Wartain.com || Kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali terlihat melalui aksi kepedulian sosial yang dilakukan jajaran Polres Sukabumi Kota. Seorang anak perempuan berusia 14 tahun berinisial NA, yang sebelumnya terpaksa putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, kini dapat kembali mengakses pendidikan secara layak.
Anak tersebut saat ini telah terdaftar sebagai santri di Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, sekaligus mengikuti pendidikan formal di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Musthofa.
Peristiwa ini bermula saat Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ardian Satrio Utomo, melakukan kunjungan kerja ke Polsek Sukaraja. Di sela kegiatan, ia berinteraksi dengan NA yang datang menjajakan gorengan ke lingkungan Polsek. Dari pertemuan singkat itu terungkap bahwa NA harus menghentikan sekolahnya sejak lulus SD demi membantu ekonomi keluarga.
Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Sukabumi Kota untuk mengambil langkah nyata dengan memfasilitasi NA agar dapat kembali melanjutkan pendidikan di lingkungan yang mendukung pembentukan karakter dan masa depan anak.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ardian Satrio Utomo menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, tanpa terkecuali.
“Anak-anak tidak boleh kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tetap memiliki masa depan,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, penempatan NA di pondok pesantren diharapkan tidak hanya membantu keberlanjutan pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai moral yang kuat.
Kini, NA telah menjalani keseharian sebagai santri dan kembali duduk di bangku pendidikan bersama anak-anak seusianya. Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat sebagai contoh konkret peran Polri dalam menjawab persoalan sosial, khususnya di bidang perlindungan dan pendidikan anak.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
