanan yang akan diberikan,” tambah Yanyan.
Ia menyebut, inovasi Lasmini cukup memberi peningkatan kepuasan keluarga pasien yang dirawat di ICU dan tidak adanya keluhan yang disampaikan khususnya yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan informasi perkembangan kondisi pasien ICU.
“Inovasi Lasmini memiliki nilai rating 5 (dari skala 1-5) yang diberikan oleh keluarga pasien. Evaluasi terhadap Lasmini dilakukan pada saat pasien keluar ICU, keluarga penanggungjawab pasien diminta untuk memberikan nilai rating terkait dengan layanan Lasmini,” tukas Yanyan.
“Hasil evaluasi penerapan selama enam bulan, tidak ada keluhan dari keluarga pasien terkait kebutuhan informasi tentang perkembangan kondisi pasien, dan fokus group discussion pada 9 keluarga pasien merasakan manfaat yang besar, puas terhadap layanan Lasmini sehingga dapat menurunkan rasa khawatiran terkait dengan perkembangan kondisi pasien ICU,” pungkas Yanyan.(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
