26.7 C
Jakarta
Rabu, Mei 6, 2026
Beranda blog Halaman 2

Daftar Ketua PWI Sukabumi: Bah Anom Lolos Verifikasi, Usung Visi MASAGI dan Tagline KUAT

0
Oplus_131072

Wartain.com – Menjelang penutupan pendaftaran Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sukabumi, sejumlah bakal calon ketua mulai menyerahkan berkas pencalonan.

Konferensi PWI Kabupaten Sukabumi dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026 di Pendopo Sukabumi. Pendaftaran masih dibuka hingga 7 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

Dari beberapa nama yang disebut akan maju, hingga kini baru satu bakal calon yang menyerahkan dan lolos verifikasi berkas. Dia adalah H. Nuruddin Zain Samsyi, S.E., M.M., yang akrab disapa Bah Anom.

Dalam pencalonannya, Bah Anom mengusung visi besar “Mewujudkan PWI Kabupaten Sukabumi yang MASAGI (Maju, Sejahtera, dan Bersinergi).

Visi itu dituangkan lewat misi strategis. Di antaranya memperkuat profesionalisme organisasi, meningkatkan kapasitas SDM wartawan, dan membangun sinergitas dengan berbagai stakeholder.

Ia juga mendorong transformasi organisasi agar adaptif terhadap perubahan zaman. Adaptasi digital dan tantangan media baru jadi perhatian.

Daftar Ketua PWI Sukabumi: Bah Anom Lolos Verifikasi, Usung Visi MASAGI dan Tagline KUAT (Foto : DH)

Selain visi MASAGI, Bah Anom memperkenalkan tagline “PWI Kabupaten Sukabumi KUAT”. KUAT merupakan akronim dari Kolaboratif, Unggul, Amanah, dan Transformatif.

Program kerja Bah Anom menitikberatkan penataan manajemen organisasi yang profesional dan akuntabel. Penguatan pendidikan jurnalistik berkelanjutan juga masuk prioritas.

Ia mendorong anggota mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) guna meningkatkan kualitas insan pers. Bengkel jurnalistik akan dihidupkan kembali, koperasi PWI diperkuat, dan program PWI Peduli diaktifkan.

Menariknya, ia menggagas pembentukan Dewan Pakar lintas latar belakang keilmuan. Dewan ini diharapkan sumbang pemikiran dan kajian strategis untuk pembangunan Kabupaten Sukabumi.

Berkas pencalonan Bah Anom diterima langsung Ketua Organizing Committee (OC) Aab Abdul Malik, didampingi Sekretaris OC Fitra Yudi Saputra serta Bendahara OC Iyan Sopyan, dan disaksikan sejumlah pendamping bakal calon.

Ketua OC, Aab Abdul Malik, menegaskan proses pendaftaran masih dibuka. “Melalui konferensi ini, kami berharap PWI semakin maju, profesional, dan mampu menjadi mitra strategis dalam pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Aab singkat.***

Editor : M. Nabil

(DH)

SCG Bangun 4 Waste Station di Sukabumi, Kelola 11 Ton Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

0
Oplus_131072

Wartain.com – SCG, melalui anak perusahaannya PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, terus memperkuat komitmen pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

Produsen Semen SCG itu membangun 4 SCG Mentari Waste Station yang berlokasi di Desa Kebonmanggu, Wangunreja, dan Sukamaju. Perusahaan juga menyediakan 1 unit mobil pick-up operasional.

Untuk mendukung aktivitas pemilahan sampah di masyarakat, SCG mendistribusikan 5.000 karung ke warga. Selain itu, bak pengumpulan sampah organik dibangun di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi.

Pengadaan fasilitas ini jadi wujud komitmen perusahaan menciptakan lingkungan bersih dan berkelanjutan. Tujuannya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat.

Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Peramas Wajananawat, menegaskan langkah ini sejalan prinsip “Inclusive Green Growth”.

“Melalui SCG Mentari, kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan sistem waste management berbasis komunitas yang berkelanjutan,” ujar Peramas, Rabu 06/05/2026.

SCG Mentari Waste Station dirancang untuk mengakomodasi seluruh tahapan pengelolaan sampah secara terpadu. Mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pendistribusian ke pabrik PT Semen Jawa.

SCG Bangun 4 Waste Station di Sukabumi, Kelola 11 Ton Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif (Foto: Ist)

Sampah yang terkumpul nantinya diolah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Mobil pick-up diharapkan memperkuat efisiensi pengangkutan sampah agar operasional lebih optimal.

Distribusi 5.000 karung jadi dukungan membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Bak sampah komunal di dua desa juga akan dikelola SCG Mentari Warrior secara berkelanjutan.

Selain jadi pusat pengelolaan, Waste Station ini difungsikan sebagai sarana edukasi publik berbasis seni. SCG berkolaborasi dengan seniman Sukabumi, Edwin Do, menghadirkan lukisan di area waste station.

Karya visual ceria itu mengubah persepsi ruang sampah jadi area inspiratif dan estetis. Lukisan merepresentasikan filosofi siklus hidup berkelanjutan, mengajak warga melihat sampah sebagai awal gaya hidup zero waste.

Ketua SCG Warrior Mentari, Hadi Permana, mengaku melihat langsung perubahan di masyarakat. “Warga kini lebih aktif memilah dan mengelola sampah. Kami bangga bisa jadi bagian dari perubahan ini,” katanya.

Sejak berjalan 2024, program SCG Mentari berhasil mengelola lebih dari 11 ton sampah, dengan rata-rata 2 ton per bulan. Program ini telah melibatkan lebih dari 1.000 warga dari lima desa di Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Kayu Keropos Dihantam Cuaca Ekstrem, Rumah 9 Jiwa di Nagrak Ambruk

0
Oplus_131072

Wartain.com – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah yang dihuni dua kepala keluarga di Kampung Cibarengkok, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, rata dengan tanah.

Peristiwa itu terjadi usai diterjang hujan deras dan angin kencang pada Selasa (5/5/2026) pagi. Bangunan milik warga bernama Dodi tak mampu bertahan.

Insiden terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Beban air dan terpaan angin membuat rumah roboh. Sembilan penghuni terpaksa lari menyelamatkan diri.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Miky, menjelaskan penyebab utama. Kombinasi faktor alam dan kondisi fisik bangunan jadi pemicu.

“Rumah ambruk akibat hujan deras disertai angin, ditambah kondisi kayu bangunan yang sudah keropos,” ujar Miky dalam keterangan resminya.

Saat ini kondisi rumah rusak berat dan tidak bisa ditempati. Puing-puing kayu dan atap berserakan di lokasi kejadian.

Meskipun kerusakan masuk kategori rusak berat, Miky memastikan tidak ada korban jiwa. Namun, para penyintas yang mencakup lansia hingga balita kini kehilangan tempat tinggal.

Hingga saat ini, para korban terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Mereka butuh bantuan segera untuk kebutuhan dasar.

Tim gabungan dari P2BK, Pusdalops, hingga petugas PLN sudah di lokasi. Asesmen dilakukan dan aliran listrik diputus untuk cegah risiko kebakaran.

Di lokasi kejadian, semangat gotong royong warga terlihat kental. Masyarakat setempat bersama petugas bahu-membahu mengevakuasi sisa harta benda korban.

“Saat ini warga sekitar bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan,” tambah Miky.

Berdasarkan pendataan sementara, keluarga terdampak butuh uluran tangan. Kebutuhannya: material bangunan untuk perbaikan, bahan pangan harian, dan perlengkapan bayi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sekolah Dasar di Ciambar Ambruk, Disdik Sukabumi Siapkan Percepatan Pembangunan Ulang

0

Wartain.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, turun langsung meninjau kondisi bangunan Sekolah Dasar Ciganas di Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, yang mengalami ambruk. Ia menjelaskan bahwa sebelum kejadian, bangunan sekolah tersebut memang telah mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.

Dampaknya, sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan cukup serius. Tim dari Dinas Pendidikan pun sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk mengevaluasi kondisi bangunan lain di sekitar lokasi.

Menurut Deden, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisi sekolah tersebut sudah masuk dalam kategori prioritas untuk dilakukan pembangunan ulang secara menyeluruh, bukan hanya pada bagian yang terdampak.

“Dari hasil kajian teknis, bangunan ini memang sudah tidak layak dan perlu dilakukan pembangunan kembali secara keseluruhan,” ungkapnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, peristiwa ambruknya bangunan dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Struktur bangunan yang sudah rapuh tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya roboh. Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan akan segera mengambil langkah penanganan.

Upaya percepatan pembangunan kembali sekolah tersebut tengah disiapkan dengan memanfaatkan berbagai sumber anggaran, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun APBD Kabupaten Sukabumi. “Kami akan mengoptimalkan semua peluang pembiayaan agar pembangunan bisa segera direalisasikan tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, pihak sekolah akan memanfaatkan ruang kelas yang masih aman serta fasilitas lain seperti musala.

Hal ini dilakukan agar proses pendidikan, termasuk pelaksanaan ujian yang sudah dijadwalkan, tidak terganggu. “Kami pastikan siswa tetap bisa belajar dengan baik meskipun dalam kondisi terbatas,” tutupnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Keanu Sanjaya Jadi Pahlawan, Timnas U-17 Tekuk China 1-0 di Laga Pembuka Piala Asia

0
Oplus_131072

Wartain.com – Timnas Indonesia U-17 mengalahkan China pada laga pembuka fase grup Piala Asia U-17 2026. Skuad Garuda Muda menang tipis 1-0 di Arab Saudi.

Anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto meraih hasil positif pada laga perdana Grup B di Lapangan A King Abdullah Sport City, Jeddah, Rabu (6/5) dini hari waktu Indonesia.

Timnas Indonesia U-17 memastikan tiga poin berkat gol tunggal Keanu Sanjaya pada menit ke-87. Gol telat itu pecah setelah Indonesia terus menekan di babak kedua.

Dalam pertandingan tersebut, sebelum Keanu menjaringkan bola, wasit sempat menganulir satu gol Indonesia. Gol bermula dari lemparan ke dalam, namun sang pengadil menyatakan ada handsball dalam prosesnya.

Keputusan itu tak mematahkan mental Garuda Muda. Keanu akhirnya jadi pembeda lewat sontekan di depan gawang usai kemelut, membuat China pulang tanpa poin.

Kemenangan atas China membawa Indonesia menempati peringkat kedua Grup B. Indonesia punya 3 poin, sama seperti Jepang yang kini menduduki puncak klasemen.

Tim muda Samurai Biru berada di atas Indonesia lantaran punya selisih gol lebih baik. Jepang mengalahkan Qatar 3-1 di laga pembuka Grup B lainnya.

Dalam laga itu Qatar sempat unggul lewat Ayokunle Samuel Tokode. Namun Jepang bangkit dan mencetak tiga gol babak kedua melalui Kakeru Saito dan brace Maki Kitahara.

Setelah Jepang dan Indonesia, menyusul di posisi dua terbawah Grup B adalah China dan Qatar yang sama-sama belum raih poin.

Sementara di Grup A, Arab Saudi memimpin klasemen setelah menang telak 4-0 atas Myanmar. Peringkat kedua ditempati Tajikistan yang menang 2-0 atas Thailand.

Hingga Rabu (6/5) dini hari, Piala Asia U-17 2026 baru memainkan pertandingan di Grup A dan B. Laga selanjutnya Indonesia akan hadapi Qatar.

Klasemen Piala Asia U-17 2026:* 

Grup A

1. Arab Saudi 3 poin

2. Tajikistan 3

3. Thailand 0

4. Myanmar 0

Grup B

1. Jepang 3

2. Indonesia 3

3. China 0

4. Qatar 0  (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dinamika Retorika Kekuasaan dan Persepsi Publik: Analisis Strategis atas Pidato Kontroversial Presiden

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com – Dalam beberapa hari terakhir, ruang publik Indonesia diwarnai oleh respons beragam terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai keras, bahkan konfrontatif, terhadap kritik publik. Ucapan seperti “kalau mau kabur dari Indonesia, kabur saja ke Yaman” serta kritik terhadap kalangan intelektual yang dianggap “mata buram” telah memantik reaksi luas, baik dari akademisi, oposisi, maupun masyarakat sipil. Fenomena ini tidak dapat dipahami sekadar sebagai ekspresi spontan seorang kepala negara, melainkan perlu ditelisik dalam kerangka analisis intelijen strategis yang mempertimbangkan konteks kekuasaan, stabilitas politik, dan dinamika internal pemerintahan.

Dalam perspektif intelijen strategis, retorika keras seorang pemimpin sering kali mencerminkan adanya tekanan multidimensi. Pertama, tekanan eksternal berupa ekspektasi publik yang tinggi terhadap kinerja pemerintahan baru, khususnya terkait program-program strategis seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menjadi sorotan. Pertanyaan publik tentang efektivitas dan manfaat program tersebut bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan mekanisme kontrol dalam sistem demokrasi. Namun, ketika kritik ini dipersepsikan sebagai ancaman terhadap legitimasi, maka respons yang muncul cenderung defensif dan agresif.

Kedua, terdapat kemungkinan tekanan internal dalam tubuh kabinet. Komposisi kabinet yang beragam, termasuk figur-figur yang memiliki afiliasi dengan kekuatan politik sebelumnya, membuka ruang bagi friksi laten. Dalam kajian intelijen, kondisi ini sering disebut sebagai “internal competing nodes”, di mana aktor-aktor dalam sistem kekuasaan memiliki kepentingan yang tidak sepenuhnya selaras. Narasi tentang “gerakan senyap” tidak bisa serta-merta dibenarkan tanpa bukti empiris, namun secara teoritis, potensi adanya pembisik atau influence agents yang membentuk persepsi presiden terhadap kritik publik adalah sesuatu yang perlu diwaspadai.

Ketiga, penggunaan retorika keras terhadap intelektual dan pengkritik dapat berdampak pada erosi trust antara negara dan civil society. Dalam sejarah politik global, delegitimasi terhadap kelompok intelektual sering menjadi indikator awal dari ketegangan antara kekuasaan dan rasionalitas publik. Padahal, dalam ekosistem demokrasi yang sehat, intelektual berfungsi sebagai “early warning system” yang justru membantu pemerintah mengoreksi arah kebijakan sebelum terjadi krisis yang lebih besar.

Jika ditinjau dari sudut pandang stabilitas nasional, pernyataan yang berpotensi memecah belah—baik disengaja maupun tidak—dapat dimanfaatkan oleh aktor-aktor tertentu untuk memperlebar jarak antara pemimpin dan rakyat. Dalam bahasa intelijen, ini disebut sebagai “exploitation of narrative fractures”, yaitu memanfaatkan celah komunikasi untuk menciptakan distrust. Oleh karena itu, penting bagi seorang presiden untuk menjaga keseimbangan antara ketegasan dan keterbukaan terhadap kritik.

Di sisi lain, perlu juga dipahami bahwa kritik yang dilontarkan oleh kalangan intelektual dan oposisi tidak selalu bermotif destruktif. Dalam banyak kasus, kritik justru lahir dari kepedulian terhadap arah bangsa dan kekhawatiran terhadap potensi penyimpangan kekuasaan, termasuk isu sensitif seperti kemungkinan munculnya kembali wacana perpanjangan kekuasaan atau “tiga periode”. Dalam konteks ini, kritik dapat dibaca sebagai bentuk loyalitas kritis, bukan permusuhan.

Sebagai penutup, tulisan ini menawarkan beberapa saran reflektif. Pertama, Presiden Prabowo Subianto perlu memperkuat mekanisme filter informasi di lingkar dalamnya, agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang memperkeruh hubungan dengan rakyat. Kedua, membangun kanal komunikasi yang lebih dialogis dengan kalangan intelektual dan masyarakat sipil akan memperkuat legitimasi, bukan melemahkannya. Ketiga, penting untuk menyadari bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin bukan terletak pada kemampuan membungkam kritik, melainkan pada kapasitas merangkul perbedaan sebagai sumber kebijaksanaan.

Akhirnya, kritik adalah cermin. Ia mungkin tidak selalu indah, tetapi tanpanya, kekuasaan berisiko kehilangan arah. Dalam semangat itulah, tulisan ini dihadirkan: bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menjaga agar hubungan antara pemimpin dan rakyat tetap berada dalam orbit kepercayaan dan tanggung jawab bersama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita: Tak Ada SLF, Tower Palabuhanratu Harus Ditindak Tegas

0
Oplus_131072

Wartain.com – Polemik dugaan pelanggaran perizinan menara telekomunikasi di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi mencuat.

Sejumlah warga yang tergabung dalam Barisan Pejuang Demokrasi (Bapeksi) PAC Palabuhanratu mendesak pemerintah daerah bertindak tegas. Alasannya, perusahaan pemilik tower diduga belum mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Desakan itu mengemuka dalam audiensi yang digelar Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Selasa (5/5/2026). Rapat dipimpin Ketua Komisi II, Hamzah Gurnita, didampingi anggota dewan lainnya.

Audiensi juga dihadiri perwakilan Dinas Perizinan, Perkim, DPTR, dan Satpol PP. Semua pihak diminta klarifikasi terkait legalitas menara telekomunikasi tersebut.

Hamzah menegaskan aturan mengenai kewajiban SLF sudah jelas. “Dugaan sementara ada perusahaan tower yang belum memiliki SLF. Ini sudah jelas aturannya,” ujarnya.

Ia meminta seluruh perusahaan segera melengkapi dokumen perizinan, termasuk SLF dan PBG. Jika tidak, DPRD siap merekomendasikan sanksi tegas kepada dinas terkait.

“Kalau dinas tidak berani, kami akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD untuk merekomendasikan tindakan tegas,” tambah Hamzah.

Ketua PAC Bapeksi Palabuhanratu, Ramdan Rustiawan alias Bambam, menilai ketiadaan SLF bukan sekadar pelanggaran administratif. Ini menyangkut keselamatan warga sekitar tower.

“Bangunan tower tanpa SLF berpotensi membahayakan lingkungan dan masyarakat,” tegasnya. Ia mendesak DPRD segera ambil langkah konkret.

Langkah yang dimaksud termasuk penyegelan dan penghentian sementara operasional tower sampai dokumen lengkap. Bapeksi tak mau warga jadi korban.

Sebelumnya, persoalan ini sempat dibahas dalam audiensi di Aula Desa Citepus pada 16 April 2026. Saat itu, perusahaan berkomitmen sosialisasi, beri bantuan CSR, serta tanggung jawab dampak bencana.

Namun, dokumen SLF yang diminta masyarakat belum pernah ditunjukkan hingga tenggat waktu berlalu. Janji tinggal janji, warga makin resah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bang Domu dan Warung Barokah 5: Konsistensi Melayani Kebutuhan Warga Cidadap Sepanjang Waktu

0

Wartain.com – Kebutuhan masyarakat akan bahan pangan segar kini semakin mudah terpenuhi dengan hadirnya Warung Sayur Barokah 5 yang berlokasi strategis di Jalan Bagbagan-Kiara Dua. Tepatnya berada di Kampung Selakopi, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, warung ini menjadi andalan warga sekitar maupun pengendara yang melintas untuk mendapatkan sayuran berkualitas setiap saat.

Warung yang dikelola oleh pria yang akrab disapa Bang Domu ini menyediakan berbagai jenis sayuran hijau, bumbu dapur, hingga kebutuhan pokok lainnya. Keberadaan warung ini dinilai sangat membantu mobilitas warga yang membutuhkan bahan masakan mendadak, mengingat lokasinya yang berada di jalur utama penghubung antar wilayah.

Berbeda dengan pasar tradisional atau warung pada umumnya, Warung Sayur Barokah 5 menerapkan sistem pelayanan 24 jam nonstop. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi konsumen, terutama bagi para ibu rumah tangga maupun pedagang makanan yang memerlukan stok bahan baku segar pada dini hari atau malam hari.

Bang Domu selaku pemilik mengungkapkan bahwa kualitas barang dan keramahan pelayanan menjadi kunci utama dalam menjalankan usahanya. Ia memastikan bahwa sayuran yang dijual selalu dalam kondisi segar guna menjaga kepercayaan pelanggan yang kian meningkat setiap harinya.

Kehadiran warung ini juga memberikan dampak positif bagi sirkulasi ekonomi lokal di Kampung Selakopi. Akses yang mudah dijangkau di pinggir jalan raya utama membuat Warung Barokah 5 tidak pernah sepi dari aktivitas transaksi jual beli, baik oleh warga lokal maupun pendatang.

Sebagai penutup, Bang Domu memberikan pernyataan terkait komitmennya dalam melayani masyarakat.

“Kami berupaya selalu siap sedia kapan pun masyarakat membutuhkan bahan pangan. Fokus kami adalah menyediakan sayuran segar dan kebutuhan dapur dengan harga yang tetap terjangkau, sehingga warga tidak perlu khawatir meski datang di jam-jam yang tidak biasa,” pungkasnya, Selasa 05/05/2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Dorong Lingkungan Sehat, Pemkot Sukabumi Apresiasi Program Kawasan Sehat Karang Tengah

0

Wartain.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menghadiri kegiatan kunjungan sekaligus diseminasi capaian Program Kawasan Sehat Karang Tengah yang digelar LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat di RW 05 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Langkah Nyata Mewujudkan Kawasan Sehat Karang Tengah”.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi antara Pemerintah Kota Sukabumi dan Dompet Dhuafa dalam menjalankan program “Rumah Sehat”. Ia menilai program tersebut telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas kesehatan dan kondisi lingkungan.

Menurutnya, hingga saat ini program Rumah Sehat telah mencapai titik ke-50 di Kota Sukabumi, yang menjadi bukti nyata keberhasilan kerja sama lintas sektor.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sosial, mulai dari sanitasi lingkungan, penanganan penyakit seperti TBC dan ISPA, hingga upaya menekan angka kemiskinan dan stunting,” ujarnya.

Ayep optimistis, melalui sinergi yang terus terjalin, Kota Sukabumi ke depan mampu terbebas dari kawasan kumuh, kemiskinan ekstrem, serta berbagai persoalan sosial lainnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot Sukabumi tengah mengembangkan konsep Kota Wakaf sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Program tersebut difokuskan pada sektor produktif seperti UMKM, pendidikan, dan pertanian.

“Gagasan tersebut turut terinspirasi dari berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan Dompet Dhuafa,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ayep turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah awal menciptakan kawasan sehat. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan serta segera melaporkan permasalahan kesehatan kepada dinas terkait.

“Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dapat terus diperkuat, sehingga program pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan di Kota Sukabumi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Revitalisasi Jembatan Gantung Jantake Dimulai, Polres Sukabumi Kota Hadirkan Akses Aman bagi Warga

0

Wartain.com – Polres Sukabumi Kota resmi memulai revitalisasi Jembatan Gantung Jantake yang berlokasi di Kampung Jantake, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Selasa (5/5/2026).

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Ia menegaskan, revitalisasi ini menjadi wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus bakti kami dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kami ingin keberadaan Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Jembatan Gantung Jantake memiliki fungsi yang sangat penting bagi warga sekitar. Selain menghubungkan antarwilayah, jembatan tersebut juga menjadi jalur utama bagi pelajar menuju sekolah serta akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

“Bagi masyarakat, jembatan ini sangat vital. Bukan hanya penghubung wilayah, tapi juga penunjang aktivitas harian seperti anak-anak berangkat sekolah dan warga bekerja,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi jembatan yang ada sebelumnya dinilai sudah memerlukan perbaikan demi menjamin keselamatan pengguna. Karena itu, revitalisasi dilakukan agar akses tersebut menjadi lebih aman dan nyaman.

AKBP Sentot juga mengajak seluruh pihak untuk turut serta mengawasi proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan menghasilkan kualitas yang baik.

“Mari kita jaga bersama proses pembangunan ini. Harapannya, setelah selesai, jembatan ini bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang dan dirawat bersama,” katanya.

Program revitalisasi ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Sasagaran. Warga berharap pembangunan jembatan gantung tersebut dapat segera selesai sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih lancar dan aman.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik