26.7 C
Jakarta
Selasa, Mei 5, 2026

Latest Posts

Bulan Mei Langit Bergetar : Seruan Do’a dan Berdzikir untuk Prabowo Gibran dan Indonesia

Wartain.com || Bulan Mei kali ini membawa pesan yang berbeda. Di tengah riuhnya percaturan geopolitik global yang memanas dan penuh ketidakpastian, ada sebuah kesadaran kolektif yang mulai mengkristal di tanah air: bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada diplomasi dan ekonomi, melainkan pada kedekatan spiritualitasnya kepada Sang Khalik.

Melalui seruan bersama yang ditandatangani oleh *Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98), Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 88/Presidium MD KAHMI Sukabumi), Sihabudin SE dan Siti Ratna Maymunah, S.Pd (Ketum dan Sekum Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih), dan Dede Heri, S.IP (Sekjen Rumah Literasi Merah Putih)* mengajak seluruh elemen bangsa untuk merapatkan barisan dalam dimensi batiniah, dalam rilis diterima redaksi Selasa (05/05/2026).

Seruan ini bukan sekadar imbauan rutin, melainkan sebuah bentuk kepedulian dan tanggung jawab untuk menjaga persatuan nasional “ketahanan bangsa” yang berbasis pada nilai-nilai ketuhanan.

Benteng Spiritual di Tengah Badai Global

Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Gesekan antarnegara besar dan krisis pangan serta energi menghantui setiap bangsa. Dalam konteks inilah, melihat pentingnya “mengetuk pintu langit”. Melalui gema dzikir, sholawat, dan doa yang bergema dari setiap tajug, mushola, masjid, hingga pondok pesantren, kita sedang membangun perisai tak kasat mata bagi kedaulatan Indonesia.

Doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk keselamatan diri, melainkan permohonan ampunan kolektif dan harapan agar Allah SWT, pemilik kehidupan alam semesta, menganugerahkan rahmat serta keberkahan bagi seluruh tumpah darah Indonesia.

Salah satu hal sangat penting dalam seruan ini adalah permohonan doa khusus untuk kesehatan dan kekuatan bagi *Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka*. Sebagai pemimpin yang akan menakhodai Indonesia di masa depan, beban yang mereka pikul sangatlah berat dalam menjalankan amanah memimpin negara.

Mendoakan pemimpin adalah tradisi luhur bangsa yang religius. Kita meyakini bahwa kepemimpinan yang kuat memerlukan kejernihan batin dan kesehatan fisik yang prima. Dengan dukungan doa dari jutaan umat di majelis ta’lim dan pesantren, kita berharap para pemimpin kita senantiasa dibimbing dalam mengambil keputusan besar demi perdamaian dan keberhasilan negeri di kancah internasional.

Seruan Bulan Mei ini juga merupakan instrumen persatuan nasional. Saat masyarakat berkumpul di musala atau masjid untuk bersholawat, sekat-sekat perbedaan politik seharusnya luruh. Kita kembali pada satu identitas: hamba Tuhan yang mencintai tanah airnya.

Bahwa ketahanan bangsa yang sejati bermula dari hati yang tenang dan jiwa yang bersatu. Mei harus menjadi saksi bagaimana getaran spiritualitas mampu meredam potensi perpecahan dan mengubahnya menjadi energi positif untuk pembangunan.

Mari kita penuhi majelis-majelis ilmu dengan harapan. Semoga melalui wasilah doa dan sholawat di bulan Mei ini, Indonesia dijauhkan dari marabahaya, dikuatkan pemimpinnya, dan diberkahi langkahnya menuju kemajuan yang hakiki.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.