26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 3, 2026
Beranda blog Halaman 106

Dishub Sukabumi Razia Angkot di Cibadak: 90 Armada Dicek, Kaca Film Gelap Kena Tegur

0
Oplus_131072

Wartain.com – Dishub Kabupaten Sukabumi lagi gencar “bersih-bersih” angkot. Lewat program Bulan Keselamatan, puluhan armada di Cibadak diperiksa habis-habisan, Selasa (12/5/2026).

Sasarannya jelas: pastikan angkot layak jalan, baik dari sisi administrasi maupun teknis. Salah satu yang jadi sorotan petugas adalah kaca film gelap yang melebihi aturan.

“Aturannya jelas, kaca film maksimal 40 persen. Lebih dari itu kita tegur,” tegas Kepala Dishub Sukabumi, Mubtadi Latip.

Selain kaca film, petugas juga menertibkan cat dan stiker liar yang tak sesuai aturan. Tujuannya biar identitas trayek mudah dikenali dan keselamatan penumpang terjaga.

Hingga hari ini, sudah 90 armada dari 6 trayek yang diperiksa. Rutenya mencakup Cibadak–Warungkiara, Cibadak–Cisaat, Cibadak–Cicurug, Cibadak–Cikidang, sampai Cibadak–Nagrak.

Program Bulan Keselamatan ini masih berjalan. Dishub bilang fokusnya bukan cuma menindak, tapi juga mengedukasi sopir biar patuh aturan sebelum ada korban di jalan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pakidulan Cup 2026 Dimulai: 32 Tim Berebut Gelar, Ketua DPRD Sukabumi Titip Pesan Sportivitas

0
Oplus_131072

Wartain.com – Lapangan Sawit Tunggal, Desa Pesanggrahan, mendadak jadi pusat perhatian. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali resmi buka turnamen sepak bola Pemuda Pakidulan Cup 2026, Selasa (12/5/2026).

Suasana pembukaan meriah. Forkopimcam Sagaranten hadir lengkap, mulai Kapolsek Sagaranten AKP A Suryana B, Danramil 2211 Sagaranten, sampai tokoh pemuda KNPI dan Karang Taruna. Warga dari berbagai desa juga memadati pinggir lapangan.

Bagi Budi Azhar yang juga Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Sukabumi, turnamen ini bukan sekadar hiburan. Ini ajang seleksi bibit atlet sepak bola Pakidulan.

“Ini langkah nyata kita menjaring potensi atlet di wilayah selatan. Saya harap dari sini lahir pemain yang bisa bawa nama Sukabumi,” kata Budi dalam sambutan.

Ia titip pesan tegas ke pemain dan suporter: jaga sportivitas. “Hormati wasit, jaga kondusifitas. Sepak bola itu hiburan, jangan jadi pemicu keributan,” tegasnya.

Turnamen bakal digelar 12-30 Mei 2026. Sebanyak 32 tim terbaik dari berbagai wilayah Pakidulan turun gelanggang. Kapolsek Sagaranten AKP A Suryana B pastikan pengamanan ekstra.

“Kami imbau masyarakat bantu jaga keamanan selama hampir tiga pekan. Polisi siap standby,” ujar AKP A Suryana.

Laga pembuka langsung panas. PCP FC menang tipis 2-1 atas Gelar Putra. Duel berikutnya mempertemukan Cimenteng Mentereng vs tim RSUD Sagaranten yang tak kalah sengit.

Dengan durasi panjang dan jumlah tim banyak, Pakidulan Cup 2026 diprediksi jadi magnet hiburan utama warga Sagaranten dan sekitarnya sampai laga final nanti.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cuaca Sukabumi Hari Ini 13 Mei 2026: Pagi Cerah, Sore Waspada Hujan dan Angin Kencang

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi perlu waspada perubahan cuaca cepat hari ini. BMKG dan The Weather Channel mencatat pola cuaca cerah di pagi hari, namun berpotensi hujan ringan hingga sedang mulai sore hingga malam.

Kondisi Cuaca Saat Ini

Pukul 10.00 WIB, Sukabumi tercatat berawan dengan suhu 28°C. Kelembapan udara 72% dan angin bertiup dari barat dengan kecepatan 5 km/jam. Indeks UV masih berada di level 8 atau sangat tinggi, sehingga risiko sunburn meningkat bagi aktivitas luar ruangan.

Sementara di Cibadak, kondisi pukul 19.50 WIB tercatat cerah dengan suhu 23°C, kelembapan 91% dan angin timur laut 1 km/jam.

Prakiraan Siang hingga Malam

Memasuki siang, suhu naik ke 29°C dengan kondisi mostly cloudy. Peluang hujan masih rendah, sekitar 14-19%.

Memasuki sore pukul 15.00-17.00 WIB, awan mulai menebal. Suhu turun ke 26-27°C, kelembapan naik hingga 83-87%. Peluang hujan meningkat menjadi 23-35%, dengan prediksi hujan ringan di wilayah Palabuhanratu dan pesisir selatan Sukabumi.

Malam hari, cuaca berawan hingga berawan tebal mendominasi. Suhu berkisar 23-25°C, kelembapan 91-97%. Hujan ringan diprakirakan turun merata di sebagian besar wilayah Sukabumi.

Suhu dan Kualitas Udara

Suhu tertinggi hari ini diprediksi 30°C, terendah 21°C. Matahari terbit pukul 05:54 WIB dan terbenam pukul 17:42 WIB.

Kualitas udara Sukabumi masuk kategori _Unhealthy for Sensitive Groups_ dengan AQI 130. Warga dengan riwayat asma dan gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan saat siang hari.

Peringatan dan Imbauan

1. Waspada hujan sore-malam: Wilayah pegunungan seperti Cicurug, Cikak, dan Cikembar berpotensi hujan lebih tinggi. Hindari perjalanan jika tidak mendesak.

2. Lindungi diri dari UV: Gunakan topi, kacamata, dan sunscreen saat beraktivitas 10.00-14.00 WIB.

3. Hati-hati jalan licin: Hujan ringan berpotensi membuat ruas jalan licin, terutama di jalur Palabuhanratu-Sukabumi.

Prakiraan 3 Hari ke Depan

Pola cuaca serupa diperkirakan berlanjut. Pagi cerah, siang panas, sore-malam hujan ringan hingga sedang dengan peluang 50-62%. Suhu harian stabil di kisaran 20-30°C.

BMKG mengimbau masyarakat memantau pembaruan cuaca resmi melalui kanal http://BMKG.go.id, terutama untuk wilayah rawan longsor dan banjir bandang di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul.Malik

(Dul)

BEM Nusantara Sukabumi Raya Geruduk Pendopo, Tuntut Bupati Asep Japar Evaluasi Total SKPD

0

Wartain.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sukabumi Raya menggelar aksi demonstrasi di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Selasa (12/05/2026).

Massa menuntut Bupati Sukabumi, Asep Japar, untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dinilai lamban dalam menjalankan amanat pemerintahan selama setahun terakhir. Aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap berbagai persoalan daerah yang dianggap belum tuntas.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sembilan poin tuntutan krusial, di antaranya desakan evaluasi total terhadap Dinas Sosial serta audit investigatif oleh BPK dan Inspektorat terkait dana hibah APBD untuk lembaga non-struktural, khususnya Baznas. Selain itu, mereka menyoroti ketidakjelasan nasib P3K Paruh Waktu, mangkraknya pembangunan klinik di Cikembar, hingga buruknya pelayanan kesehatan di RS Palabuhanratu yang dinilai masih mengalami kesenjangan sosial. Infrastruktur umum, pendidikan, dan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi juga diminta untuk segera dibenahi secara menyeluruh.

Mahdi, selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Priangan Barat BEM Nusantara Jawa Barat, melontarkan kritik tajam terkait minimnya fungsi pengawasan dari lembaga legislatif.

“Kami mendesak DPRD Kabupaten Sukabumi untuk mempertebal peran kontrolnya. Bagaimana mungkin berbagai masalah seperti bangunan klinik yang terbengkalai dan dana hibah yang tidak transparan bisa luput dari pengawasan jika fungsi legislatif berjalan dengan benar?” tegas Mahdi di sela-sela orasinya.

Sayangnya, aspirasi mahasiswa ini tidak mendapatkan respons langsung dari pemangku kebijakan tertinggi di Kabupaten Sukabumi. Hingga massa membubarkan diri, Bupati Asep Japar tidak kunjung menemui para demonstran karena tidak berada di tempat, yang memicu kekecewaan mendalam bagi peserta aksi. Pihak pemerintah daerah dianggap tidak mengindahkan suara rakyat yang disampaikan melalui gerakan mahasiswa tersebut.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Alip, menyatakan bahwa ketidakhadiran Bupati merupakan simbol lemahnya komitmen pemerintah dalam berdialog dengan masyarakat.

“Kehadiran Bupati sangat kami harapkan untuk menjawab langsung persoalan konkret seperti gaji P3K yang digantung dan pemecahan masalah indeks pembangunan manusia. Jika tuntutan kami tetap tidak diindahkan dan tidak ada evaluasi nyata, kami pastikan aksi gelombang berikutnya akan jauh lebih besar,” ujar Alip.

Aksi berakhir dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP. Mahasiswa menegaskan bahwa sembilan poin tuntutan tersebut adalah harga mati yang harus segera ditindaklanjuti untuk memperbaiki kesejahteraan warga Kabupaten Sukabumi. Mereka juga memperingatkan jika dalam waktu dekat tidak ada langkah strategis dari Bupati dan DPRD untuk membenahi instansi yang bermasalah, maka stabilitas kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan terus merosot, dan akan menggelar aksi berjilid-jilid.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

HMI Komisariat IMN Gelar Kajian Pendidikan Bahas Problematik Kesejahteraan Guru di Indonesia

0
Oplus_131072

Wartain.com — Bidang P3A HMI Komisariat IMN menggelar kajian isu pendidikan bertema “Problematik Kesejahteraan Guru di Indonesia: Antara Pengabdian dan Ketidakadilan Sistem”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu 09/05/2026, pukul 19.00 WIB sampai selesai, bertempat di Warkop Titik Tenang dan dihadiri oleh 10 kader HMI Komisariat IMN.

Kajian ini dipimpin oleh Muhammad Rizqi Fauzi selaku Ketua Bidang P3A HMI Komisariat IMN sebagai bentuk kepedulian kader HMI terhadap persoalan pendidikan nasional, khususnya terkait kesejahteraan guru yang hingga saat ini masih menjadi isu serius di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Ihsan Muzakki hadir sebagai pemateri dan membahas berbagai akar permasalahan mengapa guru di Indonesia masih belum sejahtera. Ia menjelaskan bahwa persoalan kesejahteraan guru bukan hanya disebabkan oleh faktor ekonomi semata, tetapi juga dipengaruhi oleh sistem pendidikan yang belum sepenuhnya berpihak kepada tenaga pendidik, mulai dari ketidakjelasan status kepegawaian, rendahnya upah guru honorer, hingga minimnya perhatian terhadap jaminan kesejahteraan guru.

Dalam penyampaiannya, Ihsan Muzakki menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga sudah seharusnya negara memberikan perhatian dan penghargaan yang layak terhadap pengabdian mereka.

Kajian berlangsung dengan suasana yang aktif dan penuh antusiasme. Para kader HMI Komisariat IMN turut berpartisipasi dalam diskusi dengan memberikan berbagai pertanyaan kritis dan tajam terkait problematika pendidikan di Indonesia. Diskusi tersebut menjadi ruang bertukar gagasan dan memperkuat kesadaran kader terhadap pentingnya mengawal isu pendidikan sebagai bagian dari perjuangan sosial.

Melalui kajian ini, Bidang P3A HMI Komisariat IMN berharap dapat membangun tradisi intelektual di kalangan kader sekaligus mendorong lahirnya kepedulian dan gerakan nyata terhadap persoalan kesejahteraan guru serta kemajuan pendidikan di Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

SPPG di Sukabumi Disorot Usai Temuan Ulat pada Makanan MBG, Wakil BGN Kritik Kondisi Dapur

0

Wartain.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sagaranten, Margaluyu, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya viral akibat temuan ulat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG), kini kondisi dapur penyedia makanan tersebut mendapat kritik langsung dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @nanik_deyang, Nanik mengungkapkan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan di lokasi SPPG tersebut. Ia menilai kondisi dapur dan sistem kerja di tempat itu jauh dari standar yang seharusnya diterapkan.

“Dari dapur atau SPPG inilah lahir ulat di ompreng yang beberapa waktu lalu viral,” ujar Nanik dalam unggahannya, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, bangunan yang digunakan sebagai SPPG awalnya tampak besar dari luar. Namun setelah masuk ke area dapur, ia menemukan banyak persoalan, mulai dari tata ruang yang dinilai tidak tertata hingga fasilitas yang dianggap belum memadai.

Nanik menyebut bangunan rumah yang dialihfungsikan menjadi dapur MBG itu hanya mengalami perbaikan seadanya tanpa penyesuaian maksimal terhadap petunjuk teknis Badan Gizi Nasional.

“Rumahnya hanya ditambal sedikit lalu dicat biru seperti warna identitas BGN, padahal alur kerjanya masih amburadul,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi lantai bangunan yang tidak rata dan licin. Bahkan saat melakukan pengecekan, dirinya mengaku sempat terpeleset akibat lantai yang masih berminyak dan kurang dibersihkan.

Selain kondisi bangunan, Nanik mengkritik penggunaan alat memasak di dapur tersebut. Ia menemukan proses memasak nasi masih menggunakan dandang karena alat steam rice mengalami kerusakan.

Menurutnya, setiap SPPG seharusnya memiliki alat cadangan agar operasional tetap berjalan normal saat terjadi kerusakan peralatan utama.

Temuan lain yang disoroti ialah keberadaan wastafel yang disebut hanya dipasang untuk formalitas karena tidak dialiri air. Nanik juga mempertanyakan penempatan ruang pemorsian makanan yang berada di area gudang.

Dari hasil sidak itu, ia menduga penyebab munculnya ulat pada ompreng MBG berasal dari penyimpanan buah yang diletakkan di bawah meja pemorsian.

“Buah kemungkinan tidak dicuci bersih, lalu ulat naik ke meja pemorsian hingga masuk ke ompreng,” jelasnya.

Kasus ini pun memicu perhatian luas masyarakat di media sosial dan menjadi evaluasi terhadap kesiapan fasilitas SPPG dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis agar tetap memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Semangat Sportivitas, Ratusan Siswa SD di Jampangtengah Ikuti O2SN dan LMBOS 2026

0

Wartain.com – Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Jampangtengah antusias mengikuti ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Lomba Minat Bakat Olahraga Siswa (LMBOS) tingkat kecamatan tahun 2026.

Kegiatan tahunan tersebut dipusatkan di Lapang Ciguna dan Gedung SD Ciguna, Desa Julang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, selama dua hari, yakni 11–12 Mei 2026.

Ketua KKG PJOK Kecamatan Jampangtengah, Dimas Ruswandi mengatakan, pelaksanaan O2SN dan LMBOS tahun ini berjalan lancar serta mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan selama dua hari. Untuk hari terakhir hanya mempertandingkan sepak bola mini, sedangkan sejak hari pertama ada delapan cabang olahraga yang diperlombakan,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh pertandingan sengaja dipusatkan di kawasan Ciguna agar pelaksanaan lebih efektif dan mudah dalam koordinasi.

Selain itu, dukungan dari K3S, kepala sekolah, hingga PGRI dinilai sangat membantu kelancaran kegiatan. Ia menjelaskan, ajang O2SN dan LMBOS bukan hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana untuk menggali potensi dan bakat olahraga para siswa sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini kami berharap minat dan bakat olahraga anak-anak bisa semakin berkembang. Mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan memiliki pengalaman bertanding yang positif,” katanya.

Dimas juga mengaku optimistis para atlet dari Kecamatan Jampangtengah mampu bersaing di tingkat kabupaten. Pihaknya telah menyiapkan langkah pembinaan untuk mempersiapkan para atlet terbaik yang akan mewakili kecamatan.

Antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut dinilai cukup tinggi. Sebanyak 43 SD dan SDI di Kecamatan Jampangtengah turut ambil bagian dalam ajang tahunan yang selalu dinantikan para siswa.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan itu juga diharapkan mampu menumbuhkan sportivitas, semangat kebersamaan, dan rasa percaya diri para pelajar melalui dunia olahraga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wakil Wali Kota Sukabumi Minta Camat dan Lurah Perkuat Penanganan Sampah

0

Wartain.com – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, meminta seluruh camat dan lurah di Kota Sukabumi untuk lebih serius menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, terutama di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.

Arahan itu disampaikan Bobby saat menggelar pertemuan bersama para camat, lurah, serta Dinas Lingkungan Hidup di Balai Kota Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Menurutnya, pemerintah wilayah hingga tingkat kelurahan harus aktif melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang serta mengelola sampah dari lingkungan rumah tangga.

“Penanganan sampah harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Camat dan lurah harus memastikan wilayahnya tetap bersih serta mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, Bobby juga meminta Dinas Satpol PP dan Damkar untuk menerbitkan surat edaran kepada para pelaku usaha, khususnya yang berada di sepanjang jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani dan Bhayangkara. Para pelaku usaha diminta ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan area sekitar tempat usahanya.

Ia menekankan, setiap pelaku usaha wajib menyediakan tempat sampah yang memadai dan mengikuti aturan terkait jadwal pembuangan maupun pengangkutan sampah yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Pengelolaan sampah organik secara mandiri juga didorong untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat penampungan sementara.

Bobby menambahkan, Satpol PP diminta melakukan pengawasan secara rutin dan memberikan teguran kepada pihak yang tidak mematuhi aturan. Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata untuk penindakan, tetapi sebagai bentuk pembinaan agar kesadaran menjaga kebersihan tumbuh di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Sukabumi juga berencana menaikkan tarif retribusi sampah sekitar 50 persen sebagai bagian dari upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, sejumlah tempat pembuangan sampah sementara di kawasan jalan utama akan ditutup dan dipindahkan ke lokasi lain yang lebih sesuai.

Ia berharap sinergi antara pemerintah wilayah, aparat penegak perda, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Sukabumi.

“Kebersihan kota merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih akan menciptakan kenyamanan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Penjagaan Security di Lapangan Merdeka Sukabumi Dinilai Efektif, Sampah Berkurang Drastis

0

Wartain.com – Keberadaan satuan pengamanan di kawasan Lapangan Merdeka Kota Sukabumi mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran petugas keamanan dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi warga yang memanfaatkan ruang publik tersebut.

Kepala Bidang Tata Bangunan, Jasa Konstruksi, dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Fajar Rahmansyah, mengatakan sebanyak 15 personel security mulai bertugas sejak 1 Mei 2026. Para petugas dibagi ke dalam tiga jadwal kerja berbeda agar pengawasan berlangsung selama 24 jam.

“Personel security dibagi menjadi tiga shift, mulai pukul 07.00 sampai 15.00 WIB, kemudian 15.00 hingga 23.00 WIB, dan shift malam dari pukul 23.00 sampai 07.00 WIB,” ujar Fajar, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, tugas satuan pengamanan tidak hanya menjaga keamanan kawasan, tetapi juga memastikan Lapangan Merdeka dimanfaatkan sesuai fungsi utamanya sebagai area publik dan sarana olahraga masyarakat.

Selain menciptakan ketertiban, keberadaan security juga berdampak terhadap kebersihan lingkungan. Petugas disebut mampu mengarahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tidak berjualan di dalam area Lapangan Merdeka sehingga volume sampah mengalami penurunan signifikan.

Fajar menjelaskan, sebelum adanya pengamanan intensif, aktivitas PKL menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah plastik di kawasan tersebut. Dalam sepekan, jumlah sampah yang dihasilkan bahkan mencapai sekitar 13 ton.

“Setelah ada petugas yang melakukan pengawasan dan mengarahkan PKL untuk tidak berjualan di dalam kawasan, jumlah sampah turun menjadi sekitar 5 sampai 6 ton per minggu,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sukabumi melalui DPUTR akan terus melakukan penataan kawasan Lapangan Merdeka agar masyarakat semakin nyaman saat beraktivitas di ruang terbuka tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Rumah Tiga Lantai di Sukabumi Ambruk Usai Diguyur Hujan Deras

0

Wartain.com – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi menyebabkan sebuah rumah tiga lantai di Kampung Ciapuh Pasir, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, mengalami ambruk secara bertahap. Longsornya bagian fondasi bangunan membuat kondisi rumah semakin rapuh hingga akhirnya sebagian besar bangunan roboh.

Peristiwa tersebut berlangsung dalam tiga kali longsoran sejak Jumat (8/5/2026) hingga Minggu malam (10/5/2026). Warga sekitar pun terpaksa mengungsi demi menghindari risiko tertimpa reruntuhan bangunan.

Ketua RT 049/RW 021, Iman Kurnia, mengatakan kerusakan awal terjadi saat fondasi bagian bawah bangunan ambruk pada waktu Magrib. Melihat kondisi bangunan yang sudah tidak stabil, pihak RT bersama warga segera melakukan evakuasi terhadap penghuni rumah di area bawah lokasi kejadian.

“Setelah dicek, kami khawatir bangunan bagian atas ikut roboh. Karena itu rumah milik Ma Ikah dan Ma Otih yang berada tepat di bawah langsung dikosongkan,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Kekhawatiran warga terbukti setelah pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB kembali terjadi longsoran di sisi kiri bangunan. Kondisi semakin parah saat longsoran ketiga terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 23.30 WIB yang menyebabkan lantai tiga rumah tersebut runtuh.

Menurut Iman, bangunan yang telah berdiri lebih dari tiga dekade itu memang sudah dalam kondisi rapuh. Selain faktor usia, proses pembangunan yang dilakukan secara bertahap membuat struktur bangunan tidak cukup kuat menahan gerusan air hujan.

“Bangunannya tidak dibangun sekaligus dari awal. Jadi ketika fondasi tergerus air dan roboh, kekuatan bangunan langsung hilang,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya tiga rumah warga terdampak dan berada dalam ancaman longsoran susulan. Selain itu, material reruntuhan menutup akses gang menuju fasilitas MCK umum sehingga warga harus menggunakan jalur alternatif melalui area perkebunan.

Pemilik rumah, Erwan Siswana (60), mengaku sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi agar sisa bangunan yang masih menggantung segera dibongkar demi keamanan warga sekitar.

“Saya sudah meminta bantuan BPBD supaya bangunan yang masih tersisa bisa segera diratakan karena kondisinya sangat membahayakan,” kata Erwan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena evakuasi dilakukan lebih awal. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp80 juta hingga Rp100 juta.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik