26.7 C
Jakarta
Minggu, Juni 21, 2026
Beranda blog Halaman 2

Jepang Libas Tunisia 4-0 di Grup F, Samurai Biru Pastikan Langkah Mulus di Piala Dunia 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Jepang tampil dominan saat memulangkan Tunisia dengan kemenangan telak 4-0. Laga Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Minggu (21/6) siang WIB, menjadi panggung bagi Ayase Ueda yang mencetak hat-trick.

Empat gol Samurai Biru lahir dari kaki Daichi Kamada menit ke-4, Ayase Ueda menit ke-31 dan 83, serta Junya Ito menit ke-69. Hasil ini sekaligus memastikan Tunisia tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup.

Jepang langsung tancap gas sejak peluit awal. Baru 4 menit berjalan, serangan terorganisir Tim Samurai Biru berbuah gol. Keito Nakamura menusuk ke kotak penalti lalu mengirim umpan ke mulut gawang.

Daichi Kamada yang berdiri bebas menuntaskan peluang itu. Skor 1-0 untuk Jepang tercipta cepat dan membuat Tunisia langsung berada dalam tekanan.

Tunisia berusaha merespons, namun kesulitan menembus pertahanan disiplin Jepang. Sebaliknya, Samurai Biru justru mendapat peluang emas menit ke-10 lewat Ayase Ueda yang melepas tembakan dari batas kotak penalti.

Bola hasil tendangan Ueda hampir melewati garis. Kiper Aymen Dahmen melakukan penyelamatan krusial sehingga skor masih 1-0. Jepang tetap mendominasi penguasaan bola dan ritme permainan.

Gol kedua Jepang lahir menit ke-31. Ueda kembali mencatatkan nama di papan skor setelah tendangannya menembus jaring gawang Tunisia. Keunggulan 2-0 membuat anak asuh Hajime Moriyasu bermain lebih nyaman.

Tertinggal dua gol, Tunisia kesulitan membongkar tembok pertahanan Jepang. Sementara Samurai Biru tetap tenang menjaga selisih gol dan mengontrol jalannya pertandingan hingga jeda.

Babak kedua Tunisia mencoba bangkit dengan memasukkan dua pemain baru. Tekanan langsung dilancarkan ke area pertahanan Jepang dan menit ke-49 Hannibal Mejbri hampir memperkecil kedudukan lewat tembakan dari sisi kanan.

Sayang bagi Tunisia, bola hasil tendangan Mejbri masih melenceng. Keasyikan menekan justru membuat lini belakang mereka terbuka, dan Jepang menghukumnya dengan gol ketiga menit ke-69.

Ueda menunjukkan sentuhan cerdik dengan mengirim bola kepada Junya Ito. Meski dikawal ketat, Ito tetap mampu menyelesaikan peluang dengan melepas bola di sela-sela kaki Dahmen. Skor berubah 3-0.

Frustrasi melanda pemain Tunisia setelah tertinggal tiga gol. Pertahanan rapat racikan Hajime Moriyasu membuat setiap upaya Elang Kartago selalu mentah di depan kotak penalti.

Jepang menutup pesta gol pada menit ke-83. Memanfaatkan kesalahan bek Tunisia, Kaishu Sano mengirim umpan silang terukur yang disundul sempurna oleh Ueda. Hat-trick tercipta dan skor menjadi 4-0.

Selepas gol keempat, Jepang memilih menahan bola dan mengatur tempo. Tunisia tidak lagi mampu menciptakan peluang berarti hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir.

Kemenangan 4-0 ini menegaskan kualitas Jepang di Piala Dunia 2026. Tunisia dipastikan angkat koper lebih awal dari Grup F karena menelan dua kekalahan beruntun. Sementara Samurai Biru melangkah ke fase berikutnya dengan modal percaya diri tinggi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Aliansi Masyarakat Peduli MBG Gelar Aksi Damai di Sukabumi, Serukan Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

0

Wartain.com – Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bersatu Demi Masa Depan berencana menggelar aksi damai dan doa bersama sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapang Merdeka Kota Sukabumi pada Rabu, 24 Juni 2026.

Aksi ini mengusung tema menjaga keberlangsungan program MBG sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi generasi muda Indonesia. Dalam seruannya, para penggerak mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dengan tetap menjaga ketertiban dan menghormati aturan yang berlaku.

Peserta aksi diimbau mengenakan dress code berupa celana atau rok hitam, sementara peserta perempuan mengenakan kerudung putih sebagai simbol persatuan dan aksi damai.

Salah seorang aktivis HMI Rizal mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki nilai strategis bagi masa depan bangsa sehingga perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Program MBG bukan sekadar memberikan makanan kepada anak-anak. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing. Karena itu, kami mengajak masyarakat bersama-sama mengawal keberlangsungan program ini,” ujar Rizal.

Menurutnya, sejumlah negara di kawasan Asia telah lebih dahulu menjalankan kebijakan pemenuhan gizi bagi anak-anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

“Kita tidak boleh tertinggal. Negara-negara lain sudah lama mempersiapkan generasinya melalui pemenuhan gizi yang merata. Indonesia baru memulai langkah besar ini, sehingga program tersebut perlu dijaga dan terus disempurnakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Aliansi menegaskan bahwa aksi yang akan digelar merupakan penyampaian aspirasi secara damai sekaligus doa bersama agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan tata kelola yang semakin baik, transparan, dan tepat sasaran.

Ajakan yang disampaikan kepada masyarakat berbunyi, “Ayo Suarakan Aspirasi, Kita Jaga Kedamaian dan Ketertiban.” Seruan tersebut diharapkan menjadi semangat bersama dalam menyampaikan pendapat secara santun dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri saat ini masih menjadi salah satu program prioritas nasional. Pemerintah sebelumnya menyatakan program tersebut tetap dilanjutkan sembari melakukan evaluasi dan penyempurnaan tata kelola pelaksanaannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Pemkab Sukabumi Dorong Pertanian Maju dan Berkelanjutan pada Hari Krida Pertanian Nasional 2026

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Krida Pertanian Nasional (HKPN) Tahun 2026 yang jatuh pada 21 Juni sebagai momentum untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh insan pertanian yang telah berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Peringatan Hari Krida Pertanian Nasional menjadi pengingat akan pentingnya peran sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian sekaligus penopang ketersediaan pangan bagi masyarakat. Di balik hasil panen yang dinikmati setiap hari, terdapat dedikasi dan kerja keras para petani yang terus mengolah lahan, menghadapi berbagai tantangan, serta menjaga keberlangsungan produksi pangan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan sektor pertanian melalui berbagai program yang mendorong peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian.

Selain sebagai sumber pangan, sektor pertanian juga memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, petani, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian yang maju dan berkelanjutan.

Dalam momentum Hari Krida Pertanian Nasional 2026, masyarakat diajak untuk semakin menghargai jasa para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan. Dukungan terhadap produk pertanian lokal serta upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Dengan semangat Hari Krida Pertanian Nasional, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap sektor pertanian terus berkembang menjadi lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing. Hal tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

“Petani Sejahtera, Pangan Terjaga, Indonesia Maju” menjadi semangat bersama dalam membangun masa depan pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Inspektorat Sukabumi Luncurkan Video Tutorial dan Panduan Praktis untuk Tingkatkan Kualitas SAKIP

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyediakan media pendukung Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bagi seluruh perangkat daerah.

Media pendukung tersebut hadir dalam bentuk video tutorial dan panduan praktis yang dirancang untuk memudahkan aparatur memahami proses evaluasi SAKIP secara lebih sederhana, sistematis, dan mudah diterapkan.

Kepala Inspektorat Kabupaten Sukabumi, H. Komarudin, menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan yang dilakukan Inspektorat agar perangkat daerah mampu memenuhi berbagai indikator penilaian evaluasi SAKIP dengan lebih baik.

“Melalui media ini, kami ingin membantu perangkat daerah memahami setiap tahapan evaluasi secara mandiri sehingga proses penyusunan dokumen dan pelaporan kinerja dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, pengawasan saat ini tidak hanya berfokus pada pencarian kesalahan, melainkan lebih diarahkan pada pembinaan dan pencegahan agar program-program pemerintah dapat terlaksana sesuai ketentuan serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Video tutorial yang disediakan memuat penjelasan teknis mengenai pengisian lembar kerja evaluasi, sedangkan panduan praktis berfungsi sebagai referensi ringkas yang dapat digunakan oleh perangkat daerah dalam menjalankan proses evaluasi kinerja.

Komarudin menambahkan, peningkatan kualitas implementasi SAKIP merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun budaya kerja birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

“Kami berharap perangkat daerah semakin siap dalam menghadapi evaluasi, tertib dalam administrasi, serta mampu meningkatkan kualitas pelaporan kinerja secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan hadirnya media pendukung tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis pelaksanaan evaluasi SAKIP di lingkungan perangkat daerah dapat berjalan lebih efektif. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan birokrasi yang modern, profesional, dan berfokus pada pelayanan publik yang berkualitas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Yayasan Istiqamah Nusantara Sukabumi – Indonesia Gelar Khutbatul Wada 2026, Wujudkan Lulusan Berilmu, Berakhlak dan Berteknologi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah di bawah naungan Yayasan Istiqamah Nusantara Sukabumi – Indonesia, menggelar Rangkaian Kegiatan Khutbatul Wada pada 20-21 Juni 2026, yang berlangsung di Kampus Utama Ponpes Terpadu Al-Istiqamah, Pasirmalang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini menjadi momen berpamitan santri kelas akhir sebelum melangkah ke jenjang pendidikan dan pengabdian berikutnya.

Yayasan Istiqamah Nusantara Sukabumi – Indonesia, merupakan lembaga yang menaungi pendidikan Islam terpadu. Lembaga yang dikelola meliputi Pondok Pesantren putra-putri, Taman Kanak-kanak, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah dengan kurikulum terintegrasi.

Khutbatul Wada berlangsung selama dua hari di lingkungan pesantren. Seluruh santri, Dewan guru, wali santri, dan jajaran pengurus yayasan dilibatkan dalam rangkaian acara yang sarat makna dan nilai keislaman.

Mengusung motto “Berilmu, Beradab, Beramal, Istiqomah”, pesantren menjadikan Khutbatul Wada sebagai ajang mengukir kenangan. Sekaligus memperkuat tekad santri untuk terus mengabdi kepada umat setelah meninggalkan bangku pesantren.

Ketua Yayasan Istiqamah Nusantara Sukabumi – Indonesia, H. Sihabudin, SE, menyampaikan arah besar pendidikan lembaga ini. Beliau menegaskan visi yayasan dalam membina generasi penerus.

Yayasan Istiqamah Nusantara Sukabumi- Indonesia Gelar Khutbatul Wada 2026, Wujudkan Lulusan Berilmu, Berakhlak dan Berteknologi (Foto : Aab)

“Lembaga pendidikan ini mencetak pribadi muslim yang kuat dalam iman, takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar H. Sihabudin, SE.

Menurutnya, keseimbangan tiga pilar itu menjadi bekal utama menghadapi tantangan era digital.

Rangkaian acara dibuka dengan “Panggung Kreasi”. Panggung ini menjadi wadah menampilkan bakat, karya, dan kreativitas santri yang telah diasah selama menuntut ilmu di pesantren.

Berbagai penampilan dipentaskan, mulai dari seni Islami, kaligrafi, pidato tiga bahasa, hingga kreasi keislaman. Panggung Kreasi membuktikan santri Al Istiqomah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kreatif dan berprestasi.

Hari kedua diisi dengan agenda “Kenaikan Kelas serta perpisahan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah”. Momen ini menjadi penanda bahwa proses pembelajaran berjalan baik dan santri berhasil naik ke jenjang yang lebih tinggi.

Santri Tsanawiyah naik ke tingkat berikutnya, sementara santri Aliyah bersiap memasuki tahap akhir sebelum kelulusan. Kenaikan kelas menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus meningkatkan prestasi dan akhlak.

Dewan Guru dan pengurus Yayasan menghadiri acara Khutbatul Wada (Foto : Aab)

Puncak acara adalah “Sidang Kelulusan dan Perpisahan Kelas XII”. Sidang resmi ini mengevaluasi nilai akademik, akhlak, kedisiplinan, dan pengabdian santri selama menimba ilmu di pesantren.

Direktur Pendidikan Yayasan Istiqamah Nusantara Sukabumi – Indonesia, KH. Asep Saepul Rohman, S.Pd, memberikan pesan khusus kepada para calon wisudawan. Pesan beliau menjadi pengingat penting sebelum santri terjun ke masyarakat.

“Ilmu yang sudah didapat di lembaga ini harus dijadikan bekal untuk mengarungi kehidupan,” ungkap KH. Asep Saepul Rohman.

Beliau menekankan bahwa ilmu tanpa amal tidak akan memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Rangkaian ditutup dengan “Khutbatul Wada” atau khutbah perpisahan. Para ustadz menyampaikan nasihat, wasiat, dan doa sebagai bekal perjuangan santri. Santri diingatkan untuk tetap istiqomah berilmu, berakhlak, dan beramal meski sudah berada di luar lingkungan pondok.

Dengan tema “Melangkah Dengan Ilmu, Bertumbuh Dengan Akhlak, Mengabdi Untuk Umat”, Al Istiqomah berharap lulusannya menjadi generasi yang bermanfaat. Khutbatul Wada 2026 diharapkan menjadi kenangan indah dan motivasi abadi bagi seluruh santri untuk terus berkontribusi bagi umat dan bangsa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Atlet Muda Sukabumi Raffa Akmal Luigi Sabet Emas di Kejurda Ju-Jitsu se-Jabotabek, Harumkan Nama Daerah

0
Oplus_131072

Wartain.com – Atlet muda Kabupaten Sukabumi, Raffa Akmal Luigi A.F., berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih medali emas pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Ju-Jitsu se-Jabotabek antar pelajar yang digelar di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2026).

Kejuaraan yang diikuti atlet pelajar dari tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat tersebut dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia (PBJI), Dr. Dedy Triharjanto.

Mewakili kontingen PBJI Kabupaten Sukabumi, Raffa tampil impresif hingga berhasil menjadi Juara 1 kategori Fighting Putra Under 14 kelas 60–62 kilogram. Kemenangan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Kabupaten Sukabumi yang kembali menunjukkan kualitas atlet-atlet mudanya di tingkat regional.

Selain keberhasilan Raffa, kontingen PBJI Kabupaten Sukabumi juga mencatat prestasi membanggakan dengan membawa pulang empat penghargaan, yakni Juara 1 Kontingen dengan Peserta Terbanyak, Juara 2 Peraih Medali Terbanyak, Juara Terbaik Putra, dan Juara Terbaik Putri.

Atlet Muda Sukabumi Raffa Akmal Luigi Sabet Emas di Kejurda Ju-Jitsu se-Jabotabek, Harumkan Nama Daerah (Foto: LG)

Usai menerima medali emas, Raffa mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari latihan yang dijalani secara disiplin serta dukungan penuh dari pelatih, orang tua, dan rekan-rekan satu tim.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa meraih medali emas dan membawa nama Kabupaten Sukabumi menjadi juara. Terima kasih kepada kedua orang tua, pelatih, teman-teman, dan seluruh tim PBJI Kabupaten Sukabumi yang selalu memberikan dukungan. Saya juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ahmad Fakhrizal selaku Sekretaris KONI Kabupaten Sukabumi yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PBJI Pusat atas perhatian dan motivasinya kepada para atlet. Terima kasih pula kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang telah memfasilitasi kendaraan bus untuk keberangkatan kontingen menuju Jakarta. Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi kami untuk memberikan hasil terbaik. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih lebih keras agar bisa meraih hasil yang lebih baik di kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” ujar Raffa.

“Ucapan terimakasih juga Saya sampaikan kepada Perguruan Institut Ju-Jitsu Indonesia yang menjadi wadah berlatih jujitsu. Palatih Saya Sensai Joko Santos,” ucapnya.

Raffa berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Sukabumi untuk terus menekuni olahraga dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini di PBJI Kabupaten Sukabumi terus berjalan dengan baik. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak atlet muda Sukabumi yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional hingga internasional dan membawa harum nama daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Jerman Comeback Dramatis, Tekuk Pantai Gading 2-1 Lewat Dwigol Undav

0
Oplus_131072

Wartain.com – Jerman mencatat kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion Toronto, Minggu (21/6) dini hari WIB. Sempat tertinggal lebih dulu, Die Mannschaft membalikkan keadaan lewat dwigol Deniz Undav di babak kedua.

Jerman memulai laga dengan percaya diri. Kai Havertz nyaris membuka keunggulan menit ke-10 lewat tandukan keras. Namun kiper Pantai Gading Yahia Fofana tampil gemilang dan menggagalkan peluang emas tersebut.

Suporter Jerman bersorak menit ke-21 ketika Aleksandar Pavlovic membobol gawang lawan. Gol itu dianulir wasit karena Pavlovic dinilai melanggar Fofana terlebih dulu sebelum bola masuk.

Petaka datang menit ke-30. Franck Kessie mencetak gol untuk Pantai Gading melalui tembakan memanfaatkan bola rebound. Bola bersarang ke pojok gawang Jerman dan skor berubah 1-0.

Tertinggal membuat Jerman tersengat. Havertz kembali merayakan gol menit ke-39 setelah menjebol gawang Fofana. Lagi-lagi wasit menganulir gol karena dinilai terjadi pelanggaran lebih dulu.

Jerman terus menekan sampai peluit babak pertama. Meski mendominasi, Die Mannschaft gagal mencetak gol. Skor 1-0 untuk keunggulan Pantai Gading bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Pantai Gading justru menekan di 10 menit awal. Beruntun serangan dilancarkan, namun pertahanan Jerman dan kiper mereka berhasil menahan gempuran tanpa kebobolan tambahan.

Pelatih Julian Nagelsmann mengambil langkah berani menit ke-60. Ia menarik Leroy Sane, Jamal Musiala, dan Pavlovic sekaligus. Masuk Jamie Leweling, Deniz Undav, dan Nadiem Amiri untuk menyegarkan serangan.

Pergantian itu langsung berdampak. Undav menyamakan skor 1-1 menit ke-68. Pemain pengganti itu menuntaskan umpan silang terukur dari Amiri dengan sempurna, membuat Stadion Toronto bergemuruh.

Jerman hampir berbalik unggul menit ke-89. Tembakan Nathaniel Brown masih bisa ditepis Fofana yang tampil luar biasa. Dua menit kemudian Fofana kembali menggagalkan sepakan Amiri di kotak penalti.

Kerja keras Jerman terbayar lunas di masa injury time. Undav kembali menjadi pahlawan. Tembakan kaki kirinya dari dalam kotak penalti menaklukkan Fofana untuk kedua kalinya dan mengubah skor menjadi 2-1.

Kemenangan ini memastikan Jerman lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Hasil tersebut menyusul kemenangan telak 7-1 atas Curacao di laga pembuka. Undav pun dinobatkan sebagai supersub berkat dwigol penentu kemenangannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Belanda Hajar Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026, Brobbey & Gakpo Jadi Bintang

0
Oplus_131072

Wartain.com – Timnas Belanda pesta gol saat menghadapi Swedia pada laga Piala Dunia 2026 di Houston, Minggu (21/6) dini hari WIB. Oranje menang telak 5-1 dan tampil dominan sejak menit awal.

Belanda langsung tancap gas. Brian Brobbey membuka keunggulan pada menit ke-5. Gol itu lahir dari umpan silang matang Cody Gakpo yang menusuk dari sisi kiri pertahanan Swedia.

Brobbey kembali mencatatkan namanya di papan skor menit ke-17. Kali ini giliran Denzel Dumfries yang mengirim umpan ciamik dari sisi kanan. Brobbey dengan tenang menuntaskan umpan tersebut menjadi gol kedua Belanda.

Dua gol awal Belanda memperlihatkan efektivitas serangan dari sisi lapangan. Skema umpan silang yang sama berulang kali merepotkan lini belakang Swedia yang kewalahan mengantisipasi pergerakan sayap Oranje.

Swedia sempat punya peluang di 10 menit akhir babak pertama. Namun kiper Belanda Bart Verbruggen tampil sigap. Setiap tembakan yang mengarah ke gawang berhasil diamankannya.

Gustaf Lagerbielke bahkan sempat membobol gawang Belanda. Sayangnya gol tersebut dianulir karena pemain Swedia itu berada dalam posisi offside. Skor 2-0 untuk Belanda bertahan sampai turun minum.

Babak kedua berjalan seperti babak pertama. Belanda kembali mengejutkan Swedia di awal. Menit-menit awal babak kedua, Dumfries mengirim umpan dari sisi kiri dan Cody Gakpo menyambut bola di tiang jauh untuk membuat skor 3-0.

Gakpo belum puas. Menit ke-54 ia mencetak gol keduanya. Menguasai bola di sisi kiri, Gakpo melakukan tusukan, mengecoh Lagerbielke, lalu melepaskan tembakan ke tiang dekat. Belanda unggul 4-0.

Swedia akhirnya memecah kebuntuan lewat pemain pengganti Anthony Elanga. Berlari kencang menyambut umpan terobosan Alexander Isak, Elanga dengan dingin menceploskan bola ke gawang Verbruggen. Skor berubah 4-1.

Setelah gol itu Swedia gencar menekan. Verbruggen kembali menjadi pahlawan dengan menggagalkan sejumlah tembakan berbahaya. Penampilannya di bawah mistar membuat Swedia frustrasi.

Belanda justru menutup laga dengan gol kelima. Lewat serangan cepat dan umpan pendek, bola jatuh ke kaki Crysencio Summerville. Dari luar kotak penalti, Summerville melepas tembakan mendatar ke pojok kanan gawang Swedia. Skor 5-1.

Kemenangan telak 5-1 ini menegaskan kesiapan Belanda di Piala Dunia 2026. Kombinasi Brobbey dan Gakpo di lini depan, ditambah kokohnya Verbruggen, membuat Oranje layak diunggulkan pada laga berikutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Sukabumi 21 Juni 2026: Utara Diguyur Hujan Dini Hari, Selatan Lebih Cerah Siang

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi memprakirakan cuaca Kabupaten Sukabumi pada Minggu, 21 Juni 2026 bervariasi antara wilayah utara dan selatan. Secara umum, dini hari diguyur hujan lebat, sementara siang hingga sore berawan hingga cerah.

Untuk wilayah Sukabumi Utara/kota, cuaca didominasi hujan dan badai petir pada dini hari. Suhu berkisar antara 20°C hingga 29°C sepanjang hari dengan kelembapan tinggi mencapai 89%.

Hujan deras diperkirakan turun mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Peluang hujan mencapai 91-95% dengan intensitas showers hingga rain. Masyarakat diimbau waspada potensi jalan licin dan genangan.

Memasuki pagi pukul 06.00-09.00 WIB, kondisi berangsur membaik menjadi berawan. Peluang hujan turun ke kisaran 13-24% dan suhu berada di angka 22°C. Cuaca mulai stabil menjelang siang.

Siang hingga sore hari pukul 12.00-18.00 WIB diprakirakan cerah hingga mostly clear. Tidak ada hujan pada rentang ini dan suhu berkisar 21-24°C. Matahari terbit pukul 06:02 WIB dan terbenam pukul 17:45 WIB.

Sementara itu, Sukabumi Selatan area Cikembar diprakirakan sedikit lebih kering. Suhu sedikit lebih tinggi, yakni 22°C hingga 30°C dengan pola hujan yang lebih singkat.

Dini hari pukul 00.00-04.00 WIB wilayah selatan juga diguyur showers dengan peluang hujan 62-68%. Namun intensitasnya tidak setinggi wilayah utara. Suhu berkisar 25-28°C.

Pagi hingga siang pukul 06.00-12.00 WIB kondisi berawan dengan peluang hujan kecil 11-19%. Suhu 23-24°C. Siang hingga sore pukul 13.00-18.00 WIB cuaca berubah cerah hingga sunny tanpa hujan.

Kecepatan angin di seluruh wilayah Sukabumi tergolong tenang, hanya 1 mph atau sekitar 2 kph dari arah selatan. Kondisi ini membuat udara terasa lembap dan gerah meski suhu tidak terlalu tinggi.

Masyarakat perlu mewaspadai kualitas udara. AQI Sukabumi kota tercatat 132 dan Cikembar 112, keduanya masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Polutan utama adalah PM2.5.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan. Gunakan masker jika harus beraktivitas di luar, terutama pagi hari saat polusi tinggi.

Indeks UV siang hari berpotensi mencapai level 9-10 very high. Warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan tabir surya, topi, dan kacamata hitam untuk melindungi kulit dan mata.

Prakiraan ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer. Pantau terus informasi terbaru melalui BMKG atau aplikasi cuaca terpercaya sebelum beraktivitas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

BEM Nusantara Sukabumi Raya Soroti Buruknya Kebersihan dan Tata Kelola Parkir RSUD Palabuhanratu

0

Wartain.com – Sukabumi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sukabumi Raya menyoroti berbagai persoalan yang ditemukan di RSUD Palabuhanratu setelah melakukan advokasi dan peninjauan langsung ke lingkungan rumah sakit tersebut.

Dalam hasil advokasi yang dilakukan, BEM Nusantara Sukabumi Raya menemukan sejumlah permasalahan yang dinilai serius, khususnya terkait kebersihan lingkungan rumah sakit yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Koordinator wilayah BEM Nusantara, Rahmadi L Making menyampaikan bahwa rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang wajib menjaga standar kebersihan dan kenyamanan bagi pasien. Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari harapan.

“Kami menemukan sejumlah titik yang terlihat kurang terawat dan kurang bersih. Padahal kebersihan rumah sakit merupakan faktor penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien serta mencegah timbulnya penyakit baru akibat lingkungan yang tidak higienis,” ujarnya.

Tidak hanya itu, BEM Nusantara Sukabumi Raya juga menerima dan mendokumentasikan rekaman video yang menunjukkan adanya ulat pada makanan berupa sayur sop yang disajikan kepada pasien. Temuan tersebut dinilai sangat memprihatinkan mengingat makanan pasien harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan yang ketat.

Selain persoalan makanan, mahasiswa juga menemukan keberadaan kecoak di area rumah sakit. Keberadaan hama tersebut dinilai menjadi indikator lemahnya pengelolaan kebersihan lingkungan rumah sakit.

Menurut BEM Nusantara Sukabumi Raya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena dapat berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.

“Kehadiran ulat pada makanan pasien dan ditemukannya kecoak di lingkungan rumah sakit merupakan alarm serius yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak manajemen rumah sakit,” tegasnya.

Selain masalah kebersihan, BEM Nusantara Sukabumi Raya juga menyoroti tata kelola parkir RSUD Palabuhanratu yang dinilai carut-marut. Berdasarkan temuan di lapangan, pengelolaan parkir belum berjalan secara tertib, sementara tarif parkir yang dikenakan kepada masyarakat dinilai tidak memiliki kepastian dan transparansi yang jelas.

Mahasiswa menilai persoalan kebersihan maupun tata kelola parkir merupakan tanggung jawab manajemen rumah sakit yang dipimpin oleh Direktur RSUD Palabuhanratu. Sebagai pimpinan tertinggi, direktur memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan sesuai standar pelayanan publik yang baik.

BEM Nusantara Sukabumi Raya mendesak Direktur RSUD Palabuhanratu untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan kebersihan, kualitas makanan pasien, pengendalian hama, serta tata kelola parkir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Jika persoalan ini dibiarkan tidak ada perbaikan make kami tegaskan direktur RSUD pelabuhan mengundurkan diri sebagai pertanggungjawaban moral.

Selain itu, Bem Nus Sukabumi Raya juga meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Bupati Asep Japar dan DPRD komisi IV untuk turun tangan melakukan audit serta pengawasan terhadap kualitas pelayanan di RSUD Palabuhanratu guna memastikan hak-hak pasien dan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan terpenuhi secara optimal.

“Kami tidak ingin rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat masyarakat mendapatkan kesembuhan justru menghadirkan persoalan-persoalan yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan pasien. Perbaikan harus segera dilakukan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tutupnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)