26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 3, 2026
Beranda blog Halaman 105

Secangkir Kopi Gaud, Geopolitik Global, dan Geliat UMKM Sukabumi

0

Wartain.com – Aroma kopi menyeruak di antara riuh rendah tawa sore itu. C’Kopi Gaud, sudut legendaris di Sukabumi, kembali menjadi saksi bisu sebuah diskusi yang mengalir tanpa sekat. Di meja kayu yang bersahaja, berkumpul empat pemikir lokal: Kang Aves (tokoh pers dan entrepreneur kopi), Aam Abdul Salam (Penasihat SMSI dan PWI Kabupaten Sukabumi), Dede Heri (Sekjen Rumah Literasi Merah Putih), dan Siti Ratna Maymunah (CEO Wartain.com), pada Rabu (13/05/2026).

Obrolan bergulir santai, namun tajam membedah realitas. Di luar sana, konflik global sedang mencabik rantai pasok dunia. Dampak ekonominya nyata, berbisik mengancam hingga ke meja-meja makan warga Sukabumi.

Kita tidak bisa menghentikan perang di luar sana, tapi kita bisa memperkuat benteng di rumah sendiri,” tutur Kang Aves sembari menuangkan kopi. Sebagai penggerak UMKM, ia paham betul bahwa sektor domestik adalah katup penyelamat ekonomi.

Aam Abdul Salam mengamini hal tersebut dari kacamata media. UMKM Sukabumi harus dipersenjatai dengan ketahanan informasi dan adaptasi pasar agar tidak tumbang saat krisis datang. Strateginya jelas: perkuat akar rumput, mandirikan ekonomi lokal.

Bagaimana cara Sukabumi bertahan ? Jawabannya ada pada potensi alam dan budayanya. Pariwisata harus menjadi lokomotif yang menarik gerbong UMKM di belakangnya.

Magnet Wisata: Destinasi alam Sukabumi adalah pasar potensial yang nyata.

Multiplier Effect: Wisatawan yang datang tidak hanya membeli pemandangan, tapi juga kuliner, kerajinan, dan jasa lokal.

Kontribusi APBD: Geliat ini otomatis mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pembangunan Daerah: PAD yang sehat akan membiayai infrastruktur berkelanjutan di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Secangkir Kopi Gaud, Geopolitik Global, dan Geliat UMKM Sukabumi (foto : DH)

Siti Ratna Maymunah menekankan pentingnya narasi digital. “Media harus menjadi jembatan yang mengenalkan keindahan Sukabumi sekaligus produk-produk kreatifnya ke kancah yang lebih luas,” tegas CEO Wartain.com ini.

Menangkap peluang emas ini tidak bisa dilakukan dengan bekerja sendiri-sendiri. Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih menyoroti pentingnya kolaborasi pentahelix yaitu :

Pemerintah Daerah: Pemkab dan Pemkot Sukabumi wajib menyediakan regulasi yang ramah dan infrastruktur yang mendukung.

Masyarakat & Komunitas: Menjadi tuan rumah yang ramah dan kreatif dalam menyambut ceruk pasar baru.

Pelaku Usaha & Media: Saling mendukung dalam promosi dan distribusi produk lokal.

Literasi, Kopi, dan Masa Depan Anak Muda Sukabumi

Diskusi sore itu perlahan mengerucut pada sosok Kang Aves. Lewat racikan kopi di C’Kopi Gaud, ia tidak sekadar berbisnis. Ia sedang merawat sebuah gerakan literasi dan regenerasi. Melalui tulisan jurnalistiknya yang tajam, ia terus menyuarakan optimisme lokal.

Lebih dari itu, ruang santai ini menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak muda Sukabumi. Kang Aves dengan sabar membina, memberikan motivasi, dan menularkan ilmu kewirausahaan kepada para perintis usaha kopi muda. Di tangan anak-anak muda inilah, masa depan ekonomi kreatif Sukabumi digantungkan.

Matahari mulai tenggelam di ufuk Sukabumi, menyisakan cangkir-cangkir kopi yang mulai kosong. Namun, ide yang lahir dari C’Kopi Gaud sore itu tetap menyala.

Sukabumi punya modal besar: alam yang indah, kopi yang nikmat, dan manusia-manusia yang menolak menyerah pada krisis global.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PU Kabupaten Sukabumi Bersihkan Bahu Jalan Baros–Pasirbandung demi Keselamatan Pengendara 

0

Wartain.com – Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah Sagaranten melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin berupa pembersihan bahu jalan di ruas Baros–Pasirbandung, Kecamatan Sagaranten, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan di titik Sta 1+100 dengan melibatkan sejumlah petugas lapangan. Pembersihan difokuskan pada rumput liar, semak, serta material yang menutupi sisi jalan agar akses lalu lintas tetap lancar dan aman bagi masyarakat.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, menyampaikan bahwa pemeliharaan jalan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan infrastruktur yang optimal kepada masyarakat.

Menurutnya, seluruh UPTD PU di wilayah Kabupaten Sukabumi terus didorong untuk aktif melakukan pemeliharaan rutin, termasuk membersihkan bahu jalan dan saluran drainase guna menjaga kondisi jalan tetap layak dilalui.

“Pemeliharaan rutin sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, kebersihan bahu jalan juga membantu memperlancar drainase sehingga dapat meminimalisasi kerusakan jalan akibat genangan air,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski kegiatan tersebut terlihat sederhana, namun memiliki manfaat besar dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan dan mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

Dinas PU Kabupaten Sukabumi juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan jalan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta bersama-sama merawat fasilitas umum yang telah tersedia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dispar Pastikan Pengawasan Wisata Alam di Sukabumi Akan Diperketat Usai Instruksi Dedi Mulyadi

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap pembangunan wisata alam di kawasan hutan menyusul kebijakan baru Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait larangan alih fungsi lahan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 60/PEM.04.04.01/ASDA EKBANG tentang Pelaksanaan Teknis Pengendalian Alih Fungsi Lahan di Wilayah Provinsi Jawa Barat yang menginstruksikan penghentian pembangunan wisata maupun perumahan di kawasan perhutanan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah pengendalian tersebut demi menjaga kelestarian kawasan konservasi dan mencegah kerusakan lingkungan.

Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas pembangunan wisata akan diperkuat hingga tingkat kewilayahan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan dan tidak melanggar fungsi kawasan hutan.

“Pengawasan tentu akan diperketat. Aparat kewilayahan nantinya ikut memastikan apakah pembangunan yang dilakukan sudah sesuai izin atau justru menyalahi aturan,” kata Ali, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan wisata di kawasan alam tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain harus sesuai tata ruang, setiap rencana pembangunan juga wajib melalui kajian teknis, termasuk analisis risiko kebencanaan serta dokumen AMDAL.

Menurut Ali, langkah tersebut penting agar pembangunan wisata tidak memicu kerusakan lingkungan maupun menimbulkan potensi bencana di kemudian hari.

Ia menegaskan, kebijakan gubernur bukan berarti seluruh aktivitas wisata alam dilarang total. Larangan lebih ditujukan pada pembangunan yang mengubah fungsi utama kawasan hutan dan konservasi secara besar-besaran.

“Kalau aktivitas wisatanya tetap menjaga fungsi utama kawasan dan tidak merusak ekosistem, sebenarnya masih memungkinkan. Yang tidak diperbolehkan itu jika sampai terjadi perubahan fungsi lahan,” ujarnya.

Ali mencontohkan sejumlah kawasan wisata alam di Kabupaten Sukabumi yang hingga kini masih berjalan berdampingan dengan fungsi konservasi, seperti di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango maupun area perkebunan teh milik PTPN.

Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengelola wisata yang melanggar ketentuan.

“Kalau ditemukan pelanggaran tentu ada tahapan mulai dari peringatan, teguran hingga tindakan lanjutan bersama Satpol PP,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Dispar Kabupaten Sukabumi Kukuhkan 31 Desa dan Kampung Wisata

0

Wartain.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengukuhkan 31 desa/kampung wisata di Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan yang digelar di kawasan wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Rabu (13/5/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata dalam memperkuat pengembangan pariwisata berbasis masyarakat serta mendorong terwujudnya destinasi wisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Adapun desa/kampung wisata yang dikukuhkan meliputi Cisande, Hanjeli, Purwasedar, Cimaja, Gedepangrango, Purwasari, Ciwaru, Megalodon, Gunung Wayang, Girijaya, Buniayu, Bale Sawala, Kusukataniku, Karangpara, Sanggrawayang, Tikukur, Cibitung, Ciburial, Leuwi Ereng, Buniwangi, Cigangsa, Bojonggaling, Langensari, Puncak Kasep, Kalibunder, Sukamanah, Bojonggenteng Berseri, Sindangraja, Cihaur, Cipamatutan Maslahat, dan Nanggerang.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi H. Ali Iskandar mengatakan, desa/kampung wisata yang dikukuhkan merupakan hasil proses kurasi dan penilaian berdasarkan potensi wisata serta kesiapan pengelolaan di masing-masing wilayah.

“Desa wisata yang dikukuhkan terdiri dari kategori rintisan, berkembang, hingga maju. Pengukuhan ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa lainnya untuk terus mengembangkan potensi wisata yang dimiliki,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan desa wisata memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Selain itu, pengembangan desa wisata juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelestarian budaya, menjaga lingkungan, serta meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Sukabumi di tingkat regional maupun nasional.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi berharap, dengan semakin berkembangnya desa/kampung wisata, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi terus meningkat dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah desa wisata.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Mutasi Besar di Polres Sukabumi Kota, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Berganti

0

Wartain.com – Rotasi jabatan kembali dilakukan di lingkungan Polres Sukabumi Kota. Sejumlah pejabat utama hingga Kapolsek jajaran resmi berganti posisi dalam upacara pelantikan dan serah terima jabatan yang dipimpin langsung Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (13/5/2026).

Pergantian jabatan tersebut mencakup posisi strategis mulai dari Kasat Lantas, Kasat Reskrim hingga beberapa Kapolsek di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Mutasi dilakukan sebagai bagian dari kebutuhan organisasi sekaligus penyegaran di tubuh Polri.

Dalam mutasi tersebut, AKP Haga Deo Harefa mendapat penugasan baru sebagai Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi AKP Ridwan Sandhi Maulana sebagai Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota.

Perubahan juga terjadi di jajaran reserse kriminal. AKP Sujana Awin Umar yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kasubbagbinops Bag Ops Polres Sukabumi Kota. Sementara jabatan Kasat Reskrim kini diamanahkan kepada AKP Hartono.

Di tingkat Polsek, sejumlah nama turut mendapat promosi maupun penugasan baru. Iptu Riki Saputra resmi menjabat Kapolsek Citamiang menggantikan Kompol Heri Hermawan yang memasuki masa purnabakti.

Kemudian, jabatan Kapolsek Sukabumi kini dipercayakan kepada AKP Yudi Wahyudi. Sedangkan Iptu Tri Sumarno mendapat tugas baru sebagai Kasat Narkoba Polres Purwakarta dan posisinya sebagai Kapolsek Kebonpedes digantikan Iptu Jajat Munajat.

Selain itu, AKP Maulana Arif kini menjabat Kapolsek Warudoyong menggantikan AKBP Ridwan Ishak yang telah purna tugas.
Sementara jabatan Kapolsek Lembursitu kini diemban Iptu Erick Sukandar menggantikan AKP Agus Suherman yang juga memasuki masa pensiun.

Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, mengatakan mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai upaya meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Saya berharap pejabat yang baru dapat segera beradaptasi, meneruskan program yang telah berjalan serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Sukabumi Kota.

“Terima kasih atas loyalitas dan pengabdian pejabat lama selama menjalankan tugas. Semoga sukses di tempat penugasan yang baru dan bagi pejabat yang baru dilantik agar dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kolaborasi Desa Cikahuripan dan Damkar Sukabumi Bersihkan TPS Demi Lingkungan Sehat 

0

Wartain.com – Pemerintah Desa Cikahuripan bersama pihak kecamatan dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan pembersihan bekas sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menciptakan kawasan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat sekitar.

Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan petugas pemadam kebakaran, aparatur desa, serta unsur kecamatan.

Selain membersihkan sisa-sisa sampah yang menumpuk, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Petugas Damkar Kabupaten Sukabumi turut menunjukkan semangat pengabdian dalam kegiatan sosial tersebut. Dengan penuh dedikasi, personel Damkar terlibat langsung dalam proses pembersihan demi mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

Semangat pelayanan kepada masyarakat terus menjadi komitmen Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi melalui slogan “Damkar Melayani Sepenuh Hati” serta moto “Yudha Brama Jaya” yang mencerminkan semangat dan loyalitas dalam bertugas.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama demi mewujudkan wilayah yang sehat, asri, dan nyaman.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bareskrim dan BI Musnahkan 466 Ribu Lembar Uang Palsu: Rasio Temuan Turun Tajam

0
Oplus_131072

Wartain.com – Perang melawan uang palsu menampakkan hasil. Rabu (13/5/2026), Bareskrim Polri bersama Bank Indonesia dan Botasupal memusnahkan 466.535 lembar uang rupiah palsu di Kantor Pusat BI, Jakarta.

Uang palsu yang dimusnahkan itu hasil temuan perbankan periode 2017–November 2025. Prosesnya sudah sesuai aturan, lewat izin Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 01/PNBid/2026 dan dihancurkan pakai mesin pencacah biar nggak bisa beredar lagi.

Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin bilang, pemusnahan ini bentuk komitmen menjaga stabilitas keuangan dan melindungi masyarakat.

“Polri akan tindak tegas pelaku pemalsuan uang, mulai dari pembuatan sampai peredaran,” tegasnya.

Data Bareskrim menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025–April 2026, rasio temuan uang palsu turun dari 4 ppm jadi 1 ppm. Dalam periode itu, ada 252 laporan polisi yang diungkap, dengan 1.241 tersangka. Barang bukti yang disita: 137.005 lembar rupiah palsu dan 17.267 lembar dolar palsu.

Nunung mengingatkan, uang palsu bukan cuma bikin rugi ekonomi warga, tapi juga bisa menggerus kepercayaan publik terhadap rupiah. Ancaman hukumnya berat: Pasal 374 UU No. 1/2023 KUHP, pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp5 miliar.

Di sisi lain, Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyebut penurunan kasus tak lepas dari sinergi antarinstansi dan kualitas uang rupiah yang makin modern. Ciri pengamanannya lebih mudah dikenali masyarakat, tapi sulit dipalsukan.

Buktinya, seri uang emisi 2022 dinobatkan sebagai _Best New Banknote Series_ di IACA Currency Award 2023. Pecahan Rp50.000 emisi 2022 bahkan masuk peringkat 2 dunia sebagai uang kertas paling aman pada November 2024.

Botasupal berharap masyarakat makin waspada. Kalau curiga dapat uang palsu, segera laporkan ke polisi atau Bank Indonesia biar nggak jadi korban.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Yakin Kolaborasi Lebih Kuat untuk Pembangunan Daerah 

0

Wartain.com – Wakil Bupati Sukabumi menghadiri acara Pisah Sambut Komandan Distrik Militer (Dandim) 0607/Kota Sukabumi yang diselenggarakan di Makodim 0607/Kota Sukabumi pada Rabu (13/5). Dalam kesempatan ini dilakukan prosesi penyerahan tongkat estafet kepemimpinan dari Letkol Czi Indra Gunawan, S.T., M.M., kepada pejabat baru, Letkol Inf Beny Syafri, S.H., M.Han.

Wakil Bupati H. Andreas menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengabdian Letkol Czi Indra Gunawan selama memimpin Kodim 0607. Sinergi yang terbangun dinilai sangat positif,

“Kami sangat mengapresiasi kiprah Letkol Czi Indra Gunawan yang sungguh luar biasa. Beliau adalah sosok yang sering turun langsung ke lapangan bersama masyarakat,” ungkapnya.

Wakil Bupati juga mengucapkan selamat datang kepada Letkol Inf Beny Syafri. Wabup meyakini kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan unsur TNI akan semakin solid ke depannya.

“Kepada Letkol Inf Beny Syafri, kami ucapkan selamat datang di Sukabumi. Kami berharap kolaborasi dan soliditas yang sudah terbangun dapat terus berlanjut untuk mewujudkan Sukabumi yang aman, damai, dan sejahtera,” ucapnya.

Sementara itu, Letkol Czi Indra Gunawan dalam pesan pamitnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran prajurit, elemen pemerintah, hingga masyarakat luas yang telah mendukung masa tugasnya. Ia meyakini bahwa pergantian kepemimpinan ini akan membawa angin segar bagi kemajuan institusi.

“Berbagai program dan tugas dapat terlaksana dengan baik selama ini, itu semua bukan karena kehebatan saya pribadi, melainkan berkat kerja sama, loyalitas, dan sinergi kita semua. Saya yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Letkol Inf Beny Syafri, Kodim 0607 akan menjadi lebih baik dan semakin maju,” tuturnya.

Sebagai pejabat baru, Letkol Inf Beny Syafri yang sebelum menjabat Danyon 310 Kidang Kencana ini menegaskan komitmennya untuk langsung menjalankan tugas dengan optimal. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif serta kolaborasi antar-sektor dalam menjaga stabilitas daerah.

“Kami di Kodim 0607 ke depan akan selalu membuka ruang komunikasi dan siap mendukung penuh program-program Pemerintah Daerah.” tegasnya.

Tampal hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Sukabumi, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Gerbang Wisata di Pesisir Simpenan: Menilik Wajah Desa Sangrawayang

0

Wartain.com – Secara astronomis, Desa Sangrawayang terletak pada koordinat -7°1’44,6″ Lintang Selatan (LS) dan 106°33’27,8″ Bujur Timur (BT). Berada di wilayah administrasi Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, desa ini memiliki luas wilayah mencapai 1.906 Hektare. Luasan ini bukan sekadar angka, melainkan bentang alam yang kaya, mulai dari pesisir pantai hingga perbukitan hijau yang memanjakan mata.

Hingga pendataan terakhir pada Februari 2026, desa ini dihuni oleh 3.055 jiwa. Mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan agraria. Sangrawayang adalah potret desa dinamis di mana deru mesin perahu nelayan bersahutan dengan aktivitas petani di ladang padi, cabai, dan jagung. Desa ini dipimpin oleh Kepala Desa Muhtar dan Sekretaris Desa Encep Setiawan untuk periode 2021-2027.

Landasan Strategis Menuju Desa Wisata Unggulan

Untuk membawa perubahan nyata, Pemerintah Desa Sangrawayang menetapkan arah pembangunan yang kokoh melalui Visi dan Misi berikut:

VISI:

“Terwujudnya Desa Sangrawayang sebagai destinasi wisata unggulan berbasis alam, bahari, budaya, dan kearifan lokal yang berdaya saing serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

MISI:

1. Mengembangkan potensi wisata alam dan bahari secara berkelanjutan.

2. Melestarikan budaya dan kearifan lokal melalui kegiatan seni dan tradisi.

3. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana wisata.

4. Memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata.

5. Mengembangkan produk UMKM dan kuliner khas desa.

6. Meningkatkan promosi dan kerjasama dengan berbagai pihak.

7. Menjadikan kegiatan Hari Nelayan sebagai event wisata tahunan unggulan.

Mengenai visi besar ini, Kepala Desa Sangrawayang, Muhtar, menegaskan komitmennya:

“Target kami di sisa masa jabatan ini adalah memastikan sektor pariwisata menjadi mesin utama PADes, karena jika pariwisatanya maju, maka kesejahteraan 3.055 jiwa warga kami pun akan ikut terangkat secara otomatis.” Senin, 11 Mei 2026, saat ditemui di kantor desa sangrawayang.

Membangun Fondasi: Realisasi Pembangunan Tahun 2026

Tahun 2026 menjadi tahun yang produktif bagi pembangunan fisik di Sangrawayang. Fokus utama terletak pada aksesibilitas dan ketahanan lingkungan, meliputi pemeliharaan Jembatan Cipendeuy, pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT), pemadatan jalan Ciporekat, hingga pengecoran jalan di wilayah Cibutun. Normalisasi kali juga dilakukan secara rutin untuk menjaga ekosistem.

Uniknya, kemandirian desa mulai tampak dari pengelolaan WiFi BUMDES. Keuntungan dari layanan internet desa ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang langsung direalisasikan untuk bantuan sosial masyarakat serta pembiayaan infrastruktur desa. Langkah ini merupakan jembatan menuju program Desa Digital yang direncanakan untuk mempermudah pelayanan administrasi masyarakat.

Hilirisasi Produk Laut: Inovasi Olahan Cumi Bersama Akademisi

Dengan lebih dari 30 unit UMKM dan 10 Kelompok Usaha Bersama (KUB), Sangrawayang mulai meninggalkan pola ekonomi tradisional. Bekerjasama dengan mahasiswa IPB University, warga telah mendapatkan pelatihan untuk mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah seperti Kerupuk Cumi, Kripik Cumi, Bakso, hingga Nugget Cumi.

Terkait pengembangan potensi ekonomi dan digitalisasi ini, Sekretaris Desa Sangrawayang, Encep Setiawan, memberikan penjelasannya:

“Kami tengah berakselerasi menuju Desa Digital agar pelayanan masyarakat lebih mudah, sembari terus membangun infrastruktur seperti jalan poros dan fasilitas umum untuk menunjang daya tarik wisata Sangrawayang di mata dunia.” tambahannya.

Menuju Sangrawayang yang Berdaya Saing Global

Desa Sangrawayang menyimpan kekayaan objek wisata yang luar biasa:

1. Wisata Bahari & Alam: Wisata mancing badong, Curug Semar, dan Pantai Sangrawayang.

2. Wisata Religi & Pandang: Vihara Kwan In, Sunset Hill, Loji Wood, POB Cibeas, dan berbagai view point estetik lainnya.

Kedepannya, pemerintah desa berencana membangun jalan poros desa, jembatan penghubung ekonomi, serta membangun fasilitas masjid, MCK, dan gerai-gerai khusus UMKM. Dengan promosi masif lewat media sosial, harapannya sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi PADes yang maksimal demi kemandirian dan kesejahteraan seluruh warga Desa Sangrawayang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Secangkir Kopi, Esensi “Beberesih”, dan Ikhtiar Menjemput Berkah di Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Malam itu, ruang redaksi Wartain.com terasa lebih hangat. Di meja tengah, asap kopi hitam mengepul tipis, menemani diskusi santai namun padat makna. Hadir di sana Kang “Sule” Sulaeman (Ketua SMSI Sukabumi Raya), Kang Aam Abdul Salam (Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi & SMSI Sukabumi Raya), Dede Heri (Sekjen Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (CEO Wartain.com sekaligus Bendahara SMSI Sukabumi Raya) dan Aab Abdul Malik (Editor Wartain.Com).

Topik malam itu sederhana tapi mendalam: gerakan “beberesih” (bersih-bersih) yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebuah instruksi nasional yang jika dibedah lewat kacamata budaya, ekonomi, dan spiritual lokal, ternyata menjadi kunci pembuka gerbang kemakmuran Kabupaten Sukabumi.

Gerakan bersih-bersih sering kali hanya dilihat sebagai urusan sapu dan tempat sampah. Namun, diskusi malam itu sepakat bahwa beberesih adalah gerakan kebudayaan dan pembangunan mental spiritual.

Langkah Refleksi Diri: Bersihnya lingkungan mencerminkan kebersihan hati dan pikiran masyarakatnya.

Merupakan Modal Efisiensi: Di tengah keterbatasan anggaran daerah saat ini, gerakan swadaya masyarakat untuk menjaga kebersihan adalah solusi konkret tanpa harus membebani APBD.

Menjadi Pondasi Awal: Membangun daerah tidak selalu urusan beton dan infrastruktur fisik, melainkan membangun kebiasaan hidup selaras dengan alam.

Bagaimana kebersihan menggerakkan roda ekonomi ? Alurnya sangat logis dan terukur. Lingkungan yang bersih memancarkan aura energi positif yang memicu semangat kerja.

Memajukan Pasar Tradisional & Pertokoan:  Jika pasar dan pusat belanja bersih, tidak bau, dan nyaman, pembeli akan betah berlama-lama. Perputaran uang otomatis meningkat.

Mendorong Majunya Destinasi Wisata: Sukabumi kaya akan potensi wisata. Kebersihan di tempat wisata adalah magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Akan Multiplus Efek: Kunjungan wisata yang ramai langsung berdampak pada peningkatan ekonomi warga lokal (kuliner, penginapan, UMKM) dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi.

Kebersihan adalah Pintu Keberkahan

Dari sisi spiritual, para tokoh yang hadir menggarisbawahi pentingnya rasa syukur dan optimalisasi potensi lokal melalui kebersihan.

Membangun Magnet Rezeki: Dalam keyakinan spiritual, ruang yang bersih dan rapi adalah wadah mengalirnya energi kebaikan dan keberkahan.

Menjadi Ikhtiar Bersama: Menjaga kebersihan dari lingkungan terkecil—mulai dari rumah, kampung halaman, hingga ruang perkantoran—adalah bentuk ibadah nyata.

Membangun Optimisme Daerah: Dengan lingkungan yang bersih, Sukabumi sedang memantaskan diri untuk menerima keberkahan, kemajuan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat yang melimpah.

Malam semakin larut, kopi di cangkir mulai mengering, namun semangat dari diskusi di kantor Wartain.com ini justru baru dimulai. Langkah kecil menyapu halaman rumah hari ini, adalah langkah besar menuju Sukabumi yang maju, mandiri, dan berkah. Yuk, kita mulai beberesih !(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)