26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Sukabumi, BPBD Siaga di Titik Merah

Wartain.com || Kabupaten Sukabumi kembali diterjang bencana alam setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (26/10/2025). Sejumlah kawasan dengan status rawan bencana kini masuk dalam kondisi siaga.

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops–PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, dua kecamatan tercatat paling terdampak, yakni Kecamatan Jampangtengah dan Kecamatan Cisolok.

Di wilayah Kecamatan Jampangtengah, tanah longsor dilaporkan terjadi di Kampung Bojonglopang RT 01 RW 01, Desa Jampangtengah. Hujan deras menyebabkan tebing sungai setinggi sekitar 4 meter dengan panjang 20 meter ambruk, hingga mengancam dua rumah warga yang dihuni oleh lima kepala keluarga atau sembilan jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sementara di Kecamatan Cisolok, kombinasi bencana banjir dan longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Hujan yang mengguyur sejak siang hari memicu luapan air di beberapa titik, antara lain Kampung Marinjung Hilir di Desa Karangpapak, kawasan wisata Karanghawu di Desa Cisolok, dan Kampung Citiis di Desa Cikahuripan.

Genangan air setinggi 40 hingga 50 sentimeter membuat aktivitas warga dan wisatawan terganggu. Bahkan, tembok penahan tanah (TPT) di salah satu rumah warga Desa Cikahuripan roboh akibat terjangan longsor. Di kawasan wisata Karanghawu, air juga merendam area sekitar Hotel Kuda Laut.

ā€œAir mulai naik sejak sore dan baru surut menjelang malam. Warga tetap waspada karena curah hujan masih tinggi,ā€ ujar Dasep, warga Cisolok.

Menanggapi situasi tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi segera melakukan asesmen dan pemantauan di lapangan. Kepala Pusdalops BPBD Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa pihaknya terus memonitor perkembangan di titik-titik rawan bencana melalui berbagai kanal komunikasi.

ā€œPemantauan kami lakukan secara intens, baik melalui peralatan di lapangan maupun sistem informasi seperti InaRisk, InaSafe, dan InaWare. Kami juga menerima peringatan dini dari BMKG melalui sistem WRS New Generation,ā€ jelas Daeng.

Untuk mendukung upaya penanganan cepat, BPBD mengerahkan satu unit kendaraan operasional, satu mesin pompa air (alkon), serta satu chainsaw. Personel gabungan dari berbagai unsur turut dilibatkan untuk memastikan keamanan warga di lokasi terdampak.

Daeng mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Sukabumi.

ā€œJangan lengah, terutama bagi warga yang tinggal di lereng dan bantaran sungai. Segera laporkan bila terjadi tanda-tanda longsor atau banjir susulan,ā€ tegasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.