Wartain.com || Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi tak hanya diwarnai kemeriahan karnaval budaya, tetapi juga menjadi panggung bagi pemerintah daerah dalam menyampaikan arah pembangunan ke depan.
Di tengah antusiasme masyarakat yang memadati jalannya karnaval, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa perayaan ini sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan peran pemerintah dan masyarakat.
“Ya, hari ini adalah rangkaian dari hari ulang tahun ke-112. Agendanya salah satunya adalah karnaval budaya. Jadi seluruh kedinasan dan partisipasi masyarakat turut serta dalam karnaval budaya di hari ulang tahun ke-112,” ujarnya.
Namun di balik kemeriahan tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah strategis, terutama dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi fokus utama ke depan.
“Tentu saja, kita fokus terhadap peningkatan APBD ke tahun-tahun yang akan datang, peningkatan PAD. Kita jangan diam di angka 1,3 triliun tapi kita akan naikkan terus ya. Mudah-mudahan TKD (Transfer Keuangan Daerah) benar-benar realisasi di bulan-bulan yang akan datang. Dan kita akan ada upaya untuk menyehatkan fiskal kita,” jelasnya.
Selain itu, strategi percepatan pembangunan juga disiapkan, khususnya pada sektor infrastruktur. Pemerintah berencana memangkas waktu pelaksanaan proyek jangka panjang menjadi lebih singkat demi efisiensi anggaran.
“Semua kita akan ada perubahan termasuk juga infrastruktur kita akan tarik ke dua tiga tahun ke depan supaya pembangunan delapan tahun ke depan bisa dikerjakan dalam tempo dua tiga tahun ke depan. Karena kita akan tarik pembangunan ini, kenapa? Ada satu keuntungan, barang hari ini jauh lebih murah dibanding dengan barang-barang pengadaan di delapan tahun yang akan datang. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur untuk delapan tahun ke depan kita akan tarik ke satu dua tahun ke depan. Seperti itu, untuk memberikan satu efisiensi dalam pembangunan karena harga akan jauh lebih mahal ya,” paparnya.
Di sisi lain, pelestarian budaya tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Sukabumi. Karnaval budaya akan terus didorong sebagai agenda tahunan sekaligus memperkuat identitas kota sebagai kota kreatif.
“Ya, kita akan melestarikan budaya Sukabumi karena Sukabumi adalah salah satu kota kreatif, dan itu yang menobatkan kota kreatif tingkat nasional ya,” katanya.
Ayep menambahkan, tradisi karnaval telah lama hidup di tengah masyarakat dan perlu terus dijaga sebagai ruang hiburan sekaligus penguat kebersamaan.
“Dan ini sudah sejak dulu kala Kota Sukabumi menjadi kota karnaval sebetulnya, ya. Sejak saya kecil di Kota Sukabumi kegiatan karnaval selalu ada setiap tahun.
Dan kita budayakan kembali karnaval ini karena memang masyarakat kota juga perlu satu hiburan dan apa, di kota kecil ini perlu satu penyegaran dan hiburan,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
