Wartain.com || Riset terbaru membuktikan orangtua lebih takut anak remajanya kecanduan internet daripada narkoba.
Kesimpulan ini dapat berdasarkan survei online terhadap 1.000 orangtua remaja di AS yang berusia 9-15 tahun.
Penilaian dilakukan untuk memahami persepsi orangtua terkait risiko dan manfaat penggunaan internet dalam empat bidang utama yakni perkembangan fisik dan kognitif anak-anak, keselamatan anak-anak, potensi kecanduan, dan keterhubungan dengan keluarga.
Hasilnya, para orangtua mengakui manfaat internet untuk membangun rasa terhubung dalam keluarga tapi juga khawatir akan efek buruknya.
“Hasil penelitian kami mengingatkan kita bahwa pembicaraan mengenai dampak teknologi internet terhadap generasi muda kita tidak akan lengkap tanpa mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya,” kata penulis studi, Michael Milham, M.D., PhD, Direktur Penelitian Child Mind Institute di New York City.
“Dari perspektif kesehatan masyarakat, ini menggarisbawahi perlunya pendidikan dan dukungan yang lebih besar bagi para orangtua,” tambahnya.
Pasalnya, banyak orangtua merasa cemas sekaligus tidak yakin caranya menerapkan penggunaan internet sehat pada anak remajanya.
Secara khusus, potensi kecanduan paling potensial terjadi pada penggunaan media sosial dan video game.
“Studi ini juga mengingatkan kita bahwa pola penggunaan internet yang bermasalah berkorelasi dengan pola asuh yang negatif,” terang Milham.
Misalnya, penerapan disiplin yang tidak konsisten, pengawasan yang buruk dan adanya masalah penggunaan internet pada orangtua.
* Berbagai sumber
Foto : ilustrasi/zona leterasi
Editor : Aab Abdul Malik
(Raika)
