26.7 C
Jakarta
Senin, September 21, 2026
Beranda blog Halaman 3

Camat Ciambar Ening Lasminingsih: Ngalongok Dulur di Lembur Momentum Gali Potensi dan Bangun Sukabumi Mubarakah

0
Oplus_131072

Wartain.com – Pemerintah Kecamatan Ciambar menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Bupati Sukabumi dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156, yakni “Ngalongok Dulur di Lembur”.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Camat Ciambar, Ening Lasminingsih, S.IP., M.Si. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan terobosan yang sangat baik untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat di tingkat bawah.

“Kami Pemerintah Kecamatan Ciambar menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156,” ujar Ening disela-sela acara,  Sabtu (19/9/2026).

Camat menilai, Ngalongok Dulur di Lembur, tidak hanya sekadar kegiatan seremonial peringatan hari jadi, tetapi memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Kegiatan yang dimulai dari Pusbangdai Cikembar, kemudian melewati beberapa kecamatan dan berkahir di Ujunggenteng – Ciracap itu, menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan langsung pimpinan daerah, Forkopimda, perangkat daerah, hingga masyarakat di lembur-lembur.

Lebih dari itu, Ngalongok Dulur di Lembur menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan potensi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi kepada khalayak luas.

Camat Ciambar Ening Lasminingsih: Ngalongok Dulur di Lembur Momentum Gali Potensi dan Bangun Sukabumi Mubarakah (Foto: Aab)

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan potensi wilayah, khususnya potensi pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, serta berbagai potensi masyarakat yang ada di Kabupaten Sukabumi,” jelas Ening.

Menurut Ening, setiap kecamatan di Kabupaten Sukabumi memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda. Melalui kegiatan ini, potensi tersebut bisa digali, dipromosikan, dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Khusus untuk Kecamatan Ciambar, pihaknya juga terus mendorong pengembangan UMKM, pariwisata berbasis alam, dan ekonomi kreatif sebagai penopang ekonomi lokal.

Ening juga menilai, kehadiran langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas, Sekda H. Ade Suryaman, dan jajaran Forkopimda di tengah masyarakat akan memberikan semangat baru bagi warga.

“Kehadiran pimpinan daerah secara langsung tentu menjadi motivasi bagi kami di kecamatan dan bagi masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Camat Ciambar menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian HJKS ke-156 berjalan sukses dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Sukabumi.

“Semoga kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur berjalan lancar, aman, dan sukses, serta semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Sukabumi,” harapnya.

Ening pun menutup dengan slogan penuh semangat kebersamaan yang menjadi spirit kegiatan tersebut: “Dari lembur kita bersilaturahmi, dari lembur kita menggali potensi, dan dari lembur kita bersama-sama membangun Sukabumi Mubarakah,” pungkasnya.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Rangkaian HJKS ke-156 “Ngalongok Dulur di Lembur”, FKDT dan UPZ Cikembar Dukung Penuh

0
Oplus_131072

Wartain.com – Semarak Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 dirayakan dengan cara yang dekat dengan rakyat. Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, jajaran Forkopimda, dan seluruh kepala perangkat daerah turun langsung dalam kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut diawali dari Pusbangdai Kecamatan Cikembar, melewati beberapa kecamatan, sampai nanti finish di Ujunggenteng-Ciracap . Sejak pagi, kawasan tersebut dipadati warga yang antusias mengikuti rangkaian pelayanan dan silaturahmi bersama jajaran pimpinan daerah.

Ngalongok Dulur di Lembur merupakan program khas Pemkab Sukabumi yang sengaja dihadirkan untuk memangkas jarak antara pemerintah dan masyarakat. Tidak hanya seremoni, kegiatan ini dikemas dengan pelayanan publik terpadu, bakti sosial, dan dialog langsung untuk menyerap aspirasi warga.

Bupati Asep Japar menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya bekerja dari balik meja. Melalui Ngalongok Dulur di Lembur, pemerintah ingin melihat langsung kondisi lapangan, memetakan potensi desa, sekaligus mendengar persoalan yang dihadapi masyarakat di akar rumput.

Suasana keakraban begitu terasa. Bupati dan Wakil Bupati tampak berbaur dengan warga, berdialog santai, serta meninjau sejumlah stand pelayanan yang disediakan. Warga pun memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan keluhan, usulan, dan harapan untuk pembangunan di wilayahnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari unsur keagamaan. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Cikembar turut ambil bagian aktif menyukseskan acara tersebut sebagai bentuk sinergi ulama dan umara.

Ketua UPZ sekaligus Ketua FKDT Kecamatan Cikembar, H. Ijam Jamaludin, M.Pd., mengatakan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adalah cerminan dari pelayanan yang sesungguhnya.

Rangkaian HJKS ke-156 “Ngalongok Dulur di Lembur”, FKDT dan UPZ Cikembar Dukung Penuh (Foto: Aab)

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kedekatan dan komunikasi yang lebih intens dengan masyarakat. Kami yang merupakan pelayan masyarakat, harus turun langsung ke masyarakat. Ini upaya memperkuat pelayanan serta pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Ijam di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat mendengar aspirasi secara utuh, tidak hanya berdasarkan laporan, tetapi melihat realita yang terjadi di masyarakat.

“Intinya FKDT dan UPZ Kecamatan Cikembar, selalu mendukung dan berpartisipasi aktif, mensukseskan program pemerintah daerah dalam membangun untuk kepentingan masyarakat Sukabumi,” tegasnya.

Pada momentum HJKS ke-156 ini, Ijam juga menyampaikan harapan besar sebagai Ketua FKDT Kecamatan Cikembar.

“Harapan kami di HJKS ke-156 ini, apa yang dilakukan Pemkab Sukabumi melalui Ngalongok Dulur di Lembur menjadi ikhtiar untuk membawa Kabupaten Sukabumi yang benar-benar Mubarakah. Maju, Unggul, Religius, Berkah, Amanah, dan penuh keberkahan. FKDT siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina generasi yang berakhlak dan religius,” pungkasnya.

Kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan saja, tetapi menjadi budaya pemerintahan yang humanis, responsif, dan selalu hadir di tengah denyut kehidupan masyarakat Kabupaten Sukabumi.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Festival Bonsai Nasional Semarakkan HJKS ke-156, Camat Jampangtengah Dorong Bonsai Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

0

Wartain.com – Semarak Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 Tahun 2026 semakin meriah dengan digelarnya Festival dan Pameran Bonsai Nasional di Alun-Alun Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah.

Kegiatan yang dipelopori Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Sukabumi tersebut menjadi ajang pertemuan para pegiat bonsai sekaligus ruang promosi potensi ekonomi kreatif masyarakat. Festival berlangsung sejak 3 September dan dijadwalkan berakhir pada 20 September 2026.

Pembukaan festival turut dihadiri Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, turut terlibat sebagai penanggung jawab dari unsur Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Ketua RUBI Sukabumi, Wahyu Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terjalin antara RUBI dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Sementara itu, Camat Jampangtengah, Ikhsan Muchlis Sani, menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival dan Pameran Bonsai Nasional tersebut.

Menurutnya, bonsai tidak hanya berkaitan dengan seni dan hobi, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif masyarakat.

“Budidaya dan seni bonsai bukan hanya sekadar hobi. Ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif,” ujar Ikhsan.

Ia berharap keberadaan festival tersebut dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengembangkan bonsai secara serius, sehingga Jampangtengah dan Kabupaten Sukabumi memiliki potensi baru yang dapat dikenal lebih luas.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi terhadap para pengurus dan anggota RUBI yang terus konsisten mengembangkan seni bonsai.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu poros bonsai nasional.

Selain prosesi gunting pita sebagai tanda dibukanya pameran, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul Bonsai; Karya Seni dan Investasi yang ditulis Penasehat RUBI Sukabumi, Achmad Zazuli.

Achmad Zazuli menjelaskan, buku tersebut tidak hanya membahas bonsai dari sisi botani maupun seni, tetapi juga mengangkat potensi bonsai sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat.

“Buku ini bukan berisi katalog gambar-gambar bonsai. Di dalamnya termuat gagasan besar terkait peluang emas peningkatan ekonomi masyarakat melalui mahakarya seni bonsai. Lebih dari itu, buku ini menyajikan cetak biru (design) rencana pembuatan Center of Excellence (CoE) serta pengembangan Desa Wisata Bonsai di Kabupaten Sukabumi,” ujar Achmad.

Festival tahun ini juga diikuti ratusan bonsai berkualitas. Tercatat sebanyak 270 pohon bonsai mengikuti kontes yang terbagi dalam sejumlah kategori ukuran, mulai dari kelas Small hingga Large.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri berskala nasional, di antaranya Ir. Gunardi (Gunting Cemani), Ruli Pangalila, dan Taman. Mereka turut didampingi juri lokal bersertifikat, Tetu Sumanjaya.

Melalui Festival dan Pameran Bonsai Nasional tersebut, rangkaian HJKS ke-156 tidak hanya menjadi momentum perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi seni, pelestarian tanaman, investasi, serta pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Festival ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat Jampangtengah sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi dalam pengembangan bonsai dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Intan)

Peras Kelompok Tani di Cisolok, Oknum Mengaku LSM KPK Jabar Kena OTT Polres Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Aksi dugaan pemerasan dengan modus mengatasnamakan lembaga antikorupsi terjadi di Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Seorang pria yang mengaku dari LSM KPK Jabar diciduk Tim Satreskrim Polres Sukabumi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat (18/9/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB di Citepus.

Korban adalah Robi Farid, Ketua Kelompok Tani Ciraden Girang, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok.

Robi didatangi dua pria Jumat pagi di kandang ternak di Kampung Marinjunggirang. Mereka mempertanyakan bantuan ternak domba tahun 2025.

Padahal, menurut Robi, ternak tersebut sudah jelas keberadaannya. Kelompoknya menerima 40 ekor. Namun pelaku mengklaim data di mereka hanya 20 ekor.

Siang harinya, pelaku kembali menghubungi Robi dan mengajak bertemu di depan Hotel Agusta, dekat Masjid Istiqomah, sekitar pukul 16.30 WIB.

Di lokasi itu, pelaku mempermasalahkan selisih data dan meminta uang tutup mulut Rp6 juta agar kasus tidak dilanjutkan.

Merasa diperas, Robi menolak dan langsung melapor ke Polres Sukabumi.

Polisi kemudian merancang OTT. Pertemuan penyerahan uang disepakati di depan Balai Desa Citepus. Begitu uang Rp5 juta diserahkan, polisi langsung menyergap pelaku.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan uang tunai Rp5 juta, lencana emas berlogo KPK dengan rantai, kartu-kartu identitas, NPWP, dan dokumen lainnya.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan OTT tersebut.

“Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan tadi malam. Terduga pelaku masih kami periksa secara intensif,” ujar Dudi, Sabtu (19/9/2026).

Polisi kini masih mendalami motif pelaku dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap apakah ada korban lain dengan modus serupa.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Yosep)

Camat Ikhsan: Ngalongok Dulur di Lembur Hadirkan Beragam Pelayanan untuk Masyarakat

0

Wartain.com – Kecamatan Jampangtengah menjadi pit stop pertama dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 melalui program Ngalongok Dulur di Lembur 2026. Kegiatan dipusatkan di Alun-Alun Jampangtengah, Sabtu (19/9/2026).

Camat Jampangtengah Ikhsan Muchlis Sani mengatakan, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pelayanan publik dan kegiatan sosial yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kita laksanakan kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur 2026, pit stop Alun-Alun Jampangtengah,” ujar Ikhsan.

Menurutnya, salah satu kegiatan utama yang digelar adalah Festival Bonsai. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah, pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan keluarga berencana, kesehatan hewan, SIM Keliling hingga Samsat Keliling.

“Di Alun-Alun Jampangtengah kita melaksanakan kegiatan pertama Festival Bonsai. Kemudian juga ada pelayanan-pelayanan kepada masyarakat mulai dari cek kesehatan gratis, pasar murah, pelayanan dari Dukcapil, pelayanan KB, kesehatan hewan, dan juga ada SIM Keliling serta Samsat Keliling,” jelasnya.

Tak hanya pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut meliputi sembako, kursi roda, bantuan bagi anak-anak yang terindikasi stunting, bantuan sektor pertanian, serta bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran.

Ikhsan mengapresiasi kehadiran Bupati Sukabumi H. Asep Japar beserta jajaran, Forkopimda dan unsur terkait yang hadir secara langsung di tengah masyarakat Jampangtengah untuk membuka sekaligus meninjau pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap Festival Bonsai dapat dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, Jampangtengah memiliki potensi bonsai yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi salah satu sektor industri kreatif.

“Kita berharap festival bonsai ini dilaksanakan rutin, karena memang ternyata Jampangtengah punya potensi terkait dengan bonsai ini menjadi salah satu industri kreatif yang potensial,” katanya.

Ikhsan menilai pengembangan bonsai tidak hanya dapat memperkenalkan potensi Jampangtengah dan Kabupaten Sukabumi secara lebih luas, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi para petani dan pengrajin.

“Mudah-mudahan bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas, tidak hanya di Sukabumi, tentunya bisa dikenal secara nasional. Pada akhirnya masyarakat, para petani dan juga pengrajin bisa merasakan dampak ekonomi,” ungkapnya.

Penataan Alun-Alun Jampangtengah

Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan juga menyambut baik informasi terkait rencana Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui perangkat daerah terkait untuk melanjutkan penataan Alun-Alun Jampangtengah.

Menurutnya, penataan tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan fungsi dan manfaat ruang publik bagi masyarakat.

“Kita mendengar informasi rencananya memang Pemda melalui Dinas PU akan melanjutkan penataan Alun-Alun Jampangtengah. Tentunya mudah-mudahan penataan ke depan bisa semakin menambah kemanfaatan area publik di Jampangtengah,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan kawasan tersebut dapat mendukung berbagai aktivitas positif masyarakat, mulai dari olahraga, kegiatan perekonomian hingga aktivitas kreatif dan sosial lainnya.

“Penambahan dan penataan selanjutnya akan menambah bagaimana kemanfaatan aktivitas masyarakat di Jampangtengah. Masyarakat bisa beraktivitas mulai dari kegiatan olahraga, perekonomian, dan juga kegiatan karya lainnya,” pungkasnya.

Ikhsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur 2026 di Jampangtengah. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Jaga Desa Jaga Demokrasi, Kejari Kabupaten Sukabumi Gandeng ABPEDNAS dan SMSI Gelar Podcast Jelang Pilkades Serentak 2027

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Sukabumi akan menggelar podcast dialog dan sinergi bertajuk “Jaksa Menyapa”.

Mengusung tema besar “JAGA DESA, JAGA DEMOKRASIKejaksaan & ABPEDNAS Menyongsong Pilkades Serentak 2027″, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman hukum di tingkat desa menjelang pesta demokrasi desa.

Podcast ini akan menghadirkan dua narasumber utama:
– Fahmi Rachman, S.H., M.H. – Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi
– Nuryadin SA, S.Pd. – Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Sukabumi

Dipandu oleh Host Eman Sulaeman, Ketua SMSI Sukabumi Raya, dialog akan dikemas dalam konsep “Dari Desa untuk Indonesia”.

Akan ada tiga segmen pembahasan yang sangat relevan:

Segmen 1: JAGA DESA

Membahas apa itu Program Jaga Desa, peran Kejaksaan, BPD dan Pemerintah Desa, hingga pencegahan masalah hukum sejak perencanaan, pengelolaan keuangan, aset dan BUMDes, serta deteksi risiko.

Segmen 2: RAPERDA DESA

Mengupas mengapa Perda Desa harus diperbarui, perubahan penting bagi desa, penguatan kelembagaan BPD, masa jabatan Kepala Desa dan BPD, BPMD Desa, perangkat desa, hingga pengelolaan keuangan dan peran ABPEDNAS.

Segmen 3: PILKADES SERENTAK 2027

Membahas apakah Pilkades 2027 sudah siap regulasi, kesiapan pemerintah desa, BPD dan masyarakat, potensi konflik hukum, netralitas BPD dan perangkat desa, politik uang, sengketa hasil Pilkades, serta peran Kejaksaan dalam pencegahan pelanggaran demi mewujudkan Pilkades yang demokratis dan berintegritas.

Podcast Jaksa Menyapa ini dijadwalkan tayang pada Selasa, 22 September 2026.

Dengan tagline Kejari Kabupaten Sukabumi “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman” dan ABPEDNAS “Bersama BPD untuk Desa yang Lebih Baik”, diharapkan sinergi ini mampu menciptakan desa yang taat hukum dan Pilkades yang damai di Kabupaten Sukabumi.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Ngalongok Dulur di Lembur, Bupati Sukabumi: Pelayan Publik Harus Dekat dengan Masyarakat

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda, serta perangkat daerah mengikuti kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156.

Kegiatan yang mulai di Pusat Pengembangan Budaya dan Industri (Pusbangdai), Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (19/9/2026), menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ngalongok Dulur di Lembur dikemas dalam kegiatan sosial dan pelayanan publik. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi, melihat kondisi di lapangan, serta memetakan berbagai potensi dan persoalan yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rangkaian peringatan HJKS ke-156, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kedekatan dan komunikasi dengan masyarakat. Kami yang merupakan pelayan masyarakat, harus turun langsung ke masyarakat. Ini upaya memperkuat pelayanan serta pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Asep Japar saat kegiatan di Pusbangdai Kecamatan Cikembar, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat mendengar aspirasi masyarakat sekaligus mengetahui secara lebih nyata berbagai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah.

Ia menegaskan, kedekatan antara pemerintah dan masyarakat penting untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta memastikan program pembangunan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan kepada seluruh rombongan yang mengikuti kegiatan agar menjaga ketertiban selama perjalanan, mengutamakan keselamatan, serta tetap kompak.

“Patuhi aturan lalu lintas dan saling mengingatkan selama perjalanan,” pungkasnya.

Kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati HJKS ke-156, sekaligus menjadi sarana pemerintah daerah untuk memperkuat silaturahmi dan kehadiran pelayanan publik di tengah masyarakat.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

PD KALAM Sukabumi Buka Open Donasi untuk Korban Kebakaran Rumah di Sekarwangi-Cibadak

0
Oplus_131072

Wartain.com – Solidaritas untuk korban musibah kebakaran terus mengalir. Pimpinan Daerah Keluarga Alumni Al-Masthuriyah (PD KALAM) Kabupaten Sukabumi membuka Open Donasi untuk korban kebakaran yang menimpa keluarga Bpk. Trisna Mediansyah & Ibu Eni, yang masih tercatat sebagai keluarga besar Al-Masthuriyah.

Ketua PD KALAM Kabupaten Sukabumi, Jihad, mengatakan, rumah korban hangus dilalap api pada dini hari hingga menyisakan puing. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, dengan taksiran kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Sebagai bentuk kepedulian sesama alumni dan masyarakat, PD KALAM Sukabumi mengajak seluruh Keluarga Alumni Al-Masthuriyah dan masyarakat umum untuk bersama-sama meringankan beban korban,” kata Jihad.

Bantuan dapat disalurkan melalui rekening resmi:

Rekening Tujuan:
No. Rekening: 7332903637
Bank: BSI
A.N. PD KALAM SUKABUMI

“Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung kepada keluarga Bpk. Trisna dan Ibu Eni untuk membantu kebutuhan mendesak dan proses pemulihan pasca kebakaran,” tambah Jihad.

“Solidaritas Keluarga Alumni Al-Masthuriyah Sukabumi, sekecil apapun bantuan sangat berarti bagi mereka yang sedang tertimpa musibah,” pungkas Jihad.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Dini Hari Mencekam di Sekarwangi Cibadak, Korsleting Diduga Hanguskan 4 Rumah, 11 Jiwa Mengungsi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Suasana dini hari yang tenang di Kampung Sekarwangi RT 01 RW 20, Kelurahan Cibadak, mendadak mencekam. Si jago merah mengamuk dan melalap empat rumah warga, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat kejadian, sebagian besar penghuni sedang terlelap. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik di bagian bawah salah satu rumah, dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan di sebelahnya.

Ketua RW yang rumahnya tak jauh dari lokasi menjadi saksi pertama yang melihat kobaran api. Teriakannya membangunkan warga. Upaya pemadaman swadaya langsung dilakukan warga sebelum petugas tiba.

“Awalnya kecil dari bawah rumah, tiba-tiba membesar. Dugaan sementara korsleting listrik,” ungkap Mawaldi, Petugas P2BK Cibadak.

Tiga pos pemadam kebakaran dikerahkan sekaligus – Posko Cibadak, Parungkuda, dan Cisaat – untuk menjinakkan api di permukiman padat tersebut. Api baru benar-benar padam 45 menit kemudian, pukul 01.45 WIB.

Tidak ada korban jiwa, namun dampaknya sangat berat. Lima KK atau 11 jiwa kehilangan tempat tinggal. Semua harta benda ludes, mulai dari perabot, pakaian, hingga dokumen vital seperti KTP, KK, sertifikat tanah, ijazah, dan buku nikah tak tersisa.

Kerugian ditaksir mencapai Rp750 juta. Lima rumah lain nyaris ikut terbakar.

Di lokasi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, Satpol PP, PLN, hingga pengurus RT/RW bahu-membahu melakukan asesmen.

Kini para korban mengungsi ke rumah kerabat. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan berupa terpal, logistik makanan, dan bantuan material bangunan.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemerintah Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia

0
Pemerintah Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia, 02 September 2026
“Mengabdi untuk Keadilan Berbakti untuk Negeri Kabupaten Sukabumi Mubarakah”