19.5 C
New York
Rabu, Juli 17, 2024
spot_img

Latest Posts

Memaknai Ritual Ngertakeun Bumi Lamba

Wartain.com || Ngertakeun Bumi Lamba adalah wujud dari harapan akan kesejahteraan yang diwariskan oleh leluhur melalui tata cara hidup yang selaras dengan alam.

Interaksi antara manusia dengan alam sejak masa lalu menjadikan sikap menghormati dan menghargai terhadap elemen-elemen alam ditempatkan sebagai pondasi dari peradaban.

Upacara ini dilaksanakan sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, yang telah menciptakan alam semesta dan memungkinkan kehidupan terjadi.

Tata cara dan bentuk rasa syukur tersebut diungkapkan lewat beragam bentuk keindahan, hasil bumi, lantunan mantera, musik sakral, gerak tubuh, maupun ekspresi seni.

Meskipun dilaksanakan dengan “corak” budaya tertentu, upacara ini sejatinya menjadi momen perjumpaan antar suku, ras, budaya, dan agama yang beragam.

Bersama-sama mengekspresikan rasa syukurnya dengan cara dan bahasa masing-masing, sehingga menjadi ruang untuk menjalin sikap toleransi dan harmoni.

Begitupun pelaksanaan upacara tahun ini yang mengundang perwakilan dari umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Setiap tahun, pelaksanaan Ngertakeun Bumi Lamba selalu mengusung tema yang berbeda, mengacu pada peristiwa yang menjadi penanda tahun itu.

Tahun 2024 ini, Ngertakeun Bumi Lamba 2024 mengusung tema “KueraBhaktiJala SuTrah Nusantara”. Istilah Kuera Bhakti menandakan bahwa tahun ini adalah penghujung dari 8 tahun kedua usia perjuangan Ngertakeun Bumi Lamba. Istilah tersebut digunakan setiap 8 tahun sekali (1 windu) sebagai jarak waktu yang menjadi penanda pergantian fase kehidupan manusia.

Sedangkan Jala SuTrah terdiri dari kata Jala yang bermakna “jaring”, Su yang bermakna “yang terbaik”, dan Trah bermakna “garis darah”.

Namun demikian, Trah yang dimaksud tidak berhenti pada genetika, namun juga nilai-nilai dan pengetahuan yang secara turun temurun diwariskan. Dapat juga diartikan sebagai Jala Sutra, atau penjaring yang terbuat dari serat sangat halus, lembut dan membuat nyaman, mencirikan persaudaraan yang sedang coba dibangun oleh perjuangan ini.

Maka demikian, Jala SuTrah Nusantara bermakna jejaring yang terjalin oleh individu dan kelompok yang sama-sama memperjuangkan terpeliharanya ajaran dan kebijaksanaan leluhur Nusantara, terlepas dari latar belakang etnis dan garis darah yang dibawanya.

Sementara untuk Rundown Acara Ngertakeun Bumi Lamba, yang jatuh pada hari Minggu, 23 Juni 2024, adalah sebagai berikut :

Editor : Aab Abdul Malik

(A. Gunanjar Akil)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.