26.7 C
Jakarta
Selasa, Februari 10, 2026

Latest Posts

Hujan Deras Picu Belasan Bencana di Sukabumi, Longsor Dominasi Sejumlah Kecamatan

Wartain.com || Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak akhir pekan memicu rangkaian bencana alam di sejumlah daerah. Dalam waktu singkat, berbagai kejadian darurat dilaporkan terjadi hampir bersamaan di beberapa kecamatan.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 15 kejadian bencana melanda 11 kecamatan hanya dalam rentang waktu kurang dari setengah hari, tepatnya pada Minggu (11/1/2026).

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem sejak pagi hari menjadi pemicu utama munculnya berbagai bencana, dengan tiga jenis kejadian paling dominan yakni tanah longsor, banjir, serta dampak cuaca ekstrem lainnya.

“Sejak sekitar pukul 07.10 WIB, laporan dari petugas P2BK terus masuk. Hingga sore hari, sejumlah wilayah seperti Kabandungan, Ciemas, Surade, Cidolog, Nyalindung, Simpenan, Parakansalak, Bojonggenteng, Cibadak, Gunungguruh, Cisaat, hingga Palabuhanratu dilaporkan terdampak,” ujar Daeng dalam keterangan resminya, Senin (12/1/2026).

Bencana tanah longsor menjadi kejadian paling banyak terjadi. Salah satu lokasi dengan dampak signifikan berada di Kecamatan Simpenan, tepatnya di Ruas Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua, Kampung Cipamunguan. Longsoran material menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas terputus dan membutuhkan penanganan alat berat melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Situasi serupa juga terjadi di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, di mana material longsoran menutup jalan provinsi dan membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Sementara di Kecamatan Kabandungan, longsor menimpa satu rumah warga di Kampung Cianaga dan menyebabkan satu kepala keluarga dengan empat jiwa terdampak.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas sudah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta penanganan awal, termasuk penyaluran bantuan darurat seperti karung dan boronjong,” jelas Daeng.

Selain longsor, luapan air sungai juga menyebabkan genangan di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Ciemas, genangan dilaporkan terjadi di Desa Mekarsakti dan Desa Mandrajaya sejak pagi hari. Kondisi serupa juga dialami warga Kampung Ciawi, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, akibat meningkatnya debit air.

Meski belum dilaporkan adanya pengungsian massal maupun korban meninggal dunia, dampak kerusakan infrastruktur mulai terlihat, terutama pada akses jalan dan bangunan warga di beberapa titik, salah satunya di Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat.

Menghadapi potensi bencana susulan, BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan seluruh petugas P2BK tetap dalam status siaga penuh selama 24 jam. Kebutuhan mendesak seperti alat berat, mesin chainsaw, terpal, dan material bangunan juga telah dipetakan untuk segera dikirim ke lokasi terdampak.

“Kami mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di sekitar lereng, tebing, dan bantaran sungai. Saat hujan deras berlangsung lebih dari dua jam, sebaiknya segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman,” pungkas Daeng.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.