26.7 C
Jakarta
Sabtu, Desember 6, 2025
Beranda blog

Cycling De Jabar 2023, Sekda Ade : Momentum Promosi Potensi Wisata Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.Com, Sukabumi || Kabupaten Sukabumi akan menjadi bagian dari kegiatan Cycling de Jabar 2023. Kegiatan bersepeda sepanjang 367,5 KM dari Ciletuh hingga Pangandaran ini, akan dijadikan ajang promosi pariwisata Kabupaten Sukabumi. Apalagi start kegiatan tersebut di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGP).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menampilkan berbagai kegiatan dalam perhelatan tersebut. Hal itu dimulai dari pertunjukan kesenian hingga bazar UMKM.

“Kegiatan Cycling de Jabar 2023, rencananya akan dimulai 8-9 Juli. Namun, kita berencana menggelar pesta rakyat dengan menampilkan potensi kebudayaan hingga UMKM sejak 7 Juli. Kami ingin potensi Kabupaten Sukabumi terekspos dalam kegiatan ini,” ujarnya saat audiensi bersama Perwakilan Pemprov Jabar dan Kompas Media di Pendopo Sukabumi, Kamis, 25/05/2023.

Berbagai persiapan di tingkat Kabupaten Sukabumi pun sudah dilaksanakan, termasuk rencana kerjasama dengan berbagai pengisi acara dan pelaku UMKM.

“Ini kesempatan mengekspos kawasan geopark. Jadi kita semua harus kompak. Apalagi, kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Ciletuh,” ucapnya.

Kepala Dispora Jabar Asep Sukmana menambahkan, kegiatan ini menguntungkan dalam ajang promosi potensi bagi setiap daerah yang dilewati. Terutama bagi Kabupaten Sukabumi yang menjadi titik pertama dimulainya kegiatan tersebut.

“Ini bukan hanya bersepeda, namun sport tourism. Jadi mempromosikan olahraga, pariwisat, dan UMKM,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat lima daerah yang akan dilewati selama pelaksanaan Cycling de Jabar ini. Hal itu dimulai dari Sukabumi, Cianjur, Tasik, Garut, hingga Pangandaran.

Kelebihan Jabar selatan kita tampilkan dalam pelaksanaan ini,” bebernya.

Perwakilan Kompas Media Ari Setiawan mengatakan, akan ada sekitar 160 peserta yang terdiri atlet dan komunitas ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Cycling de Jabar ini, konsepnya touring dan ada lombanya yang memperebutkan hadiah hingga ratusan juta. Tema tahun ini ialah Nyambungkeun Sumanget (menyambungkan jiwa spirit-red)”, jelasnya.

Berkaitan kegiatan tersebut, di Kabupaten Sukabumi akan ada festival rakyat. Hal ini agar kemeriahan kegiatan lebih terasa bagi warga Kabupaten Sukabumi.

“Bahkan di Juni pun kami akan hadir di sekitaran lokasi acara untuk berbagi ilmu terkait manajemen penginapam hingga pemasarannya. Jadi, serunya acara ada di Sukabumi,” pungkasnya. (Aab/Intan)

Hujan Deras Picu Banjir Mendadak di Warnasari Sukabumi, Satu Rumah Terendam

0

Wartain.com || Guyuran hujan lebat yang turun tanpa henti pada Jumat (5/12/2025) membuat warga Kampung Selaawi Kulon RT 15 RW 04, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, dikejutkan banjir mendadak. Air yang datang deras dari arah aliran permukiman meluap dan merendam rumah-rumah warga.

Dalam rekaman video warga yang tersebar di media sosial, terlihat air naik dengan cepat hingga mencapai hampir seperempat tinggi tembok rumah. Suasana panik terdengar jelas ketika warga berusaha menyelamatkan barang-barang seadanya.

Menurut laporan relawan P2BK Sukabumi, banjir terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan menggenangi satu rumah milik Ida Raidaryati. Air hujan yang tidak tertampung saluran mulai meluap, masuk ke pekarangan hingga menembus bagian dalam rumah.

Meski rumah Ida terendam, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyatakan bahwa tim segera bergerak cepat melakukan asesmen. Koordinasi dilakukan dengan perangkat desa serta unsur kecamatan, TNI-Polri, dan Satpol PP untuk memastikan penanganan awal dan pendataan terdampak berjalan lancar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa, kecamatan, hingga koramil dan polsek,” ujar Daeng, Jumat (5/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa kondisi air kini mulai surut, sementara warga bersama relawan tampak bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan perabot yang terendam. BPBD masih melakukan kajian kerugian materi dan mendata kebutuhan mendesak warga.

“Kebutuhan sementara yang diperlukan warga adalah bantuan pangan dan sandang. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena cuaca masih berpotensi ekstrem,” tambahnya.

BPBD mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di wilayah rawan genangan, mengingat intensitas hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kasogi Jadi Ruang Penguatan Solidaritas Internal Polres Sukabumi Kota dan Upaya Membangun Kepercayaan Publik

0

Wartain.com || Polres Sukabumi Kota kembali menggelar program Kamis Shodaqoh Jumat Berbagi (Kasogi) setelah apel pagi di halaman markas komando, Kamis (4/12/2025). Selain sebagai kegiatan sosial, Kasogi kini dipandang sebagai wadah memperkuat budaya empati dan solidaritas di lingkungan kepolisian.

Melalui program ini, para personel menyisihkan sebagian rezeki mereka secara sukarela. Donasi yang terkumpul kemudian dikonversi menjadi paket sembako maupun makan siang gratis yang rutin dibagikan setiap Jumat kepada warga kurang mampu usai salat Jumat.

Kabag SDM Polres Sukabumi Kota, Kompol Bambang Kristiono, menegaskan bahwa Kasogi bukan sekadar agenda berbagi, melainkan latihan batin bagi anggota untuk tetap peka terhadap kondisi sosial di masyarakat.

“Kasogi adalah ruang pembiasaan empati. Kami ingin membangun kultur bahwa Polisi tidak hanya bekerja di ranah penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai saudara bagi warga,” ungkapnya.

Menurut Bambang, kegiatan ini turut mempererat rasa kebersamaan di antara personel. Kebiasaan menyisihkan rezeki dan turun langsung menyalurkan bantuan dinilai mampu memperkuat mental pelayanan publik di tubuh Polri.

“Kami berharap interaksi langsung dalam penyaluran bantuan bisa mendekatkan Polisi dengan masyarakat. Dari hal kecil seperti ini, kepercayaan publik dapat dibangun,” tambahnya.

Program Kasogi telah berjalan rutin setiap pekan dan menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Polres Sukabumi Kota. Melalui kegiatan ini, institusi kepolisian berupaya menegaskan bahwa kehadiran mereka tidak hanya dalam penanganan kasus, tetapi juga dalam aksi nyata yang meringankan beban warga.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Wali Kota Sukabumi Soroti Sejumlah Infrastruktur Rusak Saat Gelar Program 12 PAS di Gunungpuyuh

0

Wartain.com || Kegiatan Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah (12 PAS) di Kelurahan Gunungpuyuh, Jumat (05/12/2025), menjadi momentum bagi Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, untuk memastikan kondisi infrastruktur dan progres pembangunan di tingkat RW. Didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, rombongan pemerintah turun langsung ke pemukiman warga, bukan hanya menyerahkan bantuan tetapi juga meninjau fasilitas publik yang membutuhkan perhatian segera.

Dalam agenda tersebut, Ayep menemukan sejumlah persoalan yang memerlukan penanganan lanjutan, seperti jalan yang amblas, gorong-gorong rusak, hingga rumah warga yang hangus terbakar. Temuan itu menguatkan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk mempercepat pembangunan setelah proses pengesahan anggaran tahun 2026.

“Perbaikan tidak bisa dilakukan tahun ini karena waktu yang sudah sangat terbatas. Setelah anggaran 2026 diketuk, kami targetkan pekerjaan bisa dimulai Februari,” ujarnya.

Selain memantau kerusakan infrastruktur, wali kota juga mengevaluasi pelaksanaan Program P2RW yang sudah berjalan tiga minggu di lokasi tersebut. Ia menyebut progres pembangunan cukup memuaskan. Pemerintah Kota sebelumnya mengalokasikan anggaran Rp25 juta untuk setiap RW agar dapat digunakan sesuai kebutuhan warga.

Ayep menegaskan bahwa selama program P2RW dijalankan secara objektif dan tepat sasaran, pemerintah akan melanjutkannya sebagai upaya memperkuat pembangunan dari lingkungan terkecil.

Dalam kesempatan itu, Ayep juga menegaskan prinsip penggunaan APBD yang harus sesuai ketentuan, mengingat anggaran tersebut berasal dari kontribusi masyarakat.

Kegiatan 12 PAS kali ini merupakan episode ke-15, menjangkau 110 lokasi dan mengantarkan bantuan kepada 110 keluarga yang membutuhkan. Ia menegaskan program ini akan terus berjalan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada warga kurang mampu.

Memasuki musim hujan, Ayep turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan aliran air tidak tersumbat bangunan atau sampah. Menurutnya, upaya pencegahan banjir hanya akan efektif jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ojol Sukabumi Desak Realisasi Perlindungan Ketenagakerjaan Sesuai Instruksi Gubernur Jabar

0

Wartain.com || Kelompok pekerja informal dari kalangan ojek online (ojol) di Kabupaten Sukabumi kembali menyuarakan tuntutan agar mereka mendapat perlindungan ketenagakerjaan sebagaimana yang diamanatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pada Jumat (5/12/2025), perwakilan pengemudi ojol mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jalan R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi, untuk berdialog bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait implementasi program tersebut.

Ketua Umum Perkumpulan Ojol Sukabumi All for One, Hendra Mulyadi, menegaskan bahwa profesi ojol memiliki tingkat risiko tinggi karena aktivitas sehari-hari berlangsung di jalan raya. Menurutnya, program perlindungan yang digagas Gubernur harus segera dijalankan agar para pengemudi tidak terus berada dalam situasi rawan.

“Kerja kami itu rentan. Setiap hari di jalan, risiko kecelakaan selalu ada. Jadi wajar kalau kami menanyakan hak kami sesuai program dari gubernur,” ujar Hendra.

Ia menyebutkan, jumlah pengemudi ojol di Kabupaten Sukabumi sangat besar. Di komunitas yang ia pimpin saja terdapat sekitar 1.800 anggota, sementara pengemudi di luar komunitas diperkirakan lebih dari 8.000 orang. Dengan jumlah tersebut, ia menilai perlindungan ketenagakerjaan bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan keharusan.

“Ini pekerja informal yang sudah diinstruksikan gubernur untuk mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Itu yang kami tekankan,” tambahnya.

Hendra berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat menanggung pembiayaan perlindungan ketenagakerjaan bagi para ojol agar mereka benar-benar merasakan manfaatnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, menjelaskan bahwa penerima manfaat program tersebut harus memenuhi kriteria ekonomi tertentu, yakni masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4.

“Dalam surat imbauan dari Bappeda Jabar, penerimanya harus memenuhi kriteria desil 1 sampai desil 4,” kata Boyke.

Ia mengakui ada kendala besar dalam proses pendataan karena beberapa perusahaan aplikasi tidak bersedia membuka data pengemudinya dengan alasan perlindungan data pribadi. Kondisi ini membuat pemerintah kesulitan memetakan jumlah penerima manfaat secara akurat.

“Pendataannya agak sulit karena aplikator tidak bisa memberikan data ojol. Itu dianggap data pribadi,” ujarnya.

Sebagai solusi, Pemkab Sukabumi akan mengandalkan pendataan melalui komunitas-komunitas ojol yang beroperasi di berbagai platform. Setelah data terkumpul, hasilnya akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk proses verifikasi dan tindak lanjut.

“Jadi pendataannya melalui komunitas. Tidak lewat aplikator,” jelas Boyke.

Ia menambahkan, program perlindungan ketenagakerjaan ini belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat karena pemerintah harus menunggu pendataan lengkap terlebih dahulu. Pelaksanaannya kemungkinan baru dapat mulai berjalan pada tahun 2026.

“Kita menunggu data dulu, jadi belum bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ratusan PNS Dianugerahi Satyalancana Karya Satya, Bupati Sukabumi : Tingkatkan Kinerja, Dedikasi dan Profesionalisme

0

Wartain.com || Sejumlah PNS di Kabupaten Sukabumi mendapatkan Satyalancana Karya Satya yang diserahkan langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Pendopo Sukabumi, Jumat, 5 Desember 2025.

Tanda kehormatan Presiden Republik Indonesia tersebut, merupakan penganugrahan yang diberikan kepada PNS atas pengabdiannya selama 10,20,dan 30 tahun.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 100 PNS di Kabupaten Sukabumi yang mendapatkan penganugrahan tersebut. Jumlah tersebut terdiri dari 6 PNS yang mendapatkan penganugerahan atas pengabdian selama 30 tahun, 17 orang atas pengabdian 20 tahun, dan 77 orang atas pengabdian 10 tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, penghargaan yang diraih tersebut bukan sekadar medali, namun pengakuan tertinggi atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja terbaik yang telah dilakukan para penerima.

Selain itu, penghargaan ini pun merupakan apresiasi negara kepada para abdi negara yang telah berkontribusi, terkhusus melayani masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Tidak mudah mendapatkan penghargaan ini. Berbagai seleksi dilakukan, hingga terpilihlah bapak/ibu yang terbaik mendapatkan penghargaan ini. Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk meningkatkan semangat kerja, kedisiplinan, dan profesionalisme,” ujarnya.

Di sisi lain, bupati mengingatkan pentingnya reformasi birokrasi. Salah satunya dengan perbaikan di semua tingkatan dari hulu sampai hilir.

Ratusan PNS Dianugerahi Satyalancana Karya Satya, Bupati : Tingkatkan Kinerja, Dedikasi dan Profesionalisme (foto : Istimewa)

“Persiapkan diri menuju birokrasi yang dinamis, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Hilangkan semua kerumitan birokrasi,” ucapnya.

Selain itu, bupati pun menegaskan agar seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Bahkan berkualitas tinggi dan waktu yang cepat.

“ASN harus bangun mentalitas baru yang positif, berintegritas, ber etos kerja, dan berjiwa gotong royong. ASN harus menjadi abdi negara yang terpercaya,” tegasnya.

Apalagi, ASN merupakan pelayan masyarakat yang harus melayani masyarakat sebaik mungkin. Oleh karena itu, dirinya kembali menegaskan agar ASN fokus pada tugas dan fungsinya.

“Jaga netralitas, ASN harus fokus pada tugas dan fungsinya,” bebernya.

Bupati meyakini, pelayanan publik yang terbaik ditambah daya saing masyarakat semakin tinggi akan berdampak besar. Terutama pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita terus meningkatkan kinerja agar pelayanan publik semakin baik,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Jembatan Ambruk, Warga Cibitung Berharap Pemerintah Segera Turun Tangan

0

Wartain.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi sejak Kamis malam, akhirnya merusak infrastruktur, pada hari Jum, at, (05/12/2025), sekira pukul 02.00 WIB pagi dini hari. Dimana, sayap jembatan dikampung Cipicung RT 15 RW 06, Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, ambruk akibat tanah longsor.

P2BK Sagaranten Zenal, mengatakan kepada wartawan, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan kampung Cipicung dan kampung Cikadu. “Kerusakan yang terjadi cukup parah panjang sekira 10 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 8 meter kondisi membuat akses lalu lintas roda dua maupun roda empat terputus total,” ungkap Zenal.

Dedi (45) warga yang ada di lokasi mengaku terkejut dengan suara ambruknya sayap jembatan, meski begitu tidak ada korban jiwa, mau pun luka dalam kejadian tersebut.

“Air dari semalam sangat deras sekali, tanah di bawah jembatan terkikis, tiba tiba bagian samping jembatan langsung ambrol,” ucapnya.

Hingga kini warga dan aparat Desa masih melakukan pemeriksaan dan memberi tanda peringatan agar tidak ada yang mendekati titik longsor. Penanganan dari pihak terkait sangat di butuhkan mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung dua kampung.

Situasi darurat ini membuat warga berharap, pemerintah bergerak cepat Untuk melakukan perbaikan sebelum kondisi semakin memburuk, terutama mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung sampai beberapa bulan kedepan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hujan Ekstrim Terjang Nagrak, Dua Desa Terdampak Longsor 

0

Wartain.com || Hujan ekstrim dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (04/12/2025) sejak siang hingga malam hari memicu serangkaian kejadian tanah longsor di beberapa desa. Sedikitnya tiga titik longsor tercatat oleh P2BK Nagrak.

P2BK Nagrak, Miky menjelaskan bahwa rangkaian insiden tersebut terjadi dalam rentang waktu beberapa jam, sesaat hujan deng intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak.

“Pada Kamis, 04 Desember 2025, kami menerima laporan tiga kejadian tanah longsor di wilayah Kecamatan Nagrak, yaitu Desa Nagrak Selatan Satu Titik dan Desa Darmareja Dia Titik,” ungkap Miky, Jumat 05/11/2025.

1. Desa Darmareja

Longsor pertama terjadi di Kampung Kebon Kerep, RT 25 RW 05, Desa Darmareja. Tebing sepanjang 10 meter dengan tinggi 7 meter runtuh. Kondisi ini membuat dua rumah warga, yaitu milik Misbahudin yang dihuni 1 KK dan 3 jiwa serta rumah milik Holid yang dihuni 1 KK dan 3 jiwa, berada dalam situasi rawan serta terancam ambruk. Selain itu jalan penghubung kampung juga nyaris terputus, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua.

Insiden kedua, terjadi di Kampung Cijulang, RT 03 RW 03, Desa Darmareja. Miky menjelaskan bahwa longsor yang berasal dari runtuhan tebing merusak Satu rumah warga atas nama Ujang Supriatna yang dihuni 1 KK dan 6 jiwa. Akibatnya, dinding rumah milik korban jebol, serta terjadi retakan, sehingga mengancam keselamatan bagi penghuni rumah.

2. Desa Nagrak Selatan

Longsor ketiga dilaporkan terjadi di Kampung Lamping Cikolawing RT 02 RW 08,  Desa Nagrak Selatan. Akibat hujan deras tebing setinggi 12 meter runtah dan menutupi jalan gang tempat warga beraktivitas.

Mendapat, laporan dari Pemdes masing-masing, P2BK langsung melakukan asesmen untuk mengambil langkah-langkah penanganan. Selanjutnya, berkat koordinasi semua pihak, langkah yang paling urgen untuk mengevakuasi korban bisa dilaksanakan. Selain itu pembersihan material longsor juga dilakukan dengan gotong royong, untuk menghindari longsor susulan.

Kendati kerusakan fisik cukup signifikan, Miky memastikan tidak ada korban jiwa atau luka dari ketiga peristiwa tersebut. Hanya saja, korban mengalami kerugian material, untuk memperbaiki rumah yang akan mereka huni.

“Hal yang paling mendesak adalah bantuan bahan makanan, minuman, pakaian dan material untuk kembali memperbaiki rumah korban,” pungkas Miky.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Perintis BPJS Kesehatan, Fachmi Idris Raih Life Achievement KORPRI Award

0
Oplus_131072

Wartain.com || Perintis lahirnya BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, menerima Life Achievement KORPRI Award atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun fondasi jaminan kesehatan nasional.

Ketua Panitia Penghargaan KORPRI Award tingkat nasional, Rasio Ridho, mengatakan Fachmi dipilih karena jasanya yang besar dalam merintis sekaligus membesarkan BPJS Kesehatan selama tujuh tahun awal berdirinya.

“Mengingat jasanya yang besar, Pak Fachmi Idris bukan hanya melahirkan BPJS Kesehatan, namun juga mengasuh dan membesarkannya sampai usia 7 tahun sehingga bisa tegak berdiri dan berjalan sampai saat ini,” ujar Rasio Ridho.

“Jutaan masyarakat dengan kondisi sakit dan biaya tinggi telah terbantu melalui BPJS Kesehatan dengan iuran yang terjangkau, termasuk para ASN anggota KORPRI,” tambah Rasio Ridho yang juga Dirjen Penegakan Hukum KLHK.

Ketua Umum KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrulloh, menyebut Fachmi Idris sebagai figur teladan yang mencerminkan nilai-nilai pengabdian seorang ASN. Menurutnya, seluruh anggota KORPRI harus mampu menjadi Kompas Moral bagi bangsa.

Sementara Fachmi Idris menyampaikan rasa syukur dan kerendahan hatinya. “Rasanya banyak yang lebih pantas mendapat penghargaan tertinggi sebagai ASN ini, mengingat ada 5,5 juta anggota KORPRI yang mengabdi di seluruh pelosok negeri,” ujarnya kepada awak media.

Diketahui, Fachmi memulai kariernya sebagai abdi negara dengan mengabdi sebagai dokter puskesmas di daerah terpencil sebelum kemudian dipercaya memimpin transformasi besar di bidang jaminan kesehatan nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Wabup Sukabumi Ikuti Monev dan Pembinaan dari Pemprov Jabar

0
Oplus_131072

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas Mewakili Bupati Mengikuti Acara Pembinaan dan Monitoring Evaluasi Forum Komunikasi Pimpinan di Daerah Melalui Tim Koordinasi Pembinaan Forkopimda ditingkat Pusat, Bertempat Gedung Mohammad Toha, Komplek Pemda Kabupaten Bandung, Kamis (04/12/2025).

Kegiatan yang di laksanakan di Gedung Mohammad Toha, Komplek Pemda Kabupaten dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr.H. Ahmad Heryawan, LC.,M.Si. Pangdam III Siliwangi, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar, dan Kepala Kesbangpol Provinsi Jabar ini melibatkan juga Bupati/Walikota serta unsur Forkopimda Se- Provinsi Provinsi Jawa Barat .

Adapun tujuan dilaksanakannya Kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam berbagai urusan pemerintahan umum dengan poin utama Koordinasi kebijakan, Peningkatan kapasitas Forkopimda, Penyelesaian isu-isu daerah serta Sinergi antar lembaga.

Poin penting yang dibahas dalam acara ini antara lain: Koordinasi Kebijakan; Penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah; Peningkatan Kapasitas Forkopimda; peningkatan kemampuan Forkopimda dalam menjalankan tugasnya; Penyelesaian Isu-isu Daerah; Mencari solusi untuk isu-isu yang dihadapi oleh daerah; Sinergi Antar Lembaga serta Memperkuat kerja sama antara lembaga-lembaga di daerah.

Diawal acara Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr.H. Ahmad Heryawan, LC.,M.Si. dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara kepala daerah dan unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan.

” Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Forkopimda dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Jelasnya.

Sementara Wabup disela-sela kegiatan menyampaikan, pertemuan ini semoga dapat memberikan solusi dan kesempatan bagi pimpinan dan Forkopimda daerah untuk menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi di wilayah khususnya di kabupaten Sukabumi
kepada tim dari pusat, sehingga dapat ditemukan solusi bersama.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Sukabumi, Perwakilan Kapolres dan Dandim 0622 Sukabumi, Staf Ahli Bidang PEK serta Kepala Kesbangpol.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ketika Negara Terbangun dari Tidur Panjangnya

0
Oplus_131072

Ketika Negara Terbangun dari Tidur Panjangnya

Oleh : Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Ada satu hal yang belakangan terasa jelas: negara ini seperti baru bangun dari tidur yang terlalu panjang. Banyak hal yang sebelumnya dianggap wajar tiba-tiba kelihatan ganjil.

Banyak yang dulu tak terdengar, kini muncul ke permukaan dengan suara keras. Salah satunya: lapangan terbang ilegal yang membuat Menhan Safrie Samsuddin naik pitam. Wajar saja. Sejak kapan negara membiarkan wilayah strategis berdiri tanpa izin dan tanpa kontrol? Kata-katanya yang tegas—“Tidak ada negara dalam negara”—terasa bukan sekadar amarah, tetapi letupan dari sesuatu yang lama dipendam.

Kasus itu, kalau jujur bicara, bukan satu-satunya. Di belakangnya ada daftar panjang persoalan yang selama bertahun-tahun seperti dibiarkan tumbuh: tambang ilegal, hutan yang digerogoti, BUMN yang boros, proyek energi yang penuh tanda tanya, sampai bocornya anggaran lewat utang-utang raksasa. Orang bisa berbeda pandangan soal siapa yang harus bertanggung jawab, tapi garisnya jelas: kerusakan yang kita lihat hari ini bukan terjadi dalam semalam.

Presiden Prabowo, dengan gaya blak-blakan dan langsung ke lapangan, seperti sedang menemukan satu demi satu pintu yang selama ini terkunci. Setiap dibuka, isinya tidak menyenangkan. Dan publik pun mulai bertanya: kalau ini semua baru terkuak setahun setelah kekuasaan berganti, apa saja yang terjadi sepuluh tahun ke belakang?

Dugaan tentang jaringan kekuasaan, kebijakan yang tak transparan, sampai isu sensitif soal keaslian dokumen pendidikan mantan presiden—semuanya bermuara pada satu tuntutan: kejelasan. Publik ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mana yang fakta, mana yang manipulasi, mana yang harus diseret ke ranah hukum, dan mana yang cuma riak politik.

Dalam situasi yang tegang seperti ini, alam pun bersuara—dan suara itu tidak pelan. Longsor, banjir bandang, dan gelondongan kayu yang menghantam pemukiman di Sumatra seperti menegur kita tanpa basa-basi. Kita bisa menyalahkan cuaca, tapi jujur saja: curah hujan bukan alasan satu-satunya. Hutan yang dipreteli tanpa kendali, tanah yang dikeruk tanpa perhitungan, sungai yang kehilangan penopangnya—semua itu adalah luka yang dibuat oleh tangan manusia. Alam hanya mengembalikan.

Dan yang membayar? Rakyat kecil. Orang-orang yang tidak pernah ikut rapat proyek, tidak menikmati keuntungan, tidak tahu apa-apa soal permainan izin. Mereka hanya tahu rumah mereka hanyut.
Pertanyaannya: apa yang harus dilakukan sekarang?

Dan lebih penting: bagaimana agar tanggung jawab tidak berhenti di level teknis?

Pertama, pemerintahan Prabowo harus menguatkan satu hal yang paling ditunggu publik: keberanian politik. Audit menyeluruh bukan lagi pilihan, tapi kewajiban. BUMN, proyek strategis, perizinan tambang, hutan, energi—semuanya harus dibuka. Tidak perlu menunggu tekanan. Negara harus lebih dulu bicara.

Kedua, proses hukum yang menyangkut siapa pun—bahkan seorang mantan presiden—harus mengikuti jalur resmi. Isu ijazah, misalnya. Jika memang ada yang ganjil, periksa dengan forensik dokumen dan prosedur akademik yang benar. Kalau tidak ada masalah, negara wajib mengatakan itu secara terang agar polemik tidak terus membusuk.

Ketiga, tragedi Sumatra harus menjadi batas terakhir. Negara tidak boleh membiarkan bencana menjadi siklus tahunan. Penegakan hukum atas pembalakan liar harus nyata, bukan sekadar konferensi pers. Hutan harus dipulihkan, izin-izin harus dievaluasi, dan aparat lokal harus dibersihkan dari permainan lama.

Terakhir, rakyat perlu tetap bersuara. Negara membutuhkan tekanan moral dari publik. Demokrasi tidak berjalan hanya dengan pemimpin kuat; ia hidup karena warganya tidak diam.

Gelombang pembongkaran ini mungkin melelahkan, tetapi mungkin juga inilah harga dari sebuah kebangkitan. Jika dikelola dengan benar, kita bukan hanya membersihkan masa lalu—kita sedang membuka ruang bagi masa depan yang lebih jujur.

Dan untuk pertama kalinya setelah waktu yang panjang, ada harapan bahwa negara benar-benar ingin menata dirinya kembali.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)