26.7 C
Jakarta
Sabtu, September 26, 2026

Latest Posts

Hari Tani Nasional 2026, Petani Jampangtengah Tegaskan Perjuangan Hak Atas Tanah

Wartain.com – Perayaan Hari Tani Nasional ke-66 Tahun 2026 menjadi momentum bagi para petani di Kabupaten Sukabumi, khususnya wilayah Jampangtengah dan sekitarnya, untuk menyuarakan aspirasi serta memperjuangkan hak atas tanah yang selama ini mereka garap.

kegiatan dilakukan di kawasan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Lokasua Karya, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Jampangtengah, Forkopimcam Lengkong, Kepala ATR/BPN Sukabumi, serta berbagai unsur lainnya.

Ketua Pelaksana Perayaan Hari Tani Nasional 2026, Lalan Jaelani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petani yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Lalan secara khusus mengucapkan terima kasih kepada para petani dari berbagai wilayah, mulai dari Pasir Datar, Lengkong, Pabuaran, , hingga Sirnasari, Jampang Pabuaran dan Nyalindung.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan kita hari ini mendapatkan anugerah dari Allah SWT dalam momentum kegiatan ini,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran para pejabat daerah dan unsur pemerintahan diharapkan dapat menjadi ruang untuk melihat serta mendengarkan secara langsung aspirasi para petani.

Terutama, kata Lalan, berkaitan dengan harapan petani untuk mendapatkan hak atas tanah yang mereka garap.

“Para pejabat hadir menyaksikan keinginan-keinginan para petani untuk mendapatkan hak di tanahnya sendiri ataupun di tanah negara Republik Indonesia,” katanya.

Lalan juga mengingatkan bahwa perjuangan para petani dalam menggarap dan memperjuangkan hak atas tanah bukanlah sesuatu yang mudah. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu panjang serta perjuangan yang tidak bisa dilakukan secara instan.

Ia kemudian mengisahkan peristiwa yang pernah terjadi sekitar tahun 1999 hingga 2001. Saat itu, menurut Lalan, pernah terjadi kasus yang berkaitan dengan persoalan tanah dan salah seorang yang disebutnya sebagai penipu petani ditangkap serta menjalani hukuman.

Dalam kesempatan tersebut, Lalan menunjuk Unang sebagai salah satu saksi hidup perjalanan perjuangan petani pada masa tersebut.

“Beliau adalah saksi hidup yang pernah ikut memperjuangkan dan membebaskan tanah sawah yang hari ini digarap oleh warga masyarakat, para petani,” ungkapnya.

Lalan menegaskan, perjuangan tersebut hingga kini masih terus dilanjutkan oleh para petani bersama para pengurus yang terlibat.

“Alhamdulillah, sampai hari ini Pak Unang dan teman-teman pengurus lainnya masih solid dalam memperjuangkan hak,” pungkasnya.

Momentum Hari Tani Nasional ke-66 tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi para petani untuk menyampaikan aspirasi, memperkuat persatuan, serta mendorong adanya kepastian dan perlindungan terhadap hak-hak petani atas tanah yang mereka garap.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.