Wartain.com || Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 di Kota Sukabumi tidak sekadar menjadi agenda seremoni tahunan. Dalam kegiatan puncak yang berlangsung di Plaza Balai Kota Sukabumi pada Minggu (30/11/2025), Pemerintah Kota Sukabumi justru menempatkan momentum ini sebagai titik evaluasi besar terhadap kondisi kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan kota.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan jajaran Forkopimda, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa kesehatan bukan hanya urusan layanan medis. Menurutnya, kesehatan kota ditentukan oleh banyak faktor: kebersihan lingkungan, disiplin masyarakat, kualitas pelayanan publik, hingga soliditas pemerintahan dari tingkat kota sampai kelurahan.
Indeks Kebersihan Kota Jadi Sorotan
Di hadapan jajaran perangkat daerah, organisasi kesehatan, BPJS, dan berbagai rumah sakit serta puskesmas, wali kota menyoroti rendahnya indeks kebersihan Kota Sukabumi yang baru mencapai angka 44. Kondisi ini, katanya, harus menjadi perhatian serius semua jajaran.
“Indeks kebersihan adalah cermin perilaku kolektif. Kota sehat tidak bisa berdiri tanpa lingkungan yang bersih dan tertib,” tegasnya.
Ia meminta perbaikan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan agar Kota Sukabumi dapat naik ke kategori layak bersih.
Isu Stunting, Kemiskinan, hingga Infrastruktur Masih Mengemuka
Selain kebersihan, wali kota juga menegaskan pentingnya penanganan isu kesehatan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Stunting, kemiskinan ekstrem, pengangguran, hingga infrastruktur yang perlu perbaikan terus diupayakan melalui pendataan dan intervensi pemerintah.
Momentum HKN tahun ini, lanjutnya, harus menjadi ajakan untuk “menyehatkan” kota dalam aspek yang lebih luas—bukan hanya kesehatan tubuh, tetapi juga kesehatan sosial dan tata kelola.
Apresiasi bagi Lembaga Kesehatan Berprestasi
Sebagai bagian dari rangkaian acara, pemerintah menyerahkan penghargaan kepada fasilitas pelayanan kesehatan yang menunjukkan kinerja baik. Penghargaan diberikan kepada RS Assyifa, RS Kartika, Klinik Waluya, Optik Vision Care, serta sejumlah puskesmas, termasuk Baros, Tipar, dan Selabatu.
Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi atas kontribusi mereka dalam memperkuat sistem layanan kesehatan di Kota Sukabumi.*** (RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
