Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali melaksanakan agenda tahunan Muhibah Ramadhan 1447 H. Memasuki titik keempat, kegiatan kali ini dipusatkan di Masjid Besar Al Misbahul Huda, Kecamatan Simpenan, pada Selasa (3/3/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sukabumi, tokoh ulama, organisasi keagamaan, serta ratusan masyarakat setempat. Mengingat Bupati Sukabumi sedang berhalangan hadir karena alasan kesehatan, kehadiran beliau diwakili langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, S.E.
Sejak siang hari, kemeriahan sudah terlihat dengan adanya bazar bahan pokok yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah.
Rangkaian acara inti kemudian dilanjutkan dengan:
1. Khotam Al-Qur’an Kubro dan Sholat Ashar berjamaah.
2. Penyerahan bantuan sosial berupa 200 paket sembako untuk kaum dhuafa dan anak yatim.
3. Pemberian bantuan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) bagi salah satu warga Kecamatan Simpenan.
4. Undian Bantuan Umroh yang diperuntukkan bagi guru madrasah, guru pengajian, marbot, dan muadzin sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Andreas menekankan bahwa Ramadhan adalah kawah candradimuka bagi keimanan seseorang. Ia mengingatkan bahwa esensi ibadah bukan hanya saat bulan suci berlangsung, melainkan konsistensinya di bulan-bulan berikutnya.
“Ayo kita tingkatkan iman kita di bulan suci ini sebagai momentum. Muhibah Ramadan ini adalah salah satu pengingat bahwasanya momentum ini bukan tentang Ramadan saja, tapi bagaimana kita sebagai hamba Allah harus menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya setiap detiknya,” ujar H. Andreas.
Beliau menambahkan bahwa Ramadhan merupakan ajang latihan bagi umat Muslim. “Nanti pertempurannya setelah Ramadan, biasanya seperti itu,” imbuhnya.
Kegiatan ditutup dengan tausyiah agama dan doa bersama, yang kemudian diakhiri dengan buka puasa bersama serta Sholat Maghrib berjamaah untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan warga.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
