26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 14, 2026

Latest Posts

Film “Pesta Babi” Soroti Krisis Tanah Adat dan Deforestasi di Papua Selatan

Wartain.com – Di tengah banyaknya film baru yang tayang di Indonesia, Pesta Babi menjadi salah satu karya yang menarik perhatian publik. Film dokumenter investigatif garapan Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono ini ramai diperbincangkan setelah muncul kabar pembubaran kegiatan nonton bareng di sejumlah daerah.

Film yang dirilis pada 2026 tersebut mengangkat persoalan masyarakat adat di Papua Selatan yang menghadapi perubahan besar akibat ekspansi proyek industri dan pembukaan lahan berskala besar.

Melalui pendekatan dokumenter investigatif, film ini menampilkan kehidupan masyarakat adat di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan hutan dan alam sekitar.

Pada bagian awal film, penonton diperlihatkan berbagai tradisi dan aktivitas masyarakat adat yang menggambarkan kuatnya hubungan mereka dengan lingkungan. Hutan digambarkan bukan sekadar kawasan tempat tinggal, tetapi juga menjadi sumber pangan, budaya, serta identitas masyarakat Papua.

Namun seiring berjalannya cerita, dokumenter tersebut mulai memperlihatkan perubahan kondisi wilayah adat akibat masuknya proyek agribisnis skala besar dan aktivitas pembangunan yang memicu berkurangnya kawasan hutan.

Film ini juga menyoroti dampak deforestasi terhadap kehidupan warga lokal, mulai dari menyusutnya sumber makanan tradisional, perubahan pola hidup masyarakat, hingga kekhawatiran terhadap masa depan generasi berikutnya.

Selain persoalan lingkungan, dokumenter tersebut turut menggambarkan bagaimana sebagian masyarakat merasa kehilangan ruang hidup akibat perubahan fungsi hutan menjadi kawasan industri dan pembangunan.

Nuansa emosional terasa kuat sepanjang film karena sebagian besar cerita disampaikan langsung melalui pengalaman dan kesaksian masyarakat adat yang merasakan dampak perubahan tersebut secara langsung.

Secara keseluruhan, Pesta Babi menjadi karya dokumenter yang tidak hanya mengangkat isu lingkungan dan tanah adat di Papua, tetapi juga menghadirkan suara masyarakat lokal yang selama ini jarang mendapat ruang dalam narasi arus utama.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.