26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 3, 2026
Beranda blog Halaman 107

Pemkab Sukabumi Apresiasi Dedikasi Perawat di Hari Perawat Sedunia 2026

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Perawat Sedunia yang jatuh setiap 12 Mei dengan menyampaikan penghargaan kepada seluruh tenaga perawat atas dedikasi dan pengabdiannya dalam melayani masyarakat di bidang kesehatan.

Peringatan Hari Perawat Sedunia tahun 2026 ini mengusung tema internasional “Our Nurses, Our Future. Empowered Nurses Save Lives” atau “Perawat Kita, Masa Depan Kita. Perawat yang Berdaya Menyelamatkan Nyawa.”

Melalui pernyataan resmi, Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Wakil Bupati Sukabumi Andreas menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada para perawat yang selama ini menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi menilai, keberadaan perawat memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Selain menjalankan tugas medis, para perawat juga berperan dalam memberikan edukasi kesehatan, pelayanan kemanusiaan, hingga pendampingan kepada pasien dan keluarganya.

“Perawat merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan. Ketulusan, kepedulian, dan semangat pengabdian mereka menjadi kekuatan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi menyampaikan bahwa momentum Hari Perawat Sedunia diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan profesionalisme dan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, tantangan pelayanan kesehatan ke depan membutuhkan tenaga perawat yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki empati dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sektor kesehatan, termasuk peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di bidang keperawatan agar pelayanan kesehatan di seluruh wilayah dapat berjalan optimal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ketua Umum PP KALAM Apresiasi Terpilihnya KH Dr Mulyadi Efendi sebagai Komisioner BAZNAS Kota Bekasi 2026–2031

0

Wartain.com — Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bekasi yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Al-Masthuriyah (KALAM), menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya KH Dr Mulyadi Efendi MA sebagai Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi periode 2026–2031.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap sosok KH Dr Mulyadi Efendi yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap pengembangan dunia pesantren, pendidikan keagamaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di kalangan santri dan tenaga pendidik.

Ketua Umum PP KALAM menyebut kehadiran KH Dr Mulyadi Efendi di tubuh BAZNAS Kota Bekasi diharapkan mampu memperkuat program-program sosial dan pendidikan yang selama ini telah dirasakan manfaatnya oleh kalangan pesantren.

“Selamat atas amanah yang diberikan kepada KH Dr Mulyadi Efendi MA sebagai Komisioner BAZNAS Kota Bekasi periode 2026–2031. Kami berharap beliau dapat terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi pesantren dan para santri di Kota Bekasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah program yang sebelumnya telah berjalan, seperti dukungan pendidikan dan beasiswa S2 bagi para guru pesantren, diharapkan dapat terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak tenaga pendidik pesantren memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas akademik dan kompetensinya.

Menurutnya, sinergi antara lembaga zakat dan pesantren memiliki peran penting dalam membangun kualitas pendidikan umat, khususnya dalam menciptakan generasi santri yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.

Terpilihnya KH Dr Mulyadi Efendi juga dinilai menjadi harapan baru bagi penguatan peran BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan pesantren, baik melalui program pendidikan, ekonomi umat, maupun pengembangan sosial keagamaan di Kota Bekasi.

Dengan pengalaman dan keterlibatan beliau di lingkungan pesantren, berbagai kalangan berharap BAZNAS Kota Bekasi ke depan semakin adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta mampu memperluas manfaat zakat secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Sukabumi Factory Sulap Pekarangan Warga Cicurug Jadi Lumbung Pangan: Target Mandiri Mulai Mei 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Lahan sempit bukan lagi alasan. Sukabumi Factory resmi gerakkan program kemandirian pangan rumah tangga di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/5/2026).

Lewat sosialisasi perdana, warga diajak ubah pekarangan jadi kebun sayur dan kolam lele hidroponik. Program ini kolaborasi Sukabumi Factory dengan Pemdes, PKK, dan tokoh masyarakat setempat.

“Pekarangan 1×2 meter pun bisa produktif. Kuncinya di teknik,” kata Head of Corporate Communication Sukabumi Factory, Wahyu Aji. Fokusnya dua: perkebunan sayur konsumsi dan budidaya lele sistem hidroponik yang hemat lahan.

Program akan digeber Mei–Agustus 2026. Warga tak cuma dikasih teori. Ada praktik langsung: semai bibit, rakit instalasi hidroponik, sampai panen lele. “Kami ingin warga bisa tanam cabai, kangkung, sawi, dan pelihara lele sendiri. Jadi nggak semua harus beli ke pasar,” jelas Wahyu.

Targetnya jelas: tekan pengeluaran dapur. Jika satu rumah tangga bisa panen sayur dan lele sendiri, uang belanja harian bisa dipangkas. “Mandiri pangan itu dimulai dari pekarangan. Kalau berhasil, beban ekonomi warga lebih ringan,” tambah Wahyu.

Pemdes Cicurug menyambut program ini sebagai solusi konkret di tengah harga pangan fluktuatif. PKK akan jadi motor penggerak di tiap RT agar ilmu dari pelatihan benar-benar dipraktikkan di rumah.

Ke depan, Sukabumi Factory siap dampingi warga sampai panen perdana. Bibit, media tanam, hingga benih lele disiapkan. Sukses di Cicurug, model ini akan direplikasi ke desa lain di Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bupati Sukabumi Dorong Optimalisasi PAD Saat Kunjungi Bapenda untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi, Asep Japar, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi di kawasan Kompleks Perkantoran Jajaway, Citepus, Palabuhanratu, Senin (11/5/2026)

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya memotivasi pegawai sekaligus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bapenda, Herdy Somantri, mengatakan bahwa Bupati memberikan arahan agar pelayanan publik, khususnya di sektor perpajakan, terus ditingkatkan.

Menurut Herdy, peningkatan pelayanan pajak menjadi bagian dari semangat kolaborasi yang tengah dibangun pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi penerimaan pajak, terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak daerah lainnya.

“Arahan Bapak Bupati adalah meningkatkan pelayanan pajak. Hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi yang sedang kita bangun untuk memaksimalkan potensi pajak, terutama PBB (Pajak Bumi dan Bangunan),” ujar Herdy.

Ia menjelaskan, optimalisasi pendapatan daerah menjadi hal yang penting mengingat tingginya harapan masyarakat terhadap percepatan perbaikan infrastruktur, khususnya akses jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, kondisi pengurangan alokasi anggaran dari pemerintah pusat membuat pemerintah daerah perlu memaksimalkan potensi PAD sebagai sumber pembiayaan program prioritas pembangunan.

“Bapak Bupati meminta rekan-rekan di Bapenda tetap semangat memberikan pelayanan terbaik agar PAD meningkat dan percepatan pembangunan bisa segera dirasakan warga,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, Bapenda Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam pelayanan kepada wajib pajak. Sinergi dengan berbagai pihak juga akan diperkuat guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kontribusi pajak terhadap keberlanjutan pembangunan daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Kecamatan Jampangtengah Optimistis Seluruh Gerai KDMP Rampung Tahun 2026 

0

Wartain.com — Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Jampangtengah terus dipacu. Pemerintah kecamatan menargetkan seluruh desa sudah memiliki gerai koperasi yang siap beroperasi pada tahun 2026.

Camat Jampangtengah, Chaerul Ichwan, menyampaikan bahwa dari 11 desa yang ada, saat ini tersisa tiga desa yang masih dalam tahap percepatan pembangunan.

Ketiga desa tersebut yakni Desa Jampangtengah, Desa Bantaragung, dan Desa Padabeunghar. Menurutnya, progres pembangunan di lapangan terus menunjukkan perkembangan yang positif.

“Alhamdulillah pembangunan terus berjalan. Kami bersama unsur TNI dan Polri terus melakukan pendampingan agar proses percepatan pembangunan gerai KDMP di seluruh desa bisa selesai sesuai target,” ujarnya, Selasa (12/05/2026).

Ia menjelaskan, secara umum tidak ada hambatan signifikan dalam pelaksanaan pembangunan. Namun pemerintah kecamatan tetap memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, khususnya terkait kesiapan lahan.

“Kami ingin seluruh pembangunan benar-benar clear and clean, terutama mengenai status lahan. Jadi sebelum pembangunan fisik dimulai, kami memastikan lahannya sudah aman dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pihak kecamatan bersama Koramil dan Polsek rutin turun ke lapangan untuk melakukan monitoring dan pembinaan.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pembangunan berjalan lancar sekaligus mencari solusi apabila ditemukan kendala. “Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Jika ada hambatan, langsung dibahas bersama agar cepat terselesaikan,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Jampangtengah menargetkan pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih dapat selesai menjelang triwulan ketiga tahun 2026. Dengan begitu, seluruh desa di wilayah tersebut diharapkan sudah dapat menjalankan aktivitas usaha koperasi secara optimal.

“Harapan kami seluruh desa di Kecamatan Jampangtengah sudah memiliki gerai KDMP dan mulai melakukan kegiatan operasional pada tahun 2026,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Swasti Saba Wistara, Sekda Ade Suryaman: Kolaborasi dan Sinergi Kunci Meraihnya Kembali

0

Wartain.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H.Ade Suryaman terus memotivasi dan menguatkan semangat jajaran perangkat daerah. demi meraih kembali Swasti Saba wistara dalam Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2026.

“Sejak 2015 kita terus meningkat bagus. Mari kita wujudkan Kabupaten Sukabumi kembali bersinar dan bisa meraih Swasti Saba wistara,” ujarnya dalam rapat koordinasi (rakor) KKS Kabupaten Sukabumi 2026 yang dilaksanakan secara hybrid dan dipusatkan di Pendopo, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurutnya, kolaborasi dan sinergi antara perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan. Hal itu tentu saja dengan dipandu Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS).

“Sembilan tatanan ini harus terselesaikan dalam waktu dekat. Termasuk penginputan data melalui aplikasi yang telah disediakan. Kita harus berkolaborasi dan bersama -sama untuk meraih wistara,” ucapnya.

Hal tersebut diamini Sekretaris FSKSS, Ajat Jatnika. Oleh karena itu,terdapat tiga agenda penting yang disampaikan dalam rakor ini.

“Agenda utama ialah mengupdate dan memahami regulasi serta indikator tatanan KKS 2026. Kedua mengenai penginputan data yang sekarang berbasis digital. Terakhir ialah masa transisi kepengurusan FSKSS di tingkat kecamatan dan desa,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Sukabumi di tahun sebelumnya harus menjadi pemicu. Terutama dalam meraih kesuksesan ke depan.

“Mari bangkit bersama dan kita meraih wistara kembali,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Parkir Liar Ganggu Jalan RSUD Palabuhanratu, Bupati Sukabumi Minta Tarif Resmi Diturunkan

0
Oplus_131072

Wartain.com  – Bupati Sukabumi Asep Japar sidak Jalan Ahmad Yani depan RSUD Palabuhanratu, Senin (11/5/2026). Sidak dilakukan usai banjir keluhan warga soal parkir liar yang makan badan jalan dan bikin macet.

Parkir di badan jalan itu bukan cuma bikin arus lalu lintas tersendat. Beton jalan yang baru diperbaiki juga ikut rusak. Ironisnya, parkir liar justru marak karena warga keberatan dengan tarif parkir resmi di area RSUD yang dinilai terlalu mahal.

Asep Japar langsung cek lokasi parkir dan panggil pengelola. “Saya dapat banyak laporan, tarif parkir di rumah sakit kemahalan. Kasihan keluarga pasien yang harus bolak-balik jaga,” kata Asep. Ia minta tarif segera diturunkan agar tidak memberatkan masyarakat.

Lebih jauh, Asep menegaskan keluarga pasien tidak mampu harus dibebaskan dari biaya parkir. “Kami minta tarif parkir diturunkan dan untuk keluarga pasien yang tidak mampu agar digratiskan,” tegasnya.

Soal parkir liar, Bupati minta pengelola dan Dishub bergerak cepat. Jalan harus steril. Saat dialog dengan pedagang bernama Obeng, terungkap warga sebenarnya sudah diarahkan parkir ke area resmi. Tapi banyak yang tetap pilih di badan jalan dengan beragam alasan.

“Ini harus dikosongkan, mengganggu lalu lintas. Nanti sama Dishub akan dibuka,” perintah Asep. Ia juga ingatkan risiko parkir di jalan: “Kalau kehilangan siapa yang tanggung jawab? Tidak ada.”

Isu pungli parkir juga disinggung. Asep pastikan tidak boleh ada pungutan liar. Pengelola wajib tertibkan area dan beri rasa aman ke pengunjung RSUD.

Sidak ini jadi sinyal: Pemkab Sukabumi tak mau parkir liar jadi biang macet dan jalan rusak. Solusinya dua arah: tarif resmi harus wajar, parkir liar harus hilang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Janji Bertemu Berujung Penganiayaan, Pemuda di Ciracap Alami Luka Bacok

0

Wartain.com Seorang pemuda asal Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam pada Senin malam (11/5/2026).

Korban diketahui bernama Danil Lubis (25), seorang wiraswasta warga Kampung Cisasak, Desa Ciracap. Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 20.45 WIB di kawasan Jalan H. Anwari, tepatnya di depan Kantor Puskesmas Ciracap, Kampung Nagrak Mukti, Desa Ciracap.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian korban diduga telah membuat janji bertemu dengan seorang pria berinisial R, warga Kampung Ciranji II, Desa Ciracap. Komunikasi antara keduanya disebut berlangsung melalui aplikasi WhatsApp. Namun, saat pertemuan berlangsung, situasi mendadak memanas.

Menurut keterangan kepolisian terduga pelaku yang datang bersama seorang rekannya diduga langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis celurit. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di bagian punggung dan paha kiri. Usai melakukan aksinya, pelaku bersama rekannya melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Korban sempat berusaha mengejar, namun terjatuh dari kendaraannya di wilayah Kampung Babakan Sawah sehingga pelaku berhasil kabur. Korban kemudian dibawa oleh rekan-rekannya ke Puskesmas Ciracap untuk mendapatkan penanganan medis sekitar pukul 21.00 WIB.

Petugas kesehatan melakukan tindakan jahitan terhadap luka korban, masing-masing enam jahitan di paha kiri dan empat jahitan di bagian punggung. Setelah mendapatkan perawatan, korban diperbolehkan pulang pada pukul 21.47 WIB dalam kondisi stabil.

Kapolsek Ciracap, Taopick Hadian, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, polisi telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, termasuk olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Laporan sudah kami terima dan saat ini Unit Reskrim Polsek Ciracap masih melakukan pendalaman terkait motif kejadian serta memburu terduga pelaku,” ujarnya.

Pihak kepolisian menduga korban dan pelaku saling mengenal sebelum insiden terjadi. Hingga kini, kasus dugaan penganiayaan tersebut masih dalam penanganan lebih lanjut oleh Polsek Ciracap.***

Disclaimer : Berita ini bersifat informatif, tidak untuk ditiru. Apabila ada atau mengalami gejala yang sama segera hubungi ahli!

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Spirit Palabuhanratu: Mengawal MBG sebagai Jalan Kedaulatan Ekonomi dan Investasi Langit Sukabumi

0

Wartain.com – Di tengah desau angin malam dan hangatnya aroma kopi di Bale-Bale Pantai Citepus, Palabuhanratu, Senin malam (11/05/2026), sebuah narasi besar tentang masa depan Sukabumi lahir dari diskusi santai namun bernas. Adalah Penasihat SMSI Sukabumi Raya, Aam Abdul Salam, Ketua didampingi Bendahara SMSI Sukabumi Raya, Eman ‘Sule’ Sulaeman dan Siti Ratna M; bersama Sekjen Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri, yang membedah program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar sebagai kebijakan teknis, melainkan sebagai sebuah revolusi multisektoral.

Diskusi di tepian samudera ini menyepakati satu hal: MBG adalah momentum “emas” yang harus ditangkap Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menggerakkan tiga pilar utama: ekonomi, budaya, dan spiritual.

Pilar Ekonomi: Menghidupkan Dapur Desa, Menggerakkan Petani

Dari perspektif ekonomi, MBG adalah stimulus pasar yang nyata bagi masyarakat pedesaan. Sulaeman panggikan akrab Kang Sule menegaskan bahwa program prioritas Presiden Prabowo ini harus menjadi lokomotif terciptanya lapangan kerja baru. Ibu-ibu di pelosok desa tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi subjek produktif sebagai relawan dan pengelola dapur lokal.

Lebih dari itu, MBG harus menjadi “pembeli siaga” bagi hasil bumi Sukabumi. UMKM, pelaku usaha, kelompok tani, hingga peternak lokal wajib menjadi rantai pasok utama. Jangan sampai bahan baku dapur MBG didatangkan dari luar daerah, sementara petani kita hanya menjadi penonton. Ini adalah jalan kedaulatan pangan tingkat lokal yang akan memutar roda ekonomi desa secara signifikan.

Pilar Budaya: Menghidupkan Kembali Literasi Gotong Royong

Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih melihat ini sebagai penguatan budaya literasi sosial. Program ini secara tidak langsung mendidik masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola hidup sehat. Secara kultural, keterlibatan warga di sekitar lokasi dapur akan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang sempat memudar. Budaya “saling jaga” melalui ketersediaan pangan bagi anak-anak, ibu hamil, dan bayi menyusui adalah investasi sosial yang tidak ternilai harganya bagi ketahanan masyarakat Sukabumi.

Pilar Spiritual: Memuliakan Generasi, Menjemput Keberkahan

Dalam dimensi spiritual, sebagaimana yang mengemuka dalam diskusi tersebut, MBG adalah bentuk nyata dari memuliakan manusia. Menyiapkan generasi muda yang cerdas dengan kualitas SDM mumpuni adalah tugas suci. Upaya menekan angka stunting bukan sekadar mengejar angka statistik, melainkan ikhtiar batiniah untuk memastikan anak-anak Sukabumi tumbuh sehat akal dan fisiknya untuk menjadi pemimpin masa depan. Ada nilai ibadah dalam setiap porsi makanan yang disajikan dengan penuh tanggung jawab.

Harapan: Kawalan Ketat Hingga Tingkat Desa

Aam Abdul Salam mengingatkan pentingnya pengawalan total dari jajaran dinas hingga perangkat desa/kelurahan. Pemkab Sukabumi tidak boleh membiarkan program ini berjalan secara mekanis tanpa pengawasan. Keberhasilan MBG di Sukabumi adalah keberhasilan kolektif untuk memastikan tidak ada celah bagi kegagalan distribusi maupun kualitas.

Dari obrolan di Bale-Bale Citepus ini, pesannya jelas: Program MBG adalah “hajatan besar” rakyat Sukabumi. Jika dikawal dengan hati (spiritual), dikelola dengan kebersamaan (budaya), dan dioptimalkan melalui pemberdayaan lokal (ekonomi), maka Sukabumi bukan hanya akan bebas dari stunting, tapi juga akan menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi dari akar rumput, di setiap pelosok desa dan sudut sudut perkotaan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Epic Comeback! Borneo FC Permalukan Bali United 3-2 dalam Perebutan Takhta Liga 1

0

Wartain.com – Borneo FC Samarinda sukses memetik kemenangan krusial dalam lanjutan BRI Super League setelah menumbangkan tuan rumah Bali United dengan skor tipis 2-3. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Senin, 11 Mei 2026. malam.

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi di mana Bali United unggul lebih dulu melalui aksi Yachida pada menit ke-21. Namun, Borneo FC bangkit di babak kedua melalui gol cepat Peralta di menit ke-48. Laga sempat memanas saat Borneo FC berbalik unggul lewat penalti di menit ke-73, namun gol bunuh diri Caxambu pada menit ke-76 sempat membuat harapan tuan rumah kembali hidup sebelum akhirnya Villa mengunci kemenangan Borneo FC pada menit ke-78.

Berdasarkan statistik pertandingan, laga berjalan sangat seimbang dengan penguasaan bola 49% untuk Bali United dan 51% untuk Borneo FC. Meskipun Bali United lebih agresif dengan melepaskan 16 tembakan (8 on target), efektivitas serangan Borneo FC menjadi pembeda. Tim tamu berhasil memaksimalkan 4 tembakan tepat sasaran menjadi 3 gol yang memastikan mereka pulang dengan poin penuh dari markas “Serdadu Tridatu”.

Pelatih Borneo FC mengapresiasi mentalitas anak asuhnya yang mampu tetap fokus meski bermain di bawah tekanan suporter lawan. Kemenangan ini sangat berarti mengingat persaingan memperebutkan gelar juara Liga 1 tahun ini semakin sengit. Tambahan tiga poin ini membuat jarak antar tim di posisi empat besar semakin rapat, sehingga setiap kesalahan di sisa kompetisi dapat mengubah peta persaingan juara.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Bali United yang kini harus bekerja ekstra keras di sisa laga musim ini. Persaingan menuju tangga juara menyisakan beberapa pertandingan menentukan bagi kedua tim. Konsistensi menjadi kunci utama bagi Borneo FC untuk mempertahankan tren positif, sementara Bali United dituntut segera berbenah jika tidak ingin terlempar dari persaingan elite di akhir musim nanti.

Dengan kompetisi yang kini memasuki fase akhir, setiap poin terasa seperti emas. Borneo FC kini bersiap menatap jadwal padat berikutnya melawan tim-tim papan tengah, sementara Bali United harus melakoni laga tandang yang berat pekan depan. Hasil pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta ini secara otomatis memanaskan tensi Liga 1, menjanjikan persaingan yang akan terus bergejolak hingga pekan terakhir.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)