26.7 C
Jakarta
Rabu, Mei 6, 2026
Beranda blog Halaman 3

Pelantikan Pejabat di Pemkot Sukabumi, Perkuat Sistem Merit dan Tata Kelola Pemerintahans

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi menggelar pengambilan sumpah/janji jabatan serta pelantikan pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemkot Sukabumi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Selasa (5/5/2026).

Pelantikan ini merupakan bagian dari langkah penyegaran organisasi sekaligus penguatan sistem tata kelola pemerintahan agar semakin adaptif dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa proses pengisian jabatan kini telah mengacu pada sistem yang lebih modern dan terukur.

Menurutnya, pengangkatan pejabat dilakukan berdasarkan penerapan Sistem Merit dan Manajemen Talenta yang direkomendasikan Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Kepegawaian Negara.

“Seluruh ASN dinilai berdasarkan kompetensi dan potensi melalui metode 9 box talent management. Dengan begitu, promosi dan pengembangan karier dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai kapasitas masing-masing,” ujarnya.

Ayep juga mengungkapkan bahwa Kota Sukabumi termasuk daerah yang dinilai berhasil dalam implementasi sistem tersebut, bahkan direncanakan menjadi pilot project nasional.

Ia menambahkan, reformasi birokrasi tidak hanya berhenti pada penataan sumber daya manusia, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan penguasaan teknologi oleh aparatur sipil negara.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Sukabumi akan memperkuat peran BKPSDM dalam meningkatkan kompetensi digital ASN. Hal ini diharapkan mampu mendorong pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan berbasis teknologi, termasuk dalam pengelolaan data perpajakan dan pengembangan kawasan.

Pada kesempatan itu, Ayep menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan publik.

“Kami berharap pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi,” tegasnya.

Ia juga menilai, rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian penting dalam menempatkan sumber daya manusia terbaik guna mewujudkan pemerintahan yang profesional dan pelayanan publik yang semakin optimal bagi masyarakat Kota Sukabumi.

Daftar Pejabat yang Dilantik:

Yuli Noviawan – Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika

Handi Karyadi – Kepala Bidang Keselamatan Lalu Lintas dan Perlengkapan Jalan Dishub

Yanto Arisdiyanto – Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peran Serta Masyarakat DLH

Barlian Hady – Kepala Bidang Tata Ruang DPUTR

Arlan Paranti Rivai – Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil

Ritta Rosita – Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil

Henry Yoswara – Kepala Bidang Bina Marga DPUTR

Mamat – Lurah Gunungpuyuh, Kecamatan Gunungpuyuh

Juniawati – Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu

Reny – Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu

Edi Suhandi – Kepala Seksi Pemerintahan, Ketenteraman, dan Ketertiban Umum Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh

Diega Derbi Harahap – Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang

Iyep Kusmawardani – Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda DLH

Deni Denhari – Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda DLH

Zaenal Mubarok – Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Madya Setda

Darmawan Hadi Meliana – Manggala Informatika Ahli Pertama Diskominfo

Dewi Maleka Sari – Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Pertama Diskumindag

Adi Chandra Maulana – Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Pertama DPUTR

Sisca Puspita Sari – Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Pertama DPUTR

Rika Sulaeman – Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Pertama DPUTR(***)

Editor : Aab Abdul Malik

Seorang Bocah Ditemukan Tewas Usai Tercebur ke Septic Tank KDMP di Sukabumi

0

Wartain.com – Seorang balita berusia 4 tahun meninggal dunia setelah tercebur ke dalam septic tank di lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gegerbitung, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Sekretaris Kecamatan Gegerbitung, Samsul Arifin, membenarkan peristiwa tragis tersebut. Ia menjelaskan, korban saat itu tengah bermain bersama dua rekannya di area proyek pembangunan.

“Benar, ada anak usia sekitar 4 tahun yang sedang bermain bersama dua temannya. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke dalam septic tank di lokasi pembangunan KDMP,” ujar Samsul, Selasa (5/5/2026).

Ia menuturkan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gegerbitung bergerak cepat melakukan penanganan begitu menerima laporan kejadian. Aparat dari kepolisian, TNI, serta pemerintah desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Sejak awal kejadian, unsur kepolisian, TNI, dan pemerintah desa langsung melakukan penanganan di lapangan,” katanya.

Samsul menambahkan, seluruh proses penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari evakuasi korban hingga proses pemakaman yang berjalan sesuai prosedur.

“Seluruh rangkaian, dari evakuasi hingga pemakaman, dilakukan bersama oleh unsur Forkopimcam dan berjalan sesuai prosedur,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi saat korban bermain di sekitar lokasi proyek. Nahas, korban diduga terpeleset hingga terjatuh ke dalam lubang septic tank yang masih dalam kondisi terbuka.

Lokasi kejadian berada di kawasan Lapang Munjul, sekitar 100 meter dari rumah korban. Menurut Samsul, area tersebut bukan lokasi yang biasa dijadikan tempat bermain anak-anak karena berada di lahan yang menjorok ke area persawahan dan relatif sepi aktivitas.

“Selama ini lokasi tersebut jarang digunakan untuk bermain karena cukup jauh dan berada di area persawahan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa septic tank tersebut masih dalam tahap pembangunan. Lubang sudah digali, namun belum ditutup menggunakan beton.

Selain itu, saat kejadian berlangsung, tidak ada pekerja proyek di lokasi karena aktivitas pembangunan telah selesai sekitar pukul 16.00 WIB.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Banyak Perusahaan Diduga Ilegal, Anggi Maulana: DPMPTSP Jangan Biarkan Begitu Saja

0

Wartain.com – Permasalahan tata kelola perizinan di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi perhatian serius. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dinilai gagal menjalankan fungsi utamanya.

Sorotan datang dari SUPREMASI – Suara Perlawanan Mahasiswa & Masyarakat Sukabumi. Mereka menilai DPMPTSP tak maksimal memastikan tertib administrasi dan transparansi perizinan bagi perusahaan.

Berdasarkan hasil kajian dan temuan di lapangan, SUPREMASI menyebut masih banyak perusahaan yang diduga beroperasi tanpa mengantongi izin resmi.

Kondisi ini, kata mereka, menunjukkan lemahnya sistem pengawasan serta minimnya keterbukaan informasi kepada publik. Padahal transparansi perizinan bagian penting tata kelola pemerintahan yang bersih.

Koordinator Lapangan SUPREMASI, Anggi Maulana, menyampaikan bahwa pembiaran terhadap perusahaan tanpa izin tidak hanya melanggar aturan.

“Pembiaran ini berpotensi merugikan masyarakat, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi,” ujar.Anghi dalam keterangan resminya yang diterima redaksi, Selasa 05/05/2026.

“Kami menilai DPMPTSP tidak maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan. Banyak perusahaan yang tetap beroperasi tanpa kejelasan izin, dan ini dibiarkan begitu saja. Ini adalah bentuk kegagalan dalam penegakan aturan,” tegas Anggi.

Selain itu, masyarakat juga kesulitan mengakses informasi terkait legalitas perusahaan yang beroperasi di sekitar mereka. Hal ini memperlihatkan prinsip keterbukaan informasi publik belum dijalankan optimal.

Atas dasar tersebut, SUPREMASI menuntut tiga hal. Pertama, keterbukaan informasi secara transparan terkait perusahaan yang telah dan belum memiliki izin.

Kedua, penghentian segala bentuk pembiaran terhadap aktivitas perusahaan tanpa izin. Ketiga, penegakan aturan secara tegas terhadap pelanggaran perizinan yang terjadi.

Sebagai respons, SUPREMASI akan menggelar aksi massa di DPMPTSP Kabupaten Sukabumi. Aksi ini untuk mendorong perbaikan sistem perizinan dan penegakan hukum yang adil.

Melalui gerakan ini, SUPREMASI berharap pemerintah daerah segera evaluasi menyeluruh kinerja DPMPTSP. Langkah konkret diminta agar tak ada lagi perusahaan beroperasi tanpa izin.

“Transparansi, Keadilan, dan Penegakan Aturan adalah harga mati!” tutup pernyataan sikap SUPREMASI.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kawal Kasus Kematian Almarhum Firman, BEM Nusantara Sukabumi Raya Desak Transparansi di Mapolres Sukabumi

0

Wartain.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Jawa Barat (Sukabumi Raya) menggelar audiensi dengan jajaran Polres Sukabumi, para mahasiswa diterima langsung oleh pak Kapolres Sukabumi. Langkah ini diambil guna mengawal penanganan kasus dugaan penganiayaan yang menimpa almarhum Firman Nurjaman, seorang penyandang disabilitas mental yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Panti Sosial Aura Welas Asih. Selasa, 5 Mei 2026.

Koordinator Wilayah (Korwil) BEM Nusantara Sukabumi, Rahmadi L. Making, menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kasus ini. Menurutnya, perlindungan terhadap kelompok rentan telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan UU Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

“Hari ini kami melakukan audiensi dengan Kapolres Kabupaten Sukabumi bertujuan agar kasus dugaan penganiayaan terhadap Almarhum Firman segera diatensi. Kami mendesak agar penegakan hukum dibuka setransparan mungkin sehingga keadilan bagi korban bisa ditegakkan,” tegas Rahmadi. Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku diadili sesuai undang-undang yang berlaku.

Menanggapi desakan tersebut, Kanit Jatanras Polres Sukabumi menyatakan bahwa saat ini perkara dugaan pengeroyokan dan atau penganiayaan tersebut sedang dalam penanganan intensif. Pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum terus berjalan dan menjadi prioritas.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sebanyak sembilan orang saksi dan tengah mengumpulkan bukti-bukti pendukung lainnya. Untuk memperkuat penyidikan, tim kepolisian dijadwalkan akan berangkat ke RSUD Karawang guna mengambil rekam medis serta mengklarifikasi dokter yang menangani korban sebelum meninggal.

Selain itu, pihak kepolisian juga berencana mengunjungi RSUD Marzuki Mahdi untuk menelusuri riwayat pengobatan almarhum.

“Kami serius menanganinya sampai maksimal penyelidikannya. Mohon kepada adik-adik mahasiswa, perkara ini tidak terhenti dan kami bekerja maksimal,” ujar Kanit Jatanras.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Camat Caringin Terpilih Jadi Ketua Apekkasi, Bupati Asjap: Jaga Kekompakan dalam Pembangunan dan Pelayanan

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengukuhkan jajaran pengurus Asosiasi Perangkat Kecamatan se Kabupaten Sukabumi (Apekkasi) masa bakti 2026-2029 di Saung Hegar Rizky, Selasa, 5 Mei 2026. Pengukuhan tersebut dilakukan pasca terpilihnya Camat Caringin Ridwan Agus Mulyawan sebagai Ketua Apekkasi.

Ridwan Agus Mulyawan sendiri, terpilih secara aklamasi dalam musyawarah Apekkasi yang digelar di Saung Hegar Rizky, Selasa pagi, 5 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, Apekkasi ini merupakan wadah para camat untuk berkolaborasi. Terutama dalam membangun setiap wilayahnya masing-masing.

“Di dalam organisasi ini, para camat bisa berdiskusi, berkolaborasi, dan bekerjasama dalam memajukan wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurut bupati, kekompakan semua pihak sangat diperlukan dalam membangun Kabupaten Sukabumi. Termasuk para camat yang menjadi ujung tombak di wilayah.

“Kita harus kompak dan solid dalam membangun Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Selain itu, harus diingat pula terkait tugas ASN. Salah satunya ialah melayani masyarakat.

“Sebagai ASN kita harus bisa melayani masyarakat. Sebagai ASN kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mari kita berkolaborasi untuk mewujudkan itu semua,” ajaknya

Sementara itu, Ketua Apekkasi Ridwan Agus Mulyawan berkomitmen untuk membesarkan organisasi tersebut melalui berbagai program. Termasuk mengedapankan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ke depan, mohon arahan dan bimbingan. Kami siap berkolaborasi dalam memajukan wilayah,” pungkasnya***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dewan Dadang Hermawan: Turnamen Desa Jadi Kawah Candradimuka Bakat Sepakbola

0
Oplus_131072

Wartain.com – Tim sepakbola Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, berhasil keluar sebagai juara pertama dalam turnamen sepakbola antar desa bertajuk “Se Alam Dunia”.

Turnamen digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Ujunggenteng ke-18. Ajang ini diikuti 54 tim dari berbagai desa se-Kabupaten Sukabumi dengan sistem gugur.

Pertandingan final mempertemukan Desa Purwasedar melawan tim Desa Sukajadi, Kecamatan Cimanggu. Laga berlangsung 2 x 30 menit dan berjalan sengit.

Dalam laga puncak itu, Desa Purwasedar mengunci kemenangan dengan skor tipis 1-0. Gol penentu lahir di menit-menit akhir babak kedua lewat sontekan Anton, pemain bernomor punggung 10.

Kemenangan dramatis ini disambut euforia pendukung Purwasedar yang memadati lapangan. Gelar juara jadi kado manis bagi warga Ciracap.

Sementara itu, posisi juara ketiga diraih Desa Pasiripis setelah menundukkan tim Desa Buniwangi dengan skor 2-0 di partai perebutan tempat ketiga.

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKB, Dadang Hermawan, menyampaikan bahwa turnamen antar desa ini jadi ajang penting mengembangkan bakat generasi muda, khususnya sepakbola.

“Turnamen ini menjadi arena pengembangan bakat anak-anak desa. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” ujarnya kepada  Minggu (3/5/2026).

Kepala Desa Ujunggenteng, Sahid Siam, menambahkan bahwa turnamen ini merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka memeriahkan HUT desa.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan tersebut. Mulai dari panitia, karang taruna, hingga rukun nelayan.

“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar. Selamat kepada para juara dan terima kasih kepada seluruh desa peserta. Semoga ke depan turnamen ini semakin semarak,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Purwasedar, Defi Susandi, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tim desanya. Ia berterima kasih kepada pemain, official, dan warga.

“Terima kasih kepada seluruh tim dan warga yang telah mendukung. Alhamdulillah Desa Purwasedar bisa meraih juara pertama,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Komisi I DPRD Rampungkan Raperda Tanah Terlantar, Iwan Ridwan: Titipan Allah Harus Bermanfaat

0
Oplus_131072

Wartain.com – Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menuntaskan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pendataan, pelaporan, dan pemanfaatan kawasan dan tanah terlantar, Senin (4/5/2026).

Pembahasan dilakukan secara intensif antara Komisi I DPRD bersama Bagian Hukum, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR), Dinas Pertanian, DPMPTSP, serta Dinas Ketahanan Pangan.

Hasilnya, Raperda tersebut disepakati bersama setelah sejumlah masukan sebagai penyempurnaan dari Biro Hukum Provinsi Jawa Barat ditindaklanjuti secara mufakat.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, mengatakan secara substansi Raperda ini sangat penting sebagai landasan hukum bagi pemerintah daerah.

Landasan itu dibutuhkan untuk menyikapi lahan-lahan yang terindikasi terlantar serta perlu dibuat kebijakan pendayagunaannya oleh negara melalui pemerintah daerah.

“Kita berharap tanah atau lahan yang merupakan titipan dari Allah SWT dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” paparnya.

Ia menambahkan, setelah pembahasan selesai, Raperda ini akan dibawa ke rapat paripurna DPRD untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah yang definitif.

“Setelah selesai pembahasan hari ini, Raperda ini akan kita bawa ke Rapat paripurna DPRD untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah yang definitif,” ujarnya.

Dalam Raperda tersebut, objek tanah yang dimaksud terindikasi terlantar meliputi tanah Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), serta tanah yang diperoleh dari Dasar Penguasaan Atas Tanah (DPAT) yang sengaja tidak dimanfaatkan.

Iwan menekankan, Perda ini jadi pintu masuk penataan ulang aset tanah di Sukabumi. Lahan tidur bisa dialihkan untuk pertanian, ketahanan pangan, atau kepentingan publik.

Kesuksesan implementasi Raperda ini, kata Iwan, akan lebih maksimal dengan kerja sama yang baik. Masyarakat, ormas, serta pemerintahan desa diminta aktif mengawasi.

“Kesuksesan implementasi Raperda ini tentu akan lebih maksimal dengan kerjasama yang baik antara masyarakat, ormas serta pemerintahan desa dalam mengawasi tanah tanah terlantar di wilayahnya untuk disampaikan kepada pemerintah daerah. Semoga terjalin kerjasama yang baik,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sensasi Prasmanan Khas Sunda di Depan Polres Sukabumi, Sop Ikan Marlin Jadi Andalan

0

Wartain.com || Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pesisir Pelabuhanratu terus menunjukkan eksistensinya melalui ragam kuliner yang menggugah selera. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Warung Nasi Teh Iis Tea yang berlokasi di Citepus, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Berada tepat di depan markas Polres Sukabumi, warung ini telah menjadi titik kumpul favorit bagi warga lokal maupun pengendara yang melintas selama tujuh tahun terakhir. Selasa,

Warung ini menawarkan konsep pelayanan prasmanan, sebuah daya tarik yang memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk mengambil porsi dan jenis lauk sesuai selera mereka sendiri. Langkah ini terbukti efektif dalam membangun kedekatan dengan pelanggan, karena menghadirkan suasana makan yang santai layaknya di rumah sendiri. Konsistensi dalam rasa dan pelayanan membuat usaha milik Bu Iis ini mampu bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin kompetitif.

Menu yang disajikan merupakan representasi kekayaan dapur Sunda yang autentik. Pelanggan dapat memanjakan lidah dengan berbagai pilihan lauk seperti karedok yang segar, perkedel, ikan mas goreng, hingga tempe orek yang gurih. Tak hanya itu, sebagai wilayah yang dekat dengan pelabuhan, olahan ikan laut segar menjadi sajian wajib yang selalu tersedia di meja pajangan setiap harinya untuk memuaskan hasrat kuliner para pengunjung.

Dari sekian banyak menu yang tersedia, Sop Ikan Ekor Marlin muncul sebagai primadona atau menu andalan yang paling banyak dicari. Tekstur daging ikan marlin yang padat namun lembut, dipadukan dengan kuah sop yang bening dan kaya akan rempah, memberikan sensasi kesegaran yang unik. Untuk melengkapi pengalaman bersantap, segelas es jeruk segar seringkali menjadi pilihan pendamping utama guna menetralisir rasa setelah menikmati hidangan laut.

Daya tarik utama lainnya dari Warung Nasi Teh Iis Tea adalah harganya yang sangat merakyat dan terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Hanya dengan mengeluarkan uang mulai dari Rp10.000, pelanggan sudah bisa menikmati seporsi nasi lengkap dengan lauk telur. Strategi harga ini sengaja diterapkan oleh Bu Iis agar warungnya tetap bisa diakses oleh siapa saja, mulai dari pekerja harian hingga wisatawan, tanpa harus menguras kantong.

Jam operasional warung ini tergolong cukup panjang, yakni mulai pukul 06.00 WIB pagi saat jam sarapan hingga tutup pada pukul 21.00 atau 22.00 WIB malam. Meskipun memiliki mobilitas tinggi dalam melayani pelanggan setiap hari, Bu Iis memutuskan untuk meliburkan usahanya pada hari Minggu guna memberikan waktu istirahat bagi pengelola. Hal ini justru membuat pelanggan seringkali merindukan masakan Teh Iis dan kembali memenuhi warung saat hari Senin tiba.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Camat Margahayu Hadiri Siraman Rohani ASN se-Kabupaten Bandung

0

Wartain.com – Camat Margahayu, Dr. Nur Hazanah, menghadiri kegiatan Siraman Rohani bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Bandung yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Bandung dalam rangka pembinaan mental dan spiritual ASN guna meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta etos kerja yang berintegritas.

Bupati Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, menekankan pentingnya peningkatan spiritualitas bagi ASN sebagai fondasi dalam menghadirkan solusi yang bijak serta pelayanan optimal kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Moh. Toha.

Menurutnya, kesehatan ASN tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan kesehatan mental agar mampu menghadapi berbagai persoalan dengan penuh pertimbangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk memanfaatkan momentum menjelang bulan Dzulhijjah guna memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk refleksi diri dalam menjalankan tugas. Ia turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas daerah melalui hubungan harmonis antara buruh dan pengusaha sebagai penopang perekonomian Kabupaten Bandung.

Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan tekanan inflasi, Bupati memastikan kondisi fiskal Kabupaten Bandung masih relatif stabil. Ia juga mengapresiasi kekompakan ASN serta mengingatkan agar tetap bersyukur dan menjaga kinerja demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Kukuhkan Forum MTA, Bupati Asjap: Kuatkan Komitmen Wujudkan Tatakelola Pemerintah yang Melayani

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat nilai keagamaan di jajaran aparaturnya. Hal itu dengan dibentuk dan dikukuhkannya Forum Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Pendopo, Selasa,5 Mei 2026.

Forum yang dipimpin langsung Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman untuk periode 2025-2030 ini, sengaja dibentuk sebagai wadah menghimpun aspirasi dan silaturahmi dalam pelaksanaan tugas di lingkungan aparatur Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, forum ini dibentuk sebagai tempat merumuskan kebijakan, pengkajian, dan efektivitas pelaksanaan MTA.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus membina aparatur melalui keagamaan. Hal itu sebagai bagian strategi membangun SDM yang unggul, berintegritas, dan berakhlak mulia.

“Kehadiran forum ini sebagai ikhtiar membawa perubahan positif bagi mental dan spiritual aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Nilai-nilai religius menjadi landasan dalam membentuk karakter aparatur yang judul,amanah, dan bertanggungjawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati memiliki harapan besar terhadap forum ini. Terutama sebagai motor penggerak dalam menumbuhkan nilai nilai religius aparatur. Hal itu demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

“Saya berharap kepengurusan Forum MTA ini mampu menghadirkan inovasi dakwah yang relevan bagi ASN,” harapnya

Oleh karena itu, bupati berpesan agar forum ini membuat program yang menarik, menyejukkan, dan mampu menjawab persoalan yang relevan dengan lingkungan kerja ASN.

“Di momentum ini, mari kita meneguhkan kembali komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani yang berlandaskan nilai-nilai iman dan takwa,” ungkapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)