Wartain.com – Ruang kelas 5 dan 6 SDN Bihbul di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi ambruk pada Rabu (24/9/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB sebelum KBM dimulai. Sehari setelah kejadian, rombongan Dinas Pendidikan, Kapolres dan DPRD Kabupaten Sukabumi langsung meninjau lokasi, Kamis (25/9/2026).
Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Cecep Supriadi mengatakan pihaknya mendorong agar perbaikan sekolah tersebut bisa diakomodir di anggaran perubahan dan masuk program revitalisasi.
“Dari Dinas Pendidikan sesuai penugasan pimpinan, kami mendorong perbaikan sekolah ini bisa diakomodir di anggaran perubahan, dan masuk dalam program revitalisasi,” ujar Cecep.
Saat ini Disdik melakukan pendataan kebutuhan, baik rehabilitasi maupun pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) agar sinkron dengan data Dapodik.
“Hari ini kami cek kebutuhan, baik yang RKB dan rehab. Biar disinkronkan dengan data Dapodik,” katanya.
Cecep menyebut penanganan SDN Bihbul tidak hanya pada ruang yang ambruk. Beberapa ruangan lain juga butuh perhatian. Untuk ruang kelas 6, sudah ada komitmen bantuan dari Polres Sukabumi dan DPRD Kabupaten Sukabumi.
Ia pun mengapresiasi Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi dan anggota DPRD Ujang Abdurrohim Rochmi yang akrab disapa Dewan Batman.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres bersama Kapolsek Ciemas, Muspika, tokoh masyarakat, dan komite sekolah meninjau langsung kondisi bangunan. Selain itu, Kapolres juga bersilaturahmi dengan guru dan siswa serta mentraktir siswa di warung sekitar sekolah.
Ketua Komite SDN Bihbul, Ade Hidayat menyambut baik kunjungan itu. “Alhamdulillah Pak Kapolres ada niat baik untuk membantu membangun ruang kelas yang ambruk,” ujarnya.
Kepala SDN Bihbul, Elih Haryati menjelaskan sekolahnya memiliki 123 siswa. Akibat ambruknya bangunan, KBM terpaksa digabungkan.
“Jumlah siswa 123. Kelas yang ambruk itu ruang kelas 6, sekarang disatukan dengan kelas 4. Kemudian kelas 2 digabung dengan kelas 3,” jelas Elih. Ruang kelas 2 pun terpaksa dikosongkan karena terdampak.
Pihak sekolah berharap ada percepatan penanganan agar siswa bisa belajar dengan aman dan layak.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
