Wartain.com || Momen kelulusan siswa kelas 12 di SMKN Pertanian 1 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, tahun ini hadir dengan nuansa berbeda. Tak hanya diisi agenda foto bersama dan pelepasan, para siswa juga mendapatkan pengalaman unik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan dengan konsep prasmanan ala hotel.
Program ini digagas oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaraja Pasirhalang 3. Head Chef SPPG, Asep Saepulloh, menyampaikan bahwa konsep buffet sengaja dihadirkan untuk memberikan kesan istimewa sekaligus edukasi bagi para siswa.
“Konsep prasmanan ini memang menjadi standar pelayanan kami. Selain memberikan variasi penyajian, kami juga ingin menunjukkan bahwa makanan bergizi bisa dikemas menarik seperti di hotel,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Menurut Asep, pengalaman ini diharapkan memberi kesan baru bagi siswa, terutama dalam menikmati makanan yang disajikan langsung dari dapur dalam kondisi hangat dan higienis.
Adapun menu yang disuguhkan cukup beragam. Nasi liwet menjadi hidangan utama favorit, didampingi ayam geprek dengan sambal khas, serta tahu berontak. Untuk penutup, tersedia puding, potongan semangka, dan susu aneka rasa seperti stroberi, vanila, dan cokelat.
“Sebagian besar siswa memang memilih nasi liwet. Kami juga menyesuaikan menu dengan selera anak-anak agar tetap menarik sekaligus bergizi,” jelasnya.
Persiapan kegiatan ini pun tidak dilakukan secara mendadak. Tim SPPG telah mulai bekerja sejak sehari sebelumnya untuk menyiapkan lebih dari 1.200 porsi makanan.
“Kami mulai persiapan sejak sore hari sebelumnya. Bahkan perencanaan, termasuk dekorasi seperti fruit carving, sudah disusun sejak satu minggu lalu agar semuanya berjalan maksimal,” tambah Asep.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana, Lalan Suherlan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pihak sekolah dan SPPG.
“Kami mengajukan permohonan karena bertepatan dengan momen kelulusan siswa. Setelah melalui proses koordinasi, akhirnya disetujui dan terlaksana hari ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa konsep prasmanan ini menjadi pengalaman pertama di sekolah tersebut. Biasanya, distribusi MBG dilakukan dalam bentuk katering yang dibagikan menjelang waktu istirahat.
“Selama ini sistemnya dibagikan per porsi. Jadi ketika dibuat prasmanan seperti ini, tentu memberikan suasana baru bagi siswa,” ujarnya.
Dari sisi kualitas, pihak sekolah menilai program MBG berjalan dengan baik. Sistem evaluasi juga diterapkan secara cepat jika ditemukan kekurangan.
“Kalau ada keluhan, misalnya buah yang kurang layak, langsung kami sampaikan dan segera ditindaklanjuti oleh pihak SPPG keesokan harinya,” jelas Lalan.
Dengan jumlah siswa lebih dari 1.000 orang serta puluhan tenaga pendidik dan staf, penyediaan porsi telah disesuaikan agar seluruh penerima manfaat dapat terlayani dengan baik.
Antusiasme siswa pun terlihat jelas. Salah satu siswi, Siti Aulia, mengaku momen tersebut menjadi kenangan tak terlupakan di penghujung masa sekolahnya.
“Senang banget, apalagi ini bertepatan dengan acara kelulusan. Jadi terasa lebih spesial,” ungkapnya.
Ia juga mengaku menyukai menu ayam geprek yang disajikan, serta menilai konsep prasmanan membuat suasana makan menjadi lebih menyenangkan dan tertib.
“Kalau biasanya dibagikan, kadang ada yang ingin menu tertentu. Dengan prasmanan seperti ini, jadi lebih bebas memilih dan terasa adil,” katanya.
Melalui konsep ini, program MBG tak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda yang memperkaya momen kelulusan mereka.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
