Wartain.com – Secara astronomis, Desa Sangrawayang terletak pada koordinat -7°1’44,6″ Lintang Selatan (LS) dan 106°33’27,8″ Bujur Timur (BT). Berada di wilayah administrasi Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, desa ini memiliki luas wilayah mencapai 1.906 Hektare. Luasan ini bukan sekadar angka, melainkan bentang alam yang kaya, mulai dari pesisir pantai hingga perbukitan hijau yang memanjakan mata.
Hingga pendataan terakhir pada Februari 2026, desa ini dihuni oleh 3.055 jiwa. Mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan agraria. Sangrawayang adalah potret desa dinamis di mana deru mesin perahu nelayan bersahutan dengan aktivitas petani di ladang padi, cabai, dan jagung. Desa ini dipimpin oleh Kepala Desa Muhtar dan Sekretaris Desa Encep Setiawan untuk periode 2021-2027.
Landasan Strategis Menuju Desa Wisata Unggulan
Untuk membawa perubahan nyata, Pemerintah Desa Sangrawayang menetapkan arah pembangunan yang kokoh melalui Visi dan Misi berikut:
VISI:
“Terwujudnya Desa Sangrawayang sebagai destinasi wisata unggulan berbasis alam, bahari, budaya, dan kearifan lokal yang berdaya saing serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”
MISI:
1. Mengembangkan potensi wisata alam dan bahari secara berkelanjutan.
2. Melestarikan budaya dan kearifan lokal melalui kegiatan seni dan tradisi.
3. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana wisata.
4. Memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata.
5. Mengembangkan produk UMKM dan kuliner khas desa.
6. Meningkatkan promosi dan kerjasama dengan berbagai pihak.
7. Menjadikan kegiatan Hari Nelayan sebagai event wisata tahunan unggulan.
Mengenai visi besar ini, Kepala Desa Sangrawayang, Muhtar, menegaskan komitmennya:
“Target kami di sisa masa jabatan ini adalah memastikan sektor pariwisata menjadi mesin utama PADes, karena jika pariwisatanya maju, maka kesejahteraan 3.055 jiwa warga kami pun akan ikut terangkat secara otomatis.” Senin, 11 Mei 2026, saat ditemui di kantor desa sangrawayang.
Membangun Fondasi: Realisasi Pembangunan Tahun 2026
Tahun 2026 menjadi tahun yang produktif bagi pembangunan fisik di Sangrawayang. Fokus utama terletak pada aksesibilitas dan ketahanan lingkungan, meliputi pemeliharaan Jembatan Cipendeuy, pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT), pemadatan jalan Ciporekat, hingga pengecoran jalan di wilayah Cibutun. Normalisasi kali juga dilakukan secara rutin untuk menjaga ekosistem.
Uniknya, kemandirian desa mulai tampak dari pengelolaan WiFi BUMDES. Keuntungan dari layanan internet desa ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang langsung direalisasikan untuk bantuan sosial masyarakat serta pembiayaan infrastruktur desa. Langkah ini merupakan jembatan menuju program Desa Digital yang direncanakan untuk mempermudah pelayanan administrasi masyarakat.
Hilirisasi Produk Laut: Inovasi Olahan Cumi Bersama Akademisi
Dengan lebih dari 30 unit UMKM dan 10 Kelompok Usaha Bersama (KUB), Sangrawayang mulai meninggalkan pola ekonomi tradisional. Bekerjasama dengan mahasiswa IPB University, warga telah mendapatkan pelatihan untuk mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah seperti Kerupuk Cumi, Kripik Cumi, Bakso, hingga Nugget Cumi.
Terkait pengembangan potensi ekonomi dan digitalisasi ini, Sekretaris Desa Sangrawayang, Encep Setiawan, memberikan penjelasannya:
“Kami tengah berakselerasi menuju Desa Digital agar pelayanan masyarakat lebih mudah, sembari terus membangun infrastruktur seperti jalan poros dan fasilitas umum untuk menunjang daya tarik wisata Sangrawayang di mata dunia.” tambahannya.
Menuju Sangrawayang yang Berdaya Saing Global
Desa Sangrawayang menyimpan kekayaan objek wisata yang luar biasa:
1. Wisata Bahari & Alam: Wisata mancing badong, Curug Semar, dan Pantai Sangrawayang.
2. Wisata Religi & Pandang: Vihara Kwan In, Sunset Hill, Loji Wood, POB Cibeas, dan berbagai view point estetik lainnya.
Kedepannya, pemerintah desa berencana membangun jalan poros desa, jembatan penghubung ekonomi, serta membangun fasilitas masjid, MCK, dan gerai-gerai khusus UMKM. Dengan promosi masif lewat media sosial, harapannya sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi PADes yang maksimal demi kemandirian dan kesejahteraan seluruh warga Desa Sangrawayang.***
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
