Wartain.com || Operasi Patuh Lodaya 2025 yang digelar Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Sukabumi Kota resmi berakhir pada 27 Juli 2025. Selama dua pekan pelaksanaan operasi, sejak 14 Juli lalu, jajaran kepolisian tidak hanya menindak pelanggar lalu lintas, tetapi juga aktif menyapa dan mengedukasi masyarakat.
Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Haga Deo Harefa, mengungkapkan bahwa Operasi Patuh tahun ini mengusung pendekatan ganda: penegakan hukum dan pendidikan berlalu lintas.
“Kami melakukan lebih dari 765 kegiatan bimbingan dan penyuluhan melalui program ‘Polantas Menyapa’, yang menyasar komunitas pengendara roda dua, roda empat, hingga pengemudi angkutan barang. Tujuannya adalah membangun kesadaran kolektif agar masyarakat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” terang AKP Haga Deo saat konferensi pers di Satpas Polres Sukabumi Kota, Selasa (29/7/2025).
Di sisi lain, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas juga ditingkatkan secara signifikan. Selama operasi, tercatat 675 pelanggaran terjaring melalui ETLE Mobile, 1.608 melalui tilang manual, dan 8.000 teguran langsung diberikan kepada pengendara. Jika dibandingkan dengan operasi serupa tahun lalu, angka ini naik hingga 87 persen.
Jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan meliputi pengendara tanpa helm, melawan arus, dan pelibatan anak di bawah umur dalam aktivitas berkendara. Barang bukti yang diamankan mencakup 1.132 STNK, 318 SIM, dan 158 unit sepeda motor.
Salah satu sorotan utama dalam Operasi Patuh Lodaya kali ini adalah penyalahgunaan sepeda listrik di jalan raya, khususnya oleh anak-anak. Haga Deo menyoroti fenomena ini sebagai potensi bahaya laten yang harus segera diantisipasi bersama.
“Banyak dari 8.000 teguran yang kami keluarkan ditujukan kepada pengguna sepeda listrik, terutama anak-anak. Kami sangat prihatin karena sebagian besar dari mereka belum cukup umur dan tidak memahami risiko di jalan raya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini sanksi terhadap pelanggaran penggunaan sepeda listrik masih berupa teguran, namun pihaknya tengah menjajaki langkah kolaboratif dengan Dinas Pendidikan guna merumuskan pendekatan jangka panjang yang lebih sistemik.
Haga Deo juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan stakeholder yang telah mendukung jalannya operasi. Menurutnya, keberhasilan operasi bukan semata soal jumlah tilang, tetapi sejauh mana kesadaran warga meningkat.
“Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kami tidak akan berhenti mengedukasi dan mengingatkan, karena satu nyawa yang terselamatkan adalah hasil yang tak ternilai,” tutupnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
