26.7 C
Jakarta
Selasa, Mei 12, 2026

Latest Posts

SPPG di Sukabumi Disorot Usai Temuan Ulat pada Makanan MBG, Wakil BGN Kritik Kondisi Dapur

Wartain.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sagaranten, Margaluyu, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya viral akibat temuan ulat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG), kini kondisi dapur penyedia makanan tersebut mendapat kritik langsung dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @nanik_deyang, Nanik mengungkapkan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan di lokasi SPPG tersebut. Ia menilai kondisi dapur dan sistem kerja di tempat itu jauh dari standar yang seharusnya diterapkan.

“Dari dapur atau SPPG inilah lahir ulat di ompreng yang beberapa waktu lalu viral,” ujar Nanik dalam unggahannya, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, bangunan yang digunakan sebagai SPPG awalnya tampak besar dari luar. Namun setelah masuk ke area dapur, ia menemukan banyak persoalan, mulai dari tata ruang yang dinilai tidak tertata hingga fasilitas yang dianggap belum memadai.

Nanik menyebut bangunan rumah yang dialihfungsikan menjadi dapur MBG itu hanya mengalami perbaikan seadanya tanpa penyesuaian maksimal terhadap petunjuk teknis Badan Gizi Nasional.

“Rumahnya hanya ditambal sedikit lalu dicat biru seperti warna identitas BGN, padahal alur kerjanya masih amburadul,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi lantai bangunan yang tidak rata dan licin. Bahkan saat melakukan pengecekan, dirinya mengaku sempat terpeleset akibat lantai yang masih berminyak dan kurang dibersihkan.

Selain kondisi bangunan, Nanik mengkritik penggunaan alat memasak di dapur tersebut. Ia menemukan proses memasak nasi masih menggunakan dandang karena alat steam rice mengalami kerusakan.

Menurutnya, setiap SPPG seharusnya memiliki alat cadangan agar operasional tetap berjalan normal saat terjadi kerusakan peralatan utama.

Temuan lain yang disoroti ialah keberadaan wastafel yang disebut hanya dipasang untuk formalitas karena tidak dialiri air. Nanik juga mempertanyakan penempatan ruang pemorsian makanan yang berada di area gudang.

Dari hasil sidak itu, ia menduga penyebab munculnya ulat pada ompreng MBG berasal dari penyimpanan buah yang diletakkan di bawah meja pemorsian.

“Buah kemungkinan tidak dicuci bersih, lalu ulat naik ke meja pemorsian hingga masuk ke ompreng,” jelasnya.

Kasus ini pun memicu perhatian luas masyarakat di media sosial dan menjadi evaluasi terhadap kesiapan fasilitas SPPG dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis agar tetap memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.