26.7 C
Jakarta
Minggu, Juni 21, 2026
Beranda blog

Cycling De Jabar 2023, Sekda Ade : Momentum Promosi Potensi Wisata Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.Com, Sukabumi || Kabupaten Sukabumi akan menjadi bagian dari kegiatan Cycling de Jabar 2023. Kegiatan bersepeda sepanjang 367,5 KM dari Ciletuh hingga Pangandaran ini, akan dijadikan ajang promosi pariwisata Kabupaten Sukabumi. Apalagi start kegiatan tersebut di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGP).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menampilkan berbagai kegiatan dalam perhelatan tersebut. Hal itu dimulai dari pertunjukan kesenian hingga bazar UMKM.

“Kegiatan Cycling de Jabar 2023, rencananya akan dimulai 8-9 Juli. Namun, kita berencana menggelar pesta rakyat dengan menampilkan potensi kebudayaan hingga UMKM sejak 7 Juli. Kami ingin potensi Kabupaten Sukabumi terekspos dalam kegiatan ini,” ujarnya saat audiensi bersama Perwakilan Pemprov Jabar dan Kompas Media di Pendopo Sukabumi, Kamis, 25/05/2023.

Berbagai persiapan di tingkat Kabupaten Sukabumi pun sudah dilaksanakan, termasuk rencana kerjasama dengan berbagai pengisi acara dan pelaku UMKM.

“Ini kesempatan mengekspos kawasan geopark. Jadi kita semua harus kompak. Apalagi, kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Ciletuh,” ucapnya.

Kepala Dispora Jabar Asep Sukmana menambahkan, kegiatan ini menguntungkan dalam ajang promosi potensi bagi setiap daerah yang dilewati. Terutama bagi Kabupaten Sukabumi yang menjadi titik pertama dimulainya kegiatan tersebut.

“Ini bukan hanya bersepeda, namun sport tourism. Jadi mempromosikan olahraga, pariwisat, dan UMKM,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat lima daerah yang akan dilewati selama pelaksanaan Cycling de Jabar ini. Hal itu dimulai dari Sukabumi, Cianjur, Tasik, Garut, hingga Pangandaran.

Kelebihan Jabar selatan kita tampilkan dalam pelaksanaan ini,” bebernya.

Perwakilan Kompas Media Ari Setiawan mengatakan, akan ada sekitar 160 peserta yang terdiri atlet dan komunitas ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Cycling de Jabar ini, konsepnya touring dan ada lombanya yang memperebutkan hadiah hingga ratusan juta. Tema tahun ini ialah Nyambungkeun Sumanget (menyambungkan jiwa spirit-red)”, jelasnya.

Berkaitan kegiatan tersebut, di Kabupaten Sukabumi akan ada festival rakyat. Hal ini agar kemeriahan kegiatan lebih terasa bagi warga Kabupaten Sukabumi.

“Bahkan di Juni pun kami akan hadir di sekitaran lokasi acara untuk berbagi ilmu terkait manajemen penginapam hingga pemasarannya. Jadi, serunya acara ada di Sukabumi,” pungkasnya. (Aab/Intan)

Penkot Sukabumi Dorong Pendidikan Karakter Melalui Seni Pertunjukan

0

Wartain.com – Pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan akademik. Pembentukan karakter, keberanian, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, hingga rasa percaya diri dinilai sama pentingnya sebagai bekal menghadapi masa depan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat membuka pertunjukan drama musikal anak bertajuk Where Did The Lights Go? di Gedung Juang Kota Sukabumi, Minggu (21/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bobby mengapresiasi kolaborasi antara TK Global Islamic Bilingual School (GIBS), Ideu Theatre Company, Indonesia Kaya, para guru, serta orang tua yang telah mendukung terselenggaranya pertunjukan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bukti bahwa proses pendidikan dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Bobby menilai seni pertunjukan memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui proses latihan hingga tampil di atas panggung, anak-anak belajar bekerja sama, mengelola emosi, menghargai perbedaan, serta berani menyampaikan gagasan di depan publik.

“Seni pertunjukan memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak. Melalui drama musikal, anak-anak belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, mengelola emosi, menyampaikan gagasan, serta membangun kepercayaan diri untuk tampil di hadapan publik,” ujarnya.

Ia mengatakan nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan berkarakter.

Selain itu, Bobby juga menyoroti pesan yang diangkat dalam pertunjukan Where Did The Lights Go?. Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan anak-anak tentang harapan, kebersamaan, dan pentingnya saling mendukung saat menghadapi kesulitan.

“Ketika cahaya padam bukan berarti harapan ikut hilang, tetapi justru menjadi momentum untuk saling membantu, bekerja sama, dan menemukan cahaya dari dalam diri masing-masing melalui sudut pandang dunia anak,” katanya.

Bobby menegaskan setiap anak yang tampil merupakan bintang yang sedang belajar bersinar. Karena itu, dukungan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting agar anak memiliki ruang yang aman untuk berekspresi dan mengembangkan potensinya.

Pemerintah Kota Sukabumi, lanjut Bobby, akan terus mendukung berbagai kegiatan yang mendorong kreativitas anak, pengembangan seni budaya, serta pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, dari panggung-panggung kecil seperti pertunjukan drama musikal ini dapat lahir generasi masa depan yang kelak menjadi pemimpin, seniman, inovator, dan tokoh yang membanggakan Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ketika Cahaya Padam dan Anak-anak Belajar Tentang Empati, Teater Musikal “Where Did the Lights Go?” Pukau Penonton

0

Wartain.com – Riuh tawa dan sorak kecil memenuhi ruang pertunjukan di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi pada Minggu (21/6/2026) ketika para pemain cilik melangkah ke atas panggung. Dengan kostum berwarna-warni dan ekspresi penuh semangat, mereka membawa penonton memasuki sebuah dunia imajinatif bernama Negeri Cahaya. Di sanalah kisah musikal anak Where Did the Lights Go? dimulai.

Pertunjukan yang dipersembahkan oleh Ideu Theatre Company bersama Global Islamic Bilingual School (GIBS) dengan dukungan Indonesia Kaya ini bukan sekadar hiburan. Di balik nyanyian, tarian, dan dialog yang mengundang senyum, tersimpan pelajaran sederhana namun mendalam tentang empati, keberanian, dan cara memandang orang lain tanpa prasangka.

Cerita bermula ketika cahaya di Negeri Cahaya perlahan meredup. Para Penjaga Cahaya yang selama ini hidup dalam suasana ceria dibuat kebingungan setelah Sepatu Cahaya mereka menghilang. Demi mengembalikan terang yang memudar, mereka harus melakukan perjalanan menuju Hutan Gelap, sebuah tempat yang selama ini dianggap menakutkan. Namun, seperti banyak kisah kehidupan, ketakutan sering kali lahir dari sesuatu yang belum benar-benar dikenal.

Di tengah perjalanan, para Penjaga Cahaya bertemu dengan Raja Raksasa. Sosok besar yang selama ini dimitoskan sebagai makhluk menyeramkan itu ternyata menyimpan kenyataan berbeda. Ia bukan monster yang haus menakuti siapa pun. Ia hanya seorang raksasa yang kesepian, terasing dari lingkungan sekitarnya, dan mendambakan kehadiran teman.

Menurut sutradara sekaligus penulis pertunjukan, Den Aslam, pesan itulah yang ingin disampaikan kepada anak-anak melalui pementasan tersebut.

“Jadi ini teater anak, musikal anak, judulnya ‘Where Did the Lights Go?’. Dia menceritakan tentang Negeri Cahaya, ada penjaga cahaya, dan juga ada tokoh raksasa yang sebetulnya tidak jahat. Karena dia kesepian dan terisolir dari lingkungan Negeri Cahaya itu, sehingga dimitoskan oleh orang sebagai sosok yang menyeramkan,” tuturnya.

Bagi Den Aslam, kisah pertemuan antara para Penjaga Cahaya dan Raja Raksasa menjadi sarana untuk mengajarkan anak-anak agar tidak mudah menghakimi seseorang hanya dari penampilan atau cerita yang beredar.

“Hasil rekonsiliasi itu jadi bentuk edukasi bagi anak-anak, terutama usia dini, bagaimana menyikapi seseorang yang dianggap jahat, tapi ketika kita menyelidikinya ternyata tidak jahat,” katanya.

Pesan tersebut terasa semakin relevan di tengah kehidupan sehari-hari, ketika penilaian sering kali muncul sebelum memahami keadaan seseorang. Melalui bahasa yang sederhana dan dekat dengan dunia anak-anak, pertunjukan ini mencoba menanamkan nilai bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak didengar.

Namun proses pembelajaran itu tidak hanya terjadi di atas panggung. Selama kurang lebih satu bulan masa persiapan, para pemain cilik juga menjalani perjalanan belajar mereka sendiri.

Sebanyak 50 anak terlibat dalam produksi ini. Sembilan di antaranya menjadi pemeran utama, sementara puluhan lainnya mengisi berbagai karakter pendukung. Bagi sebagian besar peserta, ini merupakan pengalaman pertama tampil dalam sebuah pertunjukan teater musikal.

Latihan demi latihan dijalani dengan penuh kesabaran. Menghafal dialog, memahami karakter, berlatih vokal, hingga mengatur gerak panggung menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak yang masih berada dalam masa tumbuh kembang.

“Anak-anak jadi belajar rasa tanggung jawab, kesabaran, disiplin, dan empati,” ujar Den Aslam.

Ia mengakui bahwa mendampingi puluhan anak dalam proses produksi bukan perkara mudah. Dibutuhkan kesabaran ekstra dari para guru maupun tim produksi untuk mengarahkan mereka selama latihan berlangsung.

Meski demikian, hasilnya terlihat jelas saat tirai pertunjukan dibuka. Dengan percaya diri, para pemain cilik mampu menghidupkan karakter mereka dan membawa penonton larut dalam cerita.

Di antara para penonton yang terkesan adalah Mawar. Ia mengaku kagum melihat keberanian anak-anak yang tampil di atas panggung.

“Seru banget ya tadi. Anak-anaknya hebat, aktingnya bagus-bagus. Mereka lantang banget ngomongnya dan luar biasa percaya diri. Untuk pengalaman pertama tampil teater ini cukup bagus banget. Luar biasa,” ujarnya.

Ketika lampu panggung akhirnya meredup dan tepuk tangan bergemuruh menutup pertunjukan, pesan yang dibawa Where Did the Lights Go? tetap tertinggal. Bahwa terkadang, cahaya bukan hanya tentang terang yang terlihat mata, melainkan tentang kemampuan memahami perasaan orang lain.

Dan dari panggung sederhana itu, puluhan anak belajar bahwa cara terbaik mengusir kegelapan bukanlah dengan rasa takut, melainkan dengan empati.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Veda Ega Pratama Tampil Heroik di Moto3 Ceko 2026, Finis Kelima dari Start Posisi 20

0
Oplus_131072

Wartain.com – Veda Ega Pratama kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah balap dunia. Pebalap Honda Team Asia itu tampil heroik di Moto3 Ceko 2026 dengan finis di posisi kelima, Minggu (21/6/2026) di Sirkuit Brno.

Hasil itu terasa istimewa karena Veda memulai balapan dari posisi 20. Start dari grid paling belakang tidak membuatnya gentar menghadapi 23 pebalap terbaik dunia.

Selepas bendera start dikibarkan, Veda langsung tancap gas. Dalam beberapa tikungan awal ia berhasil merangsek hingga posisi 11. Artinya, Veda naik 9 posisi hanya di lap pembuka.

Momentum itu terus ia jaga. Dalam empat putaran pertama, pebalap asal Gunungkidul itu sudah melaju 13 posisi dan menempati urutan ketujuh. Kecepatannya membuat para rival terkejut.

Veda kemudian menempel ketat Casey O’Gorman yang berada di posisi keenam. Selisih waktu hanya 0,776 detik. Ia terus mencari celah untuk menyalip tanpa melakukan manuver berisiko.

Stabilitas menjadi kunci Veda. Sepuluh putaran pertama ia konsisten berada di rombongan enam terdepan, bersaing dengan nama-nama besar seperti Maximo Quiles dan Brian Uriarte.

Pada putaran kedua, Veda sukses menggeser Jesus Rios dan Adrian Fernandez. Dua overtake bersih itu membawanya naik ke posisi ketujuh dan membuka peluang ke barisan depan.

Putaran kelima menjadi titik balik. Veda kembali mendongkrak posisinya ke urutan lima setelah menyalip Hakim Danish dan Casey O’Gorman. Langkahnya belum berhenti di situ.

Ia kemudian menempel Alvaro Carpe di posisi keempat. Bahkan Veda sempat terlibat duel sengit dengan Brian Uriarte untuk memperebutkan podium ketiga.

Di barisan depan, balapan berjalan sengit. Maximo Quiles yang start dari posisi ketiga langsung memimpin, diikuti David Almansa dan Alvaro Carpe. Hakim Danish yang kena penalti 12 grid tetap bisa merangsek ke posisi lima di lap awal.

Sementara Veda fokus menjaga ritme. Ia tidak terpancing adu kecepatan yang menguras ban. Strategi itu terbukti efektif hingga lap-lap akhir.

Hingga lap terakhir, Veda berhasil mempertahankan posisinya. Ia melintas garis finis di urutan kelima. Hasil terbaik bagi pebalap muda Indonesia musim ini.

Tiga podium terdepan diraih Hakim Danish di posisi pertama, disusul Brian Uriarte, dan Maximo Quiles. Veda finis tepat di belakang mereka, hanya terpaut beberapa detik.

Performa Veda mendapat sorotan karena mental juangnya. Start dari belakang, melewati banyak pebalap, lalu bertahan di grup depan menunjukkan kedewasaan balap yang luar biasa.

Finis kelima di Sirkuit Brno menjadi bukti Veda Ega Pratama siap bersaing di level tertinggi Moto3. Dari posisi 20 ke posisi 5, ia tidak hanya mengejar poin, tapi juga membuktikan bahwa pembalap Indonesia bisa tampil heroik di panggung dunia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gubernur Dedi Mulyadi: Prinsip Pendidikan Jabar Pastikan Semua Anak Sekolah, Tak Ada yang Tertinggal

0
Oplus_131072

Wartain.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya dalam dunia pendidikan. Prinsip utama yang ia pegang adalah memastikan seluruh anak di Jabar bisa mengakses sekolah tanpa terkecuali.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur pada Jumat (19/6/2026). Ia menyebut tugas utama kepala daerah adalah menjamin hak dasar rakyat, termasuk hak untuk belajar di bangku sekolah.

“Saya sebagai gubernur memiliki tugas utama untuk memastikan rakyat saya bisa sekolah. Itu prinsip dasarnya,” tegas Dedi Mulyadi. Pernyataan ini menjadi garis kebijakan Pemprov Jabar ke depan.

Gubernur memetakan tiga kelompok utama dalam akses pendidikan. Kelompok pertama adalah anak dari keluarga mampu yang umumnya sudah memiliki akses ke sekolah negeri maupun swasta.

Kelompok kedua adalah anak berprestasi. Mereka secara otomatis memiliki peluang besar diterima di sekolah negeri melalui jalur prestasi, sehingga tidak terlalu menghadapi kendala biaya.

Perhatian utama Pemprov Jabar justru diarahkan pada kelompok ketiga. Yaitu anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang pilihan sekolahnya terbatas.

“Yang menjadi perhatian kita adalah kelompok ini. Kalau tidak diterima di negeri, ada risiko mereka tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya,” jelas Gubernur. Kondisi ini rawan menimbulkan putus sekolah.

Untuk mengantisipasi, Pemprov Jabar menyiapkan kebijakan kapasitas rombongan belajar yang fleksibel. Angka maksimal ditetapkan sebagai batas atas, namun pelaksanaannya disesuaikan kondisi lapangan.

Fleksibilitas itu bertujuan memberi ruang lebih bagi siswa yang tidak tertampung. Dengan begitu, sekolah negeri tidak serta-merta menutup pintu karena alasan kuota kaku.

Selain itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan skema pendampingan. Siswa yang tidak lolos di sekolah negeri akan dibantu melanjutkan ke sekolah swasta, termasuk dukungan biaya pendidikan tahun pertama.

Skema ini, menurut Gubernur, menjadi jembatan agar tidak ada anak Jabar yang terhenti pendidikannya hanya karena keterbatasan ekonomi dan kuota negeri.

Namun ia mengingatkan agar kebijakan dipahami utuh oleh masyarakat. Tujuannya agar tidak muncul salah persepsi atau penafsiran yang keliru di lapangan.

“Kami sedang membicarakan satu hal utama, yaitu bagaimana semua anak di Jawa Barat bisa tetap sekolah. Jika tidak diterima di negeri maka kami pastikan ada pendampingan ke swasta,” tegas Dedi Mulyadi.

Gubernur menekankan bahwa kebijakan pendidikan harus berorientasi pada kepentingan anak. Masa depan mereka, kata Dedi, lebih penting daripada debat administratif soal kuota dan zonasi.

“Pilihan kita sederhana, apakah kita ingin ada kegaduhan di sekolah atau kita pastikan tidak ada anak yang tidak sekolah. Saya memilih memastikan semua anak tetap sekolah,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

SPMB Jabar Tahap 1 Ditutup, Calon Siswa Diminta Segera Daftar Ulang

0

Wartain.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap 1 di Provinsi Jawa Barat telah resmi berakhir pada 19 Juni 2026. Setelah proses seleksi selesai, para calon murid yang dinyatakan diterima dan telah terpetakan di sekolah tujuan diminta untuk segera melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengingatkan seluruh peserta yang lolos seleksi agar tidak mengabaikan tahapan administrasi lanjutan. Daftar ulang menjadi syarat wajib untuk memastikan status penerimaan peserta didik baru di sekolah yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa proses daftar ulang akan berlangsung pada 26 dan 29 Juni 2026. Seluruh calon murid yang telah diterima diimbau hadir dan melengkapi seluruh persyaratan yang diminta oleh sekolah masing-masing.

“Peserta yang telah terpetakan pada SPMB Tahap 1 harus mengikuti daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan agar status penerimaannya tidak gugur,” ujarnya di Bandung, Sabtu.

Meski demikian, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri masih terbuka bagi calon siswa yang belum berhasil pada tahap pertama. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membuka SPMB Tahap 2 yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni serta 1, 2, 3, dan 6 Juli 2026.

Tahap kedua tersebut disiapkan untuk mengakomodasi peserta yang belum memperoleh kursi pada tahap sebelumnya, sehingga mereka tetap memiliki peluang untuk melanjutkan proses pendaftaran sesuai jalur dan kuota yang tersedia.

Dinas Pendidikan Jawa Barat juga mengajak orang tua dan calon peserta didik untuk terus memantau informasi resmi terkait pelaksanaan SPMB agar tidak tertinggal jadwal maupun ketentuan yang berlaku. Dengan mengikuti setiap tahapan secara tepat waktu, proses penerimaan murid baru diharapkan berjalan lancar, transparan, dan memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh calon peserta didik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

MDTU Al Hikmah Sirnaresmi Gelar Pawai Karnaval, Rayakan Kenaikan Kelas dan Perpisahan Kelas VI

0

Wartain.com – Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Al Hikmah Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, menggelar Pawai Karnaval Kenaikan Kelas dan Perpisahan Kelas VI, Minggu 21/06/2026. Ajang ini menjadi puncak apresiasi untuk santri yang naik tingkat dan lulus tahun ini.

Pawai berlangsung meriah dengan iringan drumband dari siswa MDTU Al Hikmah. Bunyi genderang dan trompet mengundang warga keluar rumah untuk menyaksikan kemeriahan di sepanjang jalan desa.

Tidak hanya siswa, orang tua wali murid juga ikut ambil bagian. Mereka menampilkan kreasi kostum unik dan yel-yel yang disiapkan khusus untuk memeriahkan acara perpisahan.

Kolaborasi siswa dan wali murid membuat suasana karnaval semakin hidup. Setiap kelompok menampilkan tema berbeda, mulai dari budaya Sunda, pahlawan nasional, hingga cita-cita profesi.

Kepala MDTU Al Hikmah menyampaikan pawai ini sebagai bentuk syukur atas capaian belajar satu tahun. Sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi santri agar berani tampil di depan umum.

Rute pawai mengelilingi kawasan Sirnaresmi dan berakhir kembali di halaman madrasah. Sepanjang perjalanan, santri membagikan senyum dan sapa kepada warga yang menonton.

Warga Desa Sirnareami menyambut antusias. Banyak orang tua dan tetangga yang menyiapkan kamera untuk mengabadikan momen anak-anak mereka berjalan bersama group drumband.

Salah seorang wali murid, Afrida, mengaku bersyukur anaknya yang duduk di kelas VI bisa merasakan hiburan seperti ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini jarang ada di lingkungan kampung.

“Alhamdulillah anak saya bisa ikut pawai perpisahan. Kami orang tua juga senang, karena ada hiburan untuk masyarakat. Anak-anak jadi lebih semangat belajar,” ujar Afrida.

Senada dengan Afrida, wali murid lainnya, Asep Jhon, juga menyampaikan rasa bangga. Ia melihat pawai karnaval mampu mempererat silaturahmi antara sekolah, siswa, dan warga sekitar.

“Senang sekali bisa ikut memeriahkan. Ini bukan hanya perpisahan anak kelas VI, tapi juga hiburan bersama. Semoga tahun depan acaranya lebih meriah lagi,” kata Asep Jhon.

Setelah pawai, acara dilanjutkan dengan prosesi perpisahan di panggung madrasah. Santri kelas VI dilepas secara simbolis oleh guru dan orang tua dengan doa bersama.

Santri yang naik kelas juga menerima tanda kenaikan tingkat. Bagi mereka, ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan menjaga akhlak sesuai ajaran MDTU.

Pihak madrasah berharap kegiatan tahunan ini terus dipertahankan. Selain menjadi kenangan indah, pawai karnaval juga menumbuhkan rasa kebersamaan antara lembaga pendidikan dan masyarakat.

Pawai Karnaval Kenaikan Kelas dan Perpisahan MDTU Al Hikmah Sirnaresmi pun menutup tahun ajaran dengan suasana bahagia. Drumband, kreasi siswa, dan dukungan wali murid menjadi bukti bahwa pendidikan madrasah bisa berjalan selaras dengan kebudayaan lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Jepang Libas Tunisia 4-0 di Grup F, Samurai Biru Pastikan Langkah Mulus di Piala Dunia 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Jepang tampil dominan saat memulangkan Tunisia dengan kemenangan telak 4-0. Laga Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Minggu (21/6) siang WIB, menjadi panggung bagi Ayase Ueda yang mencetak hat-trick.

Empat gol Samurai Biru lahir dari kaki Daichi Kamada menit ke-4, Ayase Ueda menit ke-31 dan 83, serta Junya Ito menit ke-69. Hasil ini sekaligus memastikan Tunisia tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup.

Jepang langsung tancap gas sejak peluit awal. Baru 4 menit berjalan, serangan terorganisir Tim Samurai Biru berbuah gol. Keito Nakamura menusuk ke kotak penalti lalu mengirim umpan ke mulut gawang.

Daichi Kamada yang berdiri bebas menuntaskan peluang itu. Skor 1-0 untuk Jepang tercipta cepat dan membuat Tunisia langsung berada dalam tekanan.

Tunisia berusaha merespons, namun kesulitan menembus pertahanan disiplin Jepang. Sebaliknya, Samurai Biru justru mendapat peluang emas menit ke-10 lewat Ayase Ueda yang melepas tembakan dari batas kotak penalti.

Bola hasil tendangan Ueda hampir melewati garis. Kiper Aymen Dahmen melakukan penyelamatan krusial sehingga skor masih 1-0. Jepang tetap mendominasi penguasaan bola dan ritme permainan.

Gol kedua Jepang lahir menit ke-31. Ueda kembali mencatatkan nama di papan skor setelah tendangannya menembus jaring gawang Tunisia. Keunggulan 2-0 membuat anak asuh Hajime Moriyasu bermain lebih nyaman.

Tertinggal dua gol, Tunisia kesulitan membongkar tembok pertahanan Jepang. Sementara Samurai Biru tetap tenang menjaga selisih gol dan mengontrol jalannya pertandingan hingga jeda.

Babak kedua Tunisia mencoba bangkit dengan memasukkan dua pemain baru. Tekanan langsung dilancarkan ke area pertahanan Jepang dan menit ke-49 Hannibal Mejbri hampir memperkecil kedudukan lewat tembakan dari sisi kanan.

Sayang bagi Tunisia, bola hasil tendangan Mejbri masih melenceng. Keasyikan menekan justru membuat lini belakang mereka terbuka, dan Jepang menghukumnya dengan gol ketiga menit ke-69.

Ueda menunjukkan sentuhan cerdik dengan mengirim bola kepada Junya Ito. Meski dikawal ketat, Ito tetap mampu menyelesaikan peluang dengan melepas bola di sela-sela kaki Dahmen. Skor berubah 3-0.

Frustrasi melanda pemain Tunisia setelah tertinggal tiga gol. Pertahanan rapat racikan Hajime Moriyasu membuat setiap upaya Elang Kartago selalu mentah di depan kotak penalti.

Jepang menutup pesta gol pada menit ke-83. Memanfaatkan kesalahan bek Tunisia, Kaishu Sano mengirim umpan silang terukur yang disundul sempurna oleh Ueda. Hat-trick tercipta dan skor menjadi 4-0.

Selepas gol keempat, Jepang memilih menahan bola dan mengatur tempo. Tunisia tidak lagi mampu menciptakan peluang berarti hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir.

Kemenangan 4-0 ini menegaskan kualitas Jepang di Piala Dunia 2026. Tunisia dipastikan angkat koper lebih awal dari Grup F karena menelan dua kekalahan beruntun. Sementara Samurai Biru melangkah ke fase berikutnya dengan modal percaya diri tinggi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Aliansi Masyarakat Peduli MBG Gelar Aksi Damai di Sukabumi, Serukan Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

0

Wartain.com – Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bersatu Demi Masa Depan berencana menggelar aksi damai dan doa bersama sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapang Merdeka Kota Sukabumi pada Rabu, 24 Juni 2026.

Aksi ini mengusung tema menjaga keberlangsungan program MBG sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi generasi muda Indonesia. Dalam seruannya, para penggerak mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dengan tetap menjaga ketertiban dan menghormati aturan yang berlaku.

Peserta aksi diimbau mengenakan dress code berupa celana atau rok hitam, sementara peserta perempuan mengenakan kerudung putih sebagai simbol persatuan dan aksi damai.

Salah seorang aktivis HMI Rizal mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki nilai strategis bagi masa depan bangsa sehingga perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Program MBG bukan sekadar memberikan makanan kepada anak-anak. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing. Karena itu, kami mengajak masyarakat bersama-sama mengawal keberlangsungan program ini,” ujar Rizal.

Menurutnya, sejumlah negara di kawasan Asia telah lebih dahulu menjalankan kebijakan pemenuhan gizi bagi anak-anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

“Kita tidak boleh tertinggal. Negara-negara lain sudah lama mempersiapkan generasinya melalui pemenuhan gizi yang merata. Indonesia baru memulai langkah besar ini, sehingga program tersebut perlu dijaga dan terus disempurnakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Aliansi menegaskan bahwa aksi yang akan digelar merupakan penyampaian aspirasi secara damai sekaligus doa bersama agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan tata kelola yang semakin baik, transparan, dan tepat sasaran.

Ajakan yang disampaikan kepada masyarakat berbunyi, “Ayo Suarakan Aspirasi, Kita Jaga Kedamaian dan Ketertiban.” Seruan tersebut diharapkan menjadi semangat bersama dalam menyampaikan pendapat secara santun dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri saat ini masih menjadi salah satu program prioritas nasional. Pemerintah sebelumnya menyatakan program tersebut tetap dilanjutkan sembari melakukan evaluasi dan penyempurnaan tata kelola pelaksanaannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Pemkab Sukabumi Dorong Pertanian Maju dan Berkelanjutan pada Hari Krida Pertanian Nasional 2026

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Krida Pertanian Nasional (HKPN) Tahun 2026 yang jatuh pada 21 Juni sebagai momentum untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh insan pertanian yang telah berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Peringatan Hari Krida Pertanian Nasional menjadi pengingat akan pentingnya peran sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian sekaligus penopang ketersediaan pangan bagi masyarakat. Di balik hasil panen yang dinikmati setiap hari, terdapat dedikasi dan kerja keras para petani yang terus mengolah lahan, menghadapi berbagai tantangan, serta menjaga keberlangsungan produksi pangan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan sektor pertanian melalui berbagai program yang mendorong peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian.

Selain sebagai sumber pangan, sektor pertanian juga memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, petani, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian yang maju dan berkelanjutan.

Dalam momentum Hari Krida Pertanian Nasional 2026, masyarakat diajak untuk semakin menghargai jasa para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan. Dukungan terhadap produk pertanian lokal serta upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Dengan semangat Hari Krida Pertanian Nasional, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap sektor pertanian terus berkembang menjadi lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing. Hal tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

“Petani Sejahtera, Pangan Terjaga, Indonesia Maju” menjadi semangat bersama dalam membangun masa depan pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Inspektorat Sukabumi Luncurkan Video Tutorial dan Panduan Praktis untuk Tingkatkan Kualitas SAKIP

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyediakan media pendukung Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bagi seluruh perangkat daerah.

Media pendukung tersebut hadir dalam bentuk video tutorial dan panduan praktis yang dirancang untuk memudahkan aparatur memahami proses evaluasi SAKIP secara lebih sederhana, sistematis, dan mudah diterapkan.

Kepala Inspektorat Kabupaten Sukabumi, H. Komarudin, menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan yang dilakukan Inspektorat agar perangkat daerah mampu memenuhi berbagai indikator penilaian evaluasi SAKIP dengan lebih baik.

“Melalui media ini, kami ingin membantu perangkat daerah memahami setiap tahapan evaluasi secara mandiri sehingga proses penyusunan dokumen dan pelaporan kinerja dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, pengawasan saat ini tidak hanya berfokus pada pencarian kesalahan, melainkan lebih diarahkan pada pembinaan dan pencegahan agar program-program pemerintah dapat terlaksana sesuai ketentuan serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Video tutorial yang disediakan memuat penjelasan teknis mengenai pengisian lembar kerja evaluasi, sedangkan panduan praktis berfungsi sebagai referensi ringkas yang dapat digunakan oleh perangkat daerah dalam menjalankan proses evaluasi kinerja.

Komarudin menambahkan, peningkatan kualitas implementasi SAKIP merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun budaya kerja birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

“Kami berharap perangkat daerah semakin siap dalam menghadapi evaluasi, tertib dalam administrasi, serta mampu meningkatkan kualitas pelaporan kinerja secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan hadirnya media pendukung tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis pelaksanaan evaluasi SAKIP di lingkungan perangkat daerah dapat berjalan lebih efektif. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan birokrasi yang modern, profesional, dan berfokus pada pelayanan publik yang berkualitas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)