Wartain.com || Seekor ular king kobra berukuran jumbo membuat geger warga Kampung Cikaret, Desa Sikamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Reptil berbisa sepanjang tiga meter dengan bobot sekitar lima kilogram itu tiba-tiba masuk ke rumah warga dan menunjukkan perilaku agresif sebelum berhasil ditangani oleh petugas pemadam kebakaran.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa (8/7/2025), saat ular masuk ke rumah milik Siti Indriani. Mulyadin, petugas dari Sektor VII Damkar Sukaraja, mengungkapkan bahwa laporan masuk saat situasi sudah ramai oleh warga yang berkumpul.
“Begitu kami sampai, kondisi sudah ramai. Warga panik karena ularnya cukup agresif, mungkin karena lapar. Kami langsung lakukan penanganan cepat agar tidak membahayakan siapa pun,” ujar Mulyadin.
Meski sempat terhambat kemacetan dan membutuhkan sekitar 10 menit untuk tiba di lokasi, proses evakuasi berlangsung cukup singkat. Hanya dalam waktu sekitar delapan menit, ular berhasil ditangkap dan diamankan.
Diduga, ular masuk ke dalam rumah melalui jendela belakang yang langsung menghadap ke area kebun dan kolam ikan. Lingkungan sekitar rumah yang masih asri dan dekat dengan habitat alami menjadi salah satu alasan kemunculan ular jenis king kobra tersebut.
“Daerah itu memang masih banyak kebun dan kolam, habitat alami bagi ular. Kemungkinan besar ular kelaparan dan masuk rumah untuk mencari mangsa. Apalagi, king kobra dikenal sangat menjaga wilayah teritorialnya,” tambah Mulyadin.
Pergerakan agresif ular saat hendak ditangkap membuat sejumlah warga ketakutan. Namun berkat sigapnya petugas, ular tersebut berhasil diamankan tanpa menyebabkan cedera pada warga.
Setelah diamankan, ular dibawa ke pos Damkar Sukaraja untuk pemeriksaan dan pemulihan. Mulyadin menegaskan bahwa ular dalam kondisi aman, hanya mengalami sedikit stres. Rencananya, setelah dipastikan sehat, ular akan dilepasliarkan kembali ke alam, jauh dari permukiman warga — kemungkinan ke kawasan pegunungan.
Sebagai langkah antisipasi, warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menumpuk barang bekas atau sampah yang dapat menjadi tempat persembunyian ular.
“Kalau ada tanda-tanda kemunculan ular, segera hubungi petugas. Jangan panik dan jangan coba menangkap sendiri,” tutupnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
