26.7 C
Jakarta
Sabtu, September 12, 2026
Beranda blog

Cycling De Jabar 2023, Sekda Ade : Momentum Promosi Potensi Wisata Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.Com, Sukabumi || Kabupaten Sukabumi akan menjadi bagian dari kegiatan Cycling de Jabar 2023. Kegiatan bersepeda sepanjang 367,5 KM dari Ciletuh hingga Pangandaran ini, akan dijadikan ajang promosi pariwisata Kabupaten Sukabumi. Apalagi start kegiatan tersebut di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGP).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menampilkan berbagai kegiatan dalam perhelatan tersebut. Hal itu dimulai dari pertunjukan kesenian hingga bazar UMKM.

“Kegiatan Cycling de Jabar 2023, rencananya akan dimulai 8-9 Juli. Namun, kita berencana menggelar pesta rakyat dengan menampilkan potensi kebudayaan hingga UMKM sejak 7 Juli. Kami ingin potensi Kabupaten Sukabumi terekspos dalam kegiatan ini,” ujarnya saat audiensi bersama Perwakilan Pemprov Jabar dan Kompas Media di Pendopo Sukabumi, Kamis, 25/05/2023.

Berbagai persiapan di tingkat Kabupaten Sukabumi pun sudah dilaksanakan, termasuk rencana kerjasama dengan berbagai pengisi acara dan pelaku UMKM.

“Ini kesempatan mengekspos kawasan geopark. Jadi kita semua harus kompak. Apalagi, kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Ciletuh,” ucapnya.

Kepala Dispora Jabar Asep Sukmana menambahkan, kegiatan ini menguntungkan dalam ajang promosi potensi bagi setiap daerah yang dilewati. Terutama bagi Kabupaten Sukabumi yang menjadi titik pertama dimulainya kegiatan tersebut.

“Ini bukan hanya bersepeda, namun sport tourism. Jadi mempromosikan olahraga, pariwisat, dan UMKM,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat lima daerah yang akan dilewati selama pelaksanaan Cycling de Jabar ini. Hal itu dimulai dari Sukabumi, Cianjur, Tasik, Garut, hingga Pangandaran.

Kelebihan Jabar selatan kita tampilkan dalam pelaksanaan ini,” bebernya.

Perwakilan Kompas Media Ari Setiawan mengatakan, akan ada sekitar 160 peserta yang terdiri atlet dan komunitas ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Cycling de Jabar ini, konsepnya touring dan ada lombanya yang memperebutkan hadiah hingga ratusan juta. Tema tahun ini ialah Nyambungkeun Sumanget (menyambungkan jiwa spirit-red)”, jelasnya.

Berkaitan kegiatan tersebut, di Kabupaten Sukabumi akan ada festival rakyat. Hal ini agar kemeriahan kegiatan lebih terasa bagi warga Kabupaten Sukabumi.

“Bahkan di Juni pun kami akan hadir di sekitaran lokasi acara untuk berbagi ilmu terkait manajemen penginapam hingga pemasarannya. Jadi, serunya acara ada di Sukabumi,” pungkasnya. (Aab/Intan)

Bupati Dorong Kecamatan Warungkiara Kembangkan Sektor Pangan dan Paket Wisata Terpadu 

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H Asep Japar mendorong Kecamatan Warungkiara mengembangkan potensi pariwisata sekaligus memperkuat sektor pangan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat melepas Jalan Santai dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 di Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Sabtu (12/9/2026).

Bupati mengatakan, wilayah kecamatan warungkiara memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan lebih serius. Potensi alam, kuliner, UMKM, hingga aktivitas masyarakat.

“Potensi ini bisa dikemas menjadi paket wisata terpadu sehingga kunjungan wisatawan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain pariwisata, Bupati menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan. Ia mengapresiasi program yang dijalankan melalui BUMDes di 12 desa di Kecamatan Warungkiara dan mendorong agar lembaga tersebut menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Pariwisata kita kembangkan, pangan kita kuatkan, BUMDes kita berdayakan, dan masyarakat kita sejahtera,” tegasnya.

Ia berharap BUMDes di setiap desa dapat saling berkolaborasi, membangun jejaring usaha, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai tambah dari potensi lokal untuk mewujudkan sukabumi mubarakah.

Usai melepas Jalan Santai, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Selamat Datang Kecamatan Warungkiara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Muliawan Ahmadi, Terpilih Aklamasi Pimpin DPC HANURA Kabupaten Kuningan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Kabupaten Kuningan menetapkan Muliawan Ahmadi, S.E sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai HANURA Kabupaten Kuningan periode 2025–2030 secara aklamasi.

Terpilihnya Muliawan Ahmadi menjadi bagian dari proses konsolidasi kepemimpinan HANURA di Kabupaten Kuningan. Muscab sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan kekuatan kader dan menyiapkan langkah organisasi dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

Muscab dihadiri jajaran DPP dan DPD Partai HANURA. Hadir Ketua DPD Partai HANURA Jawa Barat H. Dian Rahadian, S.H., M.H., Sekretaris DPD Partai HANURA Jawa Barat Cecep Lukmanul Hakim, M.Ag., serta Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai HANURA Budi Hermansyah.

Turut hadir Asep Riyadi, Wakil Ketua DPD Partai HANURA Jawa Barat, serta Bebeng Suryana, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Partai HANURA Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai HANURA Jawa Barat, H. Dian Rahadian, menegaskan bahwa terbentuknya kepemimpinan baru harus segera diikuti dengan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Muscab, menurutnya, bukan sekadar forum memilih ketua, tetapi menjadi titik awal untuk memastikan mesin organisasi bekerja sampai ke tingkat paling bawah.

Dian meminta kepengurusan baru untuk merangkul seluruh kader dan membangun struktur partai secara terukur. Selain memperkuat organisasi, kader HANURA juga dituntut untuk hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi warga, dan menjadikan partai sebagai ruang untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Sementara itu, Wasekjen DPP Partai HANURA Budi Hermansyah mengingatkan pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi tahapan politik mendatang. Penguatan struktur harus dibarengi dengan tertib administrasi, validitas keanggotaan, kesiapan sekretariat, serta konsolidasi berjenjang sebagai bagian dari kesiapan partai menghadapi proses verifikasi dan Pemilu 2029.

Ketua DPC Partai HANURA Kabupaten Kuningan terpilih, Muliawan Ahmadi, S.E., menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan melalui forum Muscab merupakan amanah yang harus dijawab dengan kerja bersama. Ia berkomitmen merangkul seluruh potensi kader dan memperkuat kembali struktur HANURA di Kabupaten Kuningan.

Terpilihnya Muliawan Ahmadi secara aklamasi diharapkan menjadi awal bagi lahirnya konsolidasi yang lebih kuat di tubuh HANURA Kabupaten Kuningan. Kepengurusan periode 2025–2030 memiliki pekerjaan besar untuk membangun struktur yang hidup, memperluas basis kader, dan menghadirkan HANURA semakin dekat dengan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, DPC Partai HANURA Kabupaten Kuningan diharapkan mampu membangun fondasi organisasi yang semakin kokoh dan menjadikan hasil Muscab sebagai titik awal kerja nyata menuju Pemilu 2029.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Sekar Budaya HJKS ke-156, Momentum Perkuat Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak

0

Wartain.com – Nuansa budaya Sunda begitu terasa dalam puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 melalui gelaran Sekar Budaya yang berlangsung di Alun-alun Palabuhanratu, Kamis (10/9/2026).

Beragam kesenian tradisional, penggunaan bahasa Sunda, hingga pakaian adat mewarnai kegiatan tersebut. Tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi, Sekar Budaya juga menjadi momentum untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, mengatakan momentum HJKS ke-156 dapat menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan pembangunan yang telah dilaksanakan sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk merefleksikan perjalanan pembangunan yang telah kita lalui, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Agus.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan secara umum, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan dan anak.

“Bagi kami, pembangunan bukan hanya tentang kesejahteraan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan rasa aman, perlindungan, dan kesempatan yang setara bagi perempuan dan anak untuk tumbuh, hidup, dan berkembang,” ujarnya.

Menurut Agus, perlindungan perempuan dan anak merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Sukabumi yang inklusif. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.

Ia berharap, di usia ke-156, Kabupaten Sukabumi semakin maju dan sejahtera dengan tetap menjunjung nilai-nilai kebersamaan serta mampu menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi perempuan, anak, keluarga, dan seluruh masyarakat.

Sementara itu, salah satu prosesi yang menjadi perhatian dalam gelaran Sekar Budaya adalah penyatuan air yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi ke dalam sebuah kendi.

Prosesi tersebut menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan keberagaman masyarakat Kabupaten Sukabumi. Semangat tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun daerah melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menyampaikan bahwa peringatan HJKS ke-156 tidak semestinya hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mensyukuri perjalanan panjang Kabupaten Sukabumi sekaligus mengenang jasa dan perjuangan para pendahulu.

“Semangat, keteladanan, dan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” ucap Asep Japar.

Ia menambahkan, pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan harus terus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seluruh agenda pembangunan tersebut, kata dia, membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak agar Kabupaten Sukabumi dapat terus tumbuh menjadi daerah yang maju, berdaya saing, sejahtera, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan kearifan lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

0
Oplus_131072

Oleh: Komaruddin Hidayat/ Ketua Dewan Pers

Wartain.com – Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan, tetapi sudah cukup untuk membaca watak seorang presiden. Dalam dua tahun, seorang presiden biasanya sudah memperlihatkan apa yang menjadi obsesinya, bagaimana ia menggunakan kekuasaan, siapa orang-orang yang dipercayainya, dan seberapa jauh gagasan yang dibawanya dari kampanye dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik.

Prabowo Subianto memasuki Istana dengan modal politik yang kuat. Ia dilantik pada 20 Oktober 2024 setelah menang dalam pemilihan presiden 2024 dengan mandat elektoral yang besar. Lebih dari itu, ia bukan figur yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia telah puluhan tahun berada dalam orbit kekuasaan: sebagai prajurit, pengusaha, ketua partai, calon presiden, dan akhirnya presiden. Karena itu, menarik menilai dua tahun pertama kepemimpinannya bukan semata dari daftar program yang sudah dikerjakan, melainkan dari pertanyaan yang lebih mendasar: apakah Prabowo sudah menunjukkan keberhasilannya membangun negara yang kuat atau baru berhasil membangun pemerintahan yang kuat? Keduanya tentu berbeda.

Modal Seorang Petarung

Salah satu kekuatan Prabowo adalah daya juangnya. Ia pernah kalah dalam pertarungan politik, tetapi tidak meninggalkan gelanggang. Dalam politik, kemampuan bangkit dari kekalahan bukan perkara kecil. Ia menunjukkan daya tahan psikologis sekaligus keyakinan pada tujuan politiknya. Prabowo juga mempunyai karakter nasionalisme yang kuat. Negara, kedaulatan, pertahanan, pangan dan energi baginya bukan sekadar sektor-sektor kebijakan, melainkan bagian dari gagasan besar tentang Indonesia yang berdaulat.

Pengalaman sebagai prajurit ikut membentuk cara pandangnya. Ia cenderung melihat dunia sebagai arena kompetisi dan negara sebagai aktor yang harus kuat agar tidak mudah dipermainkan oleh kekuatan lain. Pandangan tersebut mendapatkan relevansi baru ketika dunia memasuki era ketidakpastian geopolitik: perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, rivalitas Amerika Serikat-China, perubahan rantai pasok, perang dagang dan perebutan sumber daya strategis. Dalam konteks seperti itu, gagasan tentang kemandirian nasional bukanlah romantisme belaka. Tetapi di sinilah terdapat persoalan penting.

Dari Kapasitas Personal ke Kapasitas Institusional.

Negara tidak menjadi kuat hanya karena presidennya kaya dan tegas. Negara menjadi kuat apabila hukum bekerja, birokrasi profesional, pendidikan bermutu, ekonomi produktif, teknologi berkembang, korupsi terkendali, dan masyarakat percaya kepada institusi negara.

Prabowo mempunyai sejumlah obsesi yang relatif jelas: swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, dan pembangunan manusia. Di antara semua program tersebut, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol paling kuat selama dua tahun pemerintahannya. Secara filosofis, MBG sebenarnya memiliki dasar yang sangat menarik. Negara tidak hanya bertugas membangun jalan, bendungan, atau kawasan industri. Negara juga berkewajiban memastikan bahwa anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan mempunyai kesempatan yang relatif sama untuk mengembangkan potensinya. Prabowo menyebut MBG sebagai investasi untuk generasi masa depan. Dalam rancangan APBN 2026, program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp335 triliun.

Tetapi semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan tata kelolanya. Program yang menyangkut makanan puluhan juta anak tidak cukup hanya memiliki niat baik. Ia membutuhkan standar gizi, keamanan pangan, rantai pasok, pengawasan, tenaga profesional, dan sistem pertanggungjawaban yang ketat. Peristiwa keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah menjadi peringatan keras. Ribuan siswa dan guru dilaporkan sakit, dan pemerintah kemudian memperketat pengawasan dapur serta distribusi makanan. Di sini terlihat sebuah hukum sederhana pemerintahan:

“Semakin besar ambisi kebijakan, semakin tinggi tuntutan profesionalismenya”.

Perlu Dukungan Data Empiris

Pemerintahan Prabowo juga menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu agenda utama. Pemerintah menyatakan produksi dan cadangan beras meningkat secara signifikan. Pada pertengahan 2026, pemerintah bahkan menyebut cadangan beras pemerintah telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton. Ini tentu merupakan perkembangan penting. Namun, swasembada pangan jangan berhenti pada angka produksi dan cadangan pemerintah. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah petani menjadi lebih sejahtera? Apakah konsumen mendapatkan pangan dengan harga terjangkau? Apakah produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan? Apakah ketergantungan pada impor benar-benar berkurang tanpa mengorbankan stabilitas harga? Jawaban atas semua pertanyaan ini mesti didukung dengan data yang akurat dan lengkap. Bukan sekedar jawaban politik.

Swasembada bukan sekadar kemampuan negara menumpuk beras di gudang.Swasembada adalah kemampuan sebuah bangsa membangun ekosistem pangan yang sehat dari hulu sampai hilir. Petani harus untung. Konsumen harus terlindungi. Infrastruktur harus baik. Teknologi harus berkembang. Dan generasi muda harus mau menjadi petani modern. Jika tidak, swasembada hanya menjadi slogan yang ujungnya akan menurunkan kepercayaan rakyat pada pemerintah.

Membangun Institusi yang Kuat

Prabowo tampaknya percaya pada negara yang kuat. Pandangan ini mempunyai akar sejarah yang panjang dalam pemikiran politik Indonesia. Setelah bertahun-tahun negara dianggap terlalu lemah menghadapi kepentingan ekonomi dan politik, gagasan tentang strong state memang mempunyai daya tarik.Tetapi negara kuat mempunyai dua wajah. Wajah pertama, negara kuat berarti pemerintah mampu menegakkan hukum, menyediakan pelayanan publik, membangun infrastruktur, melindungi masyarakat miskin dan menghadapi kepentingan ekonomi yang terlalu dominan. Wajah kedua, negara kuat dapat berubah menjadi kekuasaan yang terlalu dominan apabila tidak diimbangi kontrol institusional. Karena itu, tantangan Prabowo bukan sekadar memperkuat negara. Melainkan Ia harus memperkuat institusi negara tanpa melemahkan masyarakat.

Demokrasi memang membutuhkan pemerintah yang kuat sekaligus juga masyarakat sipil yang kuat. Membutuhkan presiden yang efektif sekaligus pers yang bebas. Membutuhkan birokrasi yang disiplin sekaligus parlemen dan lembaga hukum yang mampu melakukan kontrol.

Kekuatan negara tanpa kontrol dapat berubah menjadi kekuasaan yang bisa mengarah pada pemerintahan otoriter yang tak akan bertahan lama.

Politik akomodasi

Prabowo mempunyai kemampuan yang menarik dalam mengelola politik. Ia mampu merangkul banyak kekuatan yang sebelumnya berada di luar lingkarannya. Koalisi pemerintahan menjadi sangat besar. Secara praktis, ini menguntungkan. Pemerintah relatif tidak terlalu direpotkan oleh oposisi parlementer yang kuat. Tetapi dari perspektif demokrasi, terdapat paradoks. Semakin besar koalisi pemerintah, semakin kecil ruang oposisi formal.

Padahal demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga membutuhkan mereka yang kalah untuk tetap mempunyai ruang mengawasi mereka yang menang. Oposisi yang sehat bukan musuh pemerintah. Justru ia dapat menjadi cermin.

Karena itu, Prabowo perlu memastikan bahwa stabilitas politik tidak dibayar dengan hilangnya mekanisme kritik.

Tidak Cukup Hanya Gagasan, Melainkan Eksekusi

Prabowo sebenarnya tidak kekurangan gagasan. Justru sebaliknya, pemerintahannya mempunyai terlalu banyak agenda besar: pangan, energi, MBG, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, koperasi, pembangunan desa, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.Pertanyaannya adalah apakah mesin birokrasi mampu mengerjakannya secara bersamaan. Di sinilah peran menteri yang dinilai kegemukan menjadi sangat menentukan.

Menteri bukan sekadar pelaksana perintah presiden. Menteri adalah penyaring, penerjemah dan penguji gagasan presiden. Seorang menteri seharusnya mampu mengatakan kepada presiden:

“Ini bisa dilakukan.” – “Ini terlalu mahal.”- “Ini berisiko.”- “Ini harus ditunda.”- “Ini sebaiknya dilakukan dengan cara berbeda.” Jika semua menteri hanya berkata siap, Pak, presiden justru kehilangan salah satu sumber informasi terpentingnya. Kabinet yang sehat bukan kabinet yang selalu kompak dalam arti selalu setuju.

Kabinet yang sehat adalah kabinet yang berani berbeda pendapat di ruang rapat, tetapi kompak ketika keputusan telah dibuat. Karena itu, kualitas kabinet Prabowo tidak semestinya diukur dari banyaknya tokoh terkenal di dalamnya atau besarnya koalisi politik yang mendukungnya. Ukuran sesungguhnya adalah output. Berapa masalah yang selesai? Berapa kebijakan yang benar-benar bekerja? Berapa rupiah anggaran yang menghasilkan manfaat? Berapa banyak birokrasi yang menjadi lebih sederhana? Dan yang paling penting: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?

Catatan dan Harapan ke Depan

Setelah mendekati dua tahun, saya melihat sedikitnya lima hal yang perlu menjadi perhatian Prabowo.Pertama, jangan terlalu bergantung pada kekuatan personal presiden. Presiden yang kuat memang diperlukan, tetapi Indonesia membutuhkan institusi yang kuat lebih daripada figur yang kuat. Masa jabatan presiden akan berakhir, sedangkan institusi harus bertahan. Kedua, perkuat meritokrasi. Jangan sampai loyalitas politik lebih menentukan daripada kemampuan profesional. Negara terlalu besar untuk dikelola dengan prinsip kedekatan.

Ketiga, jaga disiplin fiskal. Program populis dapat disukai rakyat, tetapi negara tidak boleh mengabaikan matematika anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus mempunyai social return yang jelas. Keempat, perbaiki komunikasi publik. Presiden dan para menterinya perlu lebih terbuka terhadap kritik. Kritik bukan sabotase. Kritik adalah mekanisme koreksi. Kelima, jangan menyamakan negara kuat dengan pemerintah yang tidak boleh dikritik.

Justru pemerintah yang percaya diri adalah pemerintah yang tidak takut terhadap kritik.

Jadi, bagaimana kita menilai dua tahun Prabowo? Banyak agenda besar yang perlu didukung, namun banyak pula catatan dan kritik yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa capaian yang patut dicatat, terutama dalam keberanian menetapkan agenda ketahanan pangan, penguatan program gizi, dan orientasi kemandirian ekonomi. Pemerintah sendiri mencatat peningkatan produksi pangan dan cadangan beras sebagai salah satu capaian penting. Namun terlalu dini menyebutnya berhasil. Sebab sebagian besar agenda besar Prabowo baru menunjukkan arah dan membangun fondasi. Yang ditunggu-tunggu rakyat adalah hasilnya. Bukan pidato, bukan jumlah program, bukanya banyaknya proyek, bukan pula besarnya koalisi. Sementara itu dengan sarana media sosial di tangan, rakyat memiliki peluang yang sama untuk mengawasi dan menilai proses serta hasil kinerja Prabowo. Rakyat akan selalu bertanya: Apakah anak miskin memperoleh gizi yang lebih baik? Apakah petani hidup lebih sejahtera? Apakah kelas menengah merasa lebih aman? Apakah lapangan pekerjaan bertambah? Apakah pendidikan semakin bermutu? Apakah hukum semakin dipercaya? Apakah pintu korupsi semakin sempit? Apakah birokrasi semakin profesional? Dan apakah rakyat merasa memiliki negara, bukan sekadar menjadi objek dari negara? Keluh kesah dan harapan rakyat bermunculan mengisi ruang publik yang mudah sekali didengarkan melalui media sosial.

Dari Kekuasaan Menuju Peradaban

Prabowo adalah presiden yang memiliki obsesi besar tentang Indonesia. Ia ingin Indonesia berdaulat, mandiri, kuat dan dihormati. Obsesi semacam itu diperlukan. Bangsa besar membutuhkan pemimpin yang berani berpikir besar. Tetapi ada satu tahap yang jauh lebih sulit: mengubah obsesi menjadi institusi, institusi menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi kebiasaan sosial.

Di sinilah tahun-tahun berikutnya akan menjadi sangat menentukan. Apakah kemenangan yang diraih lewat pemilu akan diikuti dengan keberhasilan mewujudkan janji-janji kampanyenya? Sejauh ini ia telah mengonsolidasikan kekuasaan. Kini tantangannya adalah bagaimana memenangkan kepercayaan sejarah. Sebab pada akhirnya seorang presiden tidak dikenang karena seberapa besar kekuasaan yang berhasil dikumpulkannya. Ia akan dikenang karena apa yang dilakukan dengan kekuasaan itu. Dan ukuran paling sederhana dari semuanya adalah pertanyaan seorang rakyat biasa: “Apakah hidup saya menjadi lebih baik?”

Samar-samar genderang persaingan untuk memenangkan pemilu 2029 sudah mulai ditabuh. Saatanya Prabowo melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya. Ibarat dalam permainan sepak bola, mereka yang tidak efektif dan tidak memiliki cukup keahlian menggiring bola mesti diganti dengan pemain yang professional. Professionalitas dan prinsip meritokrasi lebih penting dari loyalitas yang selalu ingin menggembirakan dan memuji bosnya.***

Editor: Aab Abdul Malik

(SRM)

El Clasico Indonesia Hidup Lagi, Persija Tantang Persib di SUGBK

0
Oplus_131072

Wartain.com – Stadion Utama Gelora Bung Karno akan kembali bergemuruh. Persija Jakarta dijadwalkan menjamu Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027, Sabtu (12/9/2026).

Laga big match ini akan kick-off pukul 15.30 WIB. Ini merupakan pertemuan pertama Macan Kemayoran dan Maung Bandung di kompetisi musim ini.

Lebih dari itu, duel ini menandai kembalinya atmosfer El Clasico Indonesia di Jakarta. Terakhir kali kedua tim bertarung di SUGBK terjadi pada tahun 2019.

Secara catatan head to head, Persib masih memegang kendali. Dari 27 pertemuan terakhir di berbagai kompetisi, Maung Bandung berhasil mengemas 11 kemenangan.

Sementara Persija baru bisa menang 6 kali. 10 pertandingan lainnya harus berakhir dengan skor imbang.

Persib juga unggul dalam urusan produktivitas gol. Tim asal Bandung itu sudah mencetak 30 gol ke gawang Persija. Adapun Macan Kemayoran baru membukukan 21 gol.

Memori pertemuan terakhir kedua tim masih cukup segar. Mereka baru saja bentrok di semifinal Piala Presiden 2026.

Pertandingan itu digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada 4 Agustus 2026. Saat itu Persib keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.

Dua gol Persib dicetak oleh Uilliam Barros dan Balsa Sekulic. Persija hanya mampu membalas satu gol melalui Kwon Chang-hoon pada menit ke-86.

Kemenangan tersebut mengantarkan Persib melaju ke final. Sebaliknya, hasil itu menghentikan langkah Persija di turnamen pramusim tersebut.

Jika menengok laga terakhir di SUGBK, kedua tim terakhir bertemu pada 10 Juli 2019 di Liga 1. Persija sempat unggul lewat gol Marko Simic menit 75, namun disamakan Artur Gevorkyan di menit 90+2. Laga berakhir 1-1.

Menatap laga Sabtu ini, kedua tim sama-sama datang dengan modal bagus. Persija menang 1-0 atas Borneo FC pada laga pembuka. Sementara Persib juga meraih kemenangan 3-1 atas PSM Makassar.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Jelang Persib vs Persija, Polres Sukabumi Kota Siagakan 433 Personel

0

Wartain.com – Polres Sukabumi Kota memperketat pengamanan menjelang duel Persib Bandung kontra Persija Jakarta dalam lanjutan Super League pekan kedua yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026) sore.

Sebanyak sekitar 433 personel gabungan disiapkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk mengantisipasi aktivitas suporter di wilayah Kota Sukabumi selama pertandingan berlangsung.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan, personel yang diterjunkan berasal dari unsur Polri, TNI, hingga Pemerintah Kota Sukabumi.

“Untuk pengamanan sepak bola yang akan berlangsung besok pada hari Sabtu sore antara Persija dan Persib, kita dari Polres Sukabumi Kota menerjunkan ataupun mengerahkan kurang lebih 433 personel,” ujar Sentot, Jumat (11/9/2026) malam.

Ia memastikan seluruh unsur yang dilibatkan telah dipersiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan.

“Sehingga insyaallah pengamanan kami akan maksimal,” katanya.

Selain menyiapkan personel, kepolisian juga mengimbau para pendukung Persib di Kota Sukabumi, khususnya Bobotoh dan Viking, agar tidak melakukan perjalanan ke Jakarta untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

Sentot meminta suporter memilih lokasi masing-masing untuk menyaksikan laga sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami berharap juga kepada rekan-rekan Bobotoh ataupun Viking, kita semuanya nonton bareng di tempat masing-masing. Jadi untuk rekan-rekan Bobotoh ataupun Viking yang ada di wilayah Kota Sukabumi khususnya, tidak usah nonton ke Jakarta,” tuturnya.

Polisi Ingatkan Konvoi Tetap Tertib

Mengenai kemungkinan munculnya konvoi suporter setelah pertandingan, Sentot menyebut kepolisian tidak serta-merta melarang aktivitas tersebut. Namun, ia menegaskan konvoi harus dilakukan dengan tertib dan tidak mengabaikan aturan lalu lintas.

“Kami tidak melarang untuk rekan-rekan suporter untuk melakukan konvoi, tentunya ada aturan-aturan yang harus dipatuhi,” ujarnya.

Ia meminta suporter mengutamakan keselamatan dengan menggunakan helm, tidak memakai knalpot brong, serta tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Seperti tetap keselamatan berlalu lintas, menggunakan helm, kemudian tidak menggunakan knalpot brong, kemudian tetap menghargai pengguna jalan lainnya,” katanya.

Menurut Sentot, konvoi yang berjalan tertib justru dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Sehingga apabila konvoi tertib, kita pun senang dan masyarakat pun akan merespon dengan baik. Sehingga kita sama-sama menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat Kota Sukabumi,” ucapnya.

Titik Rawan Gesekan Dipetakan

Tak hanya mengantisipasi konvoi, Polres Sukabumi Kota juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik pertemuan atau persinggungan antara pendukung Persib dan Persija.

Sentot menyebut pihaknya telah melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak, termasuk masyarakat dan pemilik toko di lokasi yang sebelumnya pernah terjadi gesekan antarsuporter.

“Ya, tentunya kami sudah melakukan mitigasi. Kita sudah melakukan pendekatan kepada beberapa tempat dan toko-toko masyarakat yang memang sebelumnya sempat terjadi beberapa persinggungan antara suporter Persija dan Persib,” ungkapnya.

Pengamanan di titik-titik tersebut nantinya akan diperkuat untuk mencegah terjadinya bentrokan maupun gangguan kamtibmas.

“Insyaallah kami telah mengantisipasi di beberapa titik-titik yang memang nantinya dimungkinkan dapat terjadi pergesekan ataupun persinggungan antar suporter. Kami akan perkuat di wilayah-wilayah itu,” tegasnya.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

bjb KGB Pisan: Pinjaman ASN Lebih Praktis, Bisa diajukan Lewat DIGI bank bjb

0
Oplus_131072

Wartain.com – Pernahkah Kamu, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), merasa butuh dana tambahan untuk keperluan mendesak atau rencana tertentu, tapi terhambat karena harus bolak-balik ke kantor bank?

Jadwal kerja yang padat sering membuat urusan keuangan terasa lebih rumit. Untungnya, bank bjb hadir dengan solusi praktis bernama bjb KGB Pisan (Kredit Guna Bhakti Pinjaman ASN).

Produk ini dirancang khusus untuk ASN, agar bisa memenuhi kebutuhan finansial tanpa harus datang langsung ke cabang.

Semua proses mulai dari simulasi, pengajuan, hingga pencairan bisa dilakukan mandiri lewat aplikasi DIGI bank bjb. Lebih menarik lagi, fitur terbaru memungkinkan pengajuan berulang atau top-up, selama sisa kemampuan cicilan masih mencukupi. Ini membuka ruang lebih fleksibel bagi ASN yang punya rencana baru di tengah perjalanan.

Apa Itu bjb KGB Pisan?

bjb KGB Pisan merupakan fasilitas pembiayaan digital dari bank bjb yang diperuntukan bagi ASN aktif. Nama “KGB” merujuk pada Kredit Guna Bhakti, produk pinjaman multiguna yang sudah lama dikenal di kalangan pegawai negeri. Versi “Pisan” menambahkan dimensi digital yang lebih modern dan efisien.

Melalui DIGI bank bjb, nasabah ASN bisa mengakses layanan ini kapan saja dan di mana saja. Tidak perlu antri, tidak perlu membawa berkas fisik berlembar-lembar, dan prosesnya relatif cepat. Dalam hitungan menit, status pengajuan sudah bisa diketahui. Ini sangat membantu bagi Kamu yang punya jadwal padat.

Dana yang diperoleh bisa digunakan untuk berbagai keperluan: biaya pendidikan anak, renovasi rumah, kebutuhan kesehatan, modal usaha sampingan, atau persiapan keuangan jangka panjang. Intinya, pinjaman ini bersifat multiguna dan disesuaikan dengan kemampuan cicilan berdasarkan penghasilan.

Mengapa Pengajuan Lewat DIGI bank bjb Mudah?

Keunggulan utama bjb KGB Pisan terletak pada integrasinya dengan aplikasi DIGI bank bjb. Aplikasi ini sudah familiar bagi banyak nasabah bank bjb karena mendukung berbagai transaksi sehari-hari. Untuk pinjaman ASN, prosesnya dirancang sesederhana mungkin.

Secara umum, langkahnya meliputi:

Buka aplikasi DIGI bank bjb dan pilih menu terkait Pinjaman ASN atau KGB Pisan.

Masukan data NIP.

Lakukan simulasi untuk melihat perkiraan plafon dan cicilan.

Lengkapi data diri dan unggah dokumen yang diperlukan (untuk debitur baru biasanya termasuk E-KTP, SK kepegawaian dan NPWP).

Ikuti proses verifikasi, termasuk tanda tangan digital.

Tunggu notifikasi status pengajuan.

Karena data kepegawaian telah terhubung dengan sistem bank bjb, sehingga proses menjadi lebih efisien. Tidak perlu mengisi formulir berulang atau menunggu lama di kantor cabang. Keamanan data juga dijaga dengan standar perbankan yang ketat, sehingga nasabah bisa merasa lebih tenang.

Bagi ASN yang gajinya sudah disalurkan melalui bank bjb (payroll), kemudahannya semakin terasa karena sistem potong gaji otomatis memudahkan pembayaran cicilan. Namun, produk ini juga membuka akses bagi ASN yang belum memiliki fasilitas kredit sebelumnya, selama memenuhi ketentuan.

Fitur Top-Up: Kini Bisa Ajukan Berkali-kali

Salah satu pengembangan terbaru yang patut dicatat adalah fitur Top Up KGB Pisan. Melalui postingan resmi bank bjb, diinformasikan bahwa ASN di Jawa Barat kini bisa mengajukan penambahan pinjaman secara praktis lewat DIGI bank bjb.

Artinya, jika Kamu sudah memiliki fasilitas KGB Pisan dan masih membutuhkan dana tambahan untuk rencana baru, tidak perlu menunggu lunas total. Top-up bisa diajukan asalkan sisa sumber pendapatan (kemampuan cicilan) masih mencukupi. Ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar.

Bayangkan Kamu sudah mengambil pinjaman untuk renovasi rumah, lalu beberapa bulan kemudian butuh dana tambahan untuk biaya pendidikan. Dengan fitur top-up, proses pengajuan ulang menjadi lebih sederhana dan tetap digital. Tentu saja, semua tetap mempertimbangkan kemampuan finansial agar tidak memberatkan.

Informasi resmi dari bank bjb menegaskan bahwa top-up tetap dimungkinkan selama ketentuan terpenuhi. Untuk detail lebih lanjut, nasabah disarankan menghubungi kantor cabang pengelola kredit atau call center bank bjb.

Manfaat Nyata bagi ASN Usia Produktif

Bagi Kamu yang merupakan ASN muda atau menengah, bjb KGB Pisan menawarkan beberapa keuntungan praktis:

Hemat waktu. Tidak perlu cuti kerja hanya untuk mengurus pinjaman.

Transparansi. Status pengajuan bisa dipantau langsung di aplikasi.

Fleksibilitas penggunaan dana. Multiguna sesuai kebutuhan pribadi atau keluarga.

Cicilan yang terukur. Disesuaikan dengan kemampuan, biasanya melalui potong gaji.

Kemudahan akses berulang. Fitur top-up mendukung perencanaan keuangan yang dinamis.

Di era digital seperti sekarang, layanan yang bisa diakses dari genggaman tangan menjadi nilai plus besar. Apalagi bagi generasi yang sudah terbiasa dengan aplikasi perbankan sehari-hari.

Tips Sebelum Mengajukan

Meskipun prosesnya mudah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Pastikan data kepegawaian dan rekening sudah terdaftar dengan benar di sistem bank bjb.

Lakukan simulasi terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan cicilan.

Siapkan dokumen pendukung jika diperlukan (terutama untuk pengajuan pertama).

Pertimbangkan kebutuhan riil dan kemampuan bayar jangka panjang.

Selalu cek informasi resmi melalui aplikasi DIGI bank bjb atau situs infobjb.id/KGB.

Jika mengalami kendala teknis, seperti data tidak terdaftar, hubungi bjb Call di 14049 atau kunjungi cabang terdekat untuk dibantu.

Komitmen bank bjb untuk ASN

Peluncuran dan pengembangan bjb KGB Pisan mencerminkan upaya bank bjb dalam meningkatkan layanan digital sekaligus mendukung kesejahteraan ASN. Dengan proses yang cepat, transparan, dan aman, produk ini diharapkan menjadi salah satu pilihan utama bagi pegawai negeri yang membutuhkan solusi finansial praktis.

Bank bjb, sebagai bank yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan serta Bank Indonesia, dan merupakan peserta penjaminan LPS, terus berinovasi agar layanan semakin relevan dengan kebutuhan nasabah modern.

Saatnya Manfaatkan Kemudahan Digital

Jika Kamu ASN yang sedang merencanakan sesuatu atau butuh dana tambahan, bjb KGB Pisan lewat DIGI bank bjb layak dipertimbangkan. Proses pengajuan yang sederhana, ditambah kemampuan untuk top-up berkali-kali (sesuai ketentuan), membuat urusan keuangan terasa lebih ringan.

Unduh atau perbarui aplikasi DIGI bank bjb, cek menu pinjaman ASN, dan lakukan simulasi. Informasi lengkap tersedia di infobjb.id/KGB. Dengan pendekatan yang lebih digital dan fleksibel, mengelola kebutuhan finansial kini bisa dilakukan tanpa ribet, kapan pun Kamu membutuhkannya.

Ingat, keputusan finansial yang bijak selalu diawali dengan perencanaan yang matang. Semoga layanan ini membantumu mewujudkan rencana dengan lebih tenang dan efisien.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

bjb Tandamata My First, Cara Sederhana Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini

0
Oplus_131072

Wartain.com – Momen kecil di rumah sering kali punya dampak besar untuk masa depan. Salah satu contohnya adalah saat orang tua mengajak anak menyisihkan uang jajan ke dalam celengan, lalu bercerita bahwa uang itu akan tumbuh jika ditabung dengan konsisten. Kebiasaan sederhana seperti ini ternyata bisa menjadi pondasi penting bagi kecerdasan finansial anak di kemudian hari. Bank bjb memahami hal tersebut dan menghadirkan produk tabungan bernama bjb Tandamata My First, yang dirancang khusus untuk membantu orang tua mengenalkan budaya menabung kepada buah hati sejak usia dini.

Menabung Bukan Sekedar Kebiasaan, Tapi Warisan Nilai

Banyak orang tua ingin memberikan bekal terbaik untuk anak, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun kesiapan menghadapi masa depan. Namun bekal itu tidak selalu berupa materi. Kebiasaan baik seperti disiplin mengelola uang justru seringkali lebih berharga karena akan terus dibawa anak hingga dewasa.

Mengenalkan konsep menabung sejak kecil membantu anak memahami bahwa uang perlu direncanakan penggunaannya, bukan sekedar dihabiskan. Ketika anak diajak membuka rekening sendiri, ia akan merasa memiliki tanggung jawab atas uangnya. Rasa memiliki inilah yang perlahan membentuk pola pikir hemat dan bijak dalam mengelola keuangan.

Di sinilah peran bjb Tandamata My First menjadi relevan. Produk ini bukan sekedar rekening tabungan biasa, melainkan sarana edukasi keuangan yang dikemas dengan cara yang ramah untuk anak-anak.

Mengenal bjb Tandamata My First

bjb Tandamata My First adalah tabungan perorangan dalam mata uang rupiah yang dirancang khusus sebagai tabungan edukasi bagi anak usia 0 hingga 17 tahun. Tujuannya sederhana, yaitu membantu anak mulai belajar dan membudayakan kebiasaan menabung sejak dini, sekaligus memberi pengalaman langsung menggunakan produk perbankan dalam versi yang mudah dipahami.

Pembukaan rekening dilakukan oleh orang tua atau wali, sehingga proses ini bisa menjadi momen kebersamaan yang berkesan. Bayangkan momen ketika ayah atau ibu mengajak anak datang ke kantor cabang, mengisi formulir bersama, lalu melihat nama anak tercetak di buku tabungan miliknya sendiri. Sesuatu yang mungkin sederhana bagi orang dewasa, tetapi bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak.

Kemudahan yang Ditawarkan

Salah satu daya tarik utama bjb Tandamata My First adalah kemudahan pembukaan rekeningnya. Orang tua hanya perlu menyiapkan setoran awal mulai dari Rp50.000 dengan saldo minimal Rp20.000, sementara setoran selanjutnya bisa dimulai dari Rp10.000 saja. Nominal yang ringan ini membuat siapa pun bisa mulai menabungkan uang untuk anak tanpa merasa terbebani.

Selain persyaratan yang ringan, produk ini juga bebas biaya administrasi bulanan tabungan maupun kartu ATM. Artinya, saldo yang ditabung anak tidak akan berkurang karena potongan biaya rutin, sehingga anak bisa melihat sendiri bagaimana tabungannya bertambah dari waktu ke waktu tanpa ada pengurangan yang membingungkan.

Fasilitas kartu ATM pun turut disiapkan dengan sentuhan khusus. Nama anak dapat dicantumkan langsung pada kartu, membuat anak merasa memiliki identitas finansial sendiri. Kartu ini berfungsi layaknya kartu ATM dan debit pada umumnya, dapat digunakan untuk tarik tunai maupun bertransaksi di seluruh jaringan ATM bank bjb, ATM Bersama, dan ATM Prima yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Dengan jaringan yang begitu luas, orang tua tidak perlu khawatir soal akses ketika suatu saat anak perlu menggunakan tabungannya.

Desain yang Dibuat Ramah Anak

Bank bjb turut memperhatikan sisi psikologis anak dalam merancang produk ini. Buku tabungan dan kartu ATM bjb Tandamata My First dibuat dengan desain yang menarik dan berbeda dari tabungan dewasa pada umumnya. Tujuannya agar anak merasa antusias dan bangga memiliki rekening sendiri, bukan sekedar formalitas yang dibuat orang tua.

Rasa antusias ini penting karena edukasi keuangan akan lebih mudah diterima anak apabila prosesnya menyenangkan. Anak yang senang melihat buku tabungannya sendiri cenderung lebih semangat menyisihkan uang jajan, dibandingkan hanya diminta menabung tanpa ada keterlibatan langsung.

Mendukung Kebutuhan Pendidikan di Masa Depan

Selain menjadi sarana edukasi, bjb Tandamata My First juga dapat menjadi langkah awal orang tua dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. Melalui layanan digital DIGI bank bjb, nasabah dapat menikmati kemudahan bertransaksi, termasuk pembayaran biaya pendidikan lewat fitur EDUPAY yang praktis diakses langsung dari aplikasi.

Bagi orang tua yang ingin menabung secara lebih terencana, bank bjb turut menyediakan produk pelengkap bernama bjb Tandamata Berjangka. Produk ini memungkinkan penyisihan dana secara otomatis melalui autodebet dari rekening bjb Tandamata My First setiap bulan, dengan setoran fleksibel dan tenor yang bisa disesuaikan kebutuhan keluarga. Kombinasi kedua produk ini bisa menjadi strategi menarik bagi orang tua yang ingin menabung sekaligus mempersiapkan dana pendidikan anak secara lebih terstruktur.

Menariknya lagi, ketika anak sudah melewati usia 17 tahun, rekening bjb Tandamata My First dapat dikonversi menjadi tabungan bjb Tandamata reguler. Artinya, kebiasaan menabung yang sudah terbentuk sejak kecil dapat terus berlanjut seiring bertambahnya usia, tanpa harus memulai dari nol.

Momen Kecil yang Membentuk Kebiasaan Besar

Mengenalkan anak pada dunia perbankan sejak dini bukan berarti membebani mereka dengan urusan finansial yang rumit. Justru sebaliknya, ini adalah kesempatan bagi orang tua untuk menghadirkan momen belajar yang hangat dan menyenangkan. Setiap kali anak menyisihkan uang jajan untuk ditabung, di situlah nilai kesabaran, perencanaan, dan tanggung jawab mulai tertanam.

bjb Tandamata My First hadir sebagai jembatan antara niat baik orang tua dan cara yang tepat untuk mewujudkannya. Dengan syarat yang mudah, biaya yang ringan, dan desain yang ramah anak, produk ini memberi ruang bagi keluarga untuk membangun kebiasaan finansial yang baik sejak dari rumah.

Bagi nasabah yang ingin memberikan bekal berharga untuk anak, bukan hanya berupa materi, tetapi juga kebiasaan baik yang akan terus dibawa hingga dewasa, bjb Tandamata My First bisa menjadi pilihan yang tepat untuk memulai.

Kunjungi kantor cabang bank bjb terdekat atau cari informasi lebih lanjut melalui laman resmi bank bjb untuk mengetahui persyaratan lengkap pembukaan rekening ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Perampingan OPD, Fokuskan Anggaran ke Pendidikan dan Kesehatan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memantik wacana perampingan birokrasi. Sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jabar direncanakan untuk dimerger dalam upaya efisiensi anggaran.

Menurut KDM, kebijakan ini untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif.

“Ya efesiensi. Agar strukturnya sedikit tapi fungsinya banyak,” tegas KDM di sela Rapat Paripurna DPRD Jabar, Jumat (11/9/2026).

Ia menilai banyaknya OPD selama ini membuat beban belanja rutin membengkak. Mulai dari operasional, perjalanan dinas, hingga ATK.

Dengan digabung, KDM optimis anggaran bisa dialihkan untuk program yang berdampak langsung.

“Nanti kalau disatukan, maka alokasi-alokasi pembiayaan Provinsi Jawa Barat akan lebih besar untuk kepentingan pembangunan, terutama layanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,” ujarnya.

Adapun skema merger yang diusulkan: Bappeda dan BP2D, DLH  dan Tata Ruang, Koperasi dan Perindag, DP3AKB dan Disdukcapil, SDA fan Bina Marga, serta  Pariwisata dan Pemuda Olahraga.

Implementasi kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada APBD tahun anggaran mendatang. “Ya, nanti nantikan berarti berlakunya anggaran tahun depan,” pungkas KDM.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

 

Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Berdasarkan data resmi BMKG, gempa terjadi pukul 04:23:56 WIB. Pusat gempa berada di titik koordinat 5.81 LS, 106.56 BT, atau tepatnya 6 km arah Tenggara Kepulauan Seribu.

“Kedalaman gempa berada pada 376 kilometer dan tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam pernyataannya.

Dengan kedalaman lebih dari 300 km, gempa jenis menengah dalam ini umumnya getarannya tidak terlalu kuat dirasakan di permukaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

Meski episentrumnya berada di laut, BMKG memastikan gempa ini tidak menimbulkan ancaman tsunami ke wilayah pesisir Jakarta dan sekitarnya. Masyarakat di wilayah Jabodetabek dan Banten diimbau tetap waspada namun tidak panik. BMKG juga meminta warga untuk mengecek informasi hanya dari sumber resmi agar tidak terjadi kepanikan akibat hoaks.

Wilayah Kepulauan Seribu memang berada di jalur pertemuan lempeng yang cukup aktif. Gempa dengan magnitudo 5,9 dan kedalaman 376 km ini tergolong gempa dalam yang dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia. BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di Selat Sunda dan sekitarnya dalam 24 jam ke depan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi.***

Editor: Aab Abdul Malik

(SRM)