26.7 C
Jakarta
Jumat, September 11, 2026

Latest Posts

Hindari Kejahatan Seksual Secara Daring, Cara Bijak Menggunakan Internet

Wartain.com || Perkembangan internet dan perangkat komunikasi digital telah mengubah beragam aspek dalam kehidupan kita, tak terkecuali bagi anak-anak dan remaja. 95% anak usia 12-17 tahun di Indonesia mengakses internet minimal dua kali sehari.

Di satu sisi, internet memiliki dampak positif bagi kita, baik untuk kegiatan akademik, maupun urusan personal lainnya. Kamu pasti pernah menggunakan internet untuk membantu mengerjakan tugas sekolah atau belajar dari berbagai materi yang tersedia di platform digital.

Terlebih lagi di masa pandemi COVID-19, internet pasti bermanfaat sekali untuk mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh. Selain itu, internet juga bermanfaat untuk beragam kegiatan lain, seperti mengirim pesan instan, menggunakan media sosial, menonton video atau siaran langsung, berbicara dengan keluarga atau teman yang tinggal lebih jauh, atau bermain video game.

Namun, di sisi lain, jika kita tidak berhati-hati, internet juga menyimpan risiko untuk anak-anak dan remaja. Simak halaman ini untuk mempelajari tips-tips menjaga dirimu dan sesama dari bahaya kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring.

Icon 22%; anak-anak menemukan konten seksual tidak terduga secara daring melalui iklan, umpan media sosial, mesin pencari dan aplikasi perpesanan, dan 9% menyatakan aktif mencari materi seperti itu

Icon 500.000; anak di Indonesia, menyatakan pernah mengalami eksploitasi seksual dan perlakuan yang salah di dunia maya dalam setahun terakhir

Icon 29%; anak pernah mengirim informasi pribadi ke seseorang yang belum pernah mereka temui secara langsung

Anak-anak dengan disabilitas juga rentan mengalami kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring. Simak cerita anak-anak dengan disabilitas di Makassar berikut ini!

Teks apa itu kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring
Kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring mengacu pada situasi yang melibatkan teknologi, internet, dan komunikasi digital di beberapa titik selama rangkaian pelecehan atau eksploitasi. Kekerasan ini dapat terjadi sepenuhnya secara daring atau melalui campuran interaksi daring dan tatap muka antara pelaku dan anak.

Hal-hal di bawah ini termasuk sebagai bentuk kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring:

Icon video, teks produksi, kepemilikan atau berbagi materi pelecehan seksual anak
Foto, video, audio, atau rekaman lain, atau penggambaran lain apapun dari pelecehan seksual anak yang nyata atau yang dihasilkan secara digital atau bagian seksual seorang anak untuk tujuan utama seksual.

Icon putar, teks siaran langsung pelecehan seksual anak. Pelecehan seksual anak yang dilakukan dan dilihat secara bersamaan dan langsung melalui alat komunikasi, alat video konferensi dan/atau aplikasi obrolan.

Icon dialog, teks grooming online anak untuk tujuan seksual. Melibatkan anak melalui teknologi dengan maksud melecehkan atau mengeksploitasi anak secara seksual, dapat terjadi baik sepenuhnya daring atau melalui kombinasi kontak daring dan langsung.

Icon pemberian uang, teks pemerasan seksual terhadap anak-anak. Pemerasan atau ancaman untuk mengekstraksi konten seksual atau manfaat lain (misalnya, uang) dari anak, seringkali menggunakan konten seksual anak yang sebelumnya telah diperoleh sebagai alat tawar.

Apa saja risiko kekerasan dan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring?
56 persen anak tidak pernah menceritakan insiden yang dialami kepada siapa pun.

Kita perlu memahami berbagai perasaan yang mungkin dirasakan anak yang mengalami kekerasan dan eksploitasi seksual di ranah daring.

Mereka dapat merasa:

* Bersalah
* Malu dan khawatir menjadi aib dan masalah bagi keluarga
* Tidak tahu harus bicara dengan siapa atau melapor ke mana
* Berpikir tidak seorang pun dapat memahami mereka
*Tidak menganggap hal itu sebagai hal yang serius untuk dilaporkan
(Sumber: Disrupting Harm, 2022)

Jika tidak tertangani, bagaimana akibatnya?

* Anak-anak berpotensi mengalami perubahan perilaku, termasuk..

* Kekerasan dan eksploitasi seksual di ranah daring juga bisa mempengaruhi kondisi psikologis anak-anak, seperti..

Lebih jauh lagi, anak-anak juga bisa punya perubahan persepsi tentang..
Apa yang bisa kamu lakukan untuk melindungi dirimu?

* Sebarkan konten dan pesan yang baik di ranah daring
* Tidak membagikan informasi pribadi di ranah daring ke orang yang tidak dikenal, termasuk alamatmu dan nama sekolahmu

* Berhati-hati ketika menerima friend request di media sosial, cek apakah kalian memiliki teman yang sama atau tidak.

*Jangan ragu menolak permintaan jika tidak dikenal

* Ganti password media sosialmu secara berkala, ingat untuk tidak membagikan password akun ke siapa pun

* Hindari bertemu orang yang baru kamu kenal dari internet sendirian, beri tahu orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya

* Selalu ceritakan apa yang kamu alami di media sosial pada orang tua atau orang dewasa lain yang kamu percaya. Minta pertolongan jika dibutuhkan
* Terus belajar cara berinternet dengan aman dan mau berbagi ke teman-teman terdekat.***

*Berbagai Sumber

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.