Wartain.com || Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terakhir kembali memicu terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah. Longsor, banjir, hingga cuaca ekstrem dilaporkan terjadi secara beruntun akibat tingginya intensitas curah hujan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, sedikitnya tiga kejadian bencana tercatat pada Sabtu, 31 Januari 2026. Peristiwa tersebut tersebar di Kecamatan Gegerbitung, Cidahu, dan Cikidang.
Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa hujan lebat yang berlangsung cukup lama menjadi faktor utama pemicu bencana di beberapa titik tersebut.
“Dalam beberapa hari terakhir curah hujan cukup tinggi. Dampaknya terjadi longsor dan banjir di Gegerbitung, cuaca ekstrem di Cidahu, serta banjir yang merendam puluhan rumah di Kecamatan Cikidang,” ujar Daeng, Minggu (1/2/2026).
Di Kecamatan Gegerbitung, bencana terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB di Kampung Lembur Sawah, RT 017/RW 05, Desa Cijurey. Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan Bendungan Leuwi Benda tergerus derasnya aliran air hingga akhirnya jebol.
“Akibatnya bendungan mengalami kerusakan parah dan dikhawatirkan berdampak pada sektor pertanian, terutama ancaman gagal panen bagi warga setempat,” jelasnya.
Sementara itu, cuaca ekstrem juga melanda Kecamatan Cidahu pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Babakan Jampang, RT 003/RW 009, Desa Jayabakti. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan sempat menutup akses jalan warga.
“Pohon tumbang sudah berhasil dievakuasi sehingga aktivitas warga kembali normal,” kata Daeng.
Banjir dengan dampak paling besar terjadi di Kecamatan Cikidang pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Hujan lebat yang disertai kiriman air dari wilayah hulu sungai mengakibatkan luapan air yang merendam permukiman warga di Kampung Cikidang Hilir, RW 002 dan RW 003, Desa Cikidang.
“Sebanyak 21 rumah terdampak banjir. Saat ini petugas masih melakukan pemantauan serta pendataan lanjutan di lokasi kejadian,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Berdasarkan informasi BMKG, wilayah Kabupaten Sukabumi masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Pada Sabtu malam, suhu udara tercatat sekitar 23 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 95 persen, arah angin barat laut, dan kecepatan angin sekitar 2 kilometer per jam.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi wilayah rawan bencana melalui petugas P2BK, radio komunikasi, media sosial, serta aplikasi kebencanaan seperti InaRisk dan InaSafe.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap siaga dan segera melaporkan apabila terjadi situasi darurat, guna mencegah dampak yang lebih luas,” tutup Daeng.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
