26.7 C
Jakarta
Minggu, Maret 8, 2026

Latest Posts

Menuju Zero Stunting 2026, Pemkot Sukabumi Perkuat Kapasitas Kader Posyandu

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan peran komunitas akar rumput. Salah satunya terlihat dalam kegiatan Pelatihan Kapasitas Kader Posyandu yang digelar di Aula Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Senin (23/6/2025).

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa target ambisius new zero stunting pada tahun 2026 bukan sekadar wacana, melainkan komitmen serius yang didorong oleh langkah-langkah konkret di lapangan.

“Upaya penurunan stunting tidak bisa hanya bergantung pada fasilitas kesehatan. Peran masyarakat, khususnya para kader Posyandu, menjadi ujung tombak keberhasilan program ini,” tegasnya.

Didampingi oleh Camat Lembursitu Yudi Sutriana dan Lurah Sindangsari Yunan Ananda, Wali Kota berdialog langsung dengan para kader, membahas strategi intervensi gizi serta pentingnya edukasi keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Sukabumi akan meningkatkan alokasi anggaran untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak di Posyandu, dengan nilai bantuan mencapai Rp250 ribu per Posyandu. PMT akan berisi bahan pangan bergizi seperti telur, pisang, dan kacang hijau, yang dinilai efektif untuk menunjang kebutuhan nutrisi anak-anak usia dini.

“Kami ingin pastikan anak-anak kita tidak kekurangan asupan penting. Telur, pisang, dan kacang hijau merupakan bahan lokal yang kaya gizi dan mudah diakses,” jelas Ayep.

Ia juga menekankan bahwa isu stunting sangat berkaitan erat dengan persoalan kemiskinan. Oleh karena itu, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi krusial untuk menjamin keberlangsungan berbagai program kesehatan masyarakat di masa mendatang.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga membekali kader dengan kemampuan pemantauan tumbuh kembang anak, strategi komunikasi perubahan perilaku, dan pelaporan data secara sistematis. Di lapangan, kader dituntut untuk aktif mendampingi keluarga, memberikan edukasi gizi, serta mendeteksi dini risiko stunting.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula pembagian makanan tambahan secara simbolis kepada sejumlah anak dan ibu sebagai bentuk awal dari pelaksanaan intervensi gizi di Kelurahan Sindangsari.

Wali Kota menutup kegiatan dengan ajakan kolaborasi antara seluruh elemen masyarakat. “Jika kita bisa bersinergi—pemerintah, kader, dan masyarakat—maka kita tidak hanya menurunkan angka stunting, tapi juga sedang membangun masa depan Kota Sukabumi yang lebih sehat dan berdaya saing,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.