26.7 C
Jakarta
Selasa, Maret 17, 2026

Latest Posts

Dari Dapur Kecil ke Ribuan Porsi Gizi: Kisah Rani Setiani di Balik Program MBG di Kota Sukabumi

Wartain.com || Di sebuah sudut Kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Sarasa, Kelurahan Limusnunggal, aroma masakan bergizi setiap pagi menguar dari sebuah bangunan sederhana. Bangunan itu dulunya adalah restoran kecil bernama Resto Rinjani, kini menjelma menjadi salah satu dapur andalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cibeureum.

Adalah Rani Setiani, sosok di balik dapur ini. Ia tak pernah membayangkan restoran yang dulu hanya melayani pesanan hajatan dan pelanggan lokal, kini memasak lebih dari 3.500 porsi setiap hari untuk siswa dan ibu hamil. Semua itu berawal dari niat sederhana: ingin ikut berkontribusi bagi negeri.

“Awalnya kami dengar tentang program MBG ini, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Sampai akhirnya ada yayasan yang menghubungi dan mengajak kerjasama. Alhamdulillah, ternyata fasilitas yang diminta memang sudah kami miliki,” kenang Rani, matanya berbinar.

Dibantu 50 orang, termasuk 3 petugas dari Badan Gizi Nasional (BGN), dapur yang dipimpinnya kini berjalan nyaris tanpa henti setiap hari. Yang paling membanggakan, sebagian besar timnya berasal dari warga sekitar. Bukan sekadar memberi makan, dapur ini juga membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan masyarakat.

Rani menyebut, tantangan tetap ada. Mulai dari selera makan anak-anak yang beragam, alergi terhadap bahan makanan tertentu, hingga teknis distribusi yang tidak mudah. Namun, semua bisa diatasi berkat komunikasi yang solid dan sistem yang sudah dirancang dengan matang oleh tim BGN.

“Bagi saya, ini bukan hanya soal memasak. Ini tentang bagaimana kami bisa menjadi bagian dari proses mencerdaskan generasi bangsa. Rasanya luar biasa ketika tahu makanan yang kami siapkan bisa memberi energi bagi anak-anak untuk belajar lebih baik,” ujarnya sambil tersenyum.

Kini, dapur Rani kerap menjadi tujuan kunjungan calon mitra dari kecamatan lain. Mereka datang untuk belajar, bahkan ‘magang’, agar bisa membuka dapur serupa. Rani menyambut mereka dengan tangan terbuka, karena baginya program ini adalah kerja bersama.

“Ada rasa bahagia ketika kami bisa berbagi ilmu. Kami semua punya tujuan yang sama, yaitu mendukung program pemerintah agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh sehat dan cerdas,” katanya.

Kepada para mitra baru, Rani berpesan agar tidak hanya berpikir soal bisnis. “Yang utama adalah niat. Pastikan yayasan yang diajak kerjasama punya legalitas dan sistem yang jelas. Daftarnya pun harus lewat aplikasi resmi dari BGN. Kalau semua sesuai aturan, InsyaAllah lancar,” tutupnya.

Dari dapur kecilnya yang dulu sepi, kini Rani tak hanya memasak makanan, tapi juga harapan. Harapan akan masa depan yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih sejahtera untuk anak-anak Indonesia.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.