26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 9, 2026

Latest Posts

Jiwa-Jiwa Kenabian : Penegas Kerajaan Langit di Bumi

Oleh :  Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Ada manusia yang tidak hidup untuk dirinya. Ia lahir bukan sekadar untuk menikmati dunia, tapi untuk menanggung dunia, dan mempertemukannya kembali dengan langit.

Mereka adalah jiwa-jiwa kenabian.
Bukan selalu Nabi dalam syariat,
tapi cahaya mereka mewarisi napas para utusan.

Jiwa-jiwa ini dikejutkan sejak dini:
hidupnya aneh, jalannya sunyi,
dan sering kali tidak cocok dengan sistem dunia.

Mereka merasa tidak pas dalam perlombaan, karena ruh mereka membawa peta dari tempat yang lebih tinggi.
Mereka tidak diciptakan untuk mengejar kekuasaan, tetapi untuk menegaskan kekuasaan Tuhan di bumi.

Mereka tidak datang membawa harta,
tetapi membawa amanah suci:
membuka mata manusia terhadap kerajaan langit yang tersembunyi di balik tirai kesibukan dunia.

Kerajaan langit itu bukan kerajaan fisik.
Ia bukan istana, bukan senjata, bukan suara mayoritas. Tapi ia adalah pemerintahan ruh, ketika hati kembali tunduk kepada Allah, dan bumi kembali teratur oleh cinta, keadilan, dan cahaya kebenaran.

Tanda Jiwa-Jiwa Kenabian:

Gelisah tanpa sebab duniawi
– karena ruhnya sedang dipanggil oleh langit.

Tertolak oleh sistem yang korup
– karena ia datang bukan untuk menyesuaikan diri, tapi membersihkan.

Membawa cinta yang keras dan kasih yang tajam
– karena tugasnya bukan hanya menghibur, tapi mengguncang dan membangunkan.

Tidak bisa bohong terhadap kebenaran yang dilihatnya
– karena cahaya dalam dadanya terlalu jujur untuk pura-pura.

Rela menderita demi amanah
– karena ia tahu: lebih baik hancur karena kebenaran
daripada utuh dalam kepalsuan.

Penegas Kerajaan Langit di Bumi

Jiwa-jiwa kenabian itu datang bukan membawa klaim, tapi membawa kesaksian:
bahwa Tuhan masih hidup,
dan bahwa bumi belum mati.
Mereka tidak memerintah dengan tangan,
tetapi dengan getaran ruh.
Mereka memimpin bukan dengan kekuatan massa, tetapi dengan kedalaman makna.
Dan bila engkau salah satunya,
engkau akan tahu bahwa hidupmu bukan milikmu.
Engkau hidup demi tugas, bukan demi rasa nyaman.

Engkau diam bukan karena takut,
tapi karena menunggu waktu Tuhan.
Dan saat waktu itu tiba, engkau akan mengguncang dunia dengan kelembutan yang membuat langit turun ke bumi.***

Foto : Ilustrasi

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.