26.7 C
Jakarta
Selasa, September 22, 2026
Beranda blog Halaman 4

Polres Sukabumi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Cibadak, LKBHMI Beri Pendampingan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Aparat Kepolisian Resor Sukabumi tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Perkara tersebut telah dilaporkan secara resmi dan tercatat dalam Laporan Polisi di SPKT Polres Sukabumi pada akhir Juli 2025. Saat ini laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh penyidik.

Pihak pelapor menyebutkan terdapat lebih dari satu anak yang diduga menjadi korban. Seluruhnya merupakan anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar sekolah dasar.

Dalam proses hukum yang berjalan, identitas para korban dilindungi sepenuhnya. Pemberitaan ini tidak menyebutkan nama, inisial korban, alamat rinci, nama sekolah, maupun informasi lain yang dapat mengarah pada pengungkapan identitas anak, sesuai dengan prinsip Pedoman Pemberitaan Ramah Anak.

Terlapor dalam perkara ini adalah seorang laki-laki lanjut usia. Untuk menghormati asas praduga tak bersalah, yang bersangkutan masih berstatus sebagai terduga dan proses pembuktian sepenuhnya berada pada kewenangan penyidik.

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Sukabumi melakukan pendampingan terhadap keluarga korban. Pendampingan dilakukan oleh Randi Firmansyah selaku anggota LKBHMI.

Pendampingan difokuskan pada pemenuhan hak-hak anak sebagai korban, termasuk hak atas perlindungan, hak untuk didengar keterangannya dengan pendampingan, serta hak untuk mendapatkan layanan pemulihan.

“Langkah pertama yang harus dipastikan adalah keselamatan dan pemulihan psikologis anak. Proses hukum harus berjalan dengan pendekatan ramah anak, tidak mengintimidasi, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Randi.

LKBHMI mendorong Polres Sukabumi untuk melakukan penyelidikan secara profesional, menyeluruh, dan sensitif terhadap kondisi anak. Termasuk memastikan proses pengambilan keterangan dilakukan di ruang pelayanan khusus anak dan didampingi pendamping profesional.

LKBHMI juga mengingatkan semua pihak untuk tidak melakukan penghakiman, penyebaran identitas, maupun stigma terhadap anak yang diduga menjadi korban. Perlindungan dari tekanan sosial dan pemberitaan yang sensasional harus menjadi prioritas bersama.

Sesuai UU Perlindungan Anak dan PPRA, publik diimbau untuk tidak menyebarluaskan foto, video, alamat, maupun informasi yang dapat mengidentifikasi korban. Pemberian dukungan moral kepada keluarga dan korban jauh lebih dibutuhkan dibanding rasa ingin tahu terhadap kronologi rinci.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti. LKBHMI menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan terus mengawal agar hak-hak anak korban terlindungi serta mendapatkan kepastian hukum.***

Disclimer : Pemberitaan ini bersifat informatif, semua data dan identitas kami rahasiakan. Redaksi hanya akan membuka semua data dan identitas kepada pihak yang berwenang.

Editor: Aab Abdul Malik

(DH)

Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-12 STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kukuhkan 350 Sarjana Baru

0
Oplus_131072

Wartain.com – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bina Mutiara sukses menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-12 yang bertempat di Gedung Anton Soedjarwo, Jalan Bhayangkara, Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Acara sakral yang sarat akan khidmat ini menjadi tonggak sejarah penting bagi dunia pendidikan tinggi di wilayah Sukabumi dalam mencetak tenaga pendidik yang berkualitas. Sabtu (19/9/2026).

Sidang senat terbuka ini diikuti oleh sebanyak 350 mahasiswa dari berbagai program studi. Para wisudawan dan wisudawati tersebut resmi dikukuhkan setelah menyelesaikan masa studi mereka dari tiga program studi di lingkungan STKIP Bina Mutiara, yaitu Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Pelaksanaan wisuda di Gedung Anton Soedjarwo berlangsung dengan tertib dan lancar di bawah sorotan layar utama yang menampilkan tema sidang senat terbuka. Acara ini dihadiri oleh jajaran senat kampus, unsur pimpinan, dosen, serta sanak saudara yang mendampingi para peserta untuk menyaksikan momen puncak kelulusan sarjana tahun ini.

Suasana haru dan rasa syukur yang mendalam menyelimuti seluruh hadirin, terutama para wisudawan yang telah menuntaskan perjalanan akademik mereka. Rasa bangga dan apresiasi tinggi turut diungkapkan oleh salah satu wisudawati berprestasi, Sarah Mahriyah Pahira, yang membagikan kesan mendalam serta harapannya selama berkuliah di STKIP Bina Mutiara.

Sarah menyampaikan rasa syukur atas seluruh pengalaman berharga yang didapatkannya di kampus.

“Selama menempuh pendidikan di STKIP Bina Mutiara, saya mendapatkan banyak pengalaman yang tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga membentuk cara berpikir, berorganisasi, bekerja sama, dan berkontribusi di lingkungan sekitar. Bagi saya, kampus bukan hanya tempat untuk memperoleh gelar, tetapi juga menjadi ruang untuk bertumbuh, belajar dari berbagai pengalaman, dan menemukan arah untuk melangkah ke tahap berikutnya,” ungkap Sarah.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman terlibat dalam berbagai kegiatan kampus akan menjadi bekal berharga bagi para alumni untuk terus berkarya, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Kelulusan 350 sarjana baru ini diharapkan mampu menjadi energi baru bagi kemajuan dunia pendidikan, baik di Kota dan kabupaten Sukabumi maupun di kancah nasional. Pihak kampus dan para lulusan berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi, melakukan riset, serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan demi memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Yosep)

Persija Jakarta Bungkam Malut United 1-0: Gol Cepat Arlyansyah Abdulmanan Kerek Posisi Macan Kemayoran ke Peringkat Kedua Klasemen

0

Wartain.com – Persija Jakarta sukses mengamankan kemenangan krusial dengan skor tipis 1-0 atas Malut United dalam pertandingan lanjutan Liga 1 yang berlangsung pada hari ini, Sabtu (19/9/2026). Hasil positif ini diraih oleh skuad Macan Kemayoran setelah tampil solid sepanjang 90 menit penuh dan mempertahankan dominasi atas tim lawan.

Gol tunggal penentu kemenangan Persija Jakarta dicetak oleh penyerang muda berbakat, Arlyansyah Abdulmanan, saat pertandingan baru berjalan pada menit ke-13. Memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan, ia sukses mengkonversi peluang emas menjadi gol pembuka yang mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Keunggulan cepat di babak pertama tersebut berhasil dijaga dengan baik oleh lini pertahanan Persija yang dikomandoi oleh barisan belakang berpengalaman. Hingga peluit panjang dibunyikan tanda berakhirnya pertandingan, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan mutlak tim ibu kota.

Berkat tambahan tiga poin penuh ini, posisi Persija Jakarta di papan klasemen sementara Liga 1 mengalami lonjakan signifikan ke peringkat kedua. Macan Kemayoran kini mengoleksi catatan impresif dari rangkaian laga awal musim reguler yang kompetitif.

Sebaliknya, hasil negatif ini membuat Malut United harus tertahan di posisi ke-17 klasemen sementara. Tim tamu gagal keluar dari tekanan ketat yang diberikan oleh lini tengah Persija sepanjang jalannya pertandingan.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persija Jakarta untuk menatap laga-laga selanjutnya di kompetisi Liga 1 musim ini. Konsistensi permainan yang ditunjukkan anak asuh pelatih di awal musim menjadi sinyal kuat bahwa mereka siap bersaing di jalur perebutan juara.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Yosep)

Dari Toleransi ke Aksi Sosial, Pemkot Dorong Penyelesaian Masalah Warga

0

Wartain.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mengajak masyarakat memaknai toleransi tidak sebatas menjaga kerukunan antarumat beragama, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Hal itu disampaikan Ayep saat menghadiri Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dan Rumah Toleransi Kota Sukabumi di Teras Alam Adventure, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Ayep, keberadaan Rumah Toleransi dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan di lingkungannya.

Ia mengapresiasi para inisiator yang telah menghadirkan wadah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan di Kota Sukabumi.

“Toleransi di Kota Sukabumi tidak cukup hanya diwujudkan melalui slogan, tetapi harus dibuktikan melalui implementasi nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.

Ayep mengatakan, semangat toleransi tersebut perlu diterjemahkan dalam berbagai bentuk aksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui upaya bersama dalam menyelesaikan persoalan pengangguran, kemiskinan, dan stunting.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan persoalan dasar masyarakat dapat ditangani secara efektif.

Karena itu, Ayep menekankan pentingnya penggunaan anggaran secara tepat sasaran. Setiap program pemerintah diharapkan memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang menjadi sasaran.

“Penggunaan anggaran harus benar-benar memberikan manfaat dan tepat sasaran, sehingga program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sukabumi akan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan. Evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat sejauh mana anggaran dan kebijakan yang dijalankan mampu menghasilkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

Ayep kemudian mengaitkan nilai toleransi dengan tanggung jawab bersama dalam menghadapi persoalan sosial.

Menurutnya, kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan ekonomi, anak yang menghadapi persoalan stunting, maupun masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan juga merupakan bagian dari penerapan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini adalah implementasi dari toleransi, toleran kepada stunting, toleran kepada kemiskinan, toleran kepada pengangguran. Itu yang harus kita selesaikan,” tegasnya.

Ia berharap semangat yang dibangun melalui Rumah Toleransi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, dan seluruh elemen warga.

Dengan demikian, nilai toleransi tidak berhenti pada menjaga hubungan yang harmonis, tetapi juga menjadi landasan untuk membangun kepedulian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Anggaran MBG Tembus Rp134,2 Triliun hingga Agustus 2026

0

Wartain.com – Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meningkat sepanjang 2026. Hingga akhir Agustus, pemerintah telah merealisasikan anggaran sebesar Rp134,2 triliun untuk program tersebut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, realisasi tersebut tercatat hingga 31 Agustus 2026 atau selama delapan bulan pelaksanaan APBN 2026.

Menurut Suahasil, peningkatan penyaluran anggaran tersebut berjalan seiring dengan pembenahan yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan ketepatan sasaran program MBG.

“Kepala BGN koordinasi erat dengan kami. Kemenkeu mendukung reform BGN yang sedang berjalan, dan Kemenkeu terus melakukan koordinasi dengan BGN,” kata Suahasil.

Data dalam paparan APBN KiTa edisi September 2026 menunjukkan penyerapan anggaran MBG mengalami peningkatan dari bulan ke bulan.

Pada Januari 2026, realisasi tercatat Rp19,55 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp75 triliun pada April, Rp101,10 triliun pada Juni, hingga mencapai Rp134,19 triliun pada Agustus 2026.

Sejalan dengan peningkatan anggaran, cakupan penerima manfaat juga mengalami pertumbuhan. Pada Agustus 2026, program MBG telah menjangkau sekitar 57 juta penerima yang dilayani melalui 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Jumlah penerima manfaat tersebut meningkat dibandingkan Januari 2026 yang berada di angka 52,4 juta penerima.

Dari total penerima pada Agustus, sebanyak 46,2 juta merupakan siswa, sedangkan penerima dari kelompok non-siswa mencapai 10,8 juta orang.

Di tengah perluasan cakupan program, BGN juga melakukan sejumlah pembenahan terhadap mekanisme pelaksanaan MBG, khususnya terkait standar keamanan pangan dan penentuan penerima manfaat.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah kewajiban setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan kebersihan.

BGN juga melakukan penutupan terhadap SPPG yang belum memenuhi ketentuan higienitas. Meski demikian, layanan kepada penerima manfaat tetap diarahkan agar tidak terhenti.

Selain itu, pemerintah melakukan penataan layanan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

SPPG di wilayah tersebut diprioritaskan untuk kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta santri.

Perubahan lainnya dilakukan dalam penentuan sasaran penerima. Penetapan penerima manfaat yang sebelumnya dilakukan di tingkat SPPG kini dialihkan kepada BGN.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi pendataan sekaligus memastikan penyaluran MBG lebih sesuai dengan kelompok yang menjadi sasaran program.

Dengan serangkaian reformasi tersebut, pemerintah menyatakan pelaksanaan MBG akan terus diarahkan agar perluasan cakupan penerima berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan keamanan layanan.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Raker BMPS Jabar, Pemkot Sukabumi Tekankan Pentingnya Pendidikan Adaptif dan Berbasis Teknologi

0

Wartain.com – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Jawa Barat didorong untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan sekaligus kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) DPW BMPS Provinsi Jawa Barat “Tour of Duty 2026” Wilayah I yang digelar di Aula SMA Islam Al Azhar Kota Sukabumi, Sabtu (19/9/2026).

Wilayah I BMPS Jawa Barat dalam kegiatan tersebut meliputi Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mengatakan, perguruan swasta memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, lembaga pendidikan swasta tidak hanya berperan menyediakan akses pendidikan, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Keberadaan perguruan swasta memiliki peran strategis karena mampu menghadirkan inovasi dan pendidikan berkualitas melalui kepemimpinan, kompetensi, serta integritas para pengelolanya,” ucap Ayep Zaki.

Ia mendorong BMPS memperkuat sinergi dengan pemerintah, terutama dalam merancang pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan maupun tata kelola pemerintahan. Ayep menilai teknologi seperti coding dan artificial intelligence (AI) perlu mulai diperkenalkan dan dimanfaatkan secara lebih luas.

“Pemerintah Kota Sukabumi tengah mendorong pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan data secara real time, termasuk terkait ketenagakerjaan, stunting, kemiskinan, serta kondisi sosial masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Ayep, ketersediaan data yang lebih cepat dan akurat dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Pendekatan serupa, kata dia, juga diperlukan dalam menangani berbagai persoalan sosial seperti pengangguran, kemiskinan ekstrem, dan stunting.

Ia menilai, program penanganan persoalan tersebut perlu diarahkan langsung kepada masyarakat yang menjadi sasaran agar anggaran yang tersedia memberikan manfaat secara nyata.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Sukabumi juga tengah mendorong keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja. Salah satunya melalui program pelatihan keterampilan bagi calon pekerja migran yang dipersiapkan melalui pendidikan selama enam bulan hingga memperoleh sertifikasi kompetensi.

Ayep berharap skema tersebut tidak hanya diterapkan di Kota Sukabumi, tetapi dapat diperluas kepada lulusan SMK di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia kerja dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan sekaligus meningkatkan kompetensi lulusan.

Ayep, yang juga memiliki pengalaman mengelola sejumlah lembaga pendidikan, menyebut pendidikan sebagai bagian penting dalam pembangunan manusia.

Ia mengatakan, pengalaman mengelola 21 lembaga pendidikan yang mencakup PAUD, SMP, SMA, politeknik, LPK, LSP hingga LP3H menjadi bagian dari perhatiannya terhadap pengembangan sektor pendidikan.

“Pendidikan merupakan kunci dalam memutus mata rantai kebodohan, kemiskinan, pengangguran, dan stunting.”

Rapat Kerja DPW BMPS Provinsi Jawa Barat “Tour of Duty 2026” Wilayah I kemudian secara resmi dibuka. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi BMPS di wilayah Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur dalam menghadapi dinamika pendidikan ke depan.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

HUT HIMPAUDI Ke-21, Pemkot Sukabumi Dorong Pembelajaran PAUD Tanpa Ketergantungan Gadget

0

Wartain.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mendorong penguatan pembelajaran anak usia dini melalui aktivitas bermain dan belajar secara langsung. Hal ini dinilai penting di tengah tingginya penggunaan gawai dan media sosial di kalangan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ayep Zaki saat menghadiri HUT HIMPAUDI ke-21, Workshop Creative Learning dan Fun Camp HIMPAUDI Kota Sukabumi yang mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD” di Villa Aku Cantik, Kota Sukabumi, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Ayep, pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter sekaligus mendukung tumbuh kembang anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

“Usia dini merupakan masa penting yang perlu diisi dengan aktivitas yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ucapnya.

Ayep menilai perkembangan teknologi perlu disikapi secara bijak, khususnya dalam penggunaan gawai oleh anak usia dini. Ia mendorong agar anak lebih banyak mendapatkan pengalaman belajar secara langsung melalui kegiatan yang dapat merangsang kreativitas dan kemampuan berinteraksi.

“Pendidikan yang sangat strategis di usia dini. Terutama sekarang media sosial dan gadget luar biasa.

Bagaimana ketergantungan gadget ini bisa dihindari, sehingga anak dari usia dini diperkenalkan kembali kepada pendidikan seperti sebelum-sebelumnya, menulis, menggambar, kemudian lego atau mainan-mainan,” ujar Ayep Zaki.

Ia menambahkan, pengenalan teknologi dan media sosial tetap dapat dilakukan, namun harus disesuaikan dengan tahapan usia dan kebutuhan pendidikan anak.

Selain persoalan pembelajaran, Ayep juga menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Sukabumi terhadap pengembangan sarana pendidikan PAUD. Lembaga PAUD yang membutuhkan revitalisasi dipersilakan menyampaikan usulan melalui perangkat daerah terkait.

“2025 terdapat satu PAUD yang mendapatkan revitalisasi, sementara pada 2026 jumlahnya menjadi tujuh dan masih berpeluang bertambah sesuai usulan yang disampaikan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kota Sukabumi beserta jajaran pengurus dan panitia, serta para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) anak usia dini se-Kota Sukabumi.

Sementara itu, Ranty Rachmatilah mengapresiasi konsistensi HIMPAUDI yang selama 21 tahun berkontribusi dalam pengembangan pendidikan anak usia dini di Kota Sukabumi.

Menurutnya, tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD” memiliki makna penting karena guru PAUD berada di garis depan dalam mendampingi anak pada fase golden age atau masa keemasan perkembangan.

“Para pendidik PAUD memegang peranan krusial pada fase golden age atau masa keemasan perkembangan anak, sehingga sudah sepatutnya profesi mulia ini mendapatkan kedudukan, hak, dan apresiasi yang setara dengan tenaga pendidik pada jenjang pendidikan lainnya,” ungkap Ranty.

Ranty menilai peningkatan kompetensi pendidik harus berjalan beriringan dengan upaya memperkuat pengakuan dan penghargaan terhadap profesi guru PAUD.

Para pendidik, kata dia, perlu terus menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman, sekaligus memahami kebutuhan psikologis, emosional, dan kognitif anak usia dini.

Kemampuan berkomunikasi juga menjadi salah satu aspek penting. Guru dituntut menggunakan bahasa yang santun, efektif, dan mudah dipahami karena anak banyak belajar melalui apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan dari lingkungan sekitarnya.

Menurut Ranty, pelaksanaan workshop dan Fun Camp juga menjadi ruang bagi para pendidik untuk memperoleh pengalaman baru di luar rutinitas pembelajaran.

Selain meningkatkan kapasitas, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk bertukar pengalaman, memperkuat kebersamaan, membangun kerja sama, sekaligus menumbuhkan kembali semangat para pendidik dalam menjalankan tugas.

Sebagai Bunda PAUD Kota Sukabumi, Ranty menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara HIMPAUDI, masyarakat, dan Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Ia berharap rangkaian HUT HIMPAUDI ke-21, workshop, dan Fun Camp dapat memberikan energi baru bagi para pendidik untuk terus berinovasi dalam pembelajaran dan memperkuat dedikasi dalam mendampingi anak-anak di Kota Sukabumi.

“Semoga sekembalinya dari Fun Camp ini, Ibu dan Bapak memiliki energi baru, metode pengajaran yang lebih efektif, serta dedikasi yang semakin kuat untuk ditransformasikan di lembaga pendidikan masing-masing demi melahirkan generasi Sukabumi yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Camat Ciambar Ening Lasminingsih: Ngalongok Dulur di Lembur Momentum Gali Potensi dan Bangun Sukabumi Mubarakah

0
Oplus_131072

Wartain.com – Pemerintah Kecamatan Ciambar menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Bupati Sukabumi dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156, yakni “Ngalongok Dulur di Lembur”.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Camat Ciambar, Ening Lasminingsih, S.IP., M.Si. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan terobosan yang sangat baik untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat di tingkat bawah.

“Kami Pemerintah Kecamatan Ciambar menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156,” ujar Ening disela-sela acara,  Sabtu (19/9/2026).

Camat menilai, Ngalongok Dulur di Lembur, tidak hanya sekadar kegiatan seremonial peringatan hari jadi, tetapi memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Kegiatan yang dimulai dari Pusbangdai Cikembar, kemudian melewati beberapa kecamatan dan berkahir di Ujunggenteng – Ciracap itu, menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan langsung pimpinan daerah, Forkopimda, perangkat daerah, hingga masyarakat di lembur-lembur.

Lebih dari itu, Ngalongok Dulur di Lembur menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan potensi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi kepada khalayak luas.

Camat Ciambar Ening Lasminingsih: Ngalongok Dulur di Lembur Momentum Gali Potensi dan Bangun Sukabumi Mubarakah (Foto: Aab)

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan potensi wilayah, khususnya potensi pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, serta berbagai potensi masyarakat yang ada di Kabupaten Sukabumi,” jelas Ening.

Menurut Ening, setiap kecamatan di Kabupaten Sukabumi memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda. Melalui kegiatan ini, potensi tersebut bisa digali, dipromosikan, dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Khusus untuk Kecamatan Ciambar, pihaknya juga terus mendorong pengembangan UMKM, pariwisata berbasis alam, dan ekonomi kreatif sebagai penopang ekonomi lokal.

Ening juga menilai, kehadiran langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas, Sekda H. Ade Suryaman, dan jajaran Forkopimda di tengah masyarakat akan memberikan semangat baru bagi warga.

“Kehadiran pimpinan daerah secara langsung tentu menjadi motivasi bagi kami di kecamatan dan bagi masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Camat Ciambar menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian HJKS ke-156 berjalan sukses dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Sukabumi.

“Semoga kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur berjalan lancar, aman, dan sukses, serta semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Sukabumi,” harapnya.

Ening pun menutup dengan slogan penuh semangat kebersamaan yang menjadi spirit kegiatan tersebut: “Dari lembur kita bersilaturahmi, dari lembur kita menggali potensi, dan dari lembur kita bersama-sama membangun Sukabumi Mubarakah,” pungkasnya.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Rangkaian HJKS ke-156 “Ngalongok Dulur di Lembur”, FKDT dan UPZ Cikembar Dukung Penuh

0
Oplus_131072

Wartain.com – Semarak Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 dirayakan dengan cara yang dekat dengan rakyat. Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, jajaran Forkopimda, dan seluruh kepala perangkat daerah turun langsung dalam kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut diawali dari Pusbangdai Kecamatan Cikembar, melewati beberapa kecamatan, sampai nanti finish di Ujunggenteng-Ciracap . Sejak pagi, kawasan tersebut dipadati warga yang antusias mengikuti rangkaian pelayanan dan silaturahmi bersama jajaran pimpinan daerah.

Ngalongok Dulur di Lembur merupakan program khas Pemkab Sukabumi yang sengaja dihadirkan untuk memangkas jarak antara pemerintah dan masyarakat. Tidak hanya seremoni, kegiatan ini dikemas dengan pelayanan publik terpadu, bakti sosial, dan dialog langsung untuk menyerap aspirasi warga.

Bupati Asep Japar menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya bekerja dari balik meja. Melalui Ngalongok Dulur di Lembur, pemerintah ingin melihat langsung kondisi lapangan, memetakan potensi desa, sekaligus mendengar persoalan yang dihadapi masyarakat di akar rumput.

Suasana keakraban begitu terasa. Bupati dan Wakil Bupati tampak berbaur dengan warga, berdialog santai, serta meninjau sejumlah stand pelayanan yang disediakan. Warga pun memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan keluhan, usulan, dan harapan untuk pembangunan di wilayahnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari unsur keagamaan. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Cikembar turut ambil bagian aktif menyukseskan acara tersebut sebagai bentuk sinergi ulama dan umara.

Ketua UPZ sekaligus Ketua FKDT Kecamatan Cikembar, H. Ijam Jamaludin, M.Pd., mengatakan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adalah cerminan dari pelayanan yang sesungguhnya.

Rangkaian HJKS ke-156 “Ngalongok Dulur di Lembur”, FKDT dan UPZ Cikembar Dukung Penuh (Foto: Aab)

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kedekatan dan komunikasi yang lebih intens dengan masyarakat. Kami yang merupakan pelayan masyarakat, harus turun langsung ke masyarakat. Ini upaya memperkuat pelayanan serta pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Ijam di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat mendengar aspirasi secara utuh, tidak hanya berdasarkan laporan, tetapi melihat realita yang terjadi di masyarakat.

“Intinya FKDT dan UPZ Kecamatan Cikembar, selalu mendukung dan berpartisipasi aktif, mensukseskan program pemerintah daerah dalam membangun untuk kepentingan masyarakat Sukabumi,” tegasnya.

Pada momentum HJKS ke-156 ini, Ijam juga menyampaikan harapan besar sebagai Ketua FKDT Kecamatan Cikembar.

“Harapan kami di HJKS ke-156 ini, apa yang dilakukan Pemkab Sukabumi melalui Ngalongok Dulur di Lembur menjadi ikhtiar untuk membawa Kabupaten Sukabumi yang benar-benar Mubarakah. Maju, Unggul, Religius, Berkah, Amanah, dan penuh keberkahan. FKDT siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina generasi yang berakhlak dan religius,” pungkasnya.

Kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan saja, tetapi menjadi budaya pemerintahan yang humanis, responsif, dan selalu hadir di tengah denyut kehidupan masyarakat Kabupaten Sukabumi.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Festival Bonsai Nasional Semarakkan HJKS ke-156, Camat Jampangtengah Dorong Bonsai Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

0

Wartain.com – Semarak Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 Tahun 2026 semakin meriah dengan digelarnya Festival dan Pameran Bonsai Nasional di Alun-Alun Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah.

Kegiatan yang dipelopori Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Sukabumi tersebut menjadi ajang pertemuan para pegiat bonsai sekaligus ruang promosi potensi ekonomi kreatif masyarakat. Festival berlangsung sejak 3 September dan dijadwalkan berakhir pada 20 September 2026.

Pembukaan festival turut dihadiri Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, turut terlibat sebagai penanggung jawab dari unsur Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Ketua RUBI Sukabumi, Wahyu Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terjalin antara RUBI dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Sementara itu, Camat Jampangtengah, Ikhsan Muchlis Sani, menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival dan Pameran Bonsai Nasional tersebut.

Menurutnya, bonsai tidak hanya berkaitan dengan seni dan hobi, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif masyarakat.

“Budidaya dan seni bonsai bukan hanya sekadar hobi. Ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif,” ujar Ikhsan.

Ia berharap keberadaan festival tersebut dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengembangkan bonsai secara serius, sehingga Jampangtengah dan Kabupaten Sukabumi memiliki potensi baru yang dapat dikenal lebih luas.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi terhadap para pengurus dan anggota RUBI yang terus konsisten mengembangkan seni bonsai.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu poros bonsai nasional.

Selain prosesi gunting pita sebagai tanda dibukanya pameran, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul Bonsai; Karya Seni dan Investasi yang ditulis Penasehat RUBI Sukabumi, Achmad Zazuli.

Achmad Zazuli menjelaskan, buku tersebut tidak hanya membahas bonsai dari sisi botani maupun seni, tetapi juga mengangkat potensi bonsai sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat.

“Buku ini bukan berisi katalog gambar-gambar bonsai. Di dalamnya termuat gagasan besar terkait peluang emas peningkatan ekonomi masyarakat melalui mahakarya seni bonsai. Lebih dari itu, buku ini menyajikan cetak biru (design) rencana pembuatan Center of Excellence (CoE) serta pengembangan Desa Wisata Bonsai di Kabupaten Sukabumi,” ujar Achmad.

Festival tahun ini juga diikuti ratusan bonsai berkualitas. Tercatat sebanyak 270 pohon bonsai mengikuti kontes yang terbagi dalam sejumlah kategori ukuran, mulai dari kelas Small hingga Large.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri berskala nasional, di antaranya Ir. Gunardi (Gunting Cemani), Ruli Pangalila, dan Taman. Mereka turut didampingi juri lokal bersertifikat, Tetu Sumanjaya.

Melalui Festival dan Pameran Bonsai Nasional tersebut, rangkaian HJKS ke-156 tidak hanya menjadi momentum perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi seni, pelestarian tanaman, investasi, serta pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Festival ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat Jampangtengah sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi dalam pengembangan bonsai dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Intan)