26.7 C
Jakarta
Selasa, Mei 26, 2026

Latest Posts

Panen Raya Ciemas: Simfoni Rasa Syukur, Ketahanan Pangan, dan Kedaulatan Ekonomi Sukabumi

Wartain.com  – Kecamatan Ciemas resmi dikukuhkan sebagai wilayah penopang utama swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, saat menghadiri Gerakan Panen Padi bersama unsur Forkopimda di lahan pertanian Kelompok Tani Nanjung Tani, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Senin (25/5/2026).

Aktivitas panen raya ini bukan sekadar rutinitas agraris, melainkan representasi nyata dari keterikatan mendalam antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Keberhasilan ini sekaligus memperkokoh posisi Kabupaten Sukabumi yang baru saja menyabet penghargaan peringkat kedua sektor pertanian nasional dari Presiden Republik Indonesia.

*Spiritual: Manifestasi Rasa Syukur dan Berkah Bumi*

Bagi masyarakat Ciemas, melimpahnya hasil panen adalah bentuk berkah spiritual yang wajib disyukuri. Bupati Asep Japar mengawali sambutannya dengan untaian doa dan apresiasi mendalam atas sinergi kerja keras manusia dan rida Yang Maha Kuasa.

“Alhamdulillah, prestasi nasional ini menjadi kebanggaan bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan seluruh kelompok tani yang tiada henti menjaga produktivitas bumi Sukabumi,” ujar H. Asep Japar.

Panen ini menjadi simbol bahwa tanah yang dirawat dengan keikhlasan akan menghasilkan keberkahan pangan yang melimpah bagi masyarakat.

*Budaya: Gotong Royong dan Tradisi Merawat Tanah*

Secara kultural, Gerakan Panen Padi ini menegaskan kembali kuatnya budaya gotong royong (silih asuh) yang menjadi urat nadi petani Sunda di Sukabumi. Kehadiran pemimpin daerah di tengah sawah membaur dengan kelompok tani mencerminkan tradisi penghormatan terhadap tanah sebagai sumber kehidupan.

Guna menjaga nilai-nilai luhur agraria ini dari gerusan modernisasi yang merugikan, Pemkab Sukabumi melakukan intervensi budaya ekonomi melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Langkah ini dirancang untuk memutus rantai praktik ijon yang kerap menjerat petani secara finansial dan mencederai keadilan sosial di pedesaan.

*Ekonomi: Daulat Pangan dan Program Makan Bergizi Gratis*

Dari kacamata ekonomi, Ciemas kini diproyeksikan menjadi episentrum perputaran uang sektor pertanian lokal. Bupati menegaskan bahwa stabilitas harga gabah harus berpihak pada kesejahteraan petani, bukan tengkulak.

“Petani harus mendapatkan harga jual yang baik dan menguntungkan. Hasil pertanian kita harus bisa diserap dan dimanfaatkan di Sukabumi sendiri,” tegas Bupati.

Strategi hilirisasi ekonomi pangan ini akan diintegrasikan langsung dengan program nasional. Bupati berharap hasil panen Ciemas menjadi pemasok utama kebutuhan beras untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sukabumi. Langkah taktis ini diambil agar perputaran modal tetap berada di dalam daerah.

“Jangan sampai kebutuhan dapur MBG mengambil beras dari luar daerah. Kita ingin hasil tani masyarakat Sukabumi menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” pungkasnya.

Sebagai langkah konkret pendukung produktivitas, Bupati bersama Forkopimda menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa Tamanjaya. Selain itu, perbaikan jaringan irigasi juga menjadi prioritas pembangunan ke depan demi memastikan pasokan air tawar mengalir lancar, merawat denyut nadi pertanian Ciemas yang berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.