26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026

Latest Posts

Driver Taksi Online Asal Sukabumi Tewas Diduga Disiram Air Keras

Wartain.com || Seorang sopir taksi online asal Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Yoga Firdaus (36), ditemukan tewas mengenaskan dengan luka bakar parah di sekujur tubuhnya. Keluarga korban menduga kuat bahwa Yoga menjadi korban tindak kekerasan, bahkan kemungkinan pembegalan.

Korban diketahui terakhir kali berpamitan kepada kakaknya pada Senin malam (7/4/2025), mengendarai mobil Suzuki Ertiga menuju Jakarta untuk menarik penumpang. Namun, setelah itu, keluarga kehilangan kontak selama dua hari.

Irwan Kurniawan (45), paman korban, mengungkapkan bahwa pihak keluarga baru mendapat kabar pada Kamis dini hari (9/4/2025) bahwa Yoga dalam kondisi koma dan tengah dirawat di RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor.

“Kami baru tahu setelah pihak kepolisian mengabari bahwa Yoga ditemukan warga pada 8 April dengan kondisi luka bakar parah. Ia sempat ditolong dan dibawa ke Polsek Ciawi sebelum dirujuk ke rumah sakit,” ujar Irwan, Jumat (18/4/2025), saat prosesi pemakaman di TPU Ahlil Khoer, Cisaat.

Dari informasi yang dihimpun keluarga, hampir seluruh tubuh Yoga mengalami luka bakar, terutama di bagian wajah, perut, dan diduga juga area vital. Bahkan, air keras disebut sempat masuk ke mulut korban. Saat ditemukan, Yoga dalam kondisi tidak sadar dan akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan intensif.

Irwan juga menyebut, sebelum ditemukan oleh warga, korban sempat berjalan kaki sejauh 2 kilometer dalam kondisi luka parah, meminta pertolongan ke pengguna jalan. “Dari CCTV, terlihat dia berjalan terhuyung sambil meminta tolong. Saat bertemu warga, dia sempat berkata, ‘Saya Yoga, Grab dari Sukabumi,’” jelas Irwan.

Pihak keluarga juga sempat kesulitan melacak keberadaan Yoga hingga akhirnya dilakukan pencocokan data antara Polres Bogor dan Polres Sukabumi Kota.

Jenazah Yoga telah diautopsi di RS Bhayangkara. Keluarga kini menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwajib, namun berharap pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.

“Kami hanya ingin keadilan. Ini bukan sekadar kehilangan, tapi juga soal kemanusiaan. Kami mohon pelaku punya hati nurani dan menyerahkan diri,” ujar Fauzi (50), paman korban lainnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.