Wartain.com || Di tengah cuaca panas yang menyengat di pesisir Pantai Karang Naya, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, para wisatawan kini memiliki pilihan kuliner yang menyegarkan. Es Durian Montong menjadi primadona baru bagi pengunjung yang ingin melepas dahaga setelah lelah bermain air atau sekadar bersantai di bale-bale bambu pinggir pantai. Minggu, 3 Mei 2026.
Sensasi dingin dengan aroma durian yang khas ini menjadi pelengkap sempurna bagi wisatawan yang datang dari luar daerah. Menariknya, kelezatan ini tidak menguras kantong; Dede membanderol Es Durian Montong buatannya hanya seharga Rp10.000 per kap. Harga yang sangat terjangkau ini membuat dagangannya laris manis diserbu pengunjung dari berbagai kalangan.
Sosok di balik populernya kuliner murah meriah ini adalah Dede, seorang pelaku UMKM asal Gado Bangkong. Pria ramah ini rutin menggelar lapak dagangannya setiap hari Sabtu dan Minggu, memanfaatkan lonjakan kunjungan wisatawan di akhir pekan atau libur panjang. Kehadirannya di Pantai Karang Naya memberikan warna baru bagi variasi kuliner di sekitar kawasan Grand Inna Samudera Beach.
Meski kini dikenal sebagai penjual es durian, perjalanan usaha Dede ternyata baru berjalan selama satu tahun terakhir. Sebelum beralih profesi menjadi penjual es premium, Dede selama bertahun-tahun mengandalkan penghasilan dari berjualan cilok keliling. Keputusannya berpindah jenis dagangan didasari oleh keinginan untuk menawarkan sesuatu yang lebih unik dan sesuai dengan iklim pantai yang panas.
“Baru setahun ini saya jualan es durian di Karang Naya, saya jual sepuluh ribu saja per kap supaya terjangkau. Sebelumnya saya jualan cilok, tapi melihat peluang di pantai sepertinya es durian lebih dicari orang saat matahari terik begini,” ungkap Dede.
Transformasi usaha yang dilakukan Dede terbukti berbuah manis. Dengan harga yang merakyat, ia mampu menjual puluhan hingga ratusan porsi kepada wisatawan yang melintas saat momen libur nasional. Keberhasilan Dede menjadi potret nyata bagaimana pelaku UMKM lokal di Kabupaten Sukabumi mampu beradaptasi dan menangkap peluang ekonomi dari sektor pariwisata yang terus berkembang.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
