Wartain.com – Ant Farm ikut memeriahkan bazar UMKM pada gelaran Jampang Ngabhuana 3 yang digagas oleh Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) yang berlangsung di Lapang Lodaya Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/10/2026). Lapak anggrek milik Anna (37) asal Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, ini menarik perhatian pengunjung.
Anna mengaku mulai menyukai anggrek sejak 2012 dan fokus membudidayakannya sejak 2019 saat pandemi Covid-19. Kini koleksinya mencapai 30 jenis campuran, antara endemik Indonesia dengan anggrek asal Amerika dan Asia.
“Unggulannya anggrek besi, kisaran Rp4-5 juta yang sudah berbunga. Kebanyakan yang dicari kolektor itu Dendrobium,” ujar Anna.
Selain tampil di Jampang Ngabhuana 3, Ant Farm juga membuka gerai di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tepatnya di Orchid Park Jakarta.
Tak hanya berjualan, Anna memiliki misi edukasi. Ia berencana membuka laboratorium anggrek di wilayah Pajampangan agar masyarakat lebih mengenal dan mencintai tanaman langka.
“Pengembangan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat akan kecintaan terhadap tanaman langka,” katanya.
Selain anggrek, Anna juga mengoleksi berbagai jenis bunga hias lainnya, namun fokus utamanya tetap anggrek. Dari usaha tersebut, ia mampu meraup omzet Rp3-5 juta per bulan.
Anna berharap UMKM-nya bisa lebih berkembang dan maju lagi ke depan, serta menjadi wadah belajar bagi pecinta anggrek di Sukabumi Selatan dan sekitarnya.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
