26.7 C
Jakarta
Jumat, Januari 16, 2026

Latest Posts

Kisah Tragis Raya, Bocah Sukabumi yang Meninggal Akibat Infeksi Cacing

Wartain.com || Sebuah video viral di media sosial mengungkap perjuangan seorang bocah berusia 3 tahun bernama Raya, warga Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Dalam video tersebut terlihat sejumlah cacing keluar dari tubuhnya, yang belakangan diketahui merupakan akibat penyakit infeksi cacing gelang atau askariasis.

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, membenarkan bahwa bocah dalam video itu adalah warganya. Ia menuturkan, Raya adalah anak pasangan Udin (32) dan Endah (38) yang memiliki keterbatasan mental sehingga perawatan terhadap putra mereka kurang optimal. Kondisi ini membuat Raya kerap tumbuh dalam lingkungan yang tidak sehat.

“Anak ini sering bermain di bawah kolong rumah bersama ayam, tanpa pengawasan. Itu yang mungkin memperburuk kesehatannya,” kata Wardi, Selasa (19/8/2025).

Sebelum meninggal dunia pada 22 Juli 2025, Raya sempat mengalami demam dan sempat dibawa ke Puskesmas. Ia didiagnosis memiliki gangguan paru-paru. Namun proses pengobatannya terhambat karena keluarganya tidak memiliki dokumen kependudukan maupun BPJS. Dengan bantuan pihak desa serta filantropi Rumah Teduh, Raya akhirnya bisa dirujuk untuk mendapatkan perawatan intensif.

Pejabat Humas RSUD Syamsudin sekaligus dokter IGD, dr. Irfan, mengungkapkan Raya masuk ke instalasi gawat darurat pada 13 Juli 2025 dalam kondisi tidak sadar dan syok akibat kekurangan cairan.

“Ketika di IGD, tiba-tiba cacing keluar dari hidung pasien. Dari situ kami menduga ada infeksi cacing,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Raya menderita askariasis, penyakit yang disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Penyakit ini biasanya menular melalui tanah, makanan, atau minuman yang terkontaminasi telur cacing. Larva kemudian berkembang di usus, lalu menyebar ke organ tubuh lain, termasuk paru-paru dan otak.

“Itulah mengapa pasien bisa tidak sadar, dan cacing juga bisa keluar lewat saluran napas,” ujar Irfan.

Meski sempat mendapat perawatan di ruang PICU, kondisi Raya tidak membaik hingga akhirnya meninggal dunia setelah dirawat sekitar sembilan hari.

Wardi menambahkan, Raya dan kakaknya yang berusia 7 tahun sering diasuh oleh kerabat terdekat karena keterbatasan orang tuanya. Namun pola hidup tidak sehat serta minimnya pengawasan membuat kondisi Raya memburuk.

“Kami dari desa semampunya membantu, tapi penyakit ini memang sulit diketahui lebih awal. Sayangnya, ketika dibawa ke rumah sakit, sudah terlambat,” ungkapnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.