Wartain.com – Momen Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-7 Tingkat Kecamatan Nagrak dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menjajakan produk. Ratusan pengunjung padati venue di Desa Pawenang, Sabtu (2/5/2026).
Dibuka resmi oleh Camat Nagrak di Aula Balai Desa Pawenang, gelaran dua tahunan ini menyedot animo besar. Peserta, pembimbing, hingga pengantar tumpah ruah di area pertandingan dan perlombaan.
Keramaian itu langsung ditangkap pelaku UMKM sebagai peluang. Stand dadakan bermunculan di sekitar lokasi. Mereka menawarkan dagangan ke pengantar dan pengunjung yang menunggu santri bertanding.
Berdasarkan pantauan, produk yang dijual beragam. Mulai makanan siap saji, camilan kering, aneka minuman, buah segar, pakaian, hingga oleh-oleh khas seperti sayuran. Ada juga jasa sewa tikar untuk lesehan.
Salah satu pelaku UMKM, Selly Akmal Muharram (29), mengaku sudah dua hari buka stand setelah dapat info Porsadin digelar. Pedagang es jeruk dan soft drink yang biasa mangkal di Lapang Gumbira Jaya Pawenang itu kaget dagangannya laku keras.
“Sudah dua hari saya buka stand di sini. Lumayanlah dagangan saya bisa kejual banyak, nggak nyangka saya juga,” ungkap Selly.
Soal omzet, Selly menyebut ada lonjakan signifikan dibanding hari biasa. Dua hari Porsadin, pendapatannya tembus Rp500 ribu sampai Rp700 ribu. Ia optimistis hari penutupan bisa capai Rp800 ribu.

“Alhamdulillah 500-700 ribu mah saya dapat. Apalagi hari ini, karena orang yang datangnya lebih banyak, mungkin sampai selesai acara bisa mencapai 800 ribuan. Biasanya palingan saya cuma dapat 150 ribuan,” ucap warga Kp. Cibodas, Desa Pawenang itu.
Cerita serupa datang dari Agus (47), pedagang aneka gorengan. Setiap hari ia biasa jualan di depan Bumi Pawenang Residence. Saat Porsadin, dagangannya ludes diserbu pengunjung yang datang sejak pagi.
“Bersyukur 1-2 hari banyak orang yang datang ke sini untuk mengikuti kegiatan. Ya, seperti yang dilihat, dagangan saya banyak yang beli,” kata Agus.
Agus berharap event besar rutin digelar di Pawenang. Tak hanya Porsadin, tapi juga kegiatan lain yang datangkan massa. Meski musiman, momen seperti ini jadi napas tambahan bagi pedagang kecil.
“Saya sih berharap, banyak kegiatan yang dilaksanakan di Pawenang, bukan hanya Porsadin saja, tapi event-event lainnya yang bisa mengundang banyak pengunjung untuk hadir,” harap warga Kp. Panyindangan ini.
Hingga siang, pengunjung terus memadati stand UMKM. Mereka beli makanan untuk dikonsumsi di tempat hingga jajanan dan oleh-oleh dibawa pulang. Porsadin tak hanya jadi ajang prestasi santri, tapi juga penggerak ekonomi warga.
Bagi pelaku UMKM Pawenang, Porsadin ke-7 membuktikan event keagamaan dan pendidikan bisa sejalan dengan geliat ekonomi lokal. Keramaian yang tercipta memberi dampak nyata ke dapur pedagang kecil.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
