26.7 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Latest Posts

IKA Muda : Turunkan Tensi Susi, Cobalah Meminta Maaf kepada Unpad

Wartain.com ||  Giliran Fuad Rinaldi, Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni (IKA) Muda Unpad merasa tersinggung dengan ucapan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menyebut guru besar Unpad dengan sebutan ‘bodoh’.

Fuad ditemui redaksi pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di sebuah Cafe atau Restro di bilangan jalan Tamblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Menurut Fuad Rinaldi, lontaran ucapan bodoh Susi Pudjiastuti telah membuat banyak pihak tersinggung, termasuk dirinya. Lontaran inipun telah menyinggung hasil penelitian Unpad tentang Keramba Jaring Apung (KJA) di Pangandaran yang dibilang bodoh.

“Kami itu tersinggung ketika disebut profesor kami ‘bodoh’, Kajian akademis Unpad itu menjadi bodoh pula,” kata Fuad. Sekaitan hal ini, pihaknya meminta agar Susi Pudjiastuti segera minta maaf. Hal itu demi menurunkan tensi agar amarah banyak kalangan yang turut tersinggung dari kehebohan ini, yakni lontaran Susi Pudjiastuti:

“Saya pikir itu juga harus diturunkan tensinya dengan ya rendah hatilah bahwa ibu Susi harus meminta maaf kepada kami sebagai lembaga atau keluarga besar,” ujar Fuad sambil menambahkan – “Sebagai alumni pihaknya akan bersama – sama untuk mengawal persoalan tersebut. Sehingga, apapun keputusan Unpad, dirinya akan mendukungnya.”

Eka Santosa (24/8/2025) sedang ‘ngayuman’ atau memperbaiki heurap atawa jaring ikan yang biasa ia pakai sehari-hari di Pasir Impun Kabupaten Bandung.

Secara terpisah redaksi mengontak Eka Santosa yang katanya pada hari Minggu (24/8/2025) di kediamannya di Pasir Impun Kabupaten Bandug, sedang memperbaiki jaring yang biasa ia pakai.

Eka yang juga lulusan program S-1 jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad (1986), ditanya tentang belum meredanya ‘gunjang-ganjing’ tersebab kontroversi penerapan KJA Unpad di Pantai Timur Pangandaran, lalu antaranya memunculkan lontaran Susi Pudjiastuti di tatanan dunia akademis dan Kampus Unpad khususnya yang menurut banyak orang amat ‘di luar dugaan’?

“Sederhana saja solusi saya, kembalilah kita merenung lebih dalam ke falsafah atau kearifan lokal warga Tatar Sunda, yakni Siih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh. Sejatinya, bila kita dalami falsafah ini dengan cara terbuka, intisarinya tiada lain harus saling belajar atau berbagi ilmu, peduli, serta menyayangi,” ujarnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.