Wartain.com – Aksi panjang warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, capai titik krusial. Kepala Desa Sukatani, Sulaemansyah, secara terbuka menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya.
Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan ratusan warga dalam musyawarah tegang di kantor desa, Kamis (30/4/2026). Sikap Kades muncul usai gelombang protes soal janji perbaikan infrastruktur jalan yang tak kunjung terealisasi.
“Saya siap mundur apabila saya tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan,” ucap Sulaemansyah yang dibacakan di hadapan masyarakat. Pernyataan tersebut langsung jadi momen penting dalam forum.
Warga merespons beragam. Sebagian menganggapnya bentuk tanggung jawab dan keberanian Kades. Namun sebagian lain masih ragu, menunggu bukti nyata realisasi komitmen tersebut di lapangan.
Aksi warga Sukatani memang sudah berlangsung berulang kali. Dalam beberapa hari terakhir, protes memuncak. Tuntutan utama tetap sama: perbaikan jalan desa yang rusak parah.
Bagi warga, jalan bukan sekadar akses. Kerusakan jalan menghambat aktivitas ekonomi, distribusi hasil tani, anak sekolah, hingga layanan kesehatan darurat. Itu yang membuat warga terus mendesak kepastian.
Suasana musyawarah sempat memanas. Warga yang kecewa dengan jawaban normatif pemerintah desa terus menuntut kejelasan. Desakan bertubi-tubi itu akhirnya berujung pada pernyataan sikap mundur dari Kades.
Camat Surade menegaskan, meski sudah ada pernyataan terbuka, proses pengunduran diri Kades tetap harus ikut mekanisme. Sesuai aturan, prosesnya melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan regulasi pemerintah yang berlaku.
Warga menyebut pernyataan Kades sebagai hasil perjuangan panjang mereka. Namun implementasinya belum final. Semua masih bergantung proses administratif dan ketentuan hukum. Warga berjanji akan terus mengawal sampai jalan benar-benar diperbaiki.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
