26.7 C
Jakarta
Minggu, Oktober 4, 2026

Latest Posts

KKP Dorong Sisa Pengolahan Ikan di Sukabumi Diolah Jadi Produk Nonpangan

Wartain.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pemanfaatan sisa hasil pengolahan ikan di Sukabumi, Jawa Barat, menjadi produk nonpangan yang memiliki nilai ekonomi. Upaya tersebut dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular di sektor perikanan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Plt. Dirjen PDSPKP), Erwin Dwiyana, mengatakan pengembangan industri diversifikasi produk nonpangan skala mikro il dapat disesuaikan dengan potensi bahan baku di masing-masing daerah.

“Industri diversifikasi juga mendukung implementasi ekonomi biru yang menekankan pada prinsip keberlanjutan ekologi,” terang Erwin Dwiyana di Jakarta, Jumat (10/2/2026).

Menurut Erwin, aktivitas pendaratan, penanganan hingga pengolahan ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu menghasilkan sisa berupa kepala, tulang, kulit, sisik dan jeroan. Volume sisa tersebut diperkirakan mencapai 50 hingga 100 kilogram setiap hari.

Jika dikelola dengan tepat, material tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk bernilai tambah, salah satunya tepung ikan untuk kebutuhan industri pakan.

“Ini bukan sekadar penanganan limbah produksi perikanan, tapi membuka peluang usaha produk nonpangan dan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” sambungnya.

Erwin menjelaskan, pengembangan tepung ikan membutuhkan kolaborasi sejumlah pihak agar rantai produksinya berjalan secara berkelanjutan. Pengelola PPN, pemerintah daerah, pelaku usaha perikanan, BBAT Sukabumi sebagai offtaker, hingga unit pakan mandiri yang telah mengantongi sertifikasi CPPIB perlu terlibat dalam ekosistem tersebut.

Melalui pola kemitraan itu, hasil samping pengolahan ikan tidak lagi menjadi beban lingkungan, tetapi dapat masuk ke rantai ekonomi baru dengan kepastian pasar.

“Pengolahan ini sekaligus mendukung program nasional seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan Budidaya Tematik,” jelas Erwin.

Perwakilan BBAT Sukabumi, Susi Rosellia, mengatakan ketersediaan tepung ikan lokal dengan kualitas sesuai standar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan industri pakan dan budidaya ikan.

Menurutnya, tepung ikan lokal dengan kandungan protein yang memenuhi standar SNI 2715:2013 dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor sekaligus menekan biaya produksi pakan.

“Ketergantungan terhadap pakan dan bahan baku impor seperti tepung ikan masih cukup tinggi, dan pengolahan sisa industri adalah solusi kemandirian budidaya,” kata Susi.

Potensi bahan baku tersebut juga tidak hanya berasal dari PPN Palabuhanratu. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menyebut sisa pengolahan fillet ikan di wilayah Sukabumi berpotensi mencapai sekitar 500 kilogram per hari atau setara 10 ton per bulan.

“Potensi ini terbukti bernilai tinggi jika dikelola secara terstruktur melalui kemitraan yang jelas antarstakeholder,” tutupnya.

Sebagai tahap awal, KKP telah melaksanakan Sosialisasi Diversifikasi dan Nilai Tambah Produk Perikanan Non Pangan di Palabuhanratu pada 10 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan PPN Palabuhanratu, BBAT Sukabumi, Dinas Kelautan dan Perikanan Sukabumi serta akademisi, khususnya dari Sekolah Vokasi IPB.

Program pemanfaatan hasil samping perikanan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat hilirisasi sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan, program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mendorong hilirisasi perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di berbagai daerah.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.