26.7 C
Jakarta
Minggu, Mei 17, 2026

Latest Posts

Menjahit Arah Pembangunan Kabupaten Sukabumi 2027,  DPRD Tajamkan dengan Reses

Wartain.com || Suasana Bale Pangripta Bapperida Kabupaten Sukabumi, Kamis (29/1/2026), terasa lebih hangat dari biasanya. Di ruang inilah arah pembangunan Kabupaten Sukabumi untuk tahun 2027 mulai “dijahit” bersama, melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP, hadir langsung dan menyampaikan sambutan yang menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang strategis untuk menyatukan gagasan, aspirasi, dan kebutuhan masyarakat.

Kehadirannya didampingi jajaran Anggota DPRD lintas fraksi, antara lain Hj. Leni Liawati, S.Si, Hj. Zakiyah Rahmah Addawiyah, SE, Saepuloh, SE, Teddy Setiadi, Paoji, SE, Anang, S.Pd, Ferry Supriyadi, SH, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, S.Pd, Hamzah Gurnita, SH, dan Iwan Ridwan, M.Pd.

Forum ini menjadi momentum penting, mengingat RKPD 2027 merupakan dokumen perencanaan tahunan yang menjadi penjabaran dari RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2025–2029, sekaligus menandai tahun ketiga pelaksanaannya. Di fase ini, konsistensi arah pembangunan menjadi kunci agar visi besar daerah tidak kehilangan fokus.

Dalam sambutannya, Budi Azhar Mutawali menekankan bahwa “RKPD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi utama dalam menentukan kebijakan, prioritas pembangunan, serta arah program dan kegiatan pemerintah daerah ke depan. Oleh karena itu, perencanaan harus disusun secara matang dan komprehensif,” ujarnya tegas.

Tema pembangunan Kabupaten Sukabumi Tahun 2027, yakni “Penyiapan Ekosistem Pendukung untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata”, menjadi benang merah yang harus dijaga bersama.

Tema ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memastikan keselarasan dengan kebijakan pembangunan di tingkat nasional dan provinsi.

Lebih jauh, Ketua DPRD menekankan pentingnya pendekatan teknokratis, politis, dan partisipatif dalam penyusunan RKPD.

Menurutnya, kolaborasi ketiga pendekatan tersebut akan melahirkan perencanaan yang inklusif, realistis, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Dari hasil serapan aspirasi yang dihimpun DPRD, sejumlah isu krusial kembali mengemuka. Infrastruktur jalan dan drainase masih menjadi keluhan paling dominan masyarakat.

Selain itu, penguatan sektor UMKM, pertanian, peternakan, dan perikanan, peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, perhatian terhadap dunia pendidikan termasuk kesejahteraan guru PPPK, hingga dukungan sarana keagamaan juga menjadi perhatian serius.

Seluruh masukan tersebut, kata Budi, tidak akan berhenti di forum ini. Rancangan Awal RKPD 2027 akan kembali dipertajam melalui Reses Kesatu DPRD Kabupaten Sukabumi pada 4–6 Februari 2026, sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dari daerah pemilihan masing-masing anggota dewan.

Diakhir sambutannya, Budi menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk terus berjalan beriringan dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya satu: mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang MUBARAKAH — Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah.

Di Bale Pangripta hari itu, perencanaan bukan sekadar wacana. Ia menjadi ikhtiar bersama, demi masa depan Sukabumi yang lebih terarah dan berpihak pada rakyat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.