Wartain.com – Kamis, 4/6/2026, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Demokrat Rudi Heryanto menggelar Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Aula Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung. Hadir perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, kader PKK, serta warga.
Forum reses dibuka dengan penyampaian aspirasi. Warga tidak hanya bicara satu sektor, tetapi lintas bidang: infrastruktur, pertanian, program sosial, hingga persoalan generasi muda.
Jalur Gegerbitung–Pasirmunding menjadi keluhan utama. Jalan yang rusak dinilai menghambat aktivitas ekonomi warga, akses ke pasar, dan transportasi anak sekolah. Warga meminta perbaikan segera dilakukan.
Rudi Heryanto membenarkan banyaknya keluhan jalan. _“Tadi warga Desa Cijurey mayoritas menyampaikan agar saya meneruskan kepada pemerintah daerah terkait perbaikan jalan, khususnya jalur Gegerbitung sampai Pasirmunding. Itu menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat,”_ ujar Rudi.
Sektor pertanian juga mendapat sorotan. Kelompok tani Rimba Tani dan kelompok tani Kedusunan Cisayang mengajukan kebutuhan sarana pendukung. Mereka berharap produktivitas lahan bisa naik jika infrastruktur pertanian diperbaiki.
Rincian usulan kelompok tani disampaikan Rudi. _“Ada juga permohonan dari beberapa kelompok tani. Mereka mengusulkan pembangunan bendungan, dump parit, dan rehabilitasi irigasi tersier untuk mendukung kebutuhan pertanian,”_ katanya.
Program Makan Bergizi Gratis MBG ikut dievaluasi. Kader PKK Desa Cijurey menilai mekanisme penyaluran perlu diperbaiki agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
Usulan kader PKK cukup tegas. Menurut Rudi, “Tadi ada masukan dari salah satu kader PKK Desa Cijurey, agar program MBG dievaluasi. Minimal penerimanya diprioritaskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bahkan ada usulan agar sebagian anggaran bisa dialihkan untuk layanan kesehatan gratis karena itu juga sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Persoalan sosial muncul dari tokoh masyarakat. Maraknya kenakalan pelajar dan tawuran remaja di wilayah Gegerbitung dinilai meresahkan. Warga meminta ada pembinaan preventif langsung ke sekolah.
Rudi menyampaikan harapan warga terkait hal ini. “Ada juga masukan terkait kenakalan pelajar dan tawuran. Warga berharap ada sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Gegerbitung, agar para pelajar mendapatkan pemahaman dan pembinaan sehingga kejadian tawuran bisa diminimalisasi,” jelasnya.
Menutup reses, Rudi memastikan semua aspirasi akan dikawal. “Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami perjuangkan dan kami sampaikan melalui jalur Pokok-Pokok Pikiran Pokir DPRD agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah,” tegasnya. Ia berharap Pokir DPRD menjadi jembatan efektif antara kebutuhan warga Cijurey dengan kebijakan pemerintah daerah.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
