Wartain.com || Setiap tanggal 7 Februari, dunia memperingati Hari Olahraga Putri dan Wanita Nasional atau Girls and Women in Sports Day, untuk menandai komitmen dalam mematahkan stereotip gender yang terus merajai dunia olahraga.
Hal tersebut didedikasikan untuk para perempuan baik anak-anak atau dewasa yang melakukan aktivitas olahraga. Hal itu berlaku baik itu atlet maupun bukan.
Hari Anak Perempuan dan Perempuan Nasional dalam Olahraga pertama kali diperingati pada tahun 1987
Tujuan utamanya kala itu untuk mengenang pemain bola voli Olimpiade Flo Hyman yang merupakan pemain bola voli wanita terbaik pada masanya.
Ia juga turut aktif dalam mempromosikan kesetaraan representasi perempuan dalam olahraga. Hyman diketahui telah meninggal akibat kelainan genetik bernama sindrom Marfan. Meski Ia memiliki kekurangan namun Ia tetap semangat bermain voli di sejumlah turnamen.
Sejak saat itu, banyak orang melakukan penghormatan sekaligus menjadi peringatan untuk semua atlet perempuan atas prestasi mereka, dampak positif dari inklusi perempuan dalam olahraga, dan untuk mengatasi tantangan terkait partisipasi perempuan yang setara dalam kegiatan olahraga.
Hari Anak Perempuan dan Perempuan Nasional dalam Olahraga dirayakan di seluruh 50 negara bagian. Hari tersebut biasanya dirayakan dengan menyelenggarakan acara komunitas, upacara penghargaan, dan kegiatan olahraga lainnya yang menginspirasi anak perempuan dan perempuan untuk berolahraga.
Sebagai perayaan yang mengusung semangat kesetaraan, Hari Olahraga Putri dan Wanita Nasional bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang memberdayakan setiap wanita untuk meraih potensinya tanpa terbebani oleh stereotip gender. Perayaan ini bukan hanya menghormati masa lalu, tetapi juga merayakan keberhasilan dan harapan masa depan untuk perempuan dalam dunia olahraga.***
Foto: Wartain.com/Ruswandi
Editor: Raka A. Firmansyah
(Ruswandi)
