26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 3, 2026
Beranda blog Halaman 104

Lab Konstruksi PU Sukabumi Siap Naik Kelas, Target Akreditasi KAN 2026

0

Wartain.com – Dinas PU Kabupaten Sukabumi lagi ngedorong Laboratorium Bahan Konstruksinya naik level. Targetnya jelas: lolos akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) biar hasil uji materialnya punya standar nasional bahkan internasional.

Langkah ini jadi bagian dari strategi besar Dinas PU buat memastikan infrastruktur di Sukabumi dibangun dari material yang sudah lolos uji. Nggak ada lagi istilah “asal kuat” tanpa bukti lab.

Kepala Dinas PU Uus Firdaus bilang, laboratorium ini punya peran krusial dalam menjaga mutu proyek konstruksi daerah. Dari jalan, jembatan, sampai bangunan publik, semua harus lewat cek dan ricek yang kredibel.

“Kalau labnya sudah terakreditasi, hasil uji material jadi lebih akurat, terpercaya, dan bisa dipertanggungjawabkan. Ini kunci buat infrastruktur yang aman dan tahan lama,” ujarnya.

Saat ini tim Dinas PU lagi kebut persiapan di berbagai lini. Mulai dari beres-beres dokumen administrasi, upgrade skill SDM lab, sampai kalibrasi peralatan uji. Bangunan lab juga dibenahi biar sesuai standar manajemen mutu.

Akreditasi KAN sendiri bukan formalitas. Ini pengakuan resmi bahwa lab punya kompetensi teknis dan sistem manajemen yang sesuai standar nasional dan internasional. Hasil uji yang keluar dari lab terakreditasi bisa jadi rujukan resmi di proyek konstruksi mana pun.

Dengan status terakreditasi, Dinas PU berharap layanan pengujian material bisa lebih optimal. Masyarakat, kontraktor, sampai konsultan konstruksi bakal dapat kepastian mutu sebelum material dipakai di lapangan.

Uus menambahkan, proses ini juga bagian dari upaya membangun tata kelola yang profesional dan akuntabel. Jadi nggak cuma soal teknis, tapi juga soal kepercayaan publik terhadap proyek pemerintah.

Kalau target ini tercapai, Laboratorium Bahan Konstruksi PU Sukabumi bakal jadi salah satu lab rujukan di wilayah selatan Jawa Barat. Efeknya langsung: kualitas infrastruktur naik, risiko kegagalan konstruksi turun.

Dinas PU menargetkan seluruh tahapan persiapan rampung tahun ini. Setelah itu, proses audit dan penilaian dari KAN bisa segera dijalankan.

Intinya, Sukabumi mau memastikan setiap bata, semen, dan aspal yang dipakai di proyek pemerintah sudah lewat saringan ketat. Biar aman, andal, dan nggak buang-buang anggaran.

Langkah ini juga diharapkan mendorong kontraktor lokal buat ikutan naik standar. Kalau labnya sudah kredibel, main-main di mutu material bakal makin sulit.

Jadi, proses akreditasi ini bukan cuma soal sertifikat di dinding. Ini soal memastikan setiap rupiah APBD yang dipakai buat infrastruktur benar-benar menghasilkan bangunan yang layak pakai puluhan tahun.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

HIMA PERSIS Jawa Barat Dorong Percepatan Regulasi Larangan Plastik Sekali Pakai

0

HIMA PERSIS Jawa Barat Dorong Percepatan Regulasi Larangan Plastik Sekali Pakai

Wartain.com – Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) Jawa Barat mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera mempercepat penyusunan dan penerbitan regulasi terkait pembatasan dan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai sebagai langkah strategis menghadapi kondisi darurat sampah di Jawa Barat.

Dorongan tersebut disampaikan melalui permohonan audiensi kepada Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2026 tentang Percepatan Penyusunan Peraturan Kepala Daerah Mengenai Pembatasan dan Pelarangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai.

Berdasarkan data yang dihimpun, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan timbulan sampah tertinggi di Indonesia, dengan volume sampah mencapai puluhan ribu ton per hari. Sampah plastik sendiri menjadi komponen terbesar kedua setelah sampah organik, sementara sebagian besar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mengalami kondisi overload.

Ketua HIMA PERSIS Jawa Barat, Riyan menyampaikan bahwa persoalan sampah plastik tidak lagi dapat dipandang sebagai isu biasa, melainkan telah menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang mendesak untuk segera ditangani melalui kebijakan konkret.

“Jawa Barat membutuhkan langkah nyata dan keberanian kebijakan untuk menekan laju penggunaan plastik sekali pakai. Regulasi yang tegas menjadi kebutuhan mendesak agar persoalan sampah tidak terus menjadi beban lingkungan dan masyarakat,” ujar Riyan, Rabu 13/05/2026.

Ia juga menegaskan bahwa langkah percepatan regulasi harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan di Jawa Barat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD segera mengambil langkah konkret dalam menyusun regulasi pembatasan plastik sekali pakai sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan lingkungan hidup dan masa depan masyarakat Jawa Barat,” tambahnya.

HIMA PERSIS Jawa Barat menilai bahwa pendekatan pengelolaan sampah yang hanya bertumpu pada pengangkutan dan penimbunan di TPA tidak akan mampu menyelesaikan persoalan secara berkelanjutan. Karena itu, diperlukan intervensi kebijakan di tingkat hulu melalui pembatasan produksi dan konsumsi plastik sekali pakai.

Selain itu, HIMA PERSIS Jawa Barat juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi bersama DPRD Provinsi Jawa Barat dan Dinas Lingkungan Hidup dalam bentuk kajian akademis, penyusunan draft kebijakan, sosialisasi, hingga edukasi publik terkait pengurangan sampah plastik.

Melalui audiensi tersebut, HIMA PERSIS Jawa Barat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera mengambil langkah strategis dan progresif guna memperkuat komitmen pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

BPBD Sukabumi Antisipasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Sukabumi-Bogor

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melakukan langkah mitigasi bencana dengan memangkas dan menebang sejumlah pohon mahoni tua di ruas Jalan Suryakencana, jalur nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di sekitar Jembatan Leuwi Goong, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Rabu (13/5/2026).

Penanganan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko pohon tumbang yang dapat membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan disertai angin kencang.

Kegiatan mitigasi berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan melibatkan unsur lintas sektor mengingat lokasi berada di jalur nasional dengan arus kendaraan yang cukup padat.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pohon yang ditebang merupakan pohon mahoni berusia tua dan sebagian sudah dalam kondisi mati sehingga rawan roboh.

“Pohon mahoni di sekitar Jembatan Leuwi Goong kondisinya sudah tua dan sebagian mati sehingga berpotensi tumbang. Karena itu dilakukan pemangkasan dan penebangan sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.

Menurut Daeng, upaya tersebut penting dilakukan untuk meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas akibat batang atau ranting pohon yang sewaktu-waktu dapat roboh ke badan jalan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman pohon tumbang, terutama di musim hujan yang masih disertai angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur yang banyak terdapat pohon besar, terutama ketika cuaca buruk,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Program Ngakel Permudah Warga Kota Sukabumi Urus Pajak hingga Tingkat Kelurahan

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya meningkatkan pelayanan pajak daerah dengan menghadirkan program Ngakel atau Nganjang ka Kelurahan. Melalui inovasi tersebut, masyarakat kini dapat mengurus berbagai administrasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) langsung di kantor kelurahan.

Program yang dijalankan oleh UPTD Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) BPKPD Kota Sukabumi itu mengusung sistem jemput bola agar pelayanan perpajakan lebih dekat, mudah, dan efisien bagi warga.

Kepala UPTD PPD PBB-P2 BPKPD Kota Sukabumi, Andri Suryandi, mengatakan layanan Ngakel dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi perpajakan tanpa harus datang ke kantor pusat pelayanan.

“Melalui program ini masyarakat bisa mengurus administrasi PBB-P2 langsung di kelurahan sehingga lebih praktis dan memudahkan wajib pajak,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Dalam layanan tersebut, warga dapat mengurus mutasi atau balik nama objek pajak, pemecahan maupun pembetulan SPPT, pendaftaran objek pajak baru, hingga konsultasi terkait perpajakan daerah.

Selain pelayanan administrasi, petugas juga melakukan pendataan langsung ke lapangan guna memastikan kesesuaian data objek pajak dengan kondisi sebenarnya.

Pendataan dilakukan terhadap bangunan baru maupun perubahan fungsi bangunan yang berpotensi memengaruhi nilai pajak.

Menurut Andri, validasi data tersebut penting agar besaran pajak yang dikenakan sesuai dengan kondisi serta nilai ekonomi bangunan saat ini.

Hingga April 2026, realisasi penerimaan PBB-P2 di Kota Sukabumi tercatat mencapai Rp3,65 miliar atau sekitar 24,55 persen dari target tahunan sebesar Rp14,88 miliar.

Sementara penerimaan dari sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) telah mencapai Rp4,79 miliar atau sekitar 31,93 persen dari target Rp15 miliar.

Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, Pemerintah Kota Sukabumi juga kembali memberlakukan program penghapusan denda keterlambatan pembayaran PBB-P2.

Program pembebasan sanksi administrasi hingga 100 persen tersebut berlaku mulai Maret hingga 30 September 2026.

Andri menambahkan, pembayaran pajak saat ini juga semakin mudah karena dapat dilakukan melalui berbagai kanal pembayaran, mulai dari kantor pos, kelurahan, layanan perbankan, ATM, minimarket, QRIS hingga marketplace digital.

“Harapannya masyarakat semakin mudah dan nyaman dalam memenuhi kewajiban perpajakannya,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

FOMAKSI Sub Cikembar Pilih Pemimpin Baru, 68 Pelajar Madrasah Ikuti Musyawarah

0
Oplus_131072

Wartain.com – Regenerasi kepemimpinan OSIS Madrasah Aliyah se-KKM Cikembar memasuki babak baru. Rabu, 13 Mei 2026, FOMAKSI Sub Cikembar menggelar Musyawarah Sub di Madrasah Aliyah Al Khairiyah Cikembar untuk memilih ketua dan pengurus angkatan XI periode 2026/2027.

Forum ini mempertemukan 68 pelajar dari 21 Madrasah Aliyah. Mereka datang dari empat kecamatan: Cikembar, Gunungguruh, Jampang Tengah, dan Lengkong. Setiap madrasah mengirim 3 hingga 5 perwakilan pengurus OSIS untuk menyalurkan aspirasi sekolahnya.

Ketua Panitia MUSSUB, Rahayu Maharani, membuka sambutan dengan ucapan terima kasih. Ia mengapresiasi kehadiran peserta dan dukungan kepala madrasah, khususnya MA Al Khairiyah yang menjadi tuan rumah kegiatan tahun ini.

Ketua FOMAKSI, Sekar Arum Cahyaningsih, menegaskan bahwa musyawarah ini bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah amanat organisasi yang harus dijalankan di tingkat bawah sebelum MUKTAMAR XI Kabupaten pada 30-31 Mei 2026.

Menurut Sekar, rentang waktu 11-17 Mei 2026 telah ditetapkan FOMAKSI Pusat untuk seluruh sub wilayah menyelesaikan musyawarah. Proses ini penting agar estafet kepemimpinan berjalan tertib dan demokratis.

Kepala MA Al Khairiyah, Latif Lesmana, yang juga pengurus KKMA Cikembar bidang Organisasi dan Kesiswaan, membuka acara secara resmi. Dalam pesannya, ia menekankan nilai persaudaraan dan jaringan yang didapat peserta.

FOMAKSI Sub Cikembar Pilih Pemimpin Baru, 68 Pelajar Madrasah Ikuti Musyawarah ( Foto : DN)

“Kalian akan mendapat banyak manfaat, mempererat persaudaraan, punya teman baru, dan tentunya jaringan baru. Networking,” ujar Latif di hadapan para peserta yang mayoritas masih duduk di bangku madrasah.

Setelah pembukaan, forum berlanjut ke laporan pertanggungjawaban pengurus lama. Proses ini menjadi bahan evaluasi sekaligus tolok ukur bagi calon pengurus baru dalam menyusun program kerja.

Tahap selanjutnya adalah penjaringan calon ketua, dilanjutkan debat antar calon. Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para peserta saling menguji visi, gagasan, dan komitmen untuk memajukan FOMAKSI Sub Cikembar.

Setelah jeda istirahat, sholat, dan makan siang, forum kembali memanas dengan sesi debat lanjutan dan pemilihan suara. Dari proses demokratis itu, Davita Dwistika Nurjaman dari MA Al Hadad Lengkong terpilih sebagai Ketua, didampingi Muhammad Rizki Tria Saputra dari MA Al Khairiyah Cikembar sebagai Wakil Ketua.

Ketua KKMA Cikembar sekaligus Pembina FOMAKSI, Deden Adang Sopandi, menutup kegiatan tepat pukul 17.00 WIB. Ia menyampaikan rasa syukur karena musyawarah berjalan lancar dan penuh semangat.

“Kalian akan banyak mendapatkan value, terutama karakter kepemimpinan. Masyarakat dan bangsa menunggu calon pemimpin yang jujur, berakhlak, dan ibadahnya baik. Anak-anak madrasah harus ambil peran itu,” tegas Deden.

Hadir mendampingi acara tersebut, Sri Sunarto Kepala MA Muslimin Al Barokah, Alif Arham Pembina OSIS, serta para guru MA Al Khairiyah. Mereka berharap kepengurusan baru mampu membawa FOMAKSI Sub Cikembar lebih aktif, kolaboratif, dan berprestasi di tingkat kabupaten.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Secangkir Kopi Gaud, Geopolitik Global, dan Geliat UMKM Sukabumi

0

Wartain.com – Aroma kopi menyeruak di antara riuh rendah tawa sore itu. C’Kopi Gaud, sudut legendaris di Sukabumi, kembali menjadi saksi bisu sebuah diskusi yang mengalir tanpa sekat. Di meja kayu yang bersahaja, berkumpul empat pemikir lokal: Kang Aves (tokoh pers dan entrepreneur kopi), Aam Abdul Salam (Penasihat SMSI dan PWI Kabupaten Sukabumi), Dede Heri (Sekjen Rumah Literasi Merah Putih), dan Siti Ratna Maymunah (CEO Wartain.com), pada Rabu (13/05/2026).

Obrolan bergulir santai, namun tajam membedah realitas. Di luar sana, konflik global sedang mencabik rantai pasok dunia. Dampak ekonominya nyata, berbisik mengancam hingga ke meja-meja makan warga Sukabumi.

Kita tidak bisa menghentikan perang di luar sana, tapi kita bisa memperkuat benteng di rumah sendiri,” tutur Kang Aves sembari menuangkan kopi. Sebagai penggerak UMKM, ia paham betul bahwa sektor domestik adalah katup penyelamat ekonomi.

Aam Abdul Salam mengamini hal tersebut dari kacamata media. UMKM Sukabumi harus dipersenjatai dengan ketahanan informasi dan adaptasi pasar agar tidak tumbang saat krisis datang. Strateginya jelas: perkuat akar rumput, mandirikan ekonomi lokal.

Bagaimana cara Sukabumi bertahan ? Jawabannya ada pada potensi alam dan budayanya. Pariwisata harus menjadi lokomotif yang menarik gerbong UMKM di belakangnya.

Magnet Wisata: Destinasi alam Sukabumi adalah pasar potensial yang nyata.

Multiplier Effect: Wisatawan yang datang tidak hanya membeli pemandangan, tapi juga kuliner, kerajinan, dan jasa lokal.

Kontribusi APBD: Geliat ini otomatis mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pembangunan Daerah: PAD yang sehat akan membiayai infrastruktur berkelanjutan di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Secangkir Kopi Gaud, Geopolitik Global, dan Geliat UMKM Sukabumi (foto : DH)

Siti Ratna Maymunah menekankan pentingnya narasi digital. “Media harus menjadi jembatan yang mengenalkan keindahan Sukabumi sekaligus produk-produk kreatifnya ke kancah yang lebih luas,” tegas CEO Wartain.com ini.

Menangkap peluang emas ini tidak bisa dilakukan dengan bekerja sendiri-sendiri. Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih menyoroti pentingnya kolaborasi pentahelix yaitu :

Pemerintah Daerah: Pemkab dan Pemkot Sukabumi wajib menyediakan regulasi yang ramah dan infrastruktur yang mendukung.

Masyarakat & Komunitas: Menjadi tuan rumah yang ramah dan kreatif dalam menyambut ceruk pasar baru.

Pelaku Usaha & Media: Saling mendukung dalam promosi dan distribusi produk lokal.

Literasi, Kopi, dan Masa Depan Anak Muda Sukabumi

Diskusi sore itu perlahan mengerucut pada sosok Kang Aves. Lewat racikan kopi di C’Kopi Gaud, ia tidak sekadar berbisnis. Ia sedang merawat sebuah gerakan literasi dan regenerasi. Melalui tulisan jurnalistiknya yang tajam, ia terus menyuarakan optimisme lokal.

Lebih dari itu, ruang santai ini menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak muda Sukabumi. Kang Aves dengan sabar membina, memberikan motivasi, dan menularkan ilmu kewirausahaan kepada para perintis usaha kopi muda. Di tangan anak-anak muda inilah, masa depan ekonomi kreatif Sukabumi digantungkan.

Matahari mulai tenggelam di ufuk Sukabumi, menyisakan cangkir-cangkir kopi yang mulai kosong. Namun, ide yang lahir dari C’Kopi Gaud sore itu tetap menyala.

Sukabumi punya modal besar: alam yang indah, kopi yang nikmat, dan manusia-manusia yang menolak menyerah pada krisis global.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PU Kabupaten Sukabumi Bersihkan Bahu Jalan Baros–Pasirbandung demi Keselamatan Pengendara 

0

Wartain.com – Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah Sagaranten melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin berupa pembersihan bahu jalan di ruas Baros–Pasirbandung, Kecamatan Sagaranten, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan di titik Sta 1+100 dengan melibatkan sejumlah petugas lapangan. Pembersihan difokuskan pada rumput liar, semak, serta material yang menutupi sisi jalan agar akses lalu lintas tetap lancar dan aman bagi masyarakat.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, menyampaikan bahwa pemeliharaan jalan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan infrastruktur yang optimal kepada masyarakat.

Menurutnya, seluruh UPTD PU di wilayah Kabupaten Sukabumi terus didorong untuk aktif melakukan pemeliharaan rutin, termasuk membersihkan bahu jalan dan saluran drainase guna menjaga kondisi jalan tetap layak dilalui.

“Pemeliharaan rutin sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, kebersihan bahu jalan juga membantu memperlancar drainase sehingga dapat meminimalisasi kerusakan jalan akibat genangan air,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski kegiatan tersebut terlihat sederhana, namun memiliki manfaat besar dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan dan mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

Dinas PU Kabupaten Sukabumi juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan jalan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta bersama-sama merawat fasilitas umum yang telah tersedia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dispar Pastikan Pengawasan Wisata Alam di Sukabumi Akan Diperketat Usai Instruksi Dedi Mulyadi

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap pembangunan wisata alam di kawasan hutan menyusul kebijakan baru Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait larangan alih fungsi lahan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 60/PEM.04.04.01/ASDA EKBANG tentang Pelaksanaan Teknis Pengendalian Alih Fungsi Lahan di Wilayah Provinsi Jawa Barat yang menginstruksikan penghentian pembangunan wisata maupun perumahan di kawasan perhutanan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah pengendalian tersebut demi menjaga kelestarian kawasan konservasi dan mencegah kerusakan lingkungan.

Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas pembangunan wisata akan diperkuat hingga tingkat kewilayahan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan dan tidak melanggar fungsi kawasan hutan.

“Pengawasan tentu akan diperketat. Aparat kewilayahan nantinya ikut memastikan apakah pembangunan yang dilakukan sudah sesuai izin atau justru menyalahi aturan,” kata Ali, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan wisata di kawasan alam tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain harus sesuai tata ruang, setiap rencana pembangunan juga wajib melalui kajian teknis, termasuk analisis risiko kebencanaan serta dokumen AMDAL.

Menurut Ali, langkah tersebut penting agar pembangunan wisata tidak memicu kerusakan lingkungan maupun menimbulkan potensi bencana di kemudian hari.

Ia menegaskan, kebijakan gubernur bukan berarti seluruh aktivitas wisata alam dilarang total. Larangan lebih ditujukan pada pembangunan yang mengubah fungsi utama kawasan hutan dan konservasi secara besar-besaran.

“Kalau aktivitas wisatanya tetap menjaga fungsi utama kawasan dan tidak merusak ekosistem, sebenarnya masih memungkinkan. Yang tidak diperbolehkan itu jika sampai terjadi perubahan fungsi lahan,” ujarnya.

Ali mencontohkan sejumlah kawasan wisata alam di Kabupaten Sukabumi yang hingga kini masih berjalan berdampingan dengan fungsi konservasi, seperti di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango maupun area perkebunan teh milik PTPN.

Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengelola wisata yang melanggar ketentuan.

“Kalau ditemukan pelanggaran tentu ada tahapan mulai dari peringatan, teguran hingga tindakan lanjutan bersama Satpol PP,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Dispar Kabupaten Sukabumi Kukuhkan 31 Desa dan Kampung Wisata

0

Wartain.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengukuhkan 31 desa/kampung wisata di Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan yang digelar di kawasan wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Rabu (13/5/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata dalam memperkuat pengembangan pariwisata berbasis masyarakat serta mendorong terwujudnya destinasi wisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Adapun desa/kampung wisata yang dikukuhkan meliputi Cisande, Hanjeli, Purwasedar, Cimaja, Gedepangrango, Purwasari, Ciwaru, Megalodon, Gunung Wayang, Girijaya, Buniayu, Bale Sawala, Kusukataniku, Karangpara, Sanggrawayang, Tikukur, Cibitung, Ciburial, Leuwi Ereng, Buniwangi, Cigangsa, Bojonggaling, Langensari, Puncak Kasep, Kalibunder, Sukamanah, Bojonggenteng Berseri, Sindangraja, Cihaur, Cipamatutan Maslahat, dan Nanggerang.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi H. Ali Iskandar mengatakan, desa/kampung wisata yang dikukuhkan merupakan hasil proses kurasi dan penilaian berdasarkan potensi wisata serta kesiapan pengelolaan di masing-masing wilayah.

“Desa wisata yang dikukuhkan terdiri dari kategori rintisan, berkembang, hingga maju. Pengukuhan ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa lainnya untuk terus mengembangkan potensi wisata yang dimiliki,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan desa wisata memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Selain itu, pengembangan desa wisata juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelestarian budaya, menjaga lingkungan, serta meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Sukabumi di tingkat regional maupun nasional.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi berharap, dengan semakin berkembangnya desa/kampung wisata, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi terus meningkat dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah desa wisata.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Mutasi Besar di Polres Sukabumi Kota, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Berganti

0

Wartain.com – Rotasi jabatan kembali dilakukan di lingkungan Polres Sukabumi Kota. Sejumlah pejabat utama hingga Kapolsek jajaran resmi berganti posisi dalam upacara pelantikan dan serah terima jabatan yang dipimpin langsung Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (13/5/2026).

Pergantian jabatan tersebut mencakup posisi strategis mulai dari Kasat Lantas, Kasat Reskrim hingga beberapa Kapolsek di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Mutasi dilakukan sebagai bagian dari kebutuhan organisasi sekaligus penyegaran di tubuh Polri.

Dalam mutasi tersebut, AKP Haga Deo Harefa mendapat penugasan baru sebagai Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi AKP Ridwan Sandhi Maulana sebagai Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota.

Perubahan juga terjadi di jajaran reserse kriminal. AKP Sujana Awin Umar yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kasubbagbinops Bag Ops Polres Sukabumi Kota. Sementara jabatan Kasat Reskrim kini diamanahkan kepada AKP Hartono.

Di tingkat Polsek, sejumlah nama turut mendapat promosi maupun penugasan baru. Iptu Riki Saputra resmi menjabat Kapolsek Citamiang menggantikan Kompol Heri Hermawan yang memasuki masa purnabakti.

Kemudian, jabatan Kapolsek Sukabumi kini dipercayakan kepada AKP Yudi Wahyudi. Sedangkan Iptu Tri Sumarno mendapat tugas baru sebagai Kasat Narkoba Polres Purwakarta dan posisinya sebagai Kapolsek Kebonpedes digantikan Iptu Jajat Munajat.

Selain itu, AKP Maulana Arif kini menjabat Kapolsek Warudoyong menggantikan AKBP Ridwan Ishak yang telah purna tugas.
Sementara jabatan Kapolsek Lembursitu kini diemban Iptu Erick Sukandar menggantikan AKP Agus Suherman yang juga memasuki masa pensiun.

Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, mengatakan mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai upaya meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Saya berharap pejabat yang baru dapat segera beradaptasi, meneruskan program yang telah berjalan serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Sukabumi Kota.

“Terima kasih atas loyalitas dan pengabdian pejabat lama selama menjalankan tugas. Semoga sukses di tempat penugasan yang baru dan bagi pejabat yang baru dilantik agar dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik